Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 353
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam peta sosiologis, praktik tarbiyah selama ini tampaknya  masih terjebak kemacetan di jalur moral dan belum menemukan jalan tol agar bisa melaju kencang  menjadi kekuatan politik yang mampu memengaruhi arah kebijakan publik. Akar masalahnya tidak lain terletak pada kesalahan kita ketika hendak melakukan bongkar pasang paradigma. Oleh sebab itu, paradigma inward-looking berbasis nilai teosentrisme (kemampuan memproduksi militansi ibadah, moralitas ilahi, dan penyerahan diri kepada otoritas tertinggi) sudah harus diupgrade ke paradigma outward-looking berbasis nilai antroposentrisme (kemampuan berinteraksi, beradaptasi, dan merespons tantangan kemajuan ilmu pengetahuan, hak asasi manusia dan eksistensialisme). Jika tidak cepat ditangani, maka jangan heran apabila para penghuni di gedung fakultas tarbiyah hanya sanggup meneriakkan slogan “halal-haram”, “dosa-pahala” atau “surga-neraka”. Mereka telah mengalami krisis intelektualitas akibat suplai epistemologi, pengalaman dan kosakata yang terbatas.

Padahal, Muhammad ‘Imarah misalnya pernah menyebut jika al-Islam ilahiy al-mashdar insaniy al-maudlu’ (Islam adalah agama yang bersumber dari Allah, tapi diorientasikan untuk manusia). Pada titik inilah, saya berseberangan dengan Kuntowijoyo (2001) yang mengklaim bahwa kesadaran internal (suprastruktur) merupakan kunci yang menentukan realitas eksternal (struktur). Padahal, jika diperiksa secara seksama, maka realitas eksternal (struktur) itulah yang justru sangat menentukan kondisi kesadaran internal (suprastruktur). Singkat kata, bukan aku berpikir maka aku ada, melainkan aku ada maka aku berpikir. Tidak mungkin ada pemahaman dari sebuah ketiadaan.  Untuk lebih mempermudah ingatan kita, maka saya menyebut paradigma baru tersebut dengan istilah “Sosialisme Tarbiyah”. Istilah ini merupakan hasil racikan setelah saya mempelajari berbagai pemikiran sosialis awal yang digagas oleh Robert Owen, Charles Fourier, Henri de Saint-Simon, Pierre-Joseph Proudhon, Karl Marx dan Friedrich Engels. Lantas, apakah yang dimaksud dengan sosialisme tarbiyah? Mengapa paham tersebut penting sekaligus mendesak? Apa misi sentralnya? Lalu bagaimana metode penerapannya di dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia?

Pertama, sosialisme tarbiyah adalah sebuah teknik rekayasa fitrah manusia melalui intervensi ethics of care (etika kepedulian) yang basisnya adalah nilai komunitarian, empati dan interdependensi. Paham ini hadir untuk mengkritik budaya pendidikan yang cenderung menghamba pada sistem ethics of right (etika hak) sebagai konsekuensi dari kemenangan kapitalisme dan demokrasi liberal sebagaimana tesis Fukuyama dalam The End of History and The Last Man (1992). Model pendidikan yang membebek kepada ethics of right selalu mempromosikan individualisme yang ekstrem. Padahal, sisi kemanusiaan harus berakar pada empati, kedekatan relasional, dan responsibilitas nyata untuk mencegah penderitaan manusia (human suffering).

Ada tiga misi sentral yang akan diselesaikan oleh paham sosialisme tarbiyah. Pertama, masalah kebodohan (ignorance). Bank Dunia (2025) mendefinisikan kebodohan sebagai cacat karakter personal yang muncul karena ketidaktahuan dan hilangnya potensi manusia akibat kegagalan sistemik dari minimnya pengalaman pembelajaran (suboptimal learning experience) dan kurangnya modal manusia  (human capital deficit). Data BPS (2025) memberitahu kita bahwa tingkat pendidikan masyarakat Indonesia masih didominasi oleh tamatan SD (sekitar 22,27%), sedangkan tamatan perguruan tinggi (Diploma hingga S3) hanya 6,82%. Angka anak yang tidak pernah sekolah atau putus sekolah masih tinggi seperti Papua Barat (2,12%), Papua (2,0%), dan Sulawesi Barat (1,79%).

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan, S. Sos,Mengecam, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terhadap seorang warga sipil Berinisial A. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025.di Bantai Tak Berombak (PTB) Maros,yang di lakukan Oknum Kepolisian yang bertugas di […]

  • Ini Harapan Ketua SEMA-HABAR Kepada Bupati Terpilih Yang Baru Dilantik

    Ini Harapan Ketua SEMA-HABAR Kepada Bupati Terpilih Yang Baru Dilantik

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Ketua SEMA-HABAR (Sentral Mahasiswa Halmahera Barat), Riwan Basir menyampaikan harapannya kepada Bupati Halmahera Barat, James Uang yang baru terpilih dan baru saja dilantik beberapa hari lalu agar lebih memperhatikan berbagai aspek pembangunan di kabupaten Hal-bar. Ketua Sentral Mahasiswa menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur, terutama jalan, sekolah, rumah sakit, transportasi umum, serta pengelolaan pasar yang lebih baik. […]

  • Stand Up Comedy dalam Perspektif Islam

    Stand Up Comedy dalam Perspektif Islam

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Dr. Mismubarak, S.Hd., M.Ag., CLQ., MMG
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Misi utama katauhidan islam yang di ajarkan Nabi Muhammad adalah misi kemanusiaan yang luhur yaitu budi pekerti, moral dan akhlakul karimah. Dengan prinsip kitab suci, maka lahirlah konsep Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Qs. Al-Anbiyah 107). Melalui ayat ini, Tuhan menggambarkan kepribadian Muhammad untuk ditegaskan kepada setiap generasi bahwa Risalah kenabian adalah rahmat yang akan membawa […]

  • Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

    Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Beberapa kasus viral berbasis potongan konten—seperti situasi yang terjadi dengan Sekjen Kementerian Agama, Prof Kamarudin Amin baru-baru ini dan beberapa kasus sebelumnya—semakin membuat kita sadar bahwa dunia kita memang sedang berubah, dan kita pun mungkin sedang berubah. Sebuah video berdurasi beberapa detik atau potongan percakapan yang diambil di luar konteks bisa menimbulkan opini publik yang […]

  • Mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 Gelar Penanaman Mangrove di Desa Pajukukang

    Mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 Gelar Penanaman Mangrove di Desa Pajukukang

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 89
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM–MAROS–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Penanaman Mangrove di kawasan pesisir Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8). Kegiatan ini merupakan bentuk aksi nyata mahasiswa dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan mangrove. Penanaman dilaksanakan melalui sinergi dengan […]

  • Triliunan Dolar, Kekosongan Tak Terbeli. Fenomena Elon Musk Kesepian di Puncak piramida Kapitalisme

    Triliunan Dolar, Kekosongan Tak Terbeli. Fenomena Elon Musk Kesepian di Puncak piramida Kapitalisme

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Kita sering membayangkan bahwa puncak kebahagiaan terletak pada keberlimpahan materi. Sejak kecil, banyak dari kita diajarkan—secara halus maupun terang-terangan—bahwa sukses berarti kaya, terkenal, dan berkuasa. Dalam imajinasi sosial yang dibentuk oleh kapitalisme modern, kekayaan adalah simbol kemenangan. Namun pengakuan Musk menghadirkan celah refleksi: mungkinkah ada sesuatu yang tak bisa dibeli, bahkan oleh orang paling kaya […]

expand_less