Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Akuntansi Tidak Menjual Angka, Melainkan Kepercayaan

  • account_circle Sutanti Idris
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • visibility 137
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah gelombang transformasi digital, ketika kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), big data, dan otomatisasi mulai mengambil alih berbagai pekerjaan administratif, profesi akuntan kerap dipertanyakan relevansinya. Jika mesin mampu menyusun laporan keuangan dalam hitungan detik dengan tingkat akurasi yang tinggi, apakah akuntan masih dibutuhkan? Pertanyaan tersebut sesungguhnya berangkat dari pemahaman yang keliru bahwa akuntansi hanyalah aktivitas menghitung dan menyajikan angka. Padahal, esensi akuntansi tidak pernah berhenti pada angka. Akuntansi adalah tentang membangun, menjaga, dan mempertahankan kepercayaan.

Angka hanyalah bahasa. Nilainya ditentukan oleh integritas orang yang menyusunnya. Laporan keuangan yang tampak rapi, lengkap, dan sesuai standar tidak memiliki makna apabila disusun tanpa kejujuran. Sebaliknya, informasi keuangan yang disusun secara jujur menjadi fondasi bagi lahirnya keputusan ekonomi yang sehat. Karena itu, yang sesungguhnya dijual oleh profesi akuntansi bukanlah angka, melainkan kredibilitas informasi.

Pandangan tersebut bukan sekadar opini. Dalam Conceptual Framework for Financial Reporting, International Accounting Standards Board menegaskan bahwa tujuan utama pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi yang berguna bagi investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengambilan keputusan ekonomi. Agar bernilai, informasi harus memenuhi karakteristik fundamental, yaitu relevan dan merepresentasikan kondisi ekonomi secara jujur (faithful representation). Artinya, kualitas utama laporan keuangan bukan hanya ketepatan angka, tetapi kejujuran di balik angka tersebut.

Lebih dari lima dekade lalu, George Akerlof melalui artikel klasik The Market for “Lemons” menjelaskan bagaimana asimetri informasi dapat menyebabkan kegagalan pasar. Ketika satu pihak mengetahui lebih banyak daripada pihak lain, kepercayaan akan menurun dan transaksi ekonomi menjadi tidak efisien. Dalam konteks inilah akuntansi memainkan peran strategis. Laporan keuangan yang andal mengurangi kesenjangan informasi, meningkatkan transparansi, dan menciptakan kepastian bagi para pelaku ekonomi. Tanpa fungsi tersebut, pasar akan kehilangan fondasi utamanya: kepercayaan.

Sejarah dunia bisnis memberikan bukti nyata bahwa hilangnya kepercayaan jauh lebih berbahaya daripada kerugian finansial. Skandal Enron, WorldCom, dan sejumlah kasus manipulasi laporan keuangan lainnya menunjukkan bahwa perusahaan tidak runtuh semata karena gagal memperoleh keuntungan, tetapi karena memilih mengorbankan integritas demi mempertahankan citra kinerja. Ketika fakta terungkap, bukan hanya nilai perusahaan yang anjlok, tetapi juga ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian, investor kehilangan dana, dan publik kehilangan keyakinan terhadap sistem.

Pelajaran dari berbagai skandal tersebut seharusnya menjadi pengingat bahwa akuntansi bukan sekadar instrumen administratif, melainkan bagian penting dari tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Laporan keuangan merupakan jembatan kepercayaan antara manajemen, pemegang saham, pemerintah, kreditur, dan masyarakat. Ketika jembatan itu rapuh, seluruh ekosistem ekonomi ikut terdampak.

Ironisnya, di era digital tantangan profesi akuntansi justru semakin kompleks. Perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan mampu melakukan pencatatan transaksi, rekonsiliasi, hingga analisis keuangan secara otomatis. Namun, teknologi tidak memiliki kompas moral. Mesin dapat mendeteksi anomali, tetapi tidak mampu memutuskan apakah sebuah tindakan etis atau tidak. Mesin dapat menghasilkan laporan yang cepat, tetapi tidak dapat menggantikan keberanian seorang profesional untuk menolak manipulasi atau tekanan kepentingan.

  • Penulis: Sutanti Idris

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua JALAN: Jangan Reduksi Tugas Negara dengan Label “Jenderal Baliho”

    Ketua JALAN: Jangan Reduksi Tugas Negara dengan Label “Jenderal Baliho”

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Ketua Jaringan Aktivis Lintas Agama Nusantara (JALAN), Panji Sukma Nugraha, menilai penyebutan “jenderal baliho” kepada Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman merupakan narasi yang tidak proporsional karena mengabaikan konteks sejarah dan tanggung jawab institusional negara. Panji mengatakan, polemik tersebut harus dibaca secara utuh. Menurutnya, ketika Dudung Abdurachman menjabat sebagai Pangdam Jaya, langkah penertiban baliho […]

  • Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Turmuji Jafar
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Oleh: Turmuji Jafar (Mahasiswa Pascasarjana UAC Mojokerto)   Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Terhitung sejak tanggal 25-30 November 2025, terus mendapatkan bantuan dari berbagai pihak untuk kemanusiaan dan juga pemulihan. Banjir yang terjadi di Aceh dan Sumatera bukan semata-mata karena faktor musim hujan dengan […]

  • Putra Banggai Kepulauan Kevin Lapendos Desak Polres dan Pemda Tuntaskan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

    Putra Banggai Kepulauan Kevin Lapendos Desak Polres dan Pemda Tuntaskan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik keras datang dari putra kandung Banggai Kepulauan, Kevin Lapendos, aktivis asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, yang sementara melanjutkan studinya di Gorontalo. Kevin yang cukup aktif mengawal isu-isu nasional dan juga isu daerah sering kali menyampaikan kritikannya melalui […]

  • Polemik NU Gorontalo Kembali Mencuat, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mengemuka

    Polemik NU Gorontalo Kembali Mencuat, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mengemuka

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 114
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polemik di tubuh Nahdlatul Ulama Gorontalo tampaknya belum juga mereda. Dari catatan yang dihimpun redaksi, sejumlah persoalan internal terus bermunculan di organisasi para ulama di ujung utara Pulau Sulawesi tersebut. Beberapa polemik yang sempat mencuat di antaranya pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) yang disebut-sebut berlangsung secara “diam-diam” di Kota Gorontalo, Konfercab di Kabupaten Boalemo […]

  • Jokowi dan SBY Hadiri Halalbihalal di Istana, Prabowo Tegaskan Pesan Persatuan

    Jokowi dan SBY Hadiri Halalbihalal di Istana, Prabowo Tegaskan Pesan Persatuan

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 360
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Joko Widodo menghadiri gelar griya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Kehadirannya menjadi salah satu sorotan dalam suasana silaturahmi Lebaran para pemimpin nasional. Jokowi tiba di kompleks istana dan langsung disambut Presiden Prabowo di Istana Merdeka. Keduanya tampak berjabat tangan serta berbincang hangat, mencerminkan […]

  • Meludan Jaton di Mananggu Berlangsung Meriah, Antusias Warga Tuai Apresiasi

    Meludan Jaton di Mananggu Berlangsung Meriah, Antusias Warga Tuai Apresiasi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    NUlONDALO.COM – MANANGGU – Pelaksanaan kegiatan Meludan Jaton di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, berlangsung lancar, khidmat, dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Jawa Tondano (Jaton), yang ditandai dengan terkumpulnya sekitar 80-an ambeng sebagai bentuk partisipasi warga dalam menjaga tradisi leluhur. Korda KKIJ Kabupaten Boalemo, Suleman Asmu, mengatakan pelaksanaan kegiatan tahun […]

expand_less