Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 263
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di antara beragam kuliner Nusantara yang menggoda selera, Lalampa menjadi salah satu kue tradisional khas Gorontalo yang patut diperkenalkan lebih luas. Kue ini merupakan simbol kekayaan kuliner pesisir Sulawesi, terutama dari masyarakat Gorontalo yang kaya akan rempah dan hasil laut.

Sekilas, Lalampa terlihat seperti lemper dari Jawa. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan keunikan rasa yang kuat. Lalampa terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan, lalu diisi dengan abon ikan yang gurih dan sedikit pedas, kemudian dibungkus daun pisang dan dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan ini menghadirkan aroma khas yang tak bisa ditiru oleh kue sejenis lainnya.

Isian Lalampa umumnya menggunakan ikan cakalang atau tongkol yang disuwir dan dibumbui rempah khas Gorontalo, termasuk bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, dan daun jeruk. Perpaduan ini memberikan sensasi gurih, pedas, dan harum yang begitu menggoda.

Makna Budaya dalam Setiap Gigitan

Lalampa bukan hanya sekadar camilan, tapi juga bagian dari tradisi. Kue ini biasa disajikan dalam berbagai acara adat, syukuran keluarga, hingga sebagai kudapan saat berkumpul bersama. Masyarakat Gorontalo percaya bahwa menyajikan Lalampa adalah bentuk penghormatan kepada tamu dan keluarga.

Proses pembuatan Lalampa juga masih banyak dilakukan secara tradisional, menggunakan alat-alat sederhana dan melibatkan banyak tangan. Hal ini menjadikan kue ini bukan hanya lezat, tapi juga penuh makna kekeluargaan.

Gizi dan Kelezatan yang Menyehatkan

Lalampa mengandung karbohidrat dari ketan, protein dari ikan, dan lemak sehat dari santan, menjadikannya pilihan camilan yang mengenyangkan dan bergizi. Kandungan bumbu dan daun pisang juga memberikan manfaat antioksidan alami.

Kini, Lalampa tidak hanya bisa ditemukan di pasar tradisional atau acara keluarga. Berkat geliat industri rumahan dan promosi kuliner daerah, banyak UMKM di Gorontalo yang mulai memproduksi Lalampa dalam versi modern—termasuk lalampa beku (frozen) yang bisa dikirim ke luar daerah dan tinggal dipanaskan saat ingin disantap.

Beberapa inovasi juga mulai bermunculan, seperti lalampa dengan isian ayam suwir, abon sapi, bahkan keju pedas. Namun, versi tradisional dengan ikan tetap menjadi favorit banyak orang.

Lalampa adalah salah satu warisan kuliner Gorontalo yang layak dibanggakan. Di tengah gempuran makanan instan dan modern, Lalampa hadir sebagai pengingat bahwa kelezatan sejati berasal dari resep-resep tradisional yang dibuat dengan ketulusan dan cinta.

Jika Anda berkunjung ke Gorontalo, jangan lupa untuk mencicipi atau membawa pulang Lalampa. Sebab, dalam setiap gigitannya tersimpan cerita panjang tentang budaya, rasa, dan kearifan lokal.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maros Konsisten 9 Tahun, Duta Anti Narkoba 2025 Resmi Dinobatkan

    Maros Konsisten 9 Tahun, Duta Anti Narkoba 2025 Resmi Dinobatkan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2025 sukses digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Maros, Sabtu (13/12/2025). Ajang bergengsi ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, dan berlangsung meriah sejak pukul 14.00 Wita hingga 23.00 Wita. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Ikatan […]

  • Menag Kukuhkan Muhammad Aras Prabowo Jadi Doktor Akuntansi di UNTIRTA

    Menag Kukuhkan Muhammad Aras Prabowo Jadi Doktor Akuntansi di UNTIRTA

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, resmi mengukuhkan Muhammad Aras Prabowo sebagai Doktor Ilmu Akuntansi dalam sidang terbuka di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Sabtu (27/9). Aras meraih gelar doktor lewat disertasi berjudul “Nilai-Nilai Teseng dalam Konstruksi Akuntabilitas di Sektor Pertanian”. Penelitiannya mengangkat kearifan lokal masyarakat Bugis Bone, khususnya […]

  • Hari ke-26, KOPRI PMII Bersama YR-TIM Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Marisa Selatan

    Hari ke-26, KOPRI PMII Bersama YR-TIM Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Marisa Selatan

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 215
    • 0Komentar

    POHUWATO, NULONDALO.COM — Memasuki hari ke-26 aksi sosial, YR-TIM kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Kali ini, penyaluran bantuan dilakukan di Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WITA hingga selesai tersebut turut melibatkan Ketua KOPRI PMII Komisariat Universitas Pohuwato, […]

  • Proyek Pemeliharaan Irigasi Maros Baru Disorot, Tanah Hasil Kerukan Diduga Diangkut ke Perumahan Swasta

    Proyek Pemeliharaan Irigasi Maros Baru Disorot, Tanah Hasil Kerukan Diduga Diangkut ke Perumahan Swasta

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

      Nulondalo.com, MAROS — Proyek pemeliharaan berkala jaringan irigasi Saluran Sekunder D.1 Bantimurung, tepatnya di Saluran Sekunder Tekolabbua, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan. Sorotan tersebut muncul menyusul dugaan pemanfaatan tanah hasil pengerukan saluran irigasi untuk kebutuhan penimbunan di salah satu kawasan perumahan swasta yang berada tidak jauh dari lokasi pekerjaan. Proyek […]

  • Konflik Tanpa Ujung di Rumah Besar NU: Setelah Napak Tilas, Lalu Apa?

    Konflik Tanpa Ujung di Rumah Besar NU: Setelah Napak Tilas, Lalu Apa?

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Nur Shollah
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Sekian tahun terakhir, ruang publik—terutama media sosial—nyaris tak pernah sepi dari pemberitaan konflik internal PBNU. Isu demi isu datang silih berganti, seolah membentuk mata rantai yang tak kunjung terputus. Dimulai dari polemik nasab Ba‘alawi, perdebatan tambang, wacana pencopotan Ketua Umum PBNU, rapat pleno penunjukan Penjabat Ketum, rapat musytasyar di Ploso dan Tebuireng, dinamika Haul Gus […]

  • Empat Kecamatan di Luar Kota Gorontalo Alami Urban Sprawl

    Empat Kecamatan di Luar Kota Gorontalo Alami Urban Sprawl

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Empat kecamatan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango yang berada di sisi luar Kota Gorontalo mengalami urban sprawl. Keempat daerah tersebut adalah Kecamatan Telaga dan Tilango di Kabupaten Gorontalo serta Kecamatan  Tapa dan Kabila di Bone Bolango. Fenomena urban sprawl ini dipicu oleh tinggi kepadatan penduduk di Kota Gorontalo yang menjadi ibukota Provinsi Gorontalo yang […]

expand_less