Breaking News
light_mode
Trending Tags

Satu Liter Bensin

  • account_circle Fadhil Hadju
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 250
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Tapi, kasihan melihat orang tua kerja begitu. Apalagi dengan kondisi yang sulit berjalan. Orang jadi menunggu lama untuk dilayani saat beli bensin,” timpalku sekonyong-konyong.

“Memang kasihan melihat orang tua bekerja dengan kondisi begitu. Tapi apa boleh buat. Keluarga mereka serba kekurangan. Dia sendiri pernah bilang ingin membantu keluarga dengan cara apa pun. Karena menurutnya, ia masih kepala keluarga,” sambung ibu mertua menimpali pertanyaanku.

“Tapi bagaimana bisa ya, ada orang yang berbuat begitu. Apa dia tidak kasihan melihat Aba Busi saat beli bensin, kemudian membuatnya jadi rugi begitu,” ternyata istriku ikut mendengarkan cerita Aba Busi yang bekerja dengan kondisi pasca stroke itu. Menurutnya, pria yang tidak membayar yang salah. Tidak punya nurani dan moralnya rendah.

Mungkin istriku ada benarnya. Tapi menurutku ia tidak sepenuhnya benar. Di tengah kondisi ekonomi yang lesu ini semua hal bisa terjadi. Orang kaya menghisap orang miskin. Orang miskin saling menipu. Anak memanfaatkan orang tua. Masih banyak lagi kemerosotan moral yang bisa terjadi sebab ekonomi. Bahkan, beberapa waktu lalu, di daerah ini, di Provinsi Gorontalo, yang terkenal dengan istilah Serambi Madinah meningkat kasus bunuh diri. Dari berita yang beredar kala itu, sebab mereka bunuh diri kebanyakan alasan ekonomi. Ada yang penyebabnya kecanduan judi online, di akhir hayatnya terlilit utang sehingga memilih jalan menghabisi hidupnya. Tapi pikiran ini kusimpan sendiri. Aku tidak mau cerita melebar dan membuat momen makan siang ini jadi rusak. Sebab, menurutku makan siang adalah waktu kita untuk istirahat dari dunia yang penuh hiruk pikuk ini. Siapa pun itu, juga merasa seperti itu. Dunia serasa berhenti kala makan siang.

Aku menyantap dengan lahap ikan goreng garo rica yang dihidangkan siang itu. Cerita tadi membuat perutku lapar. Istri dan ibu mertua juga makan bersama-sama. Kami duduk dengan khusyuk menikmati rezeki Tuhan hari itu.

“Alhamdulillah kita masih bisa makan enak hari ini,” ucap ibu mertua dengan nada riang, sembari mengusap wajah dengan kedua tangan. Ia mengangkat piring bekas makannya dan mengantarkan ke tempat piring kotor.

Aku dan istri juga selesai makan. Piring-piring kotor itu aku antar menumpuk bersama teman-temannya. Kami masuk kembali ke kamar. Istri melanjutkan kerjaannya. Aku karena senggang, kuambil sebuah buku di pinggir kasur dan membaca beberapa halaman. Siang hari diakhir pekan itu berjalan dengan normal hingga malam tiba.

***

Paginya sebelum berangkat kerja aku singgah di depot bensin ecer Aba Busi. Yang jaga bukan Aba Busi, tapi orang lain. Aku mengisi motor yang aku kendarai dengan satu liter bensin. Kusodorkan lembaran dua belas ribu. Katanya, bensin sudah naik jadi tiga belas ribu.

  • Penulis: Fadhil Hadju

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

    Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 307
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Pernyataan Gus Ulil bahwa “menolak zero mining adalah goblok” secara teknis memang benar. Zero mining itu mustahil. Peradaban modern tidak berdiri tanpa mineral—ponsel, kendaraan listrik, panel surya, hingga kabel listrik di rumah kita semuanya lahir dari aktivitas tambang. Tidak ada yang membantah itu. […]

  • 17 Mahasantri Khatamun Nabiyyin Raih Sertifikasi CAP, Bukti Santri Unggul di Era Digital

    17 Mahasantri Khatamun Nabiyyin Raih Sertifikasi CAP, Bukti Santri Unggul di Era Digital

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    “Fiqih muamalah membutuhkan alat bantu modern. Menguasai Accurate adalah bentuk kesiapan kami menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan di masa depan,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh mahasantriwati Asri Nur Husaini. Ia menilai lingkungan pesantren justru sangat mendukung pembelajaran teknologi karena membentuk karakter disiplin dan pola pikir sistematis. “Belajar akuntansi membutuhkan ketelitian tinggi, sama seperti saat kami […]

  • Diskusi Nasional Soroti ‘Paradoks Prabowo’ dan Arah Ekonomi-Politik Bangsa

    Diskusi Nasional Soroti ‘Paradoks Prabowo’ dan Arah Ekonomi-Politik Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, JAKARTA – Sejumlah organisasi masyarakat sipil dan lembaga kepemudaan menggelar Diskusi Nasional bertajuk “Paradoks Indonesia, Paradoks Prabowo: Kemana Arah Ekonomi-Politik Bangsa?” yang berlokasi di Sekretariat PB PMII, Jl. Salemba Tengah, Jakarta Pusat pada Jum’at, 12 Juni 2026. Acara yang dibuka dengan pembacaan Puisi oleh dua orang KOPRI PMII Ciputat terselenggara atas kolaborasi lintas lembaga, […]

  • Fatherless: Ayah Hilang di Neraca

    Fatherless: Ayah Hilang di Neraca

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Di banyak keluarga Indonesia, ayah itu ibarat “aset tetap”. Kalau ada, sering tidak disadari nilainya. Kalau tidak ada, barulah neraca keuangan keluarga terasa jomplang. Fenomena fatherless, baik ayah pergi secara fisik, emosional, maupun spiritual, bukan cuma soal anak kehilangan figur panutan, tetapi juga soal neraca keluarga yang tiba-tiba timpang sebelah. Dalam bahasa akuntansi NU: ini […]

  • Warga Dufa-Dufa Boikot Jalan, Desak KM Queen Mary Kembali Berlabuh di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II

    Warga Dufa-Dufa Boikot Jalan, Desak KM Queen Mary Kembali Berlabuh di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Asril R Mahmud
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Ternate – Menjelang bulan suci Ramadan, warga Kelurahan Dufa-Dufa menggelar aksi pemboikotan akses jalan utama, Kamis 26 Februari 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap polemik perubahan rute dan lokasi sandar kapal di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II. Aksi berlangsung dengan pemblokiran sejumlah ruas jalan utama di wilayah Dufa-Dufa. Massa aksi menuntut agar KM […]

  • Dosa karena Sombong Sulit Diampuni, KH. Muhyidin Zeni Ungkap Perbedaannya Play Button

    Dosa karena Sombong Sulit Diampuni, KH. Muhyidin Zeni Ungkap Perbedaannya

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 260
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Muhyidin Zeni, menegaskan bahwa dosa yang bersumber dari kesombongan memiliki dampak spiritual yang jauh lebih berbahaya dibanding dosa yang lahir dari dorongan syahwat. Hal ini disampaikan dalam pengajian rutin yang tayang di Nutizen TV, yang disadur dari Kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yang berisi […]

expand_less