Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Akademisi UNUSIA Kecam Dugaan Penyalahgunaan 900 Identitas Petani dalam Kasus KUR di Jember

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • visibility 222
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) sekaligus Intelektual Muda Nahdlatul Ulama, Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak, mengecam keras dugaan penyalahgunaan sekitar 900 identitas petani dalam kasus penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di salah satu kantor cabang Bank BUMN di Jember.

Menurutnya, kasus yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur tersebut bukan sekadar tindak pidana korupsi, tetapi merupakan pengkhianatan terhadap amanat negara dalam melindungi petani dan mengelola dana publik secara bertanggung jawab.

Aras menilai KUR merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan sektor pertanian. Karena itu, setiap bentuk manipulasi terhadap program tersebut memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar kerugian keuangan negara.

Kejahatan semacam ini, katanya, merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan, mencederai kredibilitas program pemerintah, sekaligus menghambat upaya pemberdayaan ekonomi rakyat.

“Jika benar identitas ratusan petani dipinjam atau dicatut untuk kredit fiktif, maka yang dirampas bukan hanya uang negara, melainkan juga hak, martabat, dan masa depan petani. Ini merupakan kejahatan yang sangat serius dan para pelakunya harus dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Dr. Muhammad Aras Prabowo.

Sebagai akademisi yang menaruh perhatian pada bidang akuntansi, tata kelola, dan akuntabilitas publik, Aras menilai perkara tersebut merupakan bukti nyata runtuhnya sistem akuntabilitas dalam pengelolaan program pembiayaan pemerintah.

Menurutnya, akuntabilitas tidak hanya diukur dari tersusunnya laporan keuangan atau terpenuhinya target penyaluran kredit, tetapi juga dari integritas proses, keabsahan data, kepatuhan terhadap prosedur, serta tanggung jawab moral seluruh pihak yang diberi amanah mengelola dana publik.

“Sebagai akademisi yang menekuni bidang akuntabilitas, saya memandang kasus ini sebagai kegagalan total dalam membangun sistem pertanggungjawaban publik. Akuntabilitas tidak berhenti pada penyusunan laporan keuangan, tetapi mencakup integritas proses, kejujuran data, kepatuhan terhadap regulasi, dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Ketika identitas petani dapat dimanipulasi secara sistematis, berarti seluruh mata rantai pengendalian internal dan mekanisme akuntabilitas telah mengalami keruntuhan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aras menjelaskan bahwa terdapat sedikitnya tiga dimensi akuntabilitas yang diduga gagal berjalan dalam perkara tersebut, yakni akuntabilitas administratif, akuntabilitas keuangan, dan akuntabilitas moral. Akuntabilitas administratif menyangkut lemahnya proses verifikasi identitas dan kepatuhan terhadap standar operasional.

Akuntabilitas keuangan berkaitan dengan penyalahgunaan dana publik yang bersumber dari program pemerintah. Sementara akuntabilitas moral menyentuh aspek integritas pejabat dan pelaksana yang justru memanfaatkan masyarakat kecil sebagai objek kejahatan.

Ia menambahkan bahwa modus penggunaan identitas masyarakat secara terstruktur juga mengindikasikan lemahnya sistem pengendalian internal, manajemen risiko, penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking), serta pengawasan berlapis di lingkungan perbankan.

“Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan. Seluruh aktor intelektual, pihak yang menikmati hasil kejahatan, maupun pihak yang lalai menjalankan fungsi pengawasan harus dimintai pertanggungjawaban. Negara harus menunjukkan bahwa korupsi terhadap program pemberdayaan rakyat merupakan extraordinary crime yang ditangani secara luar biasa,” katanya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabrakan Maut di Pringsurat Temanggung, Diduga Sopir Mengantuk, 1 Tewas dan 4 Luka

    Tabrakan Maut di Pringsurat Temanggung, Diduga Sopir Mengantuk, 1 Tewas dan 4 Luka

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 499
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3/2026). Insiden tabrakan frontal (head-on) ini melibatkan dua mobil dari arah berlawanan dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta empat lainnya mengalami luka-luka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan diduga dipicu oleh pengemudi mobil berwarna hitam jenis Isuzu Panther yang […]

  • Fasilitas Umum Diduga Dipakai untuk Kepentingan Privat, Kepala Desa Tellumpoccoe Disorot Warga

    Fasilitas Umum Diduga Dipakai untuk Kepentingan Privat, Kepala Desa Tellumpoccoe Disorot Warga

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Dugaan penyalahgunaan aliran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, kembali menuai sorotan warga. Kali ini, masyarakat mempertanyakan sikap pemerintah desa yang dinilai lamban dan terkesan membiarkan persoalan tersebut berlangsung bertahun-tahun tanpa penindakan tegas. Warga dari Dusun Palisi, Dusun Matana, dan Dusun Bontoulu menilai persoalan ini bukan […]

  • Benarkah Surat Garapan Tanah di Boribellayya Maros Dipatok Rp10 Juta?

    Benarkah Surat Garapan Tanah di Boribellayya Maros Dipatok Rp10 Juta?

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Dugaan adanya biaya hingga Rp10 juta dalam pengurusan surat garapan tanah di Kelurahan Boribellayya, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, menjadi perhatian dan memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Informasi tersebut mencuat setelah seorang warga berinisial HZ mengaku mengetahui adanya biaya pembuatan surat garapan yang disebut mencapai Rp10 juta. “10 juta, mau lokasi luas, mau […]

  • Auditor Langit

    Auditor Langit

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Di dunia akuntansi, kita mengenal auditor sebagai pihak yang datang dengan wajah serius, membawa kertas kerja tebal, dan sering membuat manajemen perusahaan tiba-tiba rajin merapikan laporan keuangan. Ada yang bercanda, kalau auditor datang ke kantor, suasana langsung seperti menjelang sidang skripsi: semua mendadak disiplin, file diberi label rapi, dan yang biasanya santai mendadak terlihat sibuk […]

  • Tamim al-Dari dan Lampu Pertama di Masjid Madinah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #22)

    Tamim al-Dari dan Lampu Pertama di Masjid Madinah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #22)

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Tamim al-Dari adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari wilayah Palestina di kawasan Syam. Sebelum memeluk Islam, Tamim dikenal sebagai seorang rahib atau pendeta Kristen. Ia hidup dalam tradisi keagamaan yang kuat dan terbiasa dengan kehidupan ibadah. Dalam literatur biografi sahabat seperti Al-Isti’ab fi Ma’rifat al-Ashab dan Al-Isabah fi Tamyiz al-Sahabah, Tamim disebut sebagai […]

  • PERJOSI Soroti Sikap Diam Polres Pangkep soal Dugaan Solar Sitaan untuk Proyek KA

    PERJOSI Soroti Sikap Diam Polres Pangkep soal Dugaan Solar Sitaan untuk Proyek KA

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 101
    • 0Komentar

    PANGKEP, NULONDALO.COM –Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI), Salim Djati Mamma, menyesalkan belum adanya respons dari Kasatreskrim Polres Pangkep AKP Abd Halim, S.H., dan Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana, S.H., S.I.K., terkait konfirmasi mengenai pernyataan Jihan, staf Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel), tentang asal-usul bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang […]

expand_less