Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menakar Efisiensi APBN: Tantangan Menjaga Akuntabilitas di Balik Penghematan Anggaran

  • account_circle Ai Dila Umul Hidayah
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 312
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Klaim efisiensi dalam APBN 2026 yang mencapai Rp204,4 triliun sekilas terdengar meyakinkan. Di tengah tekanan fiskal dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, penghematan dalam jumlah besar tentu dianggap sebagai langkah rasional. Namun, di balik angka tersebut, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah efisiensi ini benar-benar mencerminkan akuntabilitas, atau justru hanya menjadi ukuran keberhasilan yang terlalu berfokus pada angka?

Selama ini, pengelolaan APBN sering kali dinilai dari seberapa besar anggaran dapat diserap atau bahkan dihemat. Padahal, logika tersebut tidak selalu sejalan dengan tujuan utama anggaran negara, yaitu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, efisiensi yang diklaim pemerintah perlu ditakar ulang bukan hanya dari sisi pengurangan belanja, tetapi dari sejauh mana kebijakan tersebut tetap menjaga kualitas dan dampak program.

Pemerintah memang telah mengarahkan APBN 2026 pada sektor-sektor prioritas seperti pangan, energi, dan penguatan ekonomi. Fokus ini menunjukkan bahwa anggaran negara tidak sekadar digunakan untuk membiayai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk pembangunan jangka panjang. Namun, persoalannya bukan lagi pada “ke mana anggaran diarahkan”, melainkan “apakah arah tersebut benar-benar sampai pada masyarakat”.

Di sinilah letak tantangan akuntabilitas yang sering kali luput dari perhatian. Efisiensi anggaran kerap diposisikan sebagai solusi, padahal dalam praktiknya bisa menjadi dilema. Pengurangan anggaran pada pos tertentu memang dapat menghemat pengeluaran, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas layanan publik. Akibatnya, muncul kondisi di mana anggaran terlihat lebih rapi di atas kertas, tetapi dampaknya tidak benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

  • Penulis: Ai Dila Umul Hidayah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Rasyid Kamaru: Gorontalo Dibangun Dengan Dasar Pancasila

    KH Rasyid Kamaru: Gorontalo Dibangun Dengan Dasar Pancasila

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Yusran Laindi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Gorontalo, KH. Abd Rasyid Kamaru mengatakan bahwa Provinsi Gorontalo dibangun dengan dasar Pancasila. Hal tersebut disampaikan dalam ‘Ngaji Kebangsaan’ yang digagas oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kota Gorontalo, Sabtu (29/6/2019). Dalam acara dialog yang di hadiri ratusan peserta dari berbagai lintas organisasi […]

  • Yahudi, Sanksi Sosial dan Migrasi

    Yahudi, Sanksi Sosial dan Migrasi

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Saat ini, sedang ramai soal fenomena kekinian yang sedang menjadi perdebatan publik terkait dengan Goyang THR. Ada yang berpendapat “ini kan cuma hiburan”, “bolo samua ngoni mo protes”, “kalo suka beken”, dan “ngga beda ini torang pe niat dengan goyang lo Yahudi yang ngoni tuduhkan”. Ada juga sebagian kalangan berpendapat berbeda dan terkesan tidak menyetujui […]

  • Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Dalam tulisan arif yang sangat panjang yang berjudul “Yang Barangkali Luput dalam Perbincangan Soal Sadakah”, ada 3 hal yang dianggap Arief luput dalam beberapa tulisan Momy Hunowu, dan saya sebelumnya sebagai berikut: Dalam perdebatan soal sadaka beberapa hari belakangan, Arief menggarisbawahi beberapa hal yang barangkali luput dibaca. Meskipun orang-orang bilang “seikhlasnya”, praktik ini terlembaga, beratasnamakan […]

  • Program Bergizi? Coba Tanyakan ke 20 Ribu Siswa Keracunan

    Program Bergizi? Coba Tanyakan ke 20 Ribu Siswa Keracunan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ternyata menimbulkan persoalan serius. Sejak diluncurkan pada Januari 2025, ribuan siswa di berbagai daerah mengalami keracunan akibat menu MBG yang banyak menggunakan makanan olahan (Ultra Processed Food/UPF). Hingga 23 Desember 2025, korban keracunan tercatat mencapai lebih dari […]

  • Banjir Rusak Jembatan Darurat di Galela Utara, Kementerian PU Turunkan Alat Berat

    Banjir Rusak Jembatan Darurat di Galela Utara, Kementerian PU Turunkan Alat Berat

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 235
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Beberapa sungai meluap, longsor terjadi di berbagai titik, rumah warga terendam banjir, hingga infrastruktur vital mengalami kerusakan. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Galela Utara, tepatnya di Kali Aru yang berada di perbatasan Desa Bobisingo dan Desa […]

  • Bersuara

    Bersuara

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Dunia maya kembali bergeliat. Kali ini di sebuah ajang cerdas cermat setingkat SMA terjadi peristiwa. Boleh jadi, peristiwa seperti ini sudah sering terjadi, tetapi baru kali ini terblow up.  Salah seorang peserta  dari kelompok C menginterupsi keputusan juri yang memberinya nilai minus untuk jawaban yang sama yang justru diberi nilai plus kepada kelompok lain. Sang peserta mencoba […]

expand_less