Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 175
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam kalender Hijriyah, bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara hari-hari di bulan ini, terdapat satu hari yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Asyura bukan hanya sekadar penanda waktu, namun ia sarat dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan pelajaran moral yang mendalam bagi umat Islam.

Hari Asyura dirayakan dan dimuliakan oleh umat Islam dari berbagai mazhab, meskipun dengan pendekatan yang berbeda. Bagi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Hari Asyura diperingati dengan amalan sunnah seperti berpuasa, bersedekah, serta memperluas nafkah kepada keluarga. Sementara bagi Syiah, hari ini merupakan momen duka mendalam atas kesyahidan Sayyidina Husain bin Ali RA di Padang Karbala.

Namun, secara umum, Asyura tetap merupakan hari istimewa yang diakui kemuliaannya sejak zaman Nabi Musa AS hingga Rasulullah Muhammad SAW.

Makna dan Sejarah Asyura

  1. Asyura dan Nabi Musa AS

Salah satu peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 10 Muharram adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun dan bala tentaranya. Dalam hadits sahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW mendapati kaum Yahudi Madinah berpuasa pada hari Asyura karena mengenang peristiwa ini.

“Hari ini adalah hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta menenggelamkan Firaun dan kaumnya. Maka Musa pun berpuasa pada hari itu sebagai rasa syukur kepada Allah.” – (HR. Muslim)

Rasulullah SAW pun bersabda:

“Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian.” Maka beliau berpuasa pada hari itu dan menganjurkan umatnya untuk ikut berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Asyura dan Kesyahidan Husain bin Ali RA

Hari Asyura juga dikenang sebagai hari kesyahidan cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Sayyidina Husain bin Ali RA, di Karbala, Irak, pada tahun 61 H. Peristiwa ini menjadi tragedi besar dalam sejarah Islam dan dikenang dengan penuh duka oleh umat Muslim, khususnya kalangan Syiah. Namun, bagi umat Islam secara umum, peristiwa ini menjadi pengingat tentang keteguhan, keberanian, dan pengorbanan dalam mempertahankan kebenaran.

Keutamaan Hari Asyura dalam Hadits-Hadits Shahih

Hari Asyura memiliki banyak keutamaan yang ditegaskan dalam hadits-hadits shahih. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” – (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa puasa Asyura adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan, bahkan nilainya sangat besar di sisi Allah SWT.

  1. Disunnahkan Berpuasa pada Hari Tasu’a dan Asyura

Rasulullah SAW juga bertekad untuk membedakan ibadah puasa umat Islam dengan kaum Yahudi, sehingga beliau menganjurkan untuk juga berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal 9 Muharram (Tasu’a).

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari ke-9 (Tasu’a).”- (HR. Muslim)

Berpuasa dua hari ini (9 dan 10 Muharram) menjadi amalan yang sangat dianjurkan oleh para ulama.

Amalan-Amalan Sunnah di Hari Asyura

Hari Asyura tidak hanya dimuliakan dengan puasa saja, tetapi juga berbagai bentuk ibadah lainnya yang mencerminkan kebaikan dan rasa syukur. Beberapa amalan sunnah yang dianjurkan di hari ini antara lain:

  1. Memperbanyak Sedekah dan Amal Saleh

Banyak ulama salaf yang memperbanyak sedekah di hari Asyura, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan keselamatan yang diberikan.

  1. Meluaskan Nafkah Kepada Keluarga

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang melapangkan (nafkah) kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkannya sepanjang tahun.” – (HR. Al-Baihaqi, sanad hasan menurut sebagian ulama)

  1. Menjaga Shalat, Membaca Al-Qur’an dan Dzikir

Hari Asyura adalah momen untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan membaca Al-Qur’an. Memperbanyak amal ini menjadi bentuk peningkatan spiritualitas di bulan yang suci.

  1. Mengenang Perjuangan dan Keteladanan Para Nabi dan Syuhada

Hari ini juga bisa dijadikan refleksi untuk mengambil pelajaran dari perjuangan Nabi Musa, kesabaran Nabi Nuh, dan pengorbanan Sayyidina Husain RA.

Menjadikan Asyura Sebagai Momentum Hijrah Spiritual

Hari Asyura bukanlah hari yang kosong dari makna. Ia merupakan momentum besar untuk hijrah spiritual, untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat rasa syukur, meneladani para nabi dan syuhada, serta memperbanyak amal kebaikan. Dalam suasana keheningan Muharram, Asyura hadir sebagai cahaya untuk menyinari hati, memperbaharui iman, dan menanamkan keberanian dalam menegakkan kebenaran.

Marilah kita manfaatkan hari istimewa ini dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh, serta mempererat hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

“Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal…”- (QS. Yusuf: 111)

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audit Langit

    Audit Langit

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan satu momentum yang jarang disadari para akuntan: musim “audit langit”. Jika di dunia kita mengenal audit laporan keuangan, audit kinerja, bahkan audit investigatif, maka di bulan suci ini umat Islam sedang menjalani audit paling canggih—tanpa surat tugas, tanpa fee, tanpa negosiasi opini. Auditor-Nya Maha Mengetahui, sistem-Nya real time, dan standar-Nya melampaui IFRS. […]

  • Work From Home sebagai Gerakan Nasionalisme

    Work From Home sebagai Gerakan Nasionalisme

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Pernahkah kita berpikir bahwa diam di rumah bisa menjadi tindakan patriotik? Bagi sebagian orang, terutama mereka yang memahami nasionalisme sebagai gerak—kerja keras, mobilisasi, dan kehadiran fisik di ruang publik—gagasan ini mungkin terasa aneh. Nasionalisme selama ini dibayangkan sebagai sesuatu yang tampak: tindakan yang bisa disaksikan, diukur, bahkan dirayakan. Dalam bayangan itu, diam justru sering diposisikan […]

  • Empat Kecamatan di Luar Kota Gorontalo Alami Urban Sprawl

    Empat Kecamatan di Luar Kota Gorontalo Alami Urban Sprawl

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Empat kecamatan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango yang berada di sisi luar Kota Gorontalo mengalami urban sprawl. Keempat daerah tersebut adalah Kecamatan Telaga dan Tilango di Kabupaten Gorontalo serta Kecamatan  Tapa dan Kabila di Bone Bolango. Fenomena urban sprawl ini dipicu oleh tinggi kepadatan penduduk di Kota Gorontalo yang menjadi ibukota Provinsi Gorontalo yang […]

  • Sawah dan Masa Depan Sebuah Bangsa

    Sawah dan Masa Depan Sebuah Bangsa

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Membaca Kepemimpinan Dr. Yasir Machmud dalam Perspektif Ibnu Khaldun, Muhammad al-Tahir bin Asyur, dan Nabi Yusuf a.s. “Peradaban tidak lahir dari istana. Ia tumbuh dari tanah yang diolah dengan amanah.” Suatu pagi, ribuan tahun yang lalu, seorang raja Mesir terbangun dengan wajah yang tidak biasa. Malam sebelumnya ia bermimpi melihat tujuh ekor sapi gemuk dimakan […]

  • Mengulik “Haji Bawakaraeng”: Cerita dari Kaki Langit

    Mengulik “Haji Bawakaraeng”: Cerita dari Kaki Langit

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    “Panggilan haji Telah tiba lagi Menunaikan ibadah Panggilan Baitullah Tanah Suci Makkah Ya Makkatul Mukarramah” Lagu “Panggilan Haji”, dari grup Kasidah ‘Nasida Ria’ mengalun lembut dari pita kaset radio yang sudah terlihat kucar-kacir tersebut. Jangan heran, di tempat lain, kasidah bolehlah ditelan waktu, digilas masa dan ditinggalkan zaman, tetapi di kampungku, kasidahan, apalagi punya Nasida […]

  • MUI Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, Nilai Board of Peace Kehilangan Legitimasi

    MUI Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, Nilai Board of Peace Kehilangan Legitimasi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. MUI menilai agresi tersebut semakin menunjukkan bahwa Board of Peace (BoP) tidak memiliki legitimasi moral, politik, maupun hukum. Kepada MUI Digital di Jakarta, Ahad (1/3/2026) […]

expand_less