Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Awan yang tak Kunjung Hujan

  • account_circle Hakiki
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 260
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di surgaloka yang selalu cerah, Raqib dan Atid sudah lama bosan.

“Sudah berabad-abad kita mencatat amal manusia,” kata Raqib sambil mengusap jenggotnya yang putih. “Tapi akhir-akhir ini… awan di bawah sana makin tebal. Aneh, tidak juga hujan.”

Atid mengangguk. Matanya yang tajam menembus lapisan awan tebal yang
menyelimuti Jakarta. “Kita turun saja. Lihat sendiri. Siapa tahu ada yang bisa kita
perbaiki.”

Mereka turun tanpa sayap, hanya berpakaian sederhana seperti warga biasa. Malam itu Bundaran HI ramai seperti biasa. Lampu-lampu neon berkelap-kelip, tapi langit di atasnya hitam pekat, tak ada bintang.

Mereka berdiri di pinggir trotoar. Seorang ibu muda sedang live Instagram sambil memeluk anak jalanan kecil. “Lihat, teman-teman! Aku lagi bantu anak yatim piatu nih. Doakan ya!” Komentar membanjir: “Mashallah”, “Queen”, Ibu itu tersenyum lebar, tapi begitu kamera mati, ia melepaskan pelukannya dan buru buru pergi meninggalkan anak itu sendirian di trotoar.

Raqib menggeleng. “Amalnya tercatat… tapi kebaikannya tidak tulus” Mereka melanjutkan jalan ke arah Stasiun Sudirman. Di dalam kereta ada seorang remaja cowok duduk sambil memegang HP. Di layar terpampang postingan: “Hari ini gue donasi 1 juta buat korban banjir. Siapa yang mau ikutan? Tag temen lo!” Di bawahnya ratusan like. Tapi ketika seorang nenek tua di depannya
kesulitan berdiri karena kereta oleng, remaja itu tetap duduk, mata tak lepas dari
layar.

Atid berbisik, “Dia donasi satu juta… tapi tak sanggup berdiri sebentar saja.” Di sebuah kafe mewah di Thamrin, mereka melihat seorang selebgram sedang rapat dengan timnya. “Besok kita bikin konten peduli lingkungan. Aku foto sambil tanam pohon di rooftop, terus captionnya soal global warming. Bagus kan?” Timnya mengangguk antusias. Tak ada yang ingat bahwa kemarin mereka membuang plastik sekali pakai di sungai yang sama.

Raqib dan Atid terus berjalan. Mereka melihat seorang ayah yang baru pulang kerja memarahi anaknya karena nilai sekolah jelek, padahal seharian anak itu ditinggal sendirian dengan HP. Mereka melihat pejabat yang baru saja keluar dari mobil mewah sambil bicara di telepon, “Proyeknya jalan terus, bos. Yang penting laporan ke pusat bagus.”

Semua terasa sama orang-orang sibuk menunjukkan kebaikan, tapi tak ada yang benar-benar melakukan kebaikan.

Pagi menjelang, Raqib dan Atid berdiri lagi di Bundaran HI. Awan di atas kepala mereka semakin tebal, hampir hitam. Tak ada tetes air pun yang jatuh. “Kita sudah lihat cukup,” kata Atid. “Mereka tidak butuh hujan… mereka hanya butuh likes.”

Raqib mengangguk sedih. “Mari kita pulang. Mencatat amal di sini sudah tak ada artinya lagi.”

Mereka naik kembali ke surgaloka. Begitu kaki mereka menyentuh tanah surga, awan di atas Jakarta semakin menggantung berat. Kali ini bukan hanya mendung. Kali ini gelap sekali.  Dan hujan pun tak kunjung datang.

Penulis : Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

  • Penulis: Hakiki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujudkan Generasi Emas, Kemkomdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Konten Positif

    Wujudkan Generasi Emas, Kemkomdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Konten Positif

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat kapasitas dan jejaring komunikasi publik pemerintah agar makin adaptif, profesional, dan kolaboratif di tengah derasnya transformasi digital. Upaya itu diwujudkan melalui tiga kegiatan strategis yang digelar serentak di Denpasar, Bali, Rabu (29/10/2025), yakni Indonesia.go.id (IGID) Menyapa, Forum Media Monitoring (FoMo), dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Standardisasi Konten Pemerintah. Ketiga […]

  • Perempuan dan Financial Freedom di Era Digital

    Perempuan dan Financial Freedom di Era Digital

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Di era digital, perempuan memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk mencapai financial freedom. Kemajuan teknologi telah mengubah cara bekerja, berbisnis, berinvestasi, hingga mengelola keuangan. Kesempatan yang dahulu hanya dimiliki segelintir orang, kini terbuka bagi siapa saja yang mau belajar dan beradaptasi. Namun, kemudahan teknologi juga membawa tantangan. Akses belanja yang semakin praktis, maraknya pinjaman […]

  • Warga Gorontalo Utara Soroti Truk Kayu Overload di Tomilito, Desak Penertiban Segera

    Warga Gorontalo Utara Soroti Truk Kayu Overload di Tomilito, Desak Penertiban Segera

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Gorontalo Utara, nulondalo.com – Seorang warga Gorontalo Utara, Sandy Syafrudin Nina, menyuarakan keprihatinan serius terhadap aktivitas truk pengangkut kayu bermuatan berlebih (overload) yang kerap melintas di wilayah Tomilito. Ia menilai kondisi tersebut bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Dalam kesaksiannya, Sandy mengungkapkan bahwa siang hari, jalanan dari arah Tomilito dipenuhi […]

  • PPATK, Rekening Dormant dan Gagal Nalar Instabilitas Ekonomi

    PPATK, Rekening Dormant dan Gagal Nalar Instabilitas Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Muh. Gifari Bachmid
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Penulis adalah Praktisi Perbankan/ Pengurus Lakpesdam NU Kota Gorontalo Sebelum dihebohkan oleh pemblokiran rekening berstatus dormant oleh PPATK, praktik tersebut ternyata lazim diterapkan didunia perbankan. Rekening yang tidak aktif atau tidak memiliki transaksi dalam kurun waktu 3 sampai 12 bulan maka status rekeningnya akan berubah menjadi status dormant. Jika rekening nasabah berstatus dormant, maka rekening […]

  • Kontroversi Abah Aos dan Ujian Akidah Umat di Era Media Sosial

    Kontroversi Abah Aos dan Ujian Akidah Umat di Era Media Sosial

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Nur Shollah Bek
    • visibility 614
    • 0Komentar

    “Menimbang Klaim Spiritual dengan Al-Qur’an, Sunnah, dan Akal Sehat” Nama Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul—yang dikenal luas sebagai Abah Aos—kembali menjadi pusat perhatian publik. Tokoh spiritual Tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) asal Ciamis, Jawa Barat ini menuai gelombang kritik dari berbagai kalangan umat Islam akibat sejumlah pernyataan yang beredar luas di media sosial dan dinilai […]

  • Tiga Jet Tempur AS Ditembak Jatuh di Kuwait, Enam Awak Selamat

    Tiga Jet Tempur AS Ditembak Jatuh di Kuwait, Enam Awak Selamat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tiga jet tempur Amerika Serikat jenis F-15E Strike Eagle ditembak jatuh secara tidak sengaja oleh sistem pertahanan udara Kuwait saat operasi tempur aktif di kawasan tersebut, Senin (2/3/2026). Seluruh enam awak pesawat dilaporkan selamat dan dalam kondisi stabil. Insiden itu terjadi di tengah ofensif gabungan Washington bersama Israel terhadap Iran yang telah memasuki […]

expand_less