Breaking News
light_mode
Trending Tags

transparansi fiskal

Antara Opini WTP dan Realitas Publik: Menguji Makna Akuntabilitas Negara

Antara Opini WTP dan Realitas Publik: Menguji Makna Akuntabilitas Negara

  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • account_circle Nuruma banyal
  • visibility 198
  • 0Komentar

Selama hampir satu dekade terakhir, pemerintah Indonesia konsisten meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Capaian ini sering dijadikan simbol keberhasilan pengelolaan keuangan negara. Ketepatan waktu penyampaian laporan pun semakin memperkuat kesan bahwa akuntabilitas fiskal berjalan dengan baik. Namun, di balik capaian tersebut, berbagai kritik terhadap kebijakan anggaran tetap bermunculan—mulai dari […]

Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • account_circle Nurul Izah Rahareng
  • visibility 140
  • 0Komentar

Diskursus publik mengenai akuntabilitas keuangan negara sering kali hanya terfokus pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, pengelolaan keuangan publik tidak berhenti di tingkat pusat. Di luar APBN, terdapat ekosistem keuangan yang luas dan kompleks, meliputi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), hingga Dana Desa. Sektor-sektor tersebut justru kerap […]

Intelektual NU Sentil Keras Seskab: Jawaban “Pokoknya Ada” Cermin Akuntabilitas yang Retak

Intelektual NU Sentil Keras Seskab: Jawaban “Pokoknya Ada” Cermin Akuntabilitas yang Retak

  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • account_circle Tim Redaksi
  • visibility 600
  • 0Komentar

nulondalo.com – Intelektual muda Nahdlatul Ulama, Muhammad Aras Prabowo, mengkritik keras pernyataan Sekretaris Kabinet, Teddy, yang menyebut sumber anggaran program pasar murah di Monas dengan ungkapan “pokoknya ada”. Pernyataan tersebut dinilai problematik secara etik, administratif, dan epistemik dalam tata kelola keuangan negara. Menurut Aras, ungkapan tersebut mencerminkan lemahnya kesadaran terhadap prinsip dasar akuntabilitas publik dalam […]

expand_less