Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Aliansi Pemuda Kalumbatan Gelar Aksi Jilid V, Desak Pemdes Segera Perbaiki Jembatan Rusak

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • visibility 344
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banggai Kepulauan, nulondalo.com – Aliansi Pemuda Kalumbatan kembali menggelar aksi demonstrasi jilid V di depan Kantor Desa Kalumbatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin (6/7/2026).

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian perjuangan masyarakat yang telah berlangsung selama lebih dari empat bulan dalam mengawal berbagai persoalan tata kelola pemerintahan desa.

Sejumlah isu menjadi sorotan massa aksi, mulai dari dugaan pengelolaan retribusi pasar, polemik pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), hingga kondisi infrastruktur desa yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah perbaikan jembatan titian di Dusun 7 dan Dusun 9. Menurut massa aksi, kondisi jembatan tersebut sudah tidak layak digunakan dan telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan warga.

Koordinator Aliansi Pemuda Kalumbatan, Kevin Lapendos, menegaskan bahwa persoalan jembatan bukan lagi sekadar keluhan masyarakat, melainkan menyangkut keselamatan warga yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

“Jembatan ini bukan sekadar fasilitas desa, tetapi menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Ketika kondisinya rusak dan terus memakan korban, pemerintah desa tidak boleh menutup mata.

Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, bukan menunggu sampai ada korban yang lebih besar,” tegas Kevin di hadapan massa aksi.

Kevin menilai masyarakat telah terlalu lama mendengar berbagai penjelasan tanpa diikuti langkah nyata dari pemerintah desa.

“Masyarakat butuh solusi, bukan penjelasan yang membuat masyarakat semakin bingung. Pemerintah yang diberi amanah oleh rakyat seharusnya hadir membawa penyelesaian, bukan sekadar menyampaikan alasan,” ujarnya.

Selain persoalan infrastruktur, aksi tersebut juga menyoroti pengelolaan retribusi pasar desa. Menurut Kevin, apabila penerimaan desa dikelola secara transparan dan sesuai ketentuan, kebutuhan mendesak seperti perbaikan jembatan seharusnya dapat segera direalisasikan.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Kalumbatan menyampaikan bahwa pengelolaan anggaran yang bersumber dari retribusi pasar telah memiliki pencatatan administrasi dan penggunaan anggaran yang terdokumentasi.

Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Aliansi Pemuda Kalumbatan. Kevin menegaskan bahwa yang menjadi pertanyaan masyarakat bukan semata keberadaan dokumen administrasi, melainkan realisasi penggunaan anggaran yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.

“Kalau memang ada catatannya, kami menghargai itu. Tetapi pertanyaan masyarakat sederhana, di mana realisasi anggaran tersebut? Masyarakat ingin melihat manfaatnya secara nyata.

Ketika jembatan yang menjadi akses utama warga masih rusak, wajar jika masyarakat mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran,” katanya.

Aliansi Pemuda Kalumbatan menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bertujuan menjatuhkan pemerintah desa, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait keselamatan pengguna jembatan dan transparansi pengelolaan anggaran desa.

Mereka berharap pemerintah desa segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan di Dusun 7 dan Dusun 9 serta memberikan penjelasan yang terbuka mengenai pengelolaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Aksi demonstrasi jilid V juga menjadi penegasan bahwa berbagai aspirasi masyarakat yang telah disampaikan selama beberapa bulan terakhir akan terus dikawal hingga terdapat penyelesaian nyata dari pemerintah desa maupun instansi terkait.

“Bagi kami, pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang diumumkan. Pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selama jembatan yang menjadi akses utama warga masih rusak dan membahayakan keselamatan, maka perjuangan ini akan terus kami suarakan,” tutup Kevin.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen Unusia Raih Gelar Doktor Akuntansi, Angkat Kearifan Lokal Bugis dalam Disertasi

    Dosen Unusia Raih Gelar Doktor Akuntansi, Angkat Kearifan Lokal Bugis dalam Disertasi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Universitas Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia kembali menorehkan prestasi akademik melalui capaian salah satu dosen terbaiknya, Muhammad Aras Prabowo, yang resmi dikukuhkan sebagai Doktor Bidang Ilmu Akuntansi pada Wisuda Gelombang II Tahun 2026 Program Doktor Ilmu Akuntansi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Auditorium Kampus Sindangsari Untirta, Jumat (23/5/2026). Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh […]

  • Sedekah Tanpa Batas: Menag Dorong Filantropi Islam Universal

    Sedekah Tanpa Batas: Menag Dorong Filantropi Islam Universal

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan penekanan khusus mengenai optimalisasi filantropi Islam dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026. Menag mengajak umat Islam, khususnya kelompok kaya (aghniya), untuk tidak terjebak pada pemenuhan standar minimal kewajiban agama dalam pembayaran zakat, tapi memperluas kontribusinya melalui instrumen sedekah, infak, hibah, dan wakaf. Hal itu disampaikan […]

  • Tubuh sebagai Ruang Iman, Pengetahuan dan Penyembuhan

    Tubuh sebagai Ruang Iman, Pengetahuan dan Penyembuhan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Membaca Ketegangan Agama, Kesehatan Modern, Dan Pengobatan Tradisional dengan perspektif Moderasi Beragama. Mungkinkah gagasan moderasi beragama digunakan untuk membaca ilmu kesehatan? Saya menjawabnya, mungkin. Dengan segala kehati-hatian agar tidak terkesan memaksakan. Ruang perjumpaan agama dan ilmu kesehatan adalah tubuh. Sebagaimana ilmu kesahatan, agama juga berbicara tentang tubuh. Bagaimana tubuh dirawat, disembuhkan, dilindungi, bahkan dimuliakan. Tubuh […]

  • Hizbut Tahrir Bangkit, Satkornas Banser NU: Saatnya Pemerintah Mengambil Langkah Tegas

    Hizbut Tahrir Bangkit, Satkornas Banser NU: Saatnya Pemerintah Mengambil Langkah Tegas

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Nulondalo – Organisasi terlarang yang telah dibubarkan pemerintah pada 19 Juli 2017 bernama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali bangkit di beberapa titik di Indonesia. Komandan Satuan Koordinasi Nasional Banser PP GP Ansor, H. Syafiq Syauqi menyampaikan bahwa HTI telah dibubarkan Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM karena bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan mengancam keutuhan NKRI. “GP […]

  • Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Wahiyudin Mamonto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Setiap kali Agustus tiba, saya selalu berpikir: kemerdekaan itu sebenarnya milik siapa? Bendera dikibarkan, lomba panjat pinang digelar, pidato-pidato disiapkan. Tapi di balik semua kemeriahan itu, ada pertanyaan yang jarang benar-benar dijawab tuntas—apakah setiap warga negara, tanpa memandang apa yang ia yakini, benar-benar sudah merdeka untuk beribadah dan hidup sesuai keyakinannya? Kalau bicara soal aturan, […]

  • Ekonom NU Soroti Dampak Penunjukan Deputi Gubernur BI terhadap Kepercayaan Pasar

    Ekonom NU Soroti Dampak Penunjukan Deputi Gubernur BI terhadap Kepercayaan Pasar

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menuai beragam tanggapan dari kalangan akademisi dan pelaku pasar. Salah satu kritik datang dari intelektual Nahdlatul Ulama sekaligus ekonom, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, yang menilai dinamika tersebut memunculkan kekhawatiran terkait independensi lembaga moneter. Dalam tulisan opininya yang berjudul; “Pasar Masuk Angin” tayang di […]

expand_less