Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Negara Untung di Atas Kertas, Rakyat Rugi di Kehidupan Nyata?

  • account_circle M. Ja'far Ali Reza
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 362
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam konteks infrastruktur, pola yang sama juga muncul. Banyak proyek berhasil diselesaikan dan dicatat sebagai aset negara. Namun, tidak semuanya langsung memberikan dampak nyata. Ada fasilitas publik yang kurang dimanfaatkan karena tidak sesuai kebutuhan masyarakat, atau infrastruktur yang belum terhubung dengan aktivitas ekonomi secara optimal. Dalam laporan keuangan, proyek tersebut tetap tercatat sebagai capaian. Tetapi bagi masyarakat, manfaatnya belum tentu terasa.

Kondisi ini menunjukkan adanya jurang antara representasi dan realitas. Akuntansi merepresentasikan keberhasilan melalui angka, sementara masyarakat menilai melalui pengalaman. Ketika keduanya tidak sejalan, maka yang muncul bukan sekadar perbedaan persepsi, tetapi potensi hilangnya kepercayaan terhadap sistem. Dalam jangka panjang, ini bisa menjadi persoalan serius, karena kepercayaan publik merupakan fondasi penting dalam tata kelola pemerintahan.

Dalam konteks ini, opini WTP seharusnya tidak dipahami sebagai akhir dari proses akuntabilitas, melainkan sebagai titik awal untuk evaluasi yang lebih dalam. Apakah laporan yang “wajar” juga berarti kebijakan yang “berdampak”? Jika tidak, maka kita berisiko terjebak dalam ilusi tata kelola yang terlihat baik, tetapi belum sepenuhnya bekerja.

Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbaiki prosedur. Yang dibutuhkan adalah perubahan cara pandang. Akuntabilitas harus bergeser dari sekadar kepatuhan menuju tanggung jawab atas hasil. Artinya, ukuran keberhasilan tidak lagi berhenti pada laporan yang rapi, tetapi pada perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Pendekatan penganggaran berbasis kinerja sebenarnya sudah mengarah ke sana, tetapi implementasinya masih perlu diperkuat agar tidak berhenti pada formalitas.

Di sisi lain, transparansi juga perlu dimaknai ulang. Membuka data saja tidak cukup jika masyarakat tidak mampu memahaminya. Laporan keuangan harus bisa menjadi alat komunikasi publik, bukan sekadar dokumen administratif. Dengan begitu, masyarakat dapat ikut menilai apakah anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan mereka.

Pada akhirnya, persoalan ini bukan tentang angka yang salah, tetapi tentang makna yang hilang. Negara bisa saja “untung” dalam laporan—dalam arti memenuhi seluruh indikator administratif—tetapi jika masyarakat belum merasakan manfaatnya, maka keberhasilan tersebut patut dipertanyakan. Jika tidak, maka pertanyaan dalam judul tulisan ini akan terus relevan: apakah negara benar-benar untung, atau kita hanya sedang menyusun cerita yang terlihat baik di atas kertas?

Penulis: Mahasiswa Akuntasi UNUSIA Jakarta Semester 4

  • Penulis: M. Ja'far Ali Reza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Data Valid Landasan Kebijakan Program HIV/AIDS

    Data Valid Landasan Kebijakan Program HIV/AIDS

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa secara resmi membuka kegiatan Pertemuan Validasi Data Penemuan dan Pengobatan HIV/AIDS serta Penelusuran ODHIV Hilang Semester I Tahun 2025 yang digelar oleh Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Gorontalo di Yulia Hotel Kota Gorontalo. Kadinkes Anang menegaskan bahwa pertemuan ini sangat strategis dalam mendukung roadmap nasional menuju Ending AIDS […]

  • NU dan PR Kesenjangan Kultur dan Struktur (Bagian 1)

    NU dan PR Kesenjangan Kultur dan Struktur (Bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    Dalam banyak kasus, nahdliyyin kultural justru menunjukkan keikhlasan yang sangat kuat dalam menjaga tradisi NU. Hal ini karena keterlibatan mereka tidak terikat oleh masa khidmat kepengurusan dan tidak pula didorong oleh target-target pribadi tertentu. Mereka ber-NU karena kecintaan terhadap tradisi dan nilai yang diwariskan oleh para ulama. Namun di sinilah muncul persoalan. Banyak nahdliyyin kultural […]

  • Alumni Lemhannas Berperan Starategis Kuatkan Wawasan Kebangsaan

    Alumni Lemhannas Berperan Starategis Kuatkan Wawasan Kebangsaan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan harapannya agar Ikatan Alumni (IKAL) Lemhannas Republik Indonesia Provinsi Gorontalo dapat menjadi contoh organisasi strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKAL Lemhannas Provinsi Gorontalo periode 2025–2030, Rabu (2/7/2025), Idah menekankan bahwa IKAL memiliki posisi penting […]

  • Tiga Kecamatan di Boalemo Terima Paket Bantuan Pangan Pemprov Gorontalo

    Tiga Kecamatan di Boalemo Terima Paket Bantuan Pangan Pemprov Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan bantuan sosial. Kali ini, giliran tiga kecamatan di Kabupaten Boalemo yang menjadi titik penyaluran bantuan pada Selasa (1/7/2025), yakni Kecamatan Tilamuta, Botumoito, dan Mananggu. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, turun langsung menyalurkan berbagai jenis bantuan, mulai dari Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G), […]

  • Perda Data Desa Presisi: Langkah Strategis Pohuwato Tinggalkan Kebijakan Berbasis Asumsi photo_camera 7

    Perda Data Desa Presisi: Langkah Strategis Pohuwato Tinggalkan Kebijakan Berbasis Asumsi

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 349
    • 0Komentar

    nulondalo.com – DPRD Kabupaten Pohuwato bersama Pemerintah Daerah secara resmi mengesahkan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berbasis Data Desa dan Kelurahan Presisi dalam Rapat Paripurna ke-29 DPRD Kabupaten Pohuwato. Perda ini diproyeksikan menjadi fondasi baru tata kelola pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran, terukur, dan terintegrasi hingga level desa dan kelurahan. Abdullah K. Diko, […]

  • Sinergi PBNU–Polri dari Pusat hingga Daerah, Polda Gorontalo Jadi Tuan Rumah Hari Santri Nasional 2026

    Sinergi PBNU–Polri dari Pusat hingga Daerah, Polda Gorontalo Jadi Tuan Rumah Hari Santri Nasional 2026

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Langkah tersebut sejalan dengan Commander’s Wish Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yang menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui pelayanan, keterbukaan, dan kemitraan. Polda Gorontalo menerjemahkan semangat tersebut dengan membuka ruang kolaborasi bersama ulama, santri, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan. Kapolda Gorontalo Irjen Pol Nurworo Danang menegaskan bahwa kepolisian merupakan bagian yang tidak terpisahkan […]

expand_less