Breaking News
light_mode
Trending Tags

Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 89
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam kalender Hijriyah, bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara hari-hari di bulan ini, terdapat satu hari yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Asyura bukan hanya sekadar penanda waktu, namun ia sarat dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan pelajaran moral yang mendalam bagi umat Islam.

Hari Asyura dirayakan dan dimuliakan oleh umat Islam dari berbagai mazhab, meskipun dengan pendekatan yang berbeda. Bagi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Hari Asyura diperingati dengan amalan sunnah seperti berpuasa, bersedekah, serta memperluas nafkah kepada keluarga. Sementara bagi Syiah, hari ini merupakan momen duka mendalam atas kesyahidan Sayyidina Husain bin Ali RA di Padang Karbala.

Namun, secara umum, Asyura tetap merupakan hari istimewa yang diakui kemuliaannya sejak zaman Nabi Musa AS hingga Rasulullah Muhammad SAW.

Makna dan Sejarah Asyura

  1. Asyura dan Nabi Musa AS

Salah satu peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 10 Muharram adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun dan bala tentaranya. Dalam hadits sahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW mendapati kaum Yahudi Madinah berpuasa pada hari Asyura karena mengenang peristiwa ini.

“Hari ini adalah hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta menenggelamkan Firaun dan kaumnya. Maka Musa pun berpuasa pada hari itu sebagai rasa syukur kepada Allah.” – (HR. Muslim)

Rasulullah SAW pun bersabda:

“Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian.” Maka beliau berpuasa pada hari itu dan menganjurkan umatnya untuk ikut berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Asyura dan Kesyahidan Husain bin Ali RA

Hari Asyura juga dikenang sebagai hari kesyahidan cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Sayyidina Husain bin Ali RA, di Karbala, Irak, pada tahun 61 H. Peristiwa ini menjadi tragedi besar dalam sejarah Islam dan dikenang dengan penuh duka oleh umat Muslim, khususnya kalangan Syiah. Namun, bagi umat Islam secara umum, peristiwa ini menjadi pengingat tentang keteguhan, keberanian, dan pengorbanan dalam mempertahankan kebenaran.

Keutamaan Hari Asyura dalam Hadits-Hadits Shahih

Hari Asyura memiliki banyak keutamaan yang ditegaskan dalam hadits-hadits shahih. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” – (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa puasa Asyura adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan, bahkan nilainya sangat besar di sisi Allah SWT.

  1. Disunnahkan Berpuasa pada Hari Tasu’a dan Asyura

Rasulullah SAW juga bertekad untuk membedakan ibadah puasa umat Islam dengan kaum Yahudi, sehingga beliau menganjurkan untuk juga berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal 9 Muharram (Tasu’a).

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari ke-9 (Tasu’a).”- (HR. Muslim)

Berpuasa dua hari ini (9 dan 10 Muharram) menjadi amalan yang sangat dianjurkan oleh para ulama.

Amalan-Amalan Sunnah di Hari Asyura

Hari Asyura tidak hanya dimuliakan dengan puasa saja, tetapi juga berbagai bentuk ibadah lainnya yang mencerminkan kebaikan dan rasa syukur. Beberapa amalan sunnah yang dianjurkan di hari ini antara lain:

  1. Memperbanyak Sedekah dan Amal Saleh

Banyak ulama salaf yang memperbanyak sedekah di hari Asyura, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan keselamatan yang diberikan.

  1. Meluaskan Nafkah Kepada Keluarga

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang melapangkan (nafkah) kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkannya sepanjang tahun.” – (HR. Al-Baihaqi, sanad hasan menurut sebagian ulama)

  1. Menjaga Shalat, Membaca Al-Qur’an dan Dzikir

Hari Asyura adalah momen untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan membaca Al-Qur’an. Memperbanyak amal ini menjadi bentuk peningkatan spiritualitas di bulan yang suci.

  1. Mengenang Perjuangan dan Keteladanan Para Nabi dan Syuhada

Hari ini juga bisa dijadikan refleksi untuk mengambil pelajaran dari perjuangan Nabi Musa, kesabaran Nabi Nuh, dan pengorbanan Sayyidina Husain RA.

Menjadikan Asyura Sebagai Momentum Hijrah Spiritual

Hari Asyura bukanlah hari yang kosong dari makna. Ia merupakan momentum besar untuk hijrah spiritual, untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat rasa syukur, meneladani para nabi dan syuhada, serta memperbanyak amal kebaikan. Dalam suasana keheningan Muharram, Asyura hadir sebagai cahaya untuk menyinari hati, memperbaharui iman, dan menanamkan keberanian dalam menegakkan kebenaran.

Marilah kita manfaatkan hari istimewa ini dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh, serta mempererat hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

“Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal…”- (QS. Yusuf: 111)

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Kunci Utama untuk Memutus Rantai Kemiskinan

    Pendidikan Kunci Utama untuk Memutus Rantai Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Akses terhadap pendidikan adalah hak mendasar dan kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Namun di Gorontalo, tantangan anak putus sekolah masih nyata. Faktor sosial-ekonomi keluarga menjadi penyebab utama anak putus sekolah. Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi pendidikan semata, tetapi juga harus menyentuh aspek kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan sosial. Hal […]

  • PB HMI Angkat Bicara soal Teror Kader, Sebut Ancaman Serius bagi Demokrasi

    PB HMI Angkat Bicara soal Teror Kader, Sebut Ancaman Serius bagi Demokrasi

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    nulondalo.com — Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) angkat bicara terkait rangkaian teror dan intimidasi yang menimpa kader HMI di sejumlah daerah. Organisasi tersebut menilai ancaman yang terjadi bukan sekadar persoalan individu, melainkan ancaman serius terhadap ruang demokrasi. Teror dialami Ketua Badan Koordinasi HMI Sumatera Utara, Yusril Mahendra Butar Butar, pada Minggu, 29 Maret […]

  • Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Refleksi atas Sambutan Menag pada Acara Peringatan Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, tampaknya menaruh perhatian yang sangat serius pada gagasan ekoteologi. Dalam berbagai forum resmi Kementerian Agama, beliau secara konsisten memperkenalkan dan mengelaborasi konsep ini. Hampir setiap sambutan selalu membicarakan relasi agama dan lingkungan sebagai tema utama atau tema […]

  • Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI Tersendat, DPR Soroti Kinerja Pemerintah

    Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI Tersendat, DPR Soroti Kinerja Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menilai pemerintah belum menjalankan secara optimal kesepakatan reaktivasi 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama sejumlah kementerian dan lembaga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Irma mengungkapkan, hingga saat ini realisasi reaktivasi […]

  • Wawancara Eksklusif: MUI Gorontalo Siap Gelar Musda, Siapa yang Layak Memimpin?

    Wawancara Eksklusif: MUI Gorontalo Siap Gelar Musda, Siapa yang Layak Memimpin?

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gorontalo akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat. Forum resmi itu akan menetapkan program kerja dan memilih Ketua Umum yang baru. Lantas siapa pengganti KH. Abdurrahman Abubakar Bachmid selaku Ketua Umum MUI Gorontalo yang dinilai layak memimpin organisasi sebagai wadah berhimpun ormas keagamaan Islam dan cendekiawan di Gorontalo […]

  • Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Yogyakarta- Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa merawat Indonesia tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi juga membutuhkan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut Alissa, menjaga dan merawat Indonesia bukanlah pekerjaan mudah seperti menyampaikan pidato di depan umum. Merawat Indonesia berarti harus hadir secara nyata dalam memelihara keberagaman dan kebersamaan di antara […]

expand_less