Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bangsa yang Pandai Bertahan, Tapi Tak Lagi Percaya Perubahan, Ketika Sabar Berubah Menjadi Kepasrahan Sosial

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 310
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam kamus kehidupan sehari-hari, kata sabar sering diperlakukan seperti obat mujarab untuk segala luka sosial. Ia terdengar menenangkan, penuh kebijaksanaan, bahkan dianggap sebagai jawaban paling aman atas berbagai persoalan hidup. Namun di balik itu, ada kekeliruan yang diam-diam terus dipelihara: kita terlalu sering mencampuradukkan antara kesabaran dan kepasrahan. Padahal keduanya lahir dari ruang batin yang sangat berbeda.

Sabar adalah kemampuan bertahan tanpa kehilangan arah. Sementara pasrah, dalam banyak keadaan, adalah titik ketika seseorang berhenti percaya bahwa keadaan masih mungkin diubah.

Orang yang sabar masih menyimpan harapan, meski tipis. Ia tetap bekerja meski hasil belum tampak, tetap melangkah walau berkali-kali gagal. Ada tenaga batin yang membuatnya terus bergerak. Sebaliknya, kepasrahan biasanya tumbuh dari kelelahan yang terlalu panjang—ketika seseorang merasa usaha tidak lagi memiliki arti apa-apa. Di titik itu, manusia berhenti melawan bukan karena sudah mencapai ketenangan spiritual, melainkan karena terlalu letih untuk berharap.

Sayangnya, dalam kehidupan sosial kita hari ini, kata sabar sering berubah fungsi menjadi alat penjinak keadaan. Ia dipakai bukan untuk menguatkan, melainkan untuk meredam suara.

Buruh yang upahnya tertinggal jauh dari kenaikan harga kebutuhan pokok diminta sabar. Mahasiswa yang dipaksa bergulat dengan biaya pendidikan yang semakin mahal diminta sabar. Warga yang bertahun-tahun hidup dengan jalan rusak, pelayanan publik yang lamban, dan hukum yang terasa tajam ke bawah namun lunak ke atas juga diminta sabar. Pada akhirnya, kesabaran perlahan kehilangan makna moralnya. Ia berubah menjadi kebiasaan menelan kecewa.

Yang lebih berbahaya, masyarakat kemudian mulai menganggap ketimpangan sebagai sesuatu yang normal. Kalimat seperti, “Memang beginilah negara kita,” terdengar sederhana, tetapi di situlah akar kepasrahan bekerja paling halus. Ketika sebuah bangsa kehilangan keyakinan bahwa keadaan bisa diperbaiki, maka yang runtuh bukan hanya optimisme, melainkan juga keberanian warga negaranya.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Di momentum Hari Tani Nasional, Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyoroti persoalan investasi perkebunan dan pertambangan di Gorontalo yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat petani. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa petani harus bangga menjadi tulang punggung bangsa. “Saya melihat petani di Gorontalo masih menghadapi […]

  • Momen Penuh Makna! Doa Bado Ketupat Jadi Pembuka Tradisi Lebaran Ketupat di Gorontalo

    Momen Penuh Makna! Doa Bado Ketupat Jadi Pembuka Tradisi Lebaran Ketupat di Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 440
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tradisi Lebaran Ketupat di kawasan Kampung Jawa, Kabupaten Gorontalo, resmi dimulai dengan pelaksanaan doa Bado Ketupat yang berlangsung khidmat di Masjid Al Muttaqin, Sabtu (28/03/2026). Prosesi religius ini dihadiri langsung oleh Sofyan Puhi, didampingi Tonny S. Junus serta Sugondo Makmur. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi yang […]

  • Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Senja turun perlahan di pesisir Mandar bukanlah perkara jarang ditemukan. Langit memerah di atas laut, dan perahu-perahu nelayan kembali dengan layar yang mulai dilipat merupakan penghias keseharian hidup orang Mandar. Di sela desir angin laut, terdengar adzan Magrib memanggil dari masjid kampung. Suaranya lembut, tetapi tegas—seperti panggilan yang sudah akrab sejak kecil. Orang-orang berhenti sejenak. […]

  • Gorontalo Berhasil Dalam Program Tiga Juta Rumah

    Gorontalo Berhasil Dalam Program Tiga Juta Rumah

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo meraih peringkat kedelapan nasional dukungan pemerintah daerah pada program tiga juta rumah. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada Dinas PUPR-PKP Mohamad Iqbal Hasan saat ditemui diruang kerjanya, Senin (07/07/2025). “Di Kementerian ada program 3 juta rumah, kami di […]

  • Empat Kecamatan di Luar Kota Gorontalo Alami Urban Sprawl

    Empat Kecamatan di Luar Kota Gorontalo Alami Urban Sprawl

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Empat kecamatan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango yang berada di sisi luar Kota Gorontalo mengalami urban sprawl. Keempat daerah tersebut adalah Kecamatan Telaga dan Tilango di Kabupaten Gorontalo serta Kecamatan  Tapa dan Kabila di Bone Bolango. Fenomena urban sprawl ini dipicu oleh tinggi kepadatan penduduk di Kota Gorontalo yang menjadi ibukota Provinsi Gorontalo yang […]

  • Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama untuk memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan di tengah masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan mengingat sejumlah hari besar keagamaan berlangsung berdekatan bahkan bersamaan pada tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi, Idulfitri, dan Paskah. Menurut Menag, momentum perayaan keagamaan tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai […]

expand_less