Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketua JALAN: Jangan Reduksi Tugas Negara dengan Label “Jenderal Baliho”

  • account_circle Risman Lutfi
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 277
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com – Ketua Jaringan Aktivis Lintas Agama Nusantara (JALAN), Panji Sukma Nugraha, menilai penyebutan “jenderal baliho” kepada Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman merupakan narasi yang tidak proporsional karena mengabaikan konteks sejarah dan tanggung jawab institusional negara.

Panji mengatakan, polemik tersebut harus dibaca secara utuh. Menurutnya, ketika Dudung Abdurachman menjabat sebagai Pangdam Jaya, langkah penertiban baliho dan spanduk dilakukan dalam kerangka pelaksanaan tugas negara untuk menjaga ketertiban umum dan menegakkan keputusan pemerintah yang berlaku saat itu.

“Karena itu, tidak tepat jika tindakan yang lahir dari tanggung jawab jabatan kemudian direduksi menjadi label yang bernada merendahkan,” Ucap Panji.

Menurut Panji, kritik dalam negara demokrasi tentu sah. Namun kritik tetap harus berpijak pada fakta, proporsi, dan konteks yang benar agar ruang publik tidak berubah menjadi arena saling merendahkan.

Sebagai Ketua JALAN, Panji juga mengingatkan bahwa tokoh agama, apa pun agama dan latar belakangnya, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keteduhan kehidupan publik.

“Tokoh agama semestinya menghadirkan kesejukan, bukan memperkeruh suasana. Narasi yang menyerang personal dan merendahkan martabat orang lain tidak memberi teladan yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Panji menilai, sebagai tokoh yang memiliki pengaruh besar di ruang publik, ucapan Habib Rizieq seharusnya lebih mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan.

“Habib Rizieq adalah tokoh dan ulama. Justru karena posisinya itu, saya menilai penyebutan seperti ‘jenderal baliho’ menjadi kurang tepat dan kurang pantas disampaikan ke ruang publik,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia saat ini membutuhkan kedewasaan dalam menyampaikan kritik, kebijaksanaan dalam merespons perbedaan, serta tanggung jawab bersama untuk menjaga suasana kebangsaan tetap teduh.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar. Tetapi penghormatan terhadap pengabdian seseorang kepada negara juga harus tetap dijaga,” Ungkapnya.

Panji menegaskan, Dudung Abdurachman saat itu menjalankan kewenangan institusional yang melekat pada jabatannya, bukan bertindak atas dasar kepentingan pribadi.

“Bangsa ini tidak membutuhkan polemik yang terus dipelihara. Yang kita butuhkan hari ini adalah persatuan, ruang dialog yang sehat, dan tanggung jawab bersama menjaga Indonesia tetap teduh,” tutup Panji.

  • Penulis: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen Penuh Makna! Doa Bado Ketupat Jadi Pembuka Tradisi Lebaran Ketupat di Gorontalo

    Momen Penuh Makna! Doa Bado Ketupat Jadi Pembuka Tradisi Lebaran Ketupat di Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 409
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tradisi Lebaran Ketupat di kawasan Kampung Jawa, Kabupaten Gorontalo, resmi dimulai dengan pelaksanaan doa Bado Ketupat yang berlangsung khidmat di Masjid Al Muttaqin, Sabtu (28/03/2026). Prosesi religius ini dihadiri langsung oleh Sofyan Puhi, didampingi Tonny S. Junus serta Sugondo Makmur. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi yang […]

  • LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 141
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PWNU Provinsi Gorontalo menginstruksikan kepada seluruh badan dan lembaga Nahdlatul Ulama di tingkat provinsi untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri oleh jajaran pengurus LPNU serta sejumlah badan otonom (Banom) dan lembaga NU lainnya, […]

  • Gagal Membawa Emas, Belanda Meninggalkan Misteri (4)

    Gagal Membawa Emas, Belanda Meninggalkan Misteri (4)

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Banyak orang mengetahui cerita tentang rumah peninggalan Belanda di Huludu Ayumolingo. Namun, hanya segelintir yang mengaku pernah berdiri di depannya. Tidak ada penunjuk jalan, tidak ada koordinat pasti, bahkan masyarakat setempat pun tidak berani menjamin dapat menemukannya kembali. Anehnya, rumah itu justru lebih sering ditemukan oleh mereka yang tidak sedang mencarinya.  Mari kita simak lanjutan […]

  • Status Lolos Dianulir, DPR Murka: Polemik Talent Scouting Universitas Indonesia Diprotes Publik

    Status Lolos Dianulir, DPR Murka: Polemik Talent Scouting Universitas Indonesia Diprotes Publik

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Polemik pengumuman penerimaan mahasiswa baru jalur Talent Scouting di Universitas Indonesia memicu kemarahan publik sekaligus sorotan tajam dari parlemen. Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan kekecewaan mendalam setelah sejumlah calon mahasiswa yang semula dinyatakan lolos, tiba-tiba dianulir statusnya hanya dalam hitungan jam. Insiden bermula dari pengumuman hasil seleksi yang dirilis […]

  • Dinas PPPA Provinsi Gorontalo Dipertahankan di Tengah Wacana Peleburan

    Dinas PPPA Provinsi Gorontalo Dipertahankan di Tengah Wacana Peleburan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan pentingnya mempertahankan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sebagai lembaga mandiri, menyusul wacana peleburan dengan Dinas Sosial. Penegasan ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan FGD percepatan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kantor Dinas PPPA Provinsi Gorontalo, Selasa (1/6/2025). Dalam sambutannya, Wagub Idah […]

  • Antara Opini WTP dan Realitas Publik: Menguji Makna Akuntabilitas Negara

    Antara Opini WTP dan Realitas Publik: Menguji Makna Akuntabilitas Negara

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Nuruma banyal
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Selama hampir satu dekade terakhir, pemerintah Indonesia konsisten meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Capaian ini sering dijadikan simbol keberhasilan pengelolaan keuangan negara. Ketepatan waktu penyampaian laporan pun semakin memperkuat kesan bahwa akuntabilitas fiskal berjalan dengan baik. Namun, di balik capaian tersebut, berbagai kritik terhadap kebijakan anggaran tetap bermunculan—mulai dari […]

expand_less