Kolaborasi LSI dan Fakultas Kehutanan Sukses Gelar Pelatihan GeoInsight 2026
- account_circle Sakti
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 78
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com, MAKASSAR — Learning Space Indonesia (LSI) bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “GeoInsight 2026: Pelatihan Geotagging dan Pemetaan Digital” pada Minggu, 18 Mei 2025. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WITA hingga selesai ini menjadi ruang pembelajaran interaktif bagi peserta dalam memahami pemanfaatan teknologi geotagging dan pemetaan digital berbasis data spasial.
Pelatihan tersebut menghadirkan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, alumni, hingga anggota komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap teknologi pemetaan dan pengelolaan informasi berbasis lokasi. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusias, terutama saat sesi praktik pengenalan teknologi geotagging di lapangan.
Learning Space Indonesia (LSI) sendiri dikenal sebagai ruang belajar dan pengembangan kapasitas yang fokus pada bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, serta pemberdayaan generasi muda melalui berbagai pelatihan dan kolaborasi pembelajaran. LSI didirikan oleh Dian Ayu Lestari, S.Hut., M.Si., dengan visi menghadirkan ruang belajar yang inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Syamsu Alam selaku Kepala Laboratorium Kebijakan dan Kewirausahaan Kehutanan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital, khususnya dalam bidang pemetaan dan pengelolaan data spasial, sebagai bekal penting bagi mahasiswa maupun masyarakat dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi kehutanan dan lingkungan saat ini.
“Penguasaan teknologi pemetaan digital menjadi kebutuhan penting di era sekarang. Kemampuan memahami data spasial akan sangat membantu dalam kegiatan penelitian, survei lapangan, hingga pengelolaan lingkungan secara lebih efektif dan akurat,” ungkapnya.
Pelatihan menghadirkan Muhammad Nawwaf Hasbullah sebagai pemateri utama dengan Adinda Dwi Putri, S.Hut., bertindak sebagai moderator. Dalam sesi materi, peserta diperkenalkan pada dasar-dasar geotagging, teknik pengambilan titik koordinat, pengelolaan data spasial, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan survei dan pemetaan lapangan.
Tidak hanya menerima materi teoritis, peserta juga diajak memahami praktik penggunaan teknologi geotagging untuk mendukung pengelolaan informasi berbasis lokasi. Interaksi aktif antara pemateri dan peserta membuat suasana diskusi berjalan dinamis dan edukatif.
Melalui kegiatan GeoInsight 2026 ini, diharapkan peserta mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar dalam bidang pemetaan digital yang nantinya dapat diterapkan dalam kegiatan akademik, penelitian, maupun pengelolaan lingkungan secara langsung di lapangan.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara komunitas pembelajaran dan institusi akademik dalam membangun generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta siap menghadapi tantangan era digital. (Ainun Mardiyah)
- Penulis: Sakti

Saat ini belum ada komentar