Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Sekolah Kader KOPRI PMII Makassar Hadirkan Farid F. Saenong Bahas Gerakan Perempuan Masa Depan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 259
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAKASSAR, nulondalo.com – Korps PMII Putri (KOPRI) PMII Kota Makassar menghadirkan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Farid F. Saenong, Ph.D., sebagai narasumber nasional dalam kegiatan Sekolah Kader KOPRI (SKK).

Dalam forum kaderisasi tersebut, Farid membawakan materi bertajuk “KOPRI dan Sinergi Gerakan Multisektoral”, yang menyoroti pentingnya membangun gerakan perempuan melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan karakter, serta nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi menghadapi tantangan masa depan.

Di hadapan para peserta, Farid menjelaskan bahwa gerakan perempuan saat ini tidak lagi bergerak dalam ruang yang sempit, melainkan telah menjadi bagian dari gerakan sosial global yang berkaitan erat dengan isu pendidikan, pemberdayaan, demokrasi, perdamaian, hingga pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, organisasi kader perempuan seperti KOPRI harus mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan kebangsaan.

“Gerakan perempuan hari ini tidak lagi berjalan dalam ruang yang terbatas. Ia menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas yang berhubungan dengan pendidikan, pemberdayaan, penguatan demokrasi, dan pembangunan masyarakat yang inklusif. Karena itu, kader-kader KOPRI perlu memperkuat kapasitas diri dan membangun jejaring lintas sektor agar mampu menghadirkan dampak yang lebih besar,” ujar Farid.

Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan sosial. Oleh sebab itu, KOPRI diharapkan mampu melahirkan kader-kader perempuan yang moderat, inklusif, adaptif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan-persoalan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Farid juga mengaitkan semangat perjuangan KOPRI dengan Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan penguatan karakter yang saat ini dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan pentingnya kasih sayang, penghormatan terhadap perbedaan, semangat kemanusiaan, dan kemampuan hidup berdampingan dalam keberagaman sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antrean Truk di SPBU Maros Picu Kemacetan hingga Kecelakaan, Satlantas Polres Maros Didesak Bertindak

    Antrean Truk di SPBU Maros Picu Kemacetan hingga Kecelakaan, Satlantas Polres Maros Didesak Bertindak

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros — Antrean panjang truk yang mengular hingga ke badan jalan di depan salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Poros Maros–Makassar, kawasan Butta Toa, Kabupaten Maros, Kamis (30/7/2026) malam, memicu kemacetan dan diduga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan keterangan saksi mata, kecelakaan terjadi ketika antrean truk tangki […]

  • Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

    Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Banyak orang menjelaskan dominasi Amerika Serikat di dunia dengan dua kata kunci: ekonomi dan militer. Memang benar, negara itu memiliki mesin ekonomi yang raksasa dan kekuatan militer yang sulit ditandingi. Namun penjelasan semacam itu sering melewatkan satu hal yang jauh lebih menentukan: kemampuan membentuk cara dunia berpikir. Dalam politik global modern, kekuasaan tidak selalu tampil […]

  • Maros dan Kemerdekaan yang Belum Selesai

    Maros dan Kemerdekaan yang Belum Selesai

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros,Seiring waktu berjalan, setidaknya berdasarkan pengamatan dari sebuah kelompok kecil, ada satu fenomena yang semakin sulit untuk tidak diperhatikan: pada berbagai agenda besar, sosok-sosok yang dimunculkan cenderung itu-itu saja. Padahal, jika kita berbicara dalam perspektif pembangunan kepemudaan, Maros memiliki cukup banyak anak muda potensial dengan kapasitas, kompetensi, gagasan, serta pengalaman yang beragam,Mereka ada,Mereka bergerak,Mereka berkarya,Hanya […]

  • Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah pusat akhirnya memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah setelah Indonesia kehilangan sekitar 554 ribu hektare sawah dalam kurun waktu 2019–2024. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Usai pertemuan, Nusron Wahid menyampaikan […]

  • Gelar Pengukuhan, Indonesia Menuju Pusat Ulama Dunia melalui PKUMI

    Gelar Pengukuhan, Indonesia Menuju Pusat Ulama Dunia melalui PKUMI

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) kembali mencatat sejarah penting dalam mencetak generasi ulama berwawasan global. Pada momentum penuh khidmat ini, PKUMI secara resmi mengukuhkan para kader ulama yang terdiri dari 18 mahasiswa program S3, 32 mahasiswa program S2, serta 32 mahasiswa program S2 PKUP. Para peserta berasal dari berbagai penjuru Nusantara, mencerminkan kekayaan budaya, […]

  • Pendidikan Inklusi: Merangkul Perbedaan, Menguatkan Kemanusiaan

    Pendidikan Inklusi: Merangkul Perbedaan, Menguatkan Kemanusiaan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 182
    • 2Komentar

    Nulondalo.com. Denpasar- Keberagaman adalah kenyataan yang melekat dalam kehidupan manusia. Tidak ada dua individu yang lahir dengan kondisi yang benar-benar sama. Perbedaan kemampuan, latar belakang sosial, budaya, ekonomi, hingga kondisi fisik merupakan bagian dari mozaik kehidupan yang membentuk masyarakat. Kehadiran kelompok disabilitas dalam perbincangan publik menjadi penanda bahwa masyarakat semakin menyadari kekayaan keberagaman tersebut. Dalam […]

expand_less