Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 224
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di antara beragam kuliner Nusantara yang menggoda selera, Lalampa menjadi salah satu kue tradisional khas Gorontalo yang patut diperkenalkan lebih luas. Kue ini merupakan simbol kekayaan kuliner pesisir Sulawesi, terutama dari masyarakat Gorontalo yang kaya akan rempah dan hasil laut.

Sekilas, Lalampa terlihat seperti lemper dari Jawa. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan keunikan rasa yang kuat. Lalampa terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan, lalu diisi dengan abon ikan yang gurih dan sedikit pedas, kemudian dibungkus daun pisang dan dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan ini menghadirkan aroma khas yang tak bisa ditiru oleh kue sejenis lainnya.

Isian Lalampa umumnya menggunakan ikan cakalang atau tongkol yang disuwir dan dibumbui rempah khas Gorontalo, termasuk bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, dan daun jeruk. Perpaduan ini memberikan sensasi gurih, pedas, dan harum yang begitu menggoda.

Makna Budaya dalam Setiap Gigitan

Lalampa bukan hanya sekadar camilan, tapi juga bagian dari tradisi. Kue ini biasa disajikan dalam berbagai acara adat, syukuran keluarga, hingga sebagai kudapan saat berkumpul bersama. Masyarakat Gorontalo percaya bahwa menyajikan Lalampa adalah bentuk penghormatan kepada tamu dan keluarga.

Proses pembuatan Lalampa juga masih banyak dilakukan secara tradisional, menggunakan alat-alat sederhana dan melibatkan banyak tangan. Hal ini menjadikan kue ini bukan hanya lezat, tapi juga penuh makna kekeluargaan.

Gizi dan Kelezatan yang Menyehatkan

Lalampa mengandung karbohidrat dari ketan, protein dari ikan, dan lemak sehat dari santan, menjadikannya pilihan camilan yang mengenyangkan dan bergizi. Kandungan bumbu dan daun pisang juga memberikan manfaat antioksidan alami.

Kini, Lalampa tidak hanya bisa ditemukan di pasar tradisional atau acara keluarga. Berkat geliat industri rumahan dan promosi kuliner daerah, banyak UMKM di Gorontalo yang mulai memproduksi Lalampa dalam versi modern—termasuk lalampa beku (frozen) yang bisa dikirim ke luar daerah dan tinggal dipanaskan saat ingin disantap.

Beberapa inovasi juga mulai bermunculan, seperti lalampa dengan isian ayam suwir, abon sapi, bahkan keju pedas. Namun, versi tradisional dengan ikan tetap menjadi favorit banyak orang.

Lalampa adalah salah satu warisan kuliner Gorontalo yang layak dibanggakan. Di tengah gempuran makanan instan dan modern, Lalampa hadir sebagai pengingat bahwa kelezatan sejati berasal dari resep-resep tradisional yang dibuat dengan ketulusan dan cinta.

Jika Anda berkunjung ke Gorontalo, jangan lupa untuk mencicipi atau membawa pulang Lalampa. Sebab, dalam setiap gigitannya tersimpan cerita panjang tentang budaya, rasa, dan kearifan lokal.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

    Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 243
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Thomas A.M. Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., pada Senin, 9 Februari 2026. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026 tertanggal 3 Februari 2026. Sebelum bergabung dalam jajaran […]

  • Prancis Diunggulkan Singkirkan Swedia, Les Bleus Bidik Tiket ke Babak 16 Besar

    Prancis Diunggulkan Singkirkan Swedia, Les Bleus Bidik Tiket ke Babak 16 Besar

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Prancis akan menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB. Les Bleus datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil sempurna sepanjang fase grup. Tim asuhan Didier Deschamps menutup Grup I sebagai juara grup dengan raihan sembilan poin dari tiga pertandingan. Prancis juga […]

  • Mengapa Harus Panahan? photo_camera 2

    Mengapa Harus Panahan?

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Catatan Antropolog tentang Disiplin, Rasa, dan Jalan Pulang pada Diri Ada olahraga yang membuat kita berkeringat. Ada yang memacu adrenalin. Dan ada satu yang membuat kita diam namun justru di sanalah kita menemukan diri sendiri. Panahan adalah yang terakhir. Saya menulis ini sebagai antropolog—dan pengalaman itu diperkaya oleh perjumpaan panjang dengan Bang Ade Permana, seorang […]

  • Jangan Biarkan Mimpi Anak Kehabisan Tenaga di Garis Akhir

    Jangan Biarkan Mimpi Anak Kehabisan Tenaga di Garis Akhir

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Namun, ada satu pertanyaan penting yang sering kali terlambat dipikirkan, yaitu: kapan sebenarnya kita harus mulai merencanakan kuliah anak? Sebagian besar keluarga baru mulai memikirkan jurusan, universitas, hingga biaya pendidikan ketika anak sudah duduk di bangku SMA. Padahal, pada fase tersebut waktu untuk mempersiapkan semuanya […]

  • Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah

    Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Zulkifli
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Kepulauan Nusantara adalah sebuah ruang geografis dan kultural yang dibentuk oleh sejarah migrasi manusia yang panjang dan berlapis. Keberagaman etnis, bahasa, dan budaya yang kini menghuni Nusantara tidak dapat dipisahkan dari proses pergerakan nenek moyang manusia yang datang dalam beberapa gelombang migrasi besar. Nusantara adalah tempat dengan temuan manusia purba terbanyak di dunia dan menjadi […]

  • Universalitas Sepak Bola dan Identity Sports

    Universalitas Sepak Bola dan Identity Sports

    • calendar_month Minggu, 11 Des 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sejatinya sepak bola adalah simbol universalisme. Negara-negara yang telah ditetapkan dan telah memenuhi persyaratan sebagai peserta Piala Dunia 2022, ikut meramaikan even sepak bola paling bergengsi di seantero dunia ini.  Sudah barang tentu, negara peserta selalu didampingi oleh tim suporter fanatik dari negaranya masing-masing. Para pendukung ataupun simpatisan dari negara lainnya yang tidak masuk sebagai peserta […]

expand_less