Breaking News
light_mode
Trending Tags

Satu Liter Bensin

  • account_circle Fadhil Hadju
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 248
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Maaf. Aku tidak tahu kalau dia jadi begitu karena kena stroke,” gumamku pelan.

“Terus, ada apa dengan Aba Busi?” tanyanya dengan nada serius.

“Oh iya. Aku hampir lupa soal yang itu. Begini ceritanya. Tadi aku mau isi bensin. karena dekat dengan rumah, jadi aku singgah beli di situ. Tapi tiba-tiba Aba Busi bertanya ke aku. ‘Bukan kamu yang tidak bayar bensin tadi?’ begitu dia bilang. Lantas aku kaget. Kok, Aku yang dituduh begitu. Padahal ini kali pertama aku mengisi bensin di tempatnya itu,”

“Terus kamu bilang apa?” tanyanya sembari kembali pada kerjaannya. Jarinya kembali menari di atas keyboard.

“Tentu saja aku bilang kalau aku baru sampai di depotnya. Terus aku bilang kalua rumah kita dekat dengan depotnya jualan, dan aku juga adalah suamimu. Untungnya  ia langsung mengenalimu. Terus dia bilang, tadi ada yang isi bensin di depot, tapi saat ia masuk ke warung, mengambil uang kembalian pria itu sudah hilang. Pergi tanpa membayar,” nada suaraku memelan diakhir cerita itu. Aku duduk merunduk di pinggiran kasur yang menenggelamkan bokong. Keheningan menjeda kami.

“Ya Allah. Kasihan Aba Busi. Siapa orang yang tega melakukan hal itu,” suaranya sedikit gemetar. Ada rasa bersalah yang menghantam dalam hatiku. Mengapa tidak memberikannya uang dua belas ribu, ongkos kerugian seliter bensin, gumamku dalam batin.

***

“Aba Busi itu tinggal bersama anak dan cucunya,” tutur ibu mertua mengisahkan hidup pria itu.

“Waktu muda dulu, ia sangat baik dengan orang-orang. Tanpa pamrih ia membantu yang kesulitan. Beberapa kali ia membantu ketika Papanya Putri panen padi. Dia pasti ikut turun ke sawah bersama para buruh tani yang kami sewa,” sambungnya mengenang masa lalu.

“Sayang Papanya Putri sudah meninggal. Sawah juga sudah tiada. Kalau masih hidup pasti mereka akan saling bantu. Sebab mereka itu adalah keluarga, sepupuan. Apalagi melihat kondisi Aba Busi sekarang. Memperihatinkan,” suaranya lirih.

“Satu-satunya yang ia bisa kerjakan sekarang yaitu jaga depot bensin eceran. Keluarganya memodali semua peralatannya,”

  • Penulis: Fadhil Hadju

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Gedung IP-DDI, PMII Maros Tetapkan Alif Al Isra sebagai Ketua Umum

    Dari Gedung IP-DDI, PMII Maros Tetapkan Alif Al Isra sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Maros sukses digelar di Gedung IP-DDI Maros, Sabtu, 25 Januari 2026. Forum tertinggi organisasi di tingkat cabang ini berlangsung khidmat, dinamis, dan penuh semangat kaderisasi. Dalam forum tersebut, M. Alif Al Isra resmi terpilih sebagai Ketua Umum PMII Cabang Maros periode 2026–2027, […]

  • Madarudin Lapandewa Dianiaya, Pembina CLS-Yogyakarta, Haris: Ini Negara Demokrasi Berdasarkan Hukum

    Madarudin Lapandewa Dianiaya, Pembina CLS-Yogyakarta, Haris: Ini Negara Demokrasi Berdasarkan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Salah satu anggota Constitutional Law Studies (CLS) Yogyakarta, Madarudin Lapandewa (Dewa) mengalami tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Pj. Kepala Desa Ilath, Lutfi Masbait, Sekretaris Desa, Anwar Solisa, Ketua Pemuda Mulmam Wailusu, dan Babinsa Darman Wabula. Diketahui, penganiayaan berawal pada saat Dewa bersama beberapa temannya memberikan semangat terhadap peserta lomba puisi. Perlombaan baca puisi digelar […]

  • Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Refleksi Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Oleh : Pepi Al-Bayqunie (Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Di Indonesia, demokrasi kerap tampil meriah hanya saat pemilu. Angka, statistik, dan pesta politik menjadi hal yang paling mencolok. Namun, setelah hiruk pikuk itu usai, demokrasi sering kembali sepi. Ia menyusut menjadi prosedur […]

  • Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui

    Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 391
    • 2Komentar

    Namun hubungan sosial tidak selalu bergerak mengikuti logika pembangunan fisik. Jalan bisa diperlebar, tetapi kedekatan antar manusia tidak otomatis ikut melebar. Justru dalam banyak kasus, percepatan hidup modern membuat interaksi sosial semakin tipis. Mudik, yang dahulu identik dengan tinggal berhari-hari di kampung, kini sering berubah menjadi kunjungan singkat. Orang datang, bersalaman, makan bersama, lalu segera […]

  • Komisi V DPR Soroti Kelaikudaraan Pesawat IAT yang Hilang Kontak di Maros

    Komisi V DPR Soroti Kelaikudaraan Pesawat IAT yang Hilang Kontak di Maros

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 242
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi V DPR RI menyoroti hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Sorotan tersebut terutama berkaitan dengan pengawasan kelaikudaraan pesawat, khususnya armada yang telah beroperasi dalam jangka waktu panjang. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, meminta Kementerian Perhubungan […]

  • (Korupsi) Bisnis Paling Rasional

    (Korupsi) Bisnis Paling Rasional

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Di negeri ini, senjata api diawasi ketat. Mau punya pistol saja izinnya panjang, bisa lebih panjang dari antrean sembako. Tapi laporan keuangan? Bebas berkeliaran, rapi, wangi, dan sering dielu-elukan, padahal isinya bisa bikin rakyat miskin seumur hidup. Gus Dur mungkin akan bilang, “Senjata itu membunuh orang. Laporan keuangan bisa membunuh akal sehat.” Korupsi pejabat publik […]

expand_less