Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 382
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada satu kebiasaan intelektual yang menarik dari Abdurrahman Wahid ketika membaca peristiwa politik. Ia tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu hanya dari apa yang tampak di permukaan. Dalam tulisannya “Iran yang Tidak Saya Lihat”, Gus Dur justru memulai dari sebuah pengakuan yang sederhana: ia tidak berada di Iran, tidak menyaksikan langsung gejolak yang sedang berlangsung di sana. Tetapi dari jarak itulah ia mencoba meraba bagaimana kekuasaan bekerja.

Cara membaca seperti ini cenderung sosiologis dengan melihat fenomena politik tidak dipersempit hanya wilayah kontestasi dan kekuasaan, namun politik sebagai gejala sosial yang lebih luas. Kekuasaan tidak berdiri sendirian. Ia tumbuh dari jaringan relasi: agama, intelektual, kelas sosial, organisasi, hingga imajinasi kolektif masyarakat tentang masa depan mereka.

Revolusi Iran kerap digambarkan secara sederhana sebagai kemenangan kaum ulama di bawah kepemimpinan Ruhollah Khomeini. Gambaran itu tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak cukup menjelaskan kenyataan. Di balik revolusi tersebut terdapat banyak arus yang saling bertemu. Ada ulama, intelektual Muslim, aktivis mahasiswa, kelompok kiri, hingga kelas menengah kota yang mulai resah dengan arah modernisasi yang dijalankan rezim Mohammad Reza Pahlavi.

Modernisasi pada masa Shah memang membawa pembangunan, tetapi juga melahirkan jarak sosial yang semakin lebar. Kekayaan terkonsentrasi di pusat-pusat kota, sementara sebagian masyarakat merasa kehilangan ruang dalam kehidupan politik. Di tengah situasi seperti itu, agama menjadi bahasa yang mudah dipahami bersama. Ia memberi kerangka moral untuk mengekspresikan kemarahan sosial.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M. Thomas Mopili, menemui aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Bundaran Tugu Saronde, Senin (1/9/2025). Mahasiswa UNG yang tergabung dalam Aliansi Merah Maron menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, DPRD, […]

  • Akibat Jalan Loloda Utara Rusak: Mobil Anggota DPRD Malut, Nazlatan Terjadi Kecelakaan

    Akibat Jalan Loloda Utara Rusak: Mobil Anggota DPRD Malut, Nazlatan Terjadi Kecelakaan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Jalan rusak wilayah loloda Utara mengakibatkan mobil yang tumpangi Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan ukhra Kasuba mengalami kecelakaan. Diketahui, Kecelakaan tersebut terjadi Desa Supu, kecamatan Loloda Utara, Maluku Utara, pada tanggal 30 November 2025, pukul 16.25 WIT, namun saat ini mobil telah berhasil di evakuasi pada 18.07 WIT. Dari kejadian ini, terlihat […]

  • Inilah Komoditas Gorontalo yang Diekspor Melalui Daerah Lain

    Inilah Komoditas Gorontalo yang Diekspor Melalui Daerah Lain

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Ada yang menarik dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo terkait ekspor sejumlah komoditas asal daerah ini. Dwi Alwi Astuti Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo menyebut sebagian komoditas yang berasal dari Provinsi Gorontalo diekspor melalui pelabuhan/bandara di provinsi lain. Komoditas tersebut adalah kelompok komoditas Ikan dan Udang/Kepiting (HS 03) senilai US$58.762 diekspor melalui Bandara […]

  • Tokoh Lintas Agama Rumuskan 9 Poin ‘Risalah Jagat’ Serukan Taubat Ekologis

    Tokoh Lintas Agama Rumuskan 9 Poin ‘Risalah Jagat’ Serukan Taubat Ekologis

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 80
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – JOMBANG – Sejumlah tokoh keagamaan, akademisi, hingga aktivis lingkungan hadir sebagai pemantik diskusi dalam rangkaian sesi forum Festival Jagat, yang berlangsung 29 – 30 Agustus, merumuskan 9 point ‘Risalah Jagat’ serukan taubat ekologis. Forum yang dilaksanakan di Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak tersebut, di hadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Uskup Keuskupan Surabaya Mgr. […]

  • 945 Santri TPA-TPQ se-Kota Gorontalo Ikuti Wisuda dan Khatam Raya 2026

    945 Santri TPA-TPQ se-Kota Gorontalo Ikuti Wisuda dan Khatam Raya 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar Wisuda dan Khatam Raya santri TPA-TPQ se-Kota Gorontalo tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja, Ahad (19/4/2026) malam. Sebanyak 945 santri yang merupakan siswa kelas VI sekolah dasar dari sembilan kecamatan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Wisuda ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan para santri menuntaskan pembelajaran baca […]

  • Ramadhan Momentum Menakar Diri

    Ramadhan Momentum Menakar Diri

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Pelan namun pasti, Ramadhan terus merangkak. Ada hari yang telah terlewati. Setuju atau tidak, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menakar dan mengukur diri. Pasti ada yang bertanya-tanya, mengapa harus Ramadhan ? Bukankah ada bulan lainnya. Muharram misalnya ? Alasannya sederhana. Meski baru beberapa hari menjalani kawah candradimuka Ramadhan, kuantitas dan kualitas ibadah kita  telah terukur […]

expand_less