Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 388
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam peta sosiologis, praktik tarbiyah selama ini tampaknya  masih terjebak kemacetan di jalur moral dan belum menemukan jalan tol agar bisa melaju kencang  menjadi kekuatan politik yang mampu memengaruhi arah kebijakan publik. Akar masalahnya tidak lain terletak pada kesalahan kita ketika hendak melakukan bongkar pasang paradigma. Oleh sebab itu, paradigma inward-looking berbasis nilai teosentrisme (kemampuan memproduksi militansi ibadah, moralitas ilahi, dan penyerahan diri kepada otoritas tertinggi) sudah harus diupgrade ke paradigma outward-looking berbasis nilai antroposentrisme (kemampuan berinteraksi, beradaptasi, dan merespons tantangan kemajuan ilmu pengetahuan, hak asasi manusia dan eksistensialisme). Jika tidak cepat ditangani, maka jangan heran apabila para penghuni di gedung fakultas tarbiyah hanya sanggup meneriakkan slogan “halal-haram”, “dosa-pahala” atau “surga-neraka”. Mereka telah mengalami krisis intelektualitas akibat suplai epistemologi, pengalaman dan kosakata yang terbatas.

Padahal, Muhammad ‘Imarah misalnya pernah menyebut jika al-Islam ilahiy al-mashdar insaniy al-maudlu’ (Islam adalah agama yang bersumber dari Allah, tapi diorientasikan untuk manusia). Pada titik inilah, saya berseberangan dengan Kuntowijoyo (2001) yang mengklaim bahwa kesadaran internal (suprastruktur) merupakan kunci yang menentukan realitas eksternal (struktur). Padahal, jika diperiksa secara seksama, maka realitas eksternal (struktur) itulah yang justru sangat menentukan kondisi kesadaran internal (suprastruktur). Singkat kata, bukan aku berpikir maka aku ada, melainkan aku ada maka aku berpikir. Tidak mungkin ada pemahaman dari sebuah ketiadaan.  Untuk lebih mempermudah ingatan kita, maka saya menyebut paradigma baru tersebut dengan istilah “Sosialisme Tarbiyah”. Istilah ini merupakan hasil racikan setelah saya mempelajari berbagai pemikiran sosialis awal yang digagas oleh Robert Owen, Charles Fourier, Henri de Saint-Simon, Pierre-Joseph Proudhon, Karl Marx dan Friedrich Engels. Lantas, apakah yang dimaksud dengan sosialisme tarbiyah? Mengapa paham tersebut penting sekaligus mendesak? Apa misi sentralnya? Lalu bagaimana metode penerapannya di dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia?

Pertama, sosialisme tarbiyah adalah sebuah teknik rekayasa fitrah manusia melalui intervensi ethics of care (etika kepedulian) yang basisnya adalah nilai komunitarian, empati dan interdependensi. Paham ini hadir untuk mengkritik budaya pendidikan yang cenderung menghamba pada sistem ethics of right (etika hak) sebagai konsekuensi dari kemenangan kapitalisme dan demokrasi liberal sebagaimana tesis Fukuyama dalam The End of History and The Last Man (1992). Model pendidikan yang membebek kepada ethics of right selalu mempromosikan individualisme yang ekstrem. Padahal, sisi kemanusiaan harus berakar pada empati, kedekatan relasional, dan responsibilitas nyata untuk mencegah penderitaan manusia (human suffering).

Ada tiga misi sentral yang akan diselesaikan oleh paham sosialisme tarbiyah. Pertama, masalah kebodohan (ignorance). Bank Dunia (2025) mendefinisikan kebodohan sebagai cacat karakter personal yang muncul karena ketidaktahuan dan hilangnya potensi manusia akibat kegagalan sistemik dari minimnya pengalaman pembelajaran (suboptimal learning experience) dan kurangnya modal manusia  (human capital deficit). Data BPS (2025) memberitahu kita bahwa tingkat pendidikan masyarakat Indonesia masih didominasi oleh tamatan SD (sekitar 22,27%), sedangkan tamatan perguruan tinggi (Diploma hingga S3) hanya 6,82%. Angka anak yang tidak pernah sekolah atau putus sekolah masih tinggi seperti Papua Barat (2,12%), Papua (2,0%), dan Sulawesi Barat (1,79%).

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

    Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kerusakan terumbu karang menjadi ancaman nyata bagi ekosistem laut, Salah satunya di dasar laut yang berada di Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Barrier Reef (karang penghalang) yang berada disana sudah menjadi patahan karang mati yang kehilangan fungsinya sebagai rumah bagi ribuan biota laut. Kerusakan ini akibat aktivitas manusia, pencemaran, dan perubahan […]

  • Abdul Kadir Diko/FOTO: Istimewa Play Button photo_camera 14

    Gorontalo Green School: Langkah Kecil Menahan Krisis Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Abdullah K. Diko
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Kerusakan lingkungan tidak pernah hadir sebagai peristiwa tunggal. Ia tumbuh perlahan—dari tanah yang kehilangan kesuburan, sungai yang kian tercemar, hingga bencana alam yang makin sering dan sulit diprediksi. Dalam banyak kasus, respons kita justru terjebak pada solusi jangka pendek: proyek cepat, jargon hijau, dan seremoni tanam pohon. Padahal, di balik krisis itu terdapat persoalan yang […]

  • Cerita Gus Dur yang Berpulang Bersama Jenderal Salim

    Cerita Gus Dur yang Berpulang Bersama Jenderal Salim

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Ada sebuah kisah yang sejatinya akan terdengar pada peringatan Haul ke-16 Gus Dur, yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa, Pambusuang, Polewali Mandar, 12 Februari 2026. Kisah itu semula hendak disampaikan oleh Mayjen TNI (Purn.) Salim S. Mengga. Namun, cerita sejarah tersebut tampaknya tidak akan pernah terucap, sebab Puang Salim, sapaan akrab beliau telah berpulang ke hadirat […]

  • KH Rasyid Kamaru: Gorontalo Dibangun Dengan Dasar Pancasila

    KH Rasyid Kamaru: Gorontalo Dibangun Dengan Dasar Pancasila

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Yusran Laindi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Gorontalo, KH. Abd Rasyid Kamaru mengatakan bahwa Provinsi Gorontalo dibangun dengan dasar Pancasila. Hal tersebut disampaikan dalam ‘Ngaji Kebangsaan’ yang digagas oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kota Gorontalo, Sabtu (29/6/2019). Dalam acara dialog yang di hadiri ratusan peserta dari berbagai lintas organisasi […]

  • Perempuan dan Financial Freedom di Era Digital

    Perempuan dan Financial Freedom di Era Digital

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Di era digital, perempuan memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk mencapai financial freedom. Kemajuan teknologi telah mengubah cara bekerja, berbisnis, berinvestasi, hingga mengelola keuangan. Kesempatan yang dahulu hanya dimiliki segelintir orang, kini terbuka bagi siapa saja yang mau belajar dan beradaptasi. Namun, kemudahan teknologi juga membawa tantangan. Akses belanja yang semakin praktis, maraknya pinjaman […]

  • Mahasiswa UNUSIA Gugat UU Pesantren ke MK, Soroti Ketidakadilan Anggaran dan Politik Pengakuan Negara

    Mahasiswa UNUSIA Gugat UU Pesantren ke MK, Soroti Ketidakadilan Anggaran dan Politik Pengakuan Negara

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 288
    • 0Komentar

    nulondalo.com -Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) menggelar diskusi publik bertajuk “Menguak Politik Pengakuan dan Keadilan Anggaran Pesantren yang Bersyarat” di Aula Kampus A UNUSIA, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk memperkuat argumentasi mahasiswa UNUSIA yang tengah mengajukan Judicial Review (JR) atau uji materiil terhadap Pasal 48 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren […]

expand_less