Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Negara Untung di Atas Kertas, Rakyat Rugi di Kehidupan Nyata?

  • account_circle M. Ja'far Ali Reza
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 302
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam konteks infrastruktur, pola yang sama juga muncul. Banyak proyek berhasil diselesaikan dan dicatat sebagai aset negara. Namun, tidak semuanya langsung memberikan dampak nyata. Ada fasilitas publik yang kurang dimanfaatkan karena tidak sesuai kebutuhan masyarakat, atau infrastruktur yang belum terhubung dengan aktivitas ekonomi secara optimal. Dalam laporan keuangan, proyek tersebut tetap tercatat sebagai capaian. Tetapi bagi masyarakat, manfaatnya belum tentu terasa.

Kondisi ini menunjukkan adanya jurang antara representasi dan realitas. Akuntansi merepresentasikan keberhasilan melalui angka, sementara masyarakat menilai melalui pengalaman. Ketika keduanya tidak sejalan, maka yang muncul bukan sekadar perbedaan persepsi, tetapi potensi hilangnya kepercayaan terhadap sistem. Dalam jangka panjang, ini bisa menjadi persoalan serius, karena kepercayaan publik merupakan fondasi penting dalam tata kelola pemerintahan.

Dalam konteks ini, opini WTP seharusnya tidak dipahami sebagai akhir dari proses akuntabilitas, melainkan sebagai titik awal untuk evaluasi yang lebih dalam. Apakah laporan yang “wajar” juga berarti kebijakan yang “berdampak”? Jika tidak, maka kita berisiko terjebak dalam ilusi tata kelola yang terlihat baik, tetapi belum sepenuhnya bekerja.

Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbaiki prosedur. Yang dibutuhkan adalah perubahan cara pandang. Akuntabilitas harus bergeser dari sekadar kepatuhan menuju tanggung jawab atas hasil. Artinya, ukuran keberhasilan tidak lagi berhenti pada laporan yang rapi, tetapi pada perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Pendekatan penganggaran berbasis kinerja sebenarnya sudah mengarah ke sana, tetapi implementasinya masih perlu diperkuat agar tidak berhenti pada formalitas.

Di sisi lain, transparansi juga perlu dimaknai ulang. Membuka data saja tidak cukup jika masyarakat tidak mampu memahaminya. Laporan keuangan harus bisa menjadi alat komunikasi publik, bukan sekadar dokumen administratif. Dengan begitu, masyarakat dapat ikut menilai apakah anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan mereka.

Pada akhirnya, persoalan ini bukan tentang angka yang salah, tetapi tentang makna yang hilang. Negara bisa saja “untung” dalam laporan—dalam arti memenuhi seluruh indikator administratif—tetapi jika masyarakat belum merasakan manfaatnya, maka keberhasilan tersebut patut dipertanyakan. Jika tidak, maka pertanyaan dalam judul tulisan ini akan terus relevan: apakah negara benar-benar untung, atau kita hanya sedang menyusun cerita yang terlihat baik di atas kertas?

Penulis: Mahasiswa Akuntasi UNUSIA Jakarta Semester 4

  • Penulis: M. Ja'far Ali Reza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transparansi APBN di Era Digital: Menyeimbangkan Keterbukaan Data dan Literasi Publik

    Transparansi APBN di Era Digital: Menyeimbangkan Keterbukaan Data dan Literasi Publik

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Isla Aulia'i Wasi Suhada
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Selain itu, kolaborasi lintas sektor patut ditingkatkan. Lembaga seperti Indonesia Corruption Watch (ICW) dan media independen dapat menjadi mitra dalam memproduksi konten edukatif, sementara perusahaan teknologi membantu mengembangkan AI sederhana untuk menjawab pertanyaan publik tentang APBN. Pengalaman negara seperti Estonia, yang sukses dengan e-governance transparan berkat literasi digital tinggi, bisa menjadi inspirasi. Di Indonesia, langkah […]

  • Premanisme Jalanan Terungkap, Polres Maros Ringkus Pelaku Pembusuran Viral

    Premanisme Jalanan Terungkap, Polres Maros Ringkus Pelaku Pembusuran Viral

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Aksi premanisme jalanan yang meresahkan warga dan sempat viral di media sosial akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros bergerak cepat dan berhasil meringkus tiga pelaku pembusuran dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Carangki, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam. Mirisnya, ketiga […]

  • Tamim al-Dari dan Lampu Pertama di Masjid Madinah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #22)

    Tamim al-Dari dan Lampu Pertama di Masjid Madinah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #22)

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Pada masa awal Islam, Masjid Nabawi belum memiliki penerangan pada malam hari. Jika malam tiba, masjid menjadi gelap. Orang-orang yang ingin beribadah setelah Isya harus melakukannya dalam cahaya yang sangat terbatas. Kondisi ini berbeda dengan beberapa tempat ibadah di wilayah Syam yang telah menggunakan lampu minyak untuk penerangan malam. Tamim al-Dari melihat keadaan itu. Ia kemudian […]

  • Puan Maharani Hormati Putusan MK: DPR Siap Tindak Lanjuti Pilkada Tetap Dipilih Langsung

    Puan Maharani Hormati Putusan MK: DPR Siap Tindak Lanjuti Pilkada Tetap Dipilih Langsung

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan kepala daerah tetap dipilih secara langsung oleh rakyat. DPR, kata Puan, akan menindaklanjuti putusan tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan lembaganya menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan mekanisme pemilihan kepala […]

  • Dari Laporan ke Tindakan: A. Abbas dan A. Rudi Buktikan Pelayanan Tanpa Basa-Basi

    Dari Laporan ke Tindakan: A. Abbas dan A. Rudi Buktikan Pelayanan Tanpa Basa-Basi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keluhan warga Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, terkait padamnya lampu penerangan jalan akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Perhubungan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, H.A. Maskur Abbas, SE,.M.Si., bersama Camat Maros Baru, A. Rudi, S.IP, M.M, menunjukkan respons sigap dengan langsung melakukan penggantian lima […]

  • Aktivisme atau fanatisme sebagai Marabahaya Monopoli Sejarah

    Aktivisme atau fanatisme sebagai Marabahaya Monopoli Sejarah

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Setiap zaman memiliki aktivisnya sendiri. Namun dalam ruang publik Indonesia, sering muncul kecenderungan untuk menempatkan aktivisme seolah-olah identik dengan generasi atau figur tertentu, terutama mereka yang terlibat dalam Reformasi 1998. Nama-nama itu terus dihadirkan sebagai simbol perubahan, sementara pengalaman generasi setelahnya sering dipandang kurang otentik, kurang heroik, atau bahkan dianggap tidak memiliki legitimasi historis yang […]

expand_less