Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Negara Untung di Atas Kertas, Rakyat Rugi di Kehidupan Nyata?

  • account_circle M. Ja'far Ali Reza
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 361
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap tahun, laporan keuangan pemerintah disajikan dengan rapi. Angka-angka tersusun sistematis, realisasi anggaran tercatat dengan detail, dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kembali diraih dari Badan Pemeriksa Keuangan. Dari sudut pandang administratif, ini adalah gambaran ideal dari tata kelola keuangan negara yang tertib dan profesional. Tidak sedikit yang menjadikan capaian ini sebagai bukti bahwa sistem pengelolaan keuangan negara sudah berjalan dengan baik.

Namun, pertanyaan yang jarang benar-benar dijawab adalah: untuk siapa kerapian itu?
Sebab di luar dokumen resmi, realitas publik tidak selalu mencerminkan optimisme yang sama. Ketimpangan layanan masih terasa, bantuan sosial belum sepenuhnya tepat sasaran, dan pembangunan yang masif belum selalu diikuti oleh pemerataan manfaat. Di titik ini, akuntansi pemerintahan menghadapi ujian yang lebih serius—bukan soal kepatuhan, tetapi soal relevansi terhadap kehidupan masyarakat. Masalahnya bukan karena negara tidak bekerja, melainkan karena cara kita menilai “keberhasilan” terlalu sempit. Selama laporan sesuai standar dan anggaran terserap, maka sistem dianggap berjalan baik. Padahal, kepatuhan administratif tidak otomatis menghasilkan keadilan sosial. Ada perbedaan mendasar antara “tercatat dengan benar” dan “berdampak secara nyata”.

Temuan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan bahwa persoalan ini bukan sekadar asumsi. Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan, terungkap bahwa penyaluran bantuan sosial seperti PKH, BPNT, dan BST masih menghadapi masalah ketepatan sasaran, dengan nilai mencapai sekitar Rp6,93 triliun pada tahun 2021. Dalam beberapa kasus, bantuan bahkan tercatat masih diterima oleh individu yang sudah meninggal, terdapat data ganda, hingga penerima yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria.

Kondisi ini tidak berdiri sendiri. Ombudsman Republik Indonesia juga menilai ketidaktepatan penyaluran bansos tersebut sebagai bentuk maladministrasi. Akar persoalannya terletak pada lemahnya validasi data serta sistem distribusi yang belum berjalan optimal. Dengan kata lain, persoalan ini bukan hanya soal teknis di lapangan, tetapi mencerminkan kelemahan yang lebih mendasar dalam tata kelola program itu sendiri.

Ironisnya, dalam kerangka pelaporan keuangan, kondisi seperti ini tidak selalu tercermin sebagai kegagalan. Program tetap dilaporkan berjalan, realisasi anggaran tetap tinggi, dan indikator administratif tetap terpenuhi. Dengan kata lain, sistem tetap terlihat “berhasil”, meskipun hasilnya di lapangan masih dipertanyakan. Di sinilah muncul apa yang dapat disebut sebagai paradoks akuntansi pemerintahan: laporan menunjukkan keberhasilan, tetapi realitas belum sepenuhnya mengonfirmasi hal tersebut.

Fenomena percepatan belanja di akhir tahun anggaran juga memperkuat gambaran ini. Tidak sedikit instansi yang berupaya menghabiskan anggaran dalam waktu singkat agar tingkat penyerapan terlihat optimal. Dalam praktiknya, kondisi ini sering berdampak pada kualitas belanja. Pengadaan dilakukan secara terburu-buru, perencanaan menjadi kurang matang, dan hasilnya tidak selalu memberikan manfaat maksimal. Dalam konteks ini, angka penyerapan justru menjadi tujuan, bukan alat untuk mencapai tujuan.

  • Penulis: M. Ja'far Ali Reza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Defisit di Bawah 3 Persen, Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Pemerintah Hadapi Kenaikan Energi

    Jaga Defisit di Bawah 3 Persen, Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Pemerintah Hadapi Kenaikan Energi

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 528
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah terus memperkuat ketahanan fiskal nasional di tengah tekanan global, terutama kenaikan harga energi. Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/03/2026). Dalam keterangannya, Airlangga menyebut Presiden menekankan pentingnya menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali […]

  • Premanisme Jalanan Terungkap, Polres Maros Ringkus Pelaku Pembusuran Viral

    Premanisme Jalanan Terungkap, Polres Maros Ringkus Pelaku Pembusuran Viral

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Aksi premanisme jalanan yang meresahkan warga dan sempat viral di media sosial akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros bergerak cepat dan berhasil meringkus tiga pelaku pembusuran dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Carangki, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam. Mirisnya, ketiga […]

  • Gusnar dan Dubes Australia Tanam Jagung Metode SALT

    Gusnar dan Dubes Australia Tanam Jagung Metode SALT

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Duta Besar Australia Mr. Rod Brazier melakukan penanaman jagung untuk program Direct Aid Project (DAP) di Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (22/10/2025). Penanaman jagung dilaksanakan di kebun percontohan penerapan metode Sloping Agricultural Land Technique (SALT) atau teknik pertanian di lahan miring. Program DAP adalah hibah dari pemerintah Australia […]

  • 88 Persen Jemaah Haji Sulsel sudah Lunasi Biaya Bipih

    88 Persen Jemaah Haji Sulsel sudah Lunasi Biaya Bipih

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) jemaah haji reguler tahap I sudah ditutup Jumat, (14/3) pukul 16.00 Wita. Pelunasan tahap I ini sudah dibuka sejak tanggal 14 Februari hingga 14 Maret 2025. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel H. Ikbal Ismail menginformasikan bahwa jemaah haji Sulawesi Selatan yang sudah melunasi […]

  • Sa’ad bin Abi Waqqas: Sang Perintis Islam di Negeri China (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #20)

    Sa’ad bin Abi Waqqas: Sang Perintis Islam di Negeri China (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #20)

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Sa’ad bin Abi Waqqas adalah salah satu sahabat besar Nabi Muhammad yang memiliki peran penting dalam sejarah Islam. Nama lengkapnya adalah Sa’ad bin Malik bin Uhaib az-Zuhri dari kabilah Quraisy. Ia dikenal sebagai salah satu sahabat yang masuk Islam pada masa-masa awal dakwah di Makkah. Menurut banyak riwayat, Sa’ad memeluk Islam ketika usianya masih sangat […]

  • Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Polri Merespons Kritik Publik soal Kasus Korban Penjambretan

    Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Polri Merespons Kritik Publik soal Kasus Korban Penjambretan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gelombang kritik publik terhadap penanganan kasus hukum yang menjerat Hogi Minaya, seorang suami korban penjambretan, akhirnya berujung pada keputusan tegas dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto resmi dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil menyusul polemik penetapan status tersangka terhadap Hogi Minaya, yang justru diproses hukum setelah berusaha […]

expand_less