Satu Liter Bensin
- account_circle Fadhil Hadju
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 75
- print Cetak

lustrasi suasana depot bensin eceran di Kota Gorontalo, menggambarkan kepedulian sederhana di tengah himpitan hidup dan kondisi ekonomi masyarakat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Suhu udara siang itu cukup panas. Membuat dahi penuh peluh. Tapi aku harus menerjangnya. Siang itu aku pulang ke rumah. Selesai belanja snack kesukaan istri aku langsung menuju kamar. Panasnya matahari itu bukan satu-satunya cerita yang kubawa untuknya. Satu cerita, yang agak memilukan juga kubawa masuk ke rumah saat itu.
“Tadi aku kan pergi belanja nih,” timpalku sekonyong-konyong sembari menaruh plastik berisi makanan riangan itu di atas meja kerja. Meja yang membantu kami saat membawa pulang kerjaan belum kelar dari kantor ke rumah.
“Terus?” Jawab istriku agak acuh, dengan pandangan fokus ke laptop, mengetik kerjaannya.
“Aku sempat kaget saat beli bensin di depot yang… di dekat rumah kita ini. Di sana tuh,” telunjukku mengarah ke barat. Dia menoleh melihat arah yang kutunjuk. Lalu Kembali menghadap laptop.
“Yang mana sih itu?” tanyanya singkat. Tombol keyboard laptop berketukan dengan jarinya menimbulkan nada yang saling berirama.
“Di depot sana, seorang pria tua dengan jalannya agak pincang yang jualan,” aku mengambil posisi untuk duduk di pinggir kasur. Meja kerja itu sengaja ditaruh dalam kamar, biar gampang kerja lalu tidur. Letaknya berdekatan dengan kasur. Selangkah saja langsung sampai.
“Oh.. iya. Itu Aba Busi. Masih jadi keluarganya Papa,” jawabnya sambil memutar kursi kerja menghadapku yang ada di belakangnya.
“Namanya lucu ya. Seperti nama komponen di motor,“ kujawab dengan tertawa kecil.
“Tapi tidak begitu lucu dengan kondisinya sekarang. Beberapa tahun lalu ia terkena stroke, yang buatnya agak sulit mengucap dan jalan jadi pincang,” air mukanya sedih mengucapkan itu. Aku pun terdiam. Menyesali tawa yang terlepas tadi.
- Penulis: Fadhil Hadju

Saat ini belum ada komentar