Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Aliansi Pemuda Kalumbatan Gelar Aksi Jilid V, Desak Pemdes Segera Perbaiki Jembatan Rusak

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • visibility 284
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banggai Kepulauan, nulondalo.com – Aliansi Pemuda Kalumbatan kembali menggelar aksi demonstrasi jilid V di depan Kantor Desa Kalumbatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin (6/7/2026).

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian perjuangan masyarakat yang telah berlangsung selama lebih dari empat bulan dalam mengawal berbagai persoalan tata kelola pemerintahan desa.

Sejumlah isu menjadi sorotan massa aksi, mulai dari dugaan pengelolaan retribusi pasar, polemik pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), hingga kondisi infrastruktur desa yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah perbaikan jembatan titian di Dusun 7 dan Dusun 9. Menurut massa aksi, kondisi jembatan tersebut sudah tidak layak digunakan dan telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan warga.

Koordinator Aliansi Pemuda Kalumbatan, Kevin Lapendos, menegaskan bahwa persoalan jembatan bukan lagi sekadar keluhan masyarakat, melainkan menyangkut keselamatan warga yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

“Jembatan ini bukan sekadar fasilitas desa, tetapi menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Ketika kondisinya rusak dan terus memakan korban, pemerintah desa tidak boleh menutup mata.

Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, bukan menunggu sampai ada korban yang lebih besar,” tegas Kevin di hadapan massa aksi.

Kevin menilai masyarakat telah terlalu lama mendengar berbagai penjelasan tanpa diikuti langkah nyata dari pemerintah desa.

“Masyarakat butuh solusi, bukan penjelasan yang membuat masyarakat semakin bingung. Pemerintah yang diberi amanah oleh rakyat seharusnya hadir membawa penyelesaian, bukan sekadar menyampaikan alasan,” ujarnya.

Selain persoalan infrastruktur, aksi tersebut juga menyoroti pengelolaan retribusi pasar desa. Menurut Kevin, apabila penerimaan desa dikelola secara transparan dan sesuai ketentuan, kebutuhan mendesak seperti perbaikan jembatan seharusnya dapat segera direalisasikan.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Kalumbatan menyampaikan bahwa pengelolaan anggaran yang bersumber dari retribusi pasar telah memiliki pencatatan administrasi dan penggunaan anggaran yang terdokumentasi.

Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Aliansi Pemuda Kalumbatan. Kevin menegaskan bahwa yang menjadi pertanyaan masyarakat bukan semata keberadaan dokumen administrasi, melainkan realisasi penggunaan anggaran yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.

“Kalau memang ada catatannya, kami menghargai itu. Tetapi pertanyaan masyarakat sederhana, di mana realisasi anggaran tersebut? Masyarakat ingin melihat manfaatnya secara nyata.

Ketika jembatan yang menjadi akses utama warga masih rusak, wajar jika masyarakat mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran,” katanya.

Aliansi Pemuda Kalumbatan menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bertujuan menjatuhkan pemerintah desa, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait keselamatan pengguna jembatan dan transparansi pengelolaan anggaran desa.

Mereka berharap pemerintah desa segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan di Dusun 7 dan Dusun 9 serta memberikan penjelasan yang terbuka mengenai pengelolaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Aksi demonstrasi jilid V juga menjadi penegasan bahwa berbagai aspirasi masyarakat yang telah disampaikan selama beberapa bulan terakhir akan terus dikawal hingga terdapat penyelesaian nyata dari pemerintah desa maupun instansi terkait.

“Bagi kami, pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang diumumkan. Pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selama jembatan yang menjadi akses utama warga masih rusak dan membahayakan keselamatan, maka perjuangan ini akan terus kami suarakan,” tutup Kevin.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliansi Anak Muda Nahdliyyin Maluku Utara Tuntut Bebaskan 11 aktivis Pejuang Lingkungan dan Cabut IUP PT Position

    Aliansi Anak Muda Nahdliyyin Maluku Utara Tuntut Bebaskan 11 aktivis Pejuang Lingkungan dan Cabut IUP PT Position

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Aliansi Anak Muda Nahdliyin Maluku Utara menggelar aksi demonstrasi pada Selasa (3/6), menuntut pembebasan 11 warga Maba Sangaji yang ditahan oleh Polda Maluku Utara serta pencabutan izin tambang PT Position yang dianggap menyerobot lahan masyarakat adat dan merusak lingkungan. Selasa, 3 Juni 2025. Aksi dimulai sekitar pukul 13.20 WIT dengan titik kumpul di depan lankmart […]

  • Libur Lebaran Bingung Mau ke Mana? Ini 7 Destinasi “Hidden Gem” Kaltim yang Wajib Kamu Coba!

    Libur Lebaran Bingung Mau ke Mana? Ini 7 Destinasi “Hidden Gem” Kaltim yang Wajib Kamu Coba!

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) merekomendasikan sejumlah destinasi wisata menarik bagi masyarakat untuk mengisi libur Idul Fitri 1446 Hijriah. Beragam pilihan wisata mulai dari pantai, alam, hingga budaya disiapkan untuk memberikan pengalaman liburan yang berkesan. Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyampaikan bahwa Kaltim memiliki potensi wisata yang sangat beragam dan siap […]

  • Konsep 4A Kunci Pengembangan Pariwisata Gorontalo  

    Konsep 4A Kunci Pengembangan Pariwisata Gorontalo  

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Empat ruang unsur kunci pengembangan pariwisata Provinsi Gorntalo dibedah sejumlah peneliti, praktisi dan awak media di halaman Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo. Keempat ruang elemen kunci ini adalah ruang atraksi, ruang aksesibilitas, ruang amenitas, dan ruang ansilari. Empat komponen kunci dalam pengembangan pariwisata ini dikenal sebagai konsep 4A. Komponen ini meliputi atraksi […]

  • Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,Maros – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ribuan warga di kawasan pesisir kini harus bertahan dengan menggunakan air sumur tadah hujan yang keruh bahkan terasa asin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa. Selama lebih […]

  • Nurul Fadillah Bawa Semangat Literasi dan PHBS ke Sekolah Kolong Kampung Bara Barayya

    Nurul Fadillah Bawa Semangat Literasi dan PHBS ke Sekolah Kolong Kampung Bara Barayya

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Semangat membangun masa depan anak-anak pelosok melalui pendidikan, kesehatan, dan kepedulian lingkungan diwujudkan melalui Program AKSARA (Aksi Literasi Anak Sehat Ramah Lingkungan) yang digagas oleh Nurul Fadillah, mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar. Program ini merupakan bagian dari implementasi Beasiswa Aksi untuk Nusantara 2026 yang diselenggarakan oleh PT Japfa Comfeed […]

  • Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 H, Pemerintah dan NU Diprediksi Mulai Puasa 19 Februari 2026

    Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 H, Pemerintah dan NU Diprediksi Mulai Puasa 19 Februari 2026

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Umat Islam di Indonesia diperkirakan akan kembali menghadapi kemungkinan perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Perbedaan tersebut dipicu oleh kondisi astronomis hilal yang belum memenuhi kriteria kesepakatan regional pada saat pemantauan. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa berdasarkan […]

expand_less