Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hijau Hitam di Era Digital: Semarak Milad ke-79 HMI

  • account_circle Redaksi Nulondalo.com
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 330
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com-Makassar. Suasana Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tahun ini terasa berbeda. Meski tidak semua kader hadir secara fisik dalam perayaan, semangat kebersamaan tetap bergema di ruang-ruang digital. Status WhatsApp, unggahan Instagram, hingga cuitan di Twitter menjadi tanda bahwa kader HMI di seluruh penjuru tanah air ikut menyemarakkan momentum bersejarah ini.

Kebanggaan sebagai kader tampak nyata. Mantan Ketua Umum PB HMI, Arief Rosyid (2013-2015) misalnya, menuliskan refleksi di media sosial: “20 tahun lebih bertransformasi bersama HMI.” Ungkapan singkat itu menyisakan kesan mendalam tentang perjalanan panjang organisasi hijau hitam yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa.

Namun Milad kali ini bukan sekadar nostalgia. Ada harapan besar yang mengemuka. Secara organisasi, HMI diharapkan terus memperkuat kaderisasi agar tetap menjadi wadah pembentukan mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan berdaya saing.

Tantangan era disrupsi, digitalisasi, globalisasi, dan perubahan sosial yang cepat menuntut HMI untuk berinovasi dalam gerakan, sekaligus menjaga soliditas internal dengan mempererat persatuan antar kader dan alumni.

Harapan kebangsaan juga tak kalah penting. HMI diingatkan untuk tetap hadir dalam isu-isu strategis seperti demokrasi, lingkungan, dan keadilan sosial. Lebih jauh, organisasi ini diharapkan mampu menyiapkan kader yang siap menjadi pemimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045, dengan tetap konsisten menggabungkan semangat religius dan komitmen kebangsaan.

Sejalan dengan itu, kedekatan dengan rakyat menjadi ruh yang tak boleh hilang. Melalui bakti lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan aksi kemanusiaan, HMI ingin menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa bukan hanya di ruang diskusi, tetapi juga di tengah masyarakat.

“HMI juga diharapkan bisa menjadi jembatan generasi; ruang dialog antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah, serta inspirasi bagi anak muda bahwa organisasi mahasiswa masih relevan di era modern,” ujar Fathurahman Marzuki, kader HMI Fakultas Hukum Unhas 2013 sekaligus Koordinator GUSDURian Makassar.

Karena itu, menurut Fathurahman Marzuki, Milad ke-79 HMI bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen perjuangan, memperkuat relevansi, dan menyiapkan kader menghadapi masa depan bangsa.

“Hijau hitam bukan hanya warna, melainkan simbol semangat yang terus hidup, dari ruang kelas hingga ruang digital, dari masa lalu hingga masa depan Indonesia,” tegasnya.

Relevansi Ideologi HMI di Era Digital

Refleksi ideologis juga mengemuka dalam Milad kali ini. Saidiman Ahmad, Alumni kader HMI cabang Ciputat, menegaskan bahwa sejak awal HMI mendorong pemaknaan baru tentang keislaman. Bagi HMI, Islam tidak dipandang sebagai sesuatu yang eksklusif atau bertentangan dengan modernitas, melainkan sejalan dengan keindonesiaan dan kemajuan.

“Menjadi modern dan berislam bisa dilakukan dalam satu tarikan nafas di Indonesia. Islam bukan ancaman bagi kemodernan, melainkan pendorong kultural yang penting,” katanya, Jumat, 06 Februari 2026.

Pandangan tersebut semakin kuat bila menengok sejarah panjang HMI yang mengakar di berbagai kampus di Indonesia. Tokoh-tokoh besar seperti Nurcholish Madjid, Ahmad Wahib, Johan Effendi, dan Dawam Rahardjo pernah membuka percakapan penting tentang kompatibilitas Islam dan demokrasi.

Pada masa itu, kata Saidiman, Islam dan demokrasi sering dianggap bertolak belakang. Namun melalui gagasan para aktivis HMI, terutama sejak akhir 1960-an, pandangan tersebut mulai bergeser. Mereka menegaskan bahwa demokrasi dapat menemukan dasar yang kuat dalam ajaran Islam, sehingga dikotomi itu menjadi semakin tidak relevan.

Karena itu, program manager SMRC ini mengaku optimis bahwa dengan peran ideologis yang telah dimainkan sejak lama, HMI masih dan akan terus relevan. Bahkan, di era teknologi digital, relevansi itu semakin menguat, sebab HMI adalah salah satu organisasi massa yang dalam proses kaderisasinya secara konsisten mendorong pemikiran kritis, sekaligus membicarakan kompatibilitas antara keislaman dan kemajuan.

“Sejak awal, organisasi ini ingin menghadirkan kader yang mengakar secara kultural, tapi dengan orientasi kemajuan.” Jelas Saidiman yang juga alumnus Crawford School of Public Policy Australian National University.

Refleksi ini menegaskan bahwa Milad ke-79 HMI bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali peran ideologis organisasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi, HMI diharapkan tetap menjadi ruang pembentukan kader yang mampu menjembatani nilai keislaman, keindonesiaan, dan modernitas, serta menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan bangsa.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Oleh : Mukari – (Dosen Sosiologi Fisipol Undar) Perdebatan sengit tentang kredibilitas ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mewarnai ruang publik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun beberapa klarifikasi resmi telah diberikan, masalah ini terus muncul, terutama melalui media sosial dan jaringan komunikasi alternatif. Fenomena ini menunjukkan bahwa tuduhan tersebut telah menjadi bagian dari pertarungan […]

  • As-Salam Tenjo Berbagi Tali Sayang 500 Paket ke Guru dan Murid

    As-Salam Tenjo Berbagi Tali Sayang 500 Paket ke Guru dan Murid

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    nulondalo.com -Lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan As-Salam Terpadu Tenjo (YATT) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keluarga besar sekolah dengan membagikan 500 paket “Tali Sayang” kepada para guru dan murid. Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara sekolah, yayasan, dan orang tua murid. Acara pembagian paket sembako ini […]

  • Wali Kota Adhan Dambea Lantik Sembilan Pejabat Eselon II Pemkot Gorontalo

    Wali Kota Adhan Dambea Lantik Sembilan Pejabat Eselon II Pemkot Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Adhan Dambea melantik dan mengambil sumpah janji jabatan sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo, Jumat (20/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Banthayo Lo Yiladia dan dihadiri seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama […]

  • Universalitas Sepak Bola dan Identity Sports

    Universalitas Sepak Bola dan Identity Sports

    • calendar_month Minggu, 11 Des 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sejatinya sepak bola adalah simbol universalisme. Negara-negara yang telah ditetapkan dan telah memenuhi persyaratan sebagai peserta Piala Dunia 2022, ikut meramaikan even sepak bola paling bergengsi di seantero dunia ini.  Sudah barang tentu, negara peserta selalu didampingi oleh tim suporter fanatik dari negaranya masing-masing. Para pendukung ataupun simpatisan dari negara lainnya yang tidak masuk sebagai peserta […]

  • Setelah Khamenei Wafat, Nama Hassan Rouhani Kembali Menguat dalam Politik Iran

    Setelah Khamenei Wafat, Nama Hassan Rouhani Kembali Menguat dalam Politik Iran

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kematian Ali Khamenei memicu dinamika baru dalam politik Iran. Di tengah spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi pemimpin tertinggi berikutnya, nama Hassan Rouhani kembali mencuat dan mulai diperbincangkan di kalangan elite politik maupun pengamat internasional. Rouhani dikenal sebagai salah satu tokoh moderat dalam struktur Republik Islam Iran. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Iran […]

  • Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Refleksi atas Sambutan Menag pada Acara Peringatan Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, tampaknya menaruh perhatian yang sangat serius pada gagasan ekoteologi. Dalam berbagai forum resmi Kementerian Agama, beliau secara konsisten memperkenalkan dan mengelaborasi konsep ini. Hampir setiap sambutan selalu membicarakan relasi agama dan lingkungan sebagai tema utama atau tema […]

expand_less