Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Tempuh Jalur Ekstrem Evakuasi Korban ATR 42-500

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 194
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS-PANGKEP — Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menempuh jalur ekstrem yang selama ini hanya digunakan oleh warga setempat.

Hal itu disampaikan Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam) XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Abi Kusnianto, saat ditemui di lokasi PoskoAJU, Desa Tompobulu, kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Senin (19/1/2026).

Menurut Kolonel Abi, jalur yang kini digunakan merupakan akses yang biasa dilalui masyarakat menuju titik lokasi ditemukannya korban sehari sebelumnya. Hingga kini, sekitar delapan personel masih bertahan di area tersebut untuk mengamankan posisi korban.

“Ini jalur berdasarkan petunjuk masyarakat yang bisa mengakses lokasi ditemukannya korban kemarin. Anggota kita sekitar delapan orang masih stay di sana,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya tim sempat mencoba mengevakuasi korban melalui jalur atas. Namun upaya tersebut tidak berhasil akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan pegunungan Bulusaraung.

“Kemarin kita mencoba mengangkat korban melalui jalur atas, tapi tidak mampu karena cuaca. Sehingga kita mengambil opsi evakuasi melalui jalur masyarakat,” jelasnya.

Abi menegaskan, misi tim yang diberangkatkan tidak hanya melakukan pencarian, tetapi juga difokuskan untuk mengevakuasi korban yang telah ditemukan.

“Tim pertama ini selain pencarian juga melakukan evakuasi. Fokus utama mereka adalah evakuasi,” tegasnya.

Terkait kemungkinan adanya korban lain, Abi menyebut hingga saat ini belum ditemukan tambahan korban. Korban pertama sebelumnya ditemukan pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 13.45 WITA.

“Untuk sementara masih satu korban, belum ada tambahan,” katanya.

Ia juga memaparkan bahwa medan pencarian sangat berat dan jarang dilalui manusia. Lokasi tersebut tidak memiliki jalur perkebunan dan berada di kawasan dengan kontur terjal dan berbahaya.

“Kondisi medan memang jarang dilalui masyarakat dan tidak ada perkebunan. Jalur yang kita ambil ini cukup ekstrem untuk evakuasi,” ungkapnya.

Untuk memperluas area pencarian, tim SAR gabungan menambah empat tim yang bergerak dari arah selatan melalui wilayah Maros menuju area dasar jurang. Langkah ini diambil mengingat kontur lokasi yang terjal di bagian atas dan lebih landai di bagian bawah, sehingga serpihan pesawat maupun korban dimungkinkan jatuh hingga ke dasar jurang.

“Kita kirim empat tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat sebagai penunjuk jalan, menuju dasar jurang,” jelas Abi.

Ia berharap, dengan pengecekan langsung ke dasar jurang, proses pencarian korban dapat berjalan lebih maksimal dan membuahkan hasil.

Tim evakuasi yang diterjunkan telah dibekali peralatan khusus, mulai dari perlengkapan mountaineering hingga peralatan modern life, serta didukung personel yang telah terlatih dan berpengalaman dalam menghadapi medan ekstrem.

“Peralatan yang dibawa lengkap, dan personel yang diturunkan memang yang memiliki kemampuan khusus di medan ekstrem,” pungkasnya.(*) Jurnalis: Sakti

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjemput Hari Raya Idul Fitri, FPPMB dan Pemdes Bobawa Gelar Bukber Dengan Masyarakat 

    Menjemput Hari Raya Idul Fitri, FPPMB dan Pemdes Bobawa Gelar Bukber Dengan Masyarakat 

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Bobawa (FPPMB) menggelar agenda buka puasa bersama di Masjid Al-Fajri, Desa Bobawa, Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan. Jum’at, 28 Maret 2025. Acara ini melibatkan masyarakat, badan syara, serta pemerintah desa dengan tujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kepala Desa Bobawa, Ludin Halek, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berbuka bersama, […]

  • Kisah Inspiratif Ibu Warni asal Gorontalo, Berdagang Es Kelapa Demi Empat Anak

    Kisah Inspiratif Ibu Warni asal Gorontalo, Berdagang Es Kelapa Demi Empat Anak

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Kabar Perempuan – Peringatan Hari Ibu Nasional yang jatuh pada 22 Desember 2024 kemarin sejatinya adalah perayaan untuk menghargai jasa perjuangan seorang ibu. Hari Ibu adalah hari dimana seorang ibu mendapatkan ucapan atas jasa-jasanya selama ini. Menghargai kedudukannya, peran dan kontribusi dalam rumah tangga. Sebagaimana tema Hari Ibu Nasional 2024 bertajuk; Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya […]

  • To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Dunia abad ke-21 sering dipromosikan sebagai dunia paling maju dalam sejarah manusia. Teknologi berkembang pesat, konektivitas lintas benua terjadi dalam hitungan detik, dan pengetahuan seolah tak lagi memiliki batas. Tetapi di balik semua itu, dunia justru terasa semakin terbelah. Perang tidak berhenti, ketimpangan melebar, dan rasa saling percaya antarbangsa semakin menipis. Alih-alih membangun dunia baru, […]

  • Bapsae: Kritik Gap Generasi ala BTS

    Bapsae: Kritik Gap Generasi ala BTS

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Terus terang, saya tidak pernah menaruh ekspektasi apa pun pada BTS selain sebagai band pop yang rapi dan menyenangkan. Dalam bayangan saya, K-Pop—termasuk BTS—adalah industri yang sangat efisien menjual visual, koreografi, dan kemasan. Musiknya menghibur, energik, dan selesai di situ. Pure entertainment. Tidak lebih. Pandangan saya mulai terkoreksi ketika, dalam satu diskusi tentang masa depan NU […]

  • Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Apriyanto Radjak
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Penulis: Apriyanto Rajak –  (seorang petani, nelayan dan pemain sepak bola amatir) Di penghujung Agustus 2025, saya bersama Rizki memutuskan untuk bekerja sama menyelesaikan pekerjaan di kebun masing-masing. Kebetulan kebun milik kami berdua tidak terlalu berjauhan. Adapun jarak dari kampung bisa diasumsikan dengan waktu tempuh 15 menit menggunakan sepeda motor. Lokasinya berada di pegunungan Landaso, Kecamatan Bolaang […]

  • Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Setiap lebaran tiba, ada satu momen yang selalu kita tunggu dengan antusias: Halal Bi Halal. Di banyak keluarga muslim Indonesia, tradisi ini berarti keliling dari rumah ke rumah, bersalaman, dan menyantap hidangan yang sensasi rasanya tak pernah gagal. Tapi lebih dari itu, ada suasana hangat yang selalu hadir: perasaan diterima kembali, (setelah) apapun yang terjadi […]

expand_less