Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Hijau Hitam di Era Digital: Semarak Milad ke-79 HMI

  • account_circle Redaksi Nulondalo.com
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 376
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com-Makassar. Suasana Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tahun ini terasa berbeda. Meski tidak semua kader hadir secara fisik dalam perayaan, semangat kebersamaan tetap bergema di ruang-ruang digital. Status WhatsApp, unggahan Instagram, hingga cuitan di Twitter menjadi tanda bahwa kader HMI di seluruh penjuru tanah air ikut menyemarakkan momentum bersejarah ini.

Kebanggaan sebagai kader tampak nyata. Mantan Ketua Umum PB HMI, Arief Rosyid (2013-2015) misalnya, menuliskan refleksi di media sosial: “20 tahun lebih bertransformasi bersama HMI.” Ungkapan singkat itu menyisakan kesan mendalam tentang perjalanan panjang organisasi hijau hitam yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa.

Namun Milad kali ini bukan sekadar nostalgia. Ada harapan besar yang mengemuka. Secara organisasi, HMI diharapkan terus memperkuat kaderisasi agar tetap menjadi wadah pembentukan mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan berdaya saing.

Tantangan era disrupsi, digitalisasi, globalisasi, dan perubahan sosial yang cepat menuntut HMI untuk berinovasi dalam gerakan, sekaligus menjaga soliditas internal dengan mempererat persatuan antar kader dan alumni.

Harapan kebangsaan juga tak kalah penting. HMI diingatkan untuk tetap hadir dalam isu-isu strategis seperti demokrasi, lingkungan, dan keadilan sosial. Lebih jauh, organisasi ini diharapkan mampu menyiapkan kader yang siap menjadi pemimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045, dengan tetap konsisten menggabungkan semangat religius dan komitmen kebangsaan.

Sejalan dengan itu, kedekatan dengan rakyat menjadi ruh yang tak boleh hilang. Melalui bakti lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan aksi kemanusiaan, HMI ingin menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa bukan hanya di ruang diskusi, tetapi juga di tengah masyarakat.

“HMI juga diharapkan bisa menjadi jembatan generasi; ruang dialog antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah, serta inspirasi bagi anak muda bahwa organisasi mahasiswa masih relevan di era modern,” ujar Fathurahman Marzuki, kader HMI Fakultas Hukum Unhas 2013 sekaligus Koordinator GUSDURian Makassar.

Karena itu, menurut Fathurahman Marzuki, Milad ke-79 HMI bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen perjuangan, memperkuat relevansi, dan menyiapkan kader menghadapi masa depan bangsa.

“Hijau hitam bukan hanya warna, melainkan simbol semangat yang terus hidup, dari ruang kelas hingga ruang digital, dari masa lalu hingga masa depan Indonesia,” tegasnya.

Relevansi Ideologi HMI di Era Digital

Refleksi ideologis juga mengemuka dalam Milad kali ini. Saidiman Ahmad, Alumni kader HMI cabang Ciputat, menegaskan bahwa sejak awal HMI mendorong pemaknaan baru tentang keislaman. Bagi HMI, Islam tidak dipandang sebagai sesuatu yang eksklusif atau bertentangan dengan modernitas, melainkan sejalan dengan keindonesiaan dan kemajuan.

“Menjadi modern dan berislam bisa dilakukan dalam satu tarikan nafas di Indonesia. Islam bukan ancaman bagi kemodernan, melainkan pendorong kultural yang penting,” katanya, Jumat, 06 Februari 2026.

Pandangan tersebut semakin kuat bila menengok sejarah panjang HMI yang mengakar di berbagai kampus di Indonesia. Tokoh-tokoh besar seperti Nurcholish Madjid, Ahmad Wahib, Johan Effendi, dan Dawam Rahardjo pernah membuka percakapan penting tentang kompatibilitas Islam dan demokrasi.

Pada masa itu, kata Saidiman, Islam dan demokrasi sering dianggap bertolak belakang. Namun melalui gagasan para aktivis HMI, terutama sejak akhir 1960-an, pandangan tersebut mulai bergeser. Mereka menegaskan bahwa demokrasi dapat menemukan dasar yang kuat dalam ajaran Islam, sehingga dikotomi itu menjadi semakin tidak relevan.

Karena itu, program manager SMRC ini mengaku optimis bahwa dengan peran ideologis yang telah dimainkan sejak lama, HMI masih dan akan terus relevan. Bahkan, di era teknologi digital, relevansi itu semakin menguat, sebab HMI adalah salah satu organisasi massa yang dalam proses kaderisasinya secara konsisten mendorong pemikiran kritis, sekaligus membicarakan kompatibilitas antara keislaman dan kemajuan.

“Sejak awal, organisasi ini ingin menghadirkan kader yang mengakar secara kultural, tapi dengan orientasi kemajuan.” Jelas Saidiman yang juga alumnus Crawford School of Public Policy Australian National University.

Refleksi ini menegaskan bahwa Milad ke-79 HMI bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali peran ideologis organisasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi, HMI diharapkan tetap menjadi ruang pembentukan kader yang mampu menjembatani nilai keislaman, keindonesiaan, dan modernitas, serta menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan bangsa.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 130
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia pendidikan Gorontalo berduka setelah meninggalnya salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), almarhum Muhammad Jeksen, dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Butoiyo Nusa. Menanggapi peristiwa ini, Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan, Abdul Kadir Lawero. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Peristiwa ini bukan hanya […]

  • Kas Langit

    Kas Langit

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Ramadhan itu unik. Ia seperti auditor independen yang datang tanpa diundang, memeriksa laporan keuangan batin kita. Bedanya, auditor ini tidak membawa kertas kerja, tapi membawa pahala. Ia tidak bertanya soal aset lancar, tetapi soal amal lancar. Dan yang paling penting, ia tidak bisa “diajak negosiasi”. Sebagai orang akuntansi, saya sering merenung: mengapa kita begitu teliti […]

  • Membaca Sastra agar Tidak Kehilangan Kemampuan melihat nuansa dan kehilangan Rasa

    Membaca Sastra agar Tidak Kehilangan Kemampuan melihat nuansa dan kehilangan Rasa

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Belakangan ini saya semakin memahami mengapa Gus Dur begitu dekat dengan dunia sastra. Padahal beliau adalah seorang ulama dengan dasar keilmuan agama yang sangat kuat, seorang pemikir Islam, sekaligus tokoh bangsa yang sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk mengurus persoalan umat dan negara. Namun di tengah kesibukan membaca kitab, berdiskusi tentang agama, dan terlibat dalam berbagai […]

  • Inilah Kelompok Pemberi Sumbangan Inflasi Gorontalo

    Inilah Kelompok Pemberi Sumbangan Inflasi Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2025 di Provinsi Gorontalo secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Gorontalo terjadi inflasi y-on-y sebesar 0,80 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,87 pada Juni 2024 menjadi 107,72. Selain itu Provinsi Gorontalo mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,37 persen dan […]

  • Rajab dan Kepulangan yang Sunyi: Bayi, Pohon, dan Rahmat Tuhan Play Button

    Rajab dan Kepulangan yang Sunyi: Bayi, Pohon, dan Rahmat Tuhan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Rajab selalu datang dengan sunyi yang disengaja. Ia tidak meminta sorak, hanya ruang untuk merenung. Di bulan inilah sebuah budaya tentang kematian bayi di Toraja yang belum tumbuh gigi dan “dipulangkan” ke pohon mengajak kita menimbang ulang makna hidup, iman, dan kemanusiaan. Rajab adalah bulan yang tidak riuh. Ia berdiri tenang di antara kalender hijriah, […]

  • Dua Bocah SD Salurkan Donasi, Jamil: Anak Sekecil Itu Memang Sangat Menggetarkan Batin

    Dua Bocah SD Salurkan Donasi, Jamil: Anak Sekecil Itu Memang Sangat Menggetarkan Batin

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Tepat pada Senin, 1 Desember 2025 pukul 10 pagi WIB, di sebuah posko penggalangan donasi bencana alam yang terjadi di Sumbar, Sumut dan Aceh yang berlokasi di kantor PB PMII, Dua anak berseragam SD datang membawa pesan moral. Dengan tangan mungil yang belum mengenal rumitnya dunia Mereka menyerahkan uang lima ribu rupiah. Nilai […]

expand_less