Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Komisi V DPR Soroti Kelaikudaraan Pesawat IAT yang Hilang Kontak di Maros

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • visibility 298
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Komisi V DPR RI menyoroti hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Sorotan tersebut terutama berkaitan dengan pengawasan kelaikudaraan pesawat, khususnya armada yang telah beroperasi dalam jangka waktu panjang.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, meminta Kementerian Perhubungan segera melakukan investigasi awal guna memastikan kondisi pemeliharaan pesawat sebelum insiden terjadi.

Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui merupakan buatan tahun 2000 atau telah berusia sekitar 26 tahun.

“Kami meminta Kemenhub mendampingi KNKT untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap aspek maintenance dan kelaikudaraan pesawat.

Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Huda dalam keterangan tertulis dikutip nulondalo.com, Ahad (18/1/2026).

Selain aspek teknis, Huda menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam penanganan insiden penerbangan.

Ia mengapresiasi respons cepat Basarnas, TNI Angkatan Udara, serta otoritas Bandara Sultan Hasanuddin yang segera melakukan operasi pencarian di wilayah pegunungan Bantimurung hingga Desa Leang-leang, Kabupaten Maros.

Menurut Huda, Basarnas perlu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh serta koordinasi operasional helikopter TNI AU untuk menyisir area-area sulit dijangkau.

Efektivitas waktu menjadi krusial mengingat kondisi cuaca di wilayah pegunungan yang dapat berubah dengan cepat.

“Kemenhub harus segera menerjunkan tim investigasi awal untuk mendampingi KNKT, khususnya dalam pemeriksaan pemeliharaan dan kelaikudaraan pesawat PK-THT,” kata politisi Fraksi PKB tersebut.

Lebih lanjut, Huda mengingatkan bahwa insiden ini menjadi peringatan serius bagi industri penerbangan nasional di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstrem.

Ia menyinggung keberadaan siklon tropis Nokaen di utara Sulawesi Utara yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

“Keselamatan penumpang tidak boleh dikompromikan. Tidak boleh ada toleransi terhadap maskapai yang mengabaikan ambang batas minimum cuaca penerbangan,” tegasnya.

Tim SAR gabungan menemukan badan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Saat ini, petugas memfokuskan upaya pada persiapan jalur evakuasi dengan mempertimbangkan medan yang berat dan berisiko.

Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan, mengatakan jalur pendakian dipilih sebagai opsi terbaik untuk evakuasi karena relatif lebih aman dan mudah dijangkau.

Meski terdapat jalur yang lebih dekat, kondisinya dinilai terlalu terjal. Sebanyak 400 hingga 500 personel SAR gabungan disiagakan untuk mendukung proses evakuasi.

Pencarian dilakukan sejak Minggu pagi (18/1/2026) dengan melibatkan tim darat dan udara. Helikopter dari Lanud dikerahkan untuk penyisiran udara, sementara tim aju membawa drone serta peralatan evakuasi.

Dari udara, tim lebih dulu menemukan serpihan kecil yang diduga bagian jendela pesawat, disusul serpihan berukuran besar yang dicurigai sebagai badan dan ekor pesawat.

Lokasi temuan berada di lereng bagian selatan Gunung Bulusaraung, dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dari titik awal pencarian. Akses menuju lokasi dinilai cukup terjal sehingga faktor keselamatan personel menjadi perhatian utama sebelum proses evakuasi dilakukan.

Pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) saat penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.512 SPPG Program MBG Dihentikan Sementara, BGN Temukan Masalah Sanitasi hingga IPAL

    1.512 SPPG Program MBG Dihentikan Sementara, BGN Temukan Masalah Sanitasi hingga IPAL

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 215
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah II. Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut evaluasi terhadap pemenuhan standar operasional serta kelengkapan sarana dan prasarana layanan. Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari penataan layanan dalam Program […]

  • Pesantren; Pilar Karakter Pemuda di Era Disrupsi

    Pesantren; Pilar Karakter Pemuda di Era Disrupsi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Jakarta– Kementerian Agama (Kemenag) RI mendorong agar lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren, diakomodasi secara eksplisit dalam penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang tengah dirumuskan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Dorongan itu disampaikan oleh Tim Direktorat Pesantren Kemenag RI, Fathullah Syahrul, dalam rapat penyusunan kurikulum dan desain karakter pemuda di […]

  • Ekonom NU Soroti Dampak Penunjukan Deputi Gubernur BI terhadap Kepercayaan Pasar

    Ekonom NU Soroti Dampak Penunjukan Deputi Gubernur BI terhadap Kepercayaan Pasar

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menuai beragam tanggapan dari kalangan akademisi dan pelaku pasar. Salah satu kritik datang dari intelektual Nahdlatul Ulama sekaligus ekonom, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, yang menilai dinamika tersebut memunculkan kekhawatiran terkait independensi lembaga moneter. Dalam tulisan opininya yang berjudul; “Pasar Masuk Angin” tayang di […]

  • Negara Untung di Atas Kertas, Rakyat Rugi di Kehidupan Nyata?

    Negara Untung di Atas Kertas, Rakyat Rugi di Kehidupan Nyata?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle M. Ja'far Ali Reza
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Setiap tahun, laporan keuangan pemerintah disajikan dengan rapi. Angka-angka tersusun sistematis, realisasi anggaran tercatat dengan detail, dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kembali diraih dari Badan Pemeriksa Keuangan. Dari sudut pandang administratif, ini adalah gambaran ideal dari tata kelola keuangan negara yang tertib dan profesional. Tidak sedikit yang menjadikan capaian ini sebagai bukti bahwa sistem […]

  • Ma’ruf Amin Mundur dari Jabatan Ketua Dewan Pertimbangan MUI

    Ma’ruf Amin Mundur dari Jabatan Ketua Dewan Pertimbangan MUI

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2025–2030. Pengunduran diri disampaikan melalui surat resmi dan berlaku sejak tanggal penandatanganan. Keputusan ini dipengaruhi faktor usia dan masa pengabdian panjang di MUI. Ma’ruf Amin menilai sudah saatnya membuka ruang bagi regenerasi […]

  • Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Adythia Al Ghozaly
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Oleh: Adythia Al Ghozaly Kaempe, S.H   Setiap 22 Desember, kita disuguhi narasi nasional yang menyesatkan: peringatan “Hari Ibu” seolah menjadi satu-satunya representasi perempuan. Padahal, lebih dari sembilan dekade silam, perempuan-perempuan Nusantara berkumpul dalam Kongres Perempuan 1928, menuntut hak politik, kebebasan, pendidikan, dan pengakuan sosial yang setara. Namun, patriarki dengan cerdik merampas tanggal itu, membungkusnya […]

expand_less