Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 44
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam peta sosiologis, praktik tarbiyah selama ini tampaknya  masih terjebak kemacetan di jalur moral dan belum menemukan jalan tol agar bisa melaju kencang  menjadi kekuatan politik yang mampu memengaruhi arah kebijakan publik. Akar masalahnya tidak lain terletak pada kesalahan kita ketika hendak melakukan bongkar pasang paradigma. Oleh sebab itu, paradigma inward-looking berbasis nilai teosentrisme (kemampuan memproduksi militansi ibadah, moralitas ilahi, dan penyerahan diri kepada otoritas tertinggi) sudah harus diupgrade ke paradigma outward-looking berbasis nilai antroposentrisme (kemampuan berinteraksi, beradaptasi, dan merespons tantangan kemajuan ilmu pengetahuan, hak asasi manusia dan eksistensialisme). Jika tidak cepat ditangani, maka jangan heran apabila para penghuni di gedung fakultas tarbiyah hanya sanggup meneriakkan slogan “halal-haram”, “dosa-pahala” atau “surga-neraka”. Mereka telah mengalami krisis intelektualitas akibat suplai epistemologi, pengalaman dan kosakata yang terbatas.

Padahal, Muhammad ‘Imarah misalnya pernah menyebut jika al-Islam ilahiy al-mashdar insaniy al-maudlu’ (Islam adalah agama yang bersumber dari Allah, tapi diorientasikan untuk manusia). Pada titik inilah, saya berseberangan dengan Kuntowijoyo (2001) yang mengklaim bahwa kesadaran internal (suprastruktur) merupakan kunci yang menentukan realitas eksternal (struktur). Padahal, jika diperiksa secara seksama, maka realitas eksternal (struktur) itulah yang justru sangat menentukan kondisi kesadaran internal (suprastruktur). Singkat kata, bukan aku berpikir maka aku ada, melainkan aku ada maka aku berpikir. Tidak mungkin ada pemahaman dari sebuah ketiadaan.  Untuk lebih mempermudah ingatan kita, maka saya menyebut paradigma baru tersebut dengan istilah “Sosialisme Tarbiyah”. Istilah ini merupakan hasil racikan setelah saya mempelajari berbagai pemikiran sosialis awal yang digagas oleh Robert Owen, Charles Fourier, Henri de Saint-Simon, Pierre-Joseph Proudhon, Karl Marx dan Friedrich Engels. Lantas, apakah yang dimaksud dengan sosialisme tarbiyah? Mengapa paham tersebut penting sekaligus mendesak? Apa misi sentralnya? Lalu bagaimana metode penerapannya di dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia?

Pertama, sosialisme tarbiyah adalah sebuah teknik rekayasa fitrah manusia melalui intervensi ethics of care (etika kepedulian) yang basisnya adalah nilai komunitarian, empati dan interdependensi. Paham ini hadir untuk mengkritik budaya pendidikan yang cenderung menghamba pada sistem ethics of right (etika hak) sebagai konsekuensi dari kemenangan kapitalisme dan demokrasi liberal sebagaimana tesis Fukuyama dalam The End of History and The Last Man (1992). Model pendidikan yang membebek kepada ethics of right selalu mempromosikan individualisme yang ekstrem. Padahal, sisi kemanusiaan harus berakar pada empati, kedekatan relasional, dan responsibilitas nyata untuk mencegah penderitaan manusia (human suffering).

Ada tiga misi sentral yang akan diselesaikan oleh paham sosialisme tarbiyah. Pertama, masalah kebodohan (ignorance). Bank Dunia (2025) mendefinisikan kebodohan sebagai cacat karakter personal yang muncul karena ketidaktahuan dan hilangnya potensi manusia akibat kegagalan sistemik dari minimnya pengalaman pembelajaran (suboptimal learning experience) dan kurangnya modal manusia  (human capital deficit). Data BPS (2025) memberitahu kita bahwa tingkat pendidikan masyarakat Indonesia masih didominasi oleh tamatan SD (sekitar 22,27%), sedangkan tamatan perguruan tinggi (Diploma hingga S3) hanya 6,82%. Angka anak yang tidak pernah sekolah atau putus sekolah masih tinggi seperti Papua Barat (2,12%), Papua (2,0%), dan Sulawesi Barat (1,79%).

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran BLP3G Rp2,5 M, 80 Persen Sudah Disalurkan

    Anggaran BLP3G Rp2,5 M, 80 Persen Sudah Disalurkan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Dalam rangka memberikan perlindungan sosial dan kebutuhan dasar masyarakat, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Sosial pada tahun anggaran 2025 memprogramkan bantuan sosial barang yang diberikan kepada keluarga dalam bentuk Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G). Pemberian bantuan bahan pangan yang telah memasuki tahun ke-4 sejak 2021 silam ini, menjangkau 76 kecamatan, 652 desa dan kelurahan di 5 Kabupaten […]

  • Ketum GP Ansor Dijadwalkan Lantik Pengurus Wilayah dan Cabang se-Gorontalo, Hadiri Sejumlah Agenda Strategis

    Ketum GP Ansor Dijadwalkan Lantik Pengurus Wilayah dan Cabang se-Gorontalo, Hadiri Sejumlah Agenda Strategis

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Addin Jauharudin, dijadwalkan melantik jajaran Pimpinan Wilayah dan Cabang GP Ansor se-Gorontalo dalam sebuah seremoni resmi yang akan berlangsung pada Sabtu, 19 Juli 2025 pukul 19.30 WITA di Ballroom Hotel Damhil, Kota Gorontalo. Ketua PW GP Ansor Gorontalo, Zulkarnain Ahmad, menyampaikan bahwa kunjungan Ketum Addin ke […]

  • Catatan Kecil Seorang Anak PNS

    Catatan Kecil Seorang Anak PNS

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Opini ini saya tulis di sela perjalanan panjang, di ruang tunggu Bandara Cengkareng, Jakarta. Waktu seakan berhenti sejenak di antara pengumuman keberangkatan dan langkah-langkah penumpang yang tergesa. Saya dan seorang sahabat—sesama PNS, sama-sama dipercaya mengemban amanah pada penugasan kali ini mendampingi Wakil Walikota Gorontalo Bapak Indra Gobel — sedang bersiap menunggu penerbangan menuju Aceh Tamiang, […]

  • Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 112
    • 0Komentar

    (catatan reflektif untuk gagasan penulisan ulang sejarah Indonesia) Sejarah, pada hakikatnya, tidak pernah beku. Ia adalah aliran waktu yang terus bergerak, terus diinterpretasi ulang. Gagasan untuk menulis ulang sejarah, dalam kondisi tertentu, bukanlah hal yang tabu—bahkan sebaliknya, bisa menjadi langkah penting untuk menyembuhkan luka kolektif, membetulkan narasi yang timpang, dan membuka ruang bagi suara-suara yang […]

  • Begal Tusuk Warga di Semarang Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

    Begal Tusuk Warga di Semarang Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 222
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aksi begal disertai kekerasan terjadi di Jalan Halmahera Raya, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Minggu (6/4/2026) pagi. Seorang korban mengalami luka akibat serangan senjata tajam dalam kejadian tersebut. Kapolsek Semarang Timur, Andy Susanto, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 06.45 WIB saat korban berinisial ACH (31) tengah menjemput rekannya, Yovita Haryanto, untuk […]

  • Istighosah Tutup Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Gorontal

    Istighosah Tutup Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Gorontal

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan istighosah sebagai salah satu rangkaian dari Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo . Kegiatan ini berlangsung di Kantor PWNU Gorontalo, dihadiri oleh jajaran pengurus, para kiai, tokoh agama, dan peserta dari berbagai kalangan serta seluruh masyarakat Nahdatul ulama, kamis  (30/10/2025) Istighosah tersebut dipimpin KH. Muhyidin Zeni Wakil […]

expand_less