Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Aliansi Pemuda Kalumbatan Gelar Aksi Jilid V, Desak Pemdes Segera Perbaiki Jembatan Rusak

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • visibility 343
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banggai Kepulauan, nulondalo.com – Aliansi Pemuda Kalumbatan kembali menggelar aksi demonstrasi jilid V di depan Kantor Desa Kalumbatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin (6/7/2026).

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian perjuangan masyarakat yang telah berlangsung selama lebih dari empat bulan dalam mengawal berbagai persoalan tata kelola pemerintahan desa.

Sejumlah isu menjadi sorotan massa aksi, mulai dari dugaan pengelolaan retribusi pasar, polemik pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), hingga kondisi infrastruktur desa yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah perbaikan jembatan titian di Dusun 7 dan Dusun 9. Menurut massa aksi, kondisi jembatan tersebut sudah tidak layak digunakan dan telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan warga.

Koordinator Aliansi Pemuda Kalumbatan, Kevin Lapendos, menegaskan bahwa persoalan jembatan bukan lagi sekadar keluhan masyarakat, melainkan menyangkut keselamatan warga yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

“Jembatan ini bukan sekadar fasilitas desa, tetapi menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Ketika kondisinya rusak dan terus memakan korban, pemerintah desa tidak boleh menutup mata.

Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, bukan menunggu sampai ada korban yang lebih besar,” tegas Kevin di hadapan massa aksi.

Kevin menilai masyarakat telah terlalu lama mendengar berbagai penjelasan tanpa diikuti langkah nyata dari pemerintah desa.

“Masyarakat butuh solusi, bukan penjelasan yang membuat masyarakat semakin bingung. Pemerintah yang diberi amanah oleh rakyat seharusnya hadir membawa penyelesaian, bukan sekadar menyampaikan alasan,” ujarnya.

Selain persoalan infrastruktur, aksi tersebut juga menyoroti pengelolaan retribusi pasar desa. Menurut Kevin, apabila penerimaan desa dikelola secara transparan dan sesuai ketentuan, kebutuhan mendesak seperti perbaikan jembatan seharusnya dapat segera direalisasikan.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Kalumbatan menyampaikan bahwa pengelolaan anggaran yang bersumber dari retribusi pasar telah memiliki pencatatan administrasi dan penggunaan anggaran yang terdokumentasi.

Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Aliansi Pemuda Kalumbatan. Kevin menegaskan bahwa yang menjadi pertanyaan masyarakat bukan semata keberadaan dokumen administrasi, melainkan realisasi penggunaan anggaran yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.

“Kalau memang ada catatannya, kami menghargai itu. Tetapi pertanyaan masyarakat sederhana, di mana realisasi anggaran tersebut? Masyarakat ingin melihat manfaatnya secara nyata.

Ketika jembatan yang menjadi akses utama warga masih rusak, wajar jika masyarakat mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran,” katanya.

Aliansi Pemuda Kalumbatan menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bertujuan menjatuhkan pemerintah desa, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait keselamatan pengguna jembatan dan transparansi pengelolaan anggaran desa.

Mereka berharap pemerintah desa segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan di Dusun 7 dan Dusun 9 serta memberikan penjelasan yang terbuka mengenai pengelolaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Aksi demonstrasi jilid V juga menjadi penegasan bahwa berbagai aspirasi masyarakat yang telah disampaikan selama beberapa bulan terakhir akan terus dikawal hingga terdapat penyelesaian nyata dari pemerintah desa maupun instansi terkait.

“Bagi kami, pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang diumumkan. Pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selama jembatan yang menjadi akses utama warga masih rusak dan membahayakan keselamatan, maka perjuangan ini akan terus kami suarakan,” tutup Kevin.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Abdul Ghofir Nawawi Wafat, Warga NU Gorontalo Berduka

    KH Abdul Ghofir Nawawi Wafat, Warga NU Gorontalo Berduka

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 167
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Warga Nahdlatul Ulama Provinsi Gorontalo berduka atas wafatnya KH Abdul Ghofir Nawawi, Rais Syuriyah PWNU Gorontalo. Kabar wafatnya almarhum beredar luas di sejumlah grup WhatsApp dan pesan singkat yang diterima redaksi nulondalo online. Dalam pesan tersebut disampaikan bahwa KH Abdul Ghofir Nawawi mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.25 […]

  • Filsafat di Tengah Badai Teknologi, Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Stadium Generale Bahas Krisis Kemanusiaan

    Filsafat di Tengah Badai Teknologi, Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Stadium Generale Bahas Krisis Kemanusiaan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 368
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pesantren Khatamun Nabiyyin bersama Khatam Institute menggelar Stadium Generale bertajuk “Peran Filsafat dalam Kehidupan Kontemporer: Antara Kemajuan Teknologi dan Krisis Kemanusiaan” pada Rabu, 13 Mei 2026, di Auditorium Khatamun Nabiyyin, Condet, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Amsal Bakhtiar sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Muh. Agus Salim selaku moderator. Dalam pemaparannya, […]

  • DPP PKB Tetapkan Abdullah Kadir Diko sebagai Ketua DPC PKB Pohuwato, Ini Profilnya

    DPP PKB Tetapkan Abdullah Kadir Diko sebagai Ketua DPC PKB Pohuwato, Ini Profilnya

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB menetapkan Abdullah Kadir Diko, S.Pt. sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Pohuwato masa khidmat 2026–2031. Penetapan tersebut menandai estafet kepemimpinan DPC PKB Pohuwato dari ketua sebelumnya, Idris Kadji. Abdullah Kadir Diko merupakan salah satu kader PKB yang telah lama berkiprah di dunia politik, pemberdayaan masyarakat, dan advokasi […]

  • Menuju Bank Gorontalo: Mungkinkah Pisah dari Bank SulutGo?

    Menuju Bank Gorontalo: Mungkinkah Pisah dari Bank SulutGo?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Rencana pembentukan Bank Gorontalo kembali mencuat ke permukaan. Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru, namun perdebatan soal peluang dan tantangannya kini semakin menarik untuk dikaji secara lebih serius. Bank SulutGo sendiri memiliki sejarah panjang. Didirikan pertama kali pada 1961 dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara, bank ini lahir sebagai instrumen perbankan daerah untuk […]

  • Larangan Petasan dan Narkoba Ditegaskan, Camat Maros Baru Ajak Warga Jaga Kondusifitas

    Larangan Petasan dan Narkoba Ditegaskan, Camat Maros Baru Ajak Warga Jaga Kondusifitas

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 187
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros— Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kesiapsiagaan dan penjagaan keamanan terus diperketat oleh berbagai instansi dan institusi di Kabupaten Maros. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat selama momentum akhir tahun, sejalan dengan Surat Edaran Bupati Maros terkait pengamanan Nataru. Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Camat Maros Baru, A. […]

  • Paradigma yang Berkembang: Menempatkan “Mahkota Ilmu” sebagai Proses Dialektis-Epistemologis

    Paradigma yang Berkembang: Menempatkan “Mahkota Ilmu” sebagai Proses Dialektis-Epistemologis

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
    • visibility 872
    • 0Komentar

    Pengantar Tulisan ini merupakan respon atas kritik Tarmizi Abbas terhadap sanggahan saya sebelumnya. Ia menulis sangat baik, “Tak Ada Yang Integratif Dari ‘Epistemologi Integratif’ dalam Paradigma Makuta Ilmu: Itu Kesesatannya” (10 Januari 2026) di nulondalo.com. Saya tetap mengapresiasi, serta belajar banyak hal dari kritik tersebut. Sebelumnya, diskursus melalui beberapa tulisan dengan Tarmizi Abbas, dipantik dari […]

expand_less