Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 179
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di antara beragam kuliner Nusantara yang menggoda selera, Lalampa menjadi salah satu kue tradisional khas Gorontalo yang patut diperkenalkan lebih luas. Kue ini merupakan simbol kekayaan kuliner pesisir Sulawesi, terutama dari masyarakat Gorontalo yang kaya akan rempah dan hasil laut.

Sekilas, Lalampa terlihat seperti lemper dari Jawa. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan keunikan rasa yang kuat. Lalampa terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan, lalu diisi dengan abon ikan yang gurih dan sedikit pedas, kemudian dibungkus daun pisang dan dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan ini menghadirkan aroma khas yang tak bisa ditiru oleh kue sejenis lainnya.

Isian Lalampa umumnya menggunakan ikan cakalang atau tongkol yang disuwir dan dibumbui rempah khas Gorontalo, termasuk bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, dan daun jeruk. Perpaduan ini memberikan sensasi gurih, pedas, dan harum yang begitu menggoda.

Makna Budaya dalam Setiap Gigitan

Lalampa bukan hanya sekadar camilan, tapi juga bagian dari tradisi. Kue ini biasa disajikan dalam berbagai acara adat, syukuran keluarga, hingga sebagai kudapan saat berkumpul bersama. Masyarakat Gorontalo percaya bahwa menyajikan Lalampa adalah bentuk penghormatan kepada tamu dan keluarga.

Proses pembuatan Lalampa juga masih banyak dilakukan secara tradisional, menggunakan alat-alat sederhana dan melibatkan banyak tangan. Hal ini menjadikan kue ini bukan hanya lezat, tapi juga penuh makna kekeluargaan.

Gizi dan Kelezatan yang Menyehatkan

Lalampa mengandung karbohidrat dari ketan, protein dari ikan, dan lemak sehat dari santan, menjadikannya pilihan camilan yang mengenyangkan dan bergizi. Kandungan bumbu dan daun pisang juga memberikan manfaat antioksidan alami.

Kini, Lalampa tidak hanya bisa ditemukan di pasar tradisional atau acara keluarga. Berkat geliat industri rumahan dan promosi kuliner daerah, banyak UMKM di Gorontalo yang mulai memproduksi Lalampa dalam versi modern—termasuk lalampa beku (frozen) yang bisa dikirim ke luar daerah dan tinggal dipanaskan saat ingin disantap.

Beberapa inovasi juga mulai bermunculan, seperti lalampa dengan isian ayam suwir, abon sapi, bahkan keju pedas. Namun, versi tradisional dengan ikan tetap menjadi favorit banyak orang.

Lalampa adalah salah satu warisan kuliner Gorontalo yang layak dibanggakan. Di tengah gempuran makanan instan dan modern, Lalampa hadir sebagai pengingat bahwa kelezatan sejati berasal dari resep-resep tradisional yang dibuat dengan ketulusan dan cinta.

Jika Anda berkunjung ke Gorontalo, jangan lupa untuk mencicipi atau membawa pulang Lalampa. Sebab, dalam setiap gigitannya tersimpan cerita panjang tentang budaya, rasa, dan kearifan lokal.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabrakan Maut di Pringsurat Temanggung, Diduga Sopir Mengantuk, 1 Tewas dan 4 Luka

    Tabrakan Maut di Pringsurat Temanggung, Diduga Sopir Mengantuk, 1 Tewas dan 4 Luka

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 389
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3/2026). Insiden tabrakan frontal (head-on) ini melibatkan dua mobil dari arah berlawanan dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta empat lainnya mengalami luka-luka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan diduga dipicu oleh pengemudi mobil berwarna hitam jenis Isuzu Panther yang […]

  • Raih WTP, Gubernur Sherly Didesak Buktikan Komitmen Selamatkan Lingkungan

    Raih WTP, Gubernur Sherly Didesak Buktikan Komitmen Selamatkan Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota DPRD Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba, mendesak Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk memprioritaskan penyelesaian persoalan kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah di provinsi tersebut. Desakan itu disampaikan Nazlatan saat rapat paripurna DPRD Maluku Utara, Jumat (12/6/2026). Menurut politisi Partai Gerindra itu, masyarakat lebih membutuhkan langkah nyata pemerintah dibanding sekadar capaian […]

  • OJK Dorong UMKM Gorontalo Manfaatkan Crowdfunding di Pekan Ekonomi Syariah

    OJK Dorong UMKM Gorontalo Manfaatkan Crowdfunding di Pekan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui narasumbernya, Abdul Rahmat, mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gorontalo agar mulai memanfaatkan skema crowdfunding sebagai alternatif pendanaan di luar sektor perbankan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan crowdfunding yang menjadi salah satu rangkaian Pekan Ekonomi Syariah (PES) yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo, […]

  • Eks Kapolres Bima Kota Dipecat Tidak Hormat, KKEP Nyatakan Terbukti Terlibat Narkoba dan Pelanggaran Berat

    Eks Kapolres Bima Kota Dipecat Tidak Hormat, KKEP Nyatakan Terbukti Terlibat Narkoba dan Pelanggaran Berat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap eks Kapolres Bima Kota AKBP DPK resmi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Putusan tersebut dibacakan dalam sidang etik yang digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Kamis (19/2/2026). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa sidang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga […]

  • IGIC 2026: Faried F. Saenong Sebut Imam Masjid Harus Menjadi Diplomat Peradaban

    IGIC 2026: Faried F. Saenong Sebut Imam Masjid Harus Menjadi Diplomat Peradaban

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    TANGERANG, NULONDALO.COM – Ketua Panitia International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, Faried F. Saenong, Ph.D., menegaskan bahwa imam masjid di era global tidak lagi cukup menjalankan fungsi sebagai pemimpin ritual keagamaan. Menurutnya, imam juga harus tampil sebagai diplomat peradaban yang mampu menjembatani nilai-nilai Islam dengan berbagai tantangan kemanusiaan kontemporer. Pernyataan tersebut disampaikan Faried saat membuka […]

  • Catatan Redaksi : Perdamaian yang Datang Bersama Proposal

    Catatan Redaksi : Perdamaian yang Datang Bersama Proposal

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Di dunia diplomasi modern, perdamaian jarang hadir sebagai nilai yang berdiri sendiri. Ia hampir selalu datang bersama proposal, bagan struktur organisasi, masa keanggotaan, dan daftar kebutuhan anggaran. Perdamaian bukan lagi sekadar cita-cita moral, melainkan sebuah proyek lengkap dengan terminologi teknokratis yang rapi dan bahasa yang sengaja dilembutkan. Karena itu, tidak mengherankan ketika Indonesia bergabung dalam […]

expand_less