Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Hirarki Pengabdian Gus Dur

  • account_circle Ilham Sopu
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 301
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Peringatan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi momentum reflektif untuk membaca sosok Gus Dur secara lebih utuh dan jernih. Membaca Gus Dur secara parsial kerap melahirkan kesalahpahaman: ia dianggap liberal, kontroversial, bahkan menyimpang dari arus utama. Padahal, jika ditelusuri secara menyeluruh, pemikiran dan laku hidup Gus Dur justru memperlihatkan konsistensi yang kuat dan berakar. Gus Dur adalah sosok dengan pandangan keagamaan yang pluralistik, demokratis, dan berpijak kokoh pada nilai-nilai kemanusiaan. Ia memberi ruang luas bagi kebebasan berpikir, memperlakukan semua agama secara setara, mengakui Konghucu sebagai agama, serta menempatkan keindonesiaan sebagai fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa yang majemuk. Salah satu penjelasan paling jernih tentang arah hidup Gus Dur disampaikan oleh putrinya, Alissa Wahid, dalam salah satu peringatan haul Gus Dur. Ia mengungkapkan pesan Gus Dur tentang **hirarki pengabdian hidupnya**: agama (keislaman), Indonesia (keindonesiaan), NU, dan terakhir keluarga. Hirarki ini bukan sekadar pilihan personal, melainkan cerminan etika pengabdian seorang tokoh publik. Gus Dur meletakkan kepentingan yang lebih luas di atas kepentingan yang sempit, tanpa menafikan tanggung jawab personalnya sebagai individu dan kepala keluarga. Keislaman yang diprioritaskan Gus Dur bukanlah Islam yang eksklusif atau sektarian. Islam baginya adalah agama dengan visi universal—melampaui batas primordialisme—yang menempatkan kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai nilai utama. Dari sinilah keberpihakan Gus Dur kepada kelompok minoritas menemukan dasar etik dan teologisnya, meski sering disalahpahami. Dalam konteks Indonesia, keislaman Gus Dur menemukan bentuk praksisnya melalui gagasan *pribumisasi Islam*. Islam, menurut Gus Dur, tidak harus tampil dalam wajah Arab, tetapi dapat hidup dan berkembang melalui budaya lokal Nusantara. Pendekatan ini menjadikan Islam lebih membumi, mudah diterima, dan berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Pemikiran keislaman yang inklusif dan kontekstual ini tidak lahir dari ruang hampa. Gus Dur ditempa oleh tradisi pesantren klasik—Tebuireng, Krapyak, hingga Tegalrejo—yang memberinya kedalaman dalam fiqh, tafsir, hadis, tasawuf, dan ilmu bahasa. Pada saat yang sama, ia memperkaya wawasannya dengan ilmu-ilmu modern seperti sosiologi dan antropologi melalui pengembaraan intelektualnya di Timur Tengah dan Eropa. Setelah Islam, Indonesia menempati posisi sentral dalam pengabdian Gus Dur. Ia mewarisi semangat kebangsaan para pendiri NU yang memandang nasionalisme sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan. Bagi Gus Dur, menjaga Indonesia yang plural dan berkeadilan adalah bentuk nyata dari pengamalan ajaran agama. Negara harus hadir melindungi semua warga tanpa diskriminasi, sebagaimana dijamin oleh konstitusi. NU kemudian menjadi ruang praksis intelektual dan kultural Gus Dur. Di bawah kepemimpinannya, NU tidak hanya kokoh secara tradisi, tetapi juga berkembang sebagai kekuatan pemikiran. Gus Dur meletakkan fondasi intelektual yang melahirkan banyak kader muda NU dengan pandangan moderat, wawasan kebangsaan yang luas, serta kemampuan menjembatani tradisi dan modernitas. Hari ini, NU menikmati kelimpahan kader dengan kualitas tersebut. Tantangannya adalah memastikan bahwa warisan pemikiran Gus Dur tidak berhenti sebagai nostalgia, tetapi terus hidup dalam praksis keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Jika itu terjaga, maka “Gus Dur-Gus Dur muda” akan terus lahir, dan NU akan tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman. (Bumi Pambusuang, Januari 2026)

  • Penulis: Ilham Sopu
  • Editor: Ilham Sopu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru Play Button

    Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 525
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Qadi Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdul Rasyid Kamaru, menyampaikan pengajian mendalam mengenai kitab Al-Barzanji dalam rangkaian majelis rutin di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo. Pada pertemuan ketujuh ini, beliau masih memfokuskan pembahasan pada bagian mukadimah (ibtidā’ul imlā’) sebelum memasuki bab inti. Dalam pengajiannya, KH. Abdul Rasyid menegaskan bahwa […]

  • Momentum Isra Mi’raj, Gusnar Ismail Ajak ASN Gorontalo Bangun Etos Kerja Berbasis Spiritual

    Momentum Isra Mi’raj, Gusnar Ismail Ajak ASN Gorontalo Bangun Etos Kerja Berbasis Spiritual

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 215
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pencanangan gerakan membaca Al-Qur’an di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Jumat (16/1/2025), dan dicanangkan langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penguatan spiritual ASN sekaligus bagian dari […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin A. Katili membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kajian dan Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring”, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah peneliti, di antaranya Zulham Sirajudin, Ph.D, Ferdiansyah Hasan, SP, M.Si, Ivana Butolo, SE, MP, serta Gema Putra Baculu, ST, M.PA. Turut diundang pula Staf […]

  • Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Dalam dunia keuangan, laporan laba rugi sering jadi primadona. Investor melihatnya, direksi memamerkannya, media mengutipnya. Tapi bagi seorang akuntan, neraca—ya, struktur aset, kewajiban, dan ekuitas—adalah panggung sesungguhnya di mana kekuatan dan kelemahan suatu entitas benar-benar bisa dinilai. Maka ketika saya membaca laporan keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) per 31 Desember 2024, […]

  • Sabilul Alif: MTQ Imam Masjid Banten Lahirkan Imam Profesional Menuju IGIC 2026

    Sabilul Alif: MTQ Imam Masjid Banten Lahirkan Imam Profesional Menuju IGIC 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    nulondalo.com-Ketua Steering Committee (SC) International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten yang digelar pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Provinsi Banten sekaligus menegaskan komitmen memperkuat […]

  • Pemilihan Duta Anti Narkoba Maros 2025 Tuntas, Wakil Bupati Tekankan Aksi Nyata

    Pemilihan Duta Anti Narkoba Maros 2025 Tuntas, Wakil Bupati Tekankan Aksi Nyata

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Rangkaian Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros Tahun 2025 resmi berakhir. Grand Final yang digelar di Gedung Serbaguna Pemkab Maros, Sabtu (13/12/2025), melahirkan generasi muda terpilih yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di Bumi Turikale. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Muh Saipul Amry, mahasiswa Universitas Negeri Makassar asal Kecamatan […]

expand_less