Santri Pesantren Ndolo Kusumo Dipindahkan, Kemenag Pastikan Pendidikan Tetap Berlanjut
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 105
- print Cetak

Direktur Pesantren Kemenag RI, Basnang Said
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Proses hukum terhadap terduga pelaku kekerasan seksual di Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, saat ini tengah ditangani aparat kepolisian. Di sisi lain, Kementerian Agama memastikan keberlanjutan pendidikan para santri tetap menjadi prioritas utama.
Direktur Pesantren, Basnang Said, menegaskan bahwa para santri akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan di sejumlah lembaga di Kabupaten Pati.
“Pendidikan para santri Ndolo Kusumo harus terus berlanjut. Kita akan pindahkan mereka agar bisa melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pati,” ujar Basnang di Jakarta, Senin (5/5/2026).
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut setelah Kemenag menghentikan sementara proses penerimaan santri baru di pesantren tersebut.
Jumlah santri Ndolo Kusumo tercatat sebanyak 252 orang, terdiri dari:
- 4 santri tingkat Raudlatul Athfal (RA)
- 89 santri Madrasah Ibtidaiyah (MI), termasuk 30 siswa kelas 6 yang telah mengikuti ujian pada 4–12 April 2026
- 91 santri tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)
- 50 santri Madrasah Aliyah (MA)
- 8 santri yang hanya mondok tanpa mengikuti pendidikan formal
Seluruh santri yang mukim di pesantren telah dipulangkan ke orang tua masing-masing pada 2–3 Mei 2026.
Selanjutnya, Kemenag Kabupaten Pati akan memfasilitasi proses pemindahan para santri ke sejumlah lembaga pendidikan yang telah direkomendasikan, antara lain:
- MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, Gembong
- MI Matholi’ul Najah Tlogosari, Tlogowungu
- SMP Al-Akrom Banyuurip, Margorejo
- MA Al-Akrom Banyuurip, Margorejo
- MA Assalafiyah Lahar, Gembong
- MA Khoiriyatul Ulum Trangkil
Selain itu, tenaga pendidik dan kependidikan juga akan diproses untuk dialihkan ke lembaga pendidikan binaan Kemenag maupun Dinas Pendidikan setempat.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar