Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Awan yang tak Kunjung Hujan

  • account_circle Hakiki
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 214
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di surgaloka yang selalu cerah, Raqib dan Atid sudah lama bosan.

“Sudah berabad-abad kita mencatat amal manusia,” kata Raqib sambil mengusap jenggotnya yang putih. “Tapi akhir-akhir ini… awan di bawah sana makin tebal. Aneh, tidak juga hujan.”

Atid mengangguk. Matanya yang tajam menembus lapisan awan tebal yang
menyelimuti Jakarta. “Kita turun saja. Lihat sendiri. Siapa tahu ada yang bisa kita
perbaiki.”

Mereka turun tanpa sayap, hanya berpakaian sederhana seperti warga biasa. Malam itu Bundaran HI ramai seperti biasa. Lampu-lampu neon berkelap-kelip, tapi langit di atasnya hitam pekat, tak ada bintang.

Mereka berdiri di pinggir trotoar. Seorang ibu muda sedang live Instagram sambil memeluk anak jalanan kecil. “Lihat, teman-teman! Aku lagi bantu anak yatim piatu nih. Doakan ya!” Komentar membanjir: “Mashallah”, “Queen”, Ibu itu tersenyum lebar, tapi begitu kamera mati, ia melepaskan pelukannya dan buru buru pergi meninggalkan anak itu sendirian di trotoar.

Raqib menggeleng. “Amalnya tercatat… tapi kebaikannya tidak tulus” Mereka melanjutkan jalan ke arah Stasiun Sudirman. Di dalam kereta ada seorang remaja cowok duduk sambil memegang HP. Di layar terpampang postingan: “Hari ini gue donasi 1 juta buat korban banjir. Siapa yang mau ikutan? Tag temen lo!” Di bawahnya ratusan like. Tapi ketika seorang nenek tua di depannya
kesulitan berdiri karena kereta oleng, remaja itu tetap duduk, mata tak lepas dari
layar.

Atid berbisik, “Dia donasi satu juta… tapi tak sanggup berdiri sebentar saja.” Di sebuah kafe mewah di Thamrin, mereka melihat seorang selebgram sedang rapat dengan timnya. “Besok kita bikin konten peduli lingkungan. Aku foto sambil tanam pohon di rooftop, terus captionnya soal global warming. Bagus kan?” Timnya mengangguk antusias. Tak ada yang ingat bahwa kemarin mereka membuang plastik sekali pakai di sungai yang sama.

Raqib dan Atid terus berjalan. Mereka melihat seorang ayah yang baru pulang kerja memarahi anaknya karena nilai sekolah jelek, padahal seharian anak itu ditinggal sendirian dengan HP. Mereka melihat pejabat yang baru saja keluar dari mobil mewah sambil bicara di telepon, “Proyeknya jalan terus, bos. Yang penting laporan ke pusat bagus.”

Semua terasa sama orang-orang sibuk menunjukkan kebaikan, tapi tak ada yang benar-benar melakukan kebaikan.

Pagi menjelang, Raqib dan Atid berdiri lagi di Bundaran HI. Awan di atas kepala mereka semakin tebal, hampir hitam. Tak ada tetes air pun yang jatuh. “Kita sudah lihat cukup,” kata Atid. “Mereka tidak butuh hujan… mereka hanya butuh likes.”

Raqib mengangguk sedih. “Mari kita pulang. Mencatat amal di sini sudah tak ada artinya lagi.”

Mereka naik kembali ke surgaloka. Begitu kaki mereka menyentuh tanah surga, awan di atas Jakarta semakin menggantung berat. Kali ini bukan hanya mendung. Kali ini gelap sekali.  Dan hujan pun tak kunjung datang.

Penulis : Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

  • Penulis: Hakiki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lailatul Qadar dalam Retorika Kekuasaan

    Lailatul Qadar dalam Retorika Kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Pada 6 Maret 2026, dalam sebuah acara buka puasa bersama dan peringatan Nuzulul Quran di kantor DPP Partai Golkar di Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, melontarkan sebuah kelakar yang segera menarik perhatian publik. Dalam suasana santai ia mengatakan bahwa bagi Golkar “Lailatul Qadar itu kalau kursi bertambah.” […]

  • Meludan Jaton di Mananggu Berlangsung Meriah, Antusias Warga Tuai Apresiasi

    Meludan Jaton di Mananggu Berlangsung Meriah, Antusias Warga Tuai Apresiasi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    NUlONDALO.COM – MANANGGU – Pelaksanaan kegiatan Meludan Jaton di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, berlangsung lancar, khidmat, dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Jawa Tondano (Jaton), yang ditandai dengan terkumpulnya sekitar 80-an ambeng sebagai bentuk partisipasi warga dalam menjaga tradisi leluhur. Korda KKIJ Kabupaten Boalemo, Suleman Asmu, mengatakan pelaksanaan kegiatan tahun […]

  • Matoduwolo Kiyai, Mari Kiyai, Silahkan Kiyai

    Matoduwolo Kiyai, Mari Kiyai, Silahkan Kiyai

    • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Di mana-mana, sering kita mendengar panggilan “kiyai” kepada seseorang. Panggilan ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, khususnya pada momen-momen keagamaan. Tak peduli apakah seseorang yang dipanggil kiyai tersebut pantas menyandang gelar sakral ini atau tidak. Entah parameter apa yang dipakai sehingga begitu mudahnya sebutan kiyai dialamatkan kepada seseorang..  Apakah setiap penceramah, ustadz atau guru agama, bisa […]

  • Menjemput Hari Raya Idul Fitri, FPPMB dan Pemdes Bobawa Gelar Bukber Dengan Masyarakat 

    Menjemput Hari Raya Idul Fitri, FPPMB dan Pemdes Bobawa Gelar Bukber Dengan Masyarakat 

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Bobawa (FPPMB) menggelar agenda buka puasa bersama di Masjid Al-Fajri, Desa Bobawa, Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan. Jum’at, 28 Maret 2025. Acara ini melibatkan masyarakat, badan syara, serta pemerintah desa dengan tujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kepala Desa Bobawa, Ludin Halek, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berbuka bersama, […]

  • Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru Play Button

    Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 574
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Qadi Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdul Rasyid Kamaru, menyampaikan pengajian mendalam mengenai kitab Al-Barzanji dalam rangkaian majelis rutin di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo. Pada pertemuan ketujuh ini, beliau masih memfokuskan pembahasan pada bagian mukadimah (ibtidā’ul imlā’) sebelum memasuki bab inti. Dalam pengajiannya, KH. Abdul Rasyid menegaskan bahwa […]

  • Musdes Penetapan APBDes 2026 Desa Majannang Digelar di Hari Libur, Dorong Percepatan dan Transparansi

    Musdes Penetapan APBDes 2026 Desa Majannang Digelar di Hari Libur, Dorong Percepatan dan Transparansi

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pemerintah Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 pada Sabtu (27/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Majannang dan menjadi perhatian karena dilaksanakan di hari libur. Musdes dihadiri oleh PJ Kepala Desa Majannang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping […]

expand_less