Satu Liter Bensin
- account_circle Fadhil Hadju
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 79
- print Cetak

lustrasi suasana depot bensin eceran di Kota Gorontalo, menggambarkan kepedulian sederhana di tengah himpitan hidup dan kondisi ekonomi masyarakat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Setidaknya aku sudah melepaskan tekanan batin yang terus menggoda dari kemarin. Moral yang lahir dari berbagai buku yang kubaca ini harus kujaga. Aku tidak bisa membohongi diri bahwa aku tidak peduli. Memang benar yang beredar di internet. Warga memang harus bantu warga. Harapan terhadap pemerintah untuk memedulikan hal kecil begini mustahil. Mereka sibuk mengurusi hal-hal besar. Peperangan antar negara, Kelangkaan BBM, Pengangguran yang makin banyak, dan banyak masalah sosial-ekonomi lagi yang mereka perlu urus. Biarlah kami saling peduli.
“Setidaknya, biar ada tabungan kecil pahala untuk dibawa nanti diakhirat dengan hal-hal sepele seperti ini,” gumamku dalam batin.
Motor melesat di atas aspal. Aku berangkat ke kantor tanpa beban batin lagi, dan berharap agar Aba Busi bisa sehat kembali dan beraktifitas seperti biasa.
Kota Gorontalo, Mei 2026.
- Penulis: Fadhil Hadju

Saat ini belum ada komentar