Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Belajar Kesantunan Bertoleransi dari Libo

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 433
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sebuah kampung kecil di pedalaman Papua, nama Libo mendadak menjadi buah bibir. Bocah sekolah dasar itu viral bukan karena prestasi akademik atau keberanian luar biasa, melainkan karena sikap santunnya yang sederhana namun sarat makna.

Libo dikenal sebagai anak yang ramah, penuh senyum, dan selalu menghormati orang lain. Suatu hari, ia berinteraksi dengan Bintang, seorang anggota TNI yang beragama Islam. Saat itu, Bintang hendak merangkul Libo dengan penuh keakraban. Namun, Libo dengan sopan menolak.

Penolakan itu bukan karena ia tidak suka, melainkan karena ia baru saja memegang seekor babi. Dengan penuh ketulusan, ia berkata: “Jangan pegang adek Ribo, adek Ribo barusan pegang babi. Nanti Abang tidak bisa salat, pamali toh.”

Selengkapnya lihat: https://www.tiktok.com/@btngg23/video/7638886236517666068

Kalimat sederhana itu mencerminkan betapa Libo memahami perbedaan keyakinan. Ia tahu bahwa dalam ajaran Islam, babi dianggap “najis”, dan menyentuhnya bisa mengganggu kesucian ibadah.
Alih-alih bersikap acuh, Libo justru menjaga agar rekannya tidak terhalang dalam menjalankan kewajiban agama.

Sikap kecil ini menjadi pelajaran besar: toleransi bukan hanya soal menerima perbedaan, tetapi juga tentang kesadaran untuk menjaga kenyamanan orang lain. Dari seorang bocah Papua, kita belajar bahwa kesantunan bertoleransi bisa lahir dari hati yang tulus, tanpa perlu diajarkan teori panjang lebar.

Menriknya lagi, di saat dunia pendidikan kita sibuk menampilkan prestasi akademik, Libo hadir dengan sikap dan kesantunan yang luar biasa. Sikap Ribo, seolah mengingatkan bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal angka di rapor, melainkan bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dan penghargaan terhadap sesama ditanamkan sejak dini.

Libo telah menunjukkan bahwa toleransi bukanlah konsep rumit, melainkan tindakan sederhana yang berakar dari rasa hormat. Sikap Ribo mengingatkan bahwasaya perbedaan agama di Indonesia bisa tetap indah bila dijaga dengan sikap saling menghargai.

Lebih dari itu, sikap Libo menegaskan bahwa toleransi sejati selalu berjalan beriringan dengan kejujuran, kesantunan, dan kepedulian terhadap sesama, termasuk kepada mereka yang berbeda keyakinan.

Baginya, perbedaan agama bukanlah penghalang untuk saling menghargai, melainkan ruang untuk membangun kebersamaan atas dasar kepercayaan, kesantunan dan kejujuran.

 

 

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Bergizi? Coba Tanyakan ke 20 Ribu Siswa Keracunan

    Program Bergizi? Coba Tanyakan ke 20 Ribu Siswa Keracunan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ternyata menimbulkan persoalan serius. Sejak diluncurkan pada Januari 2025, ribuan siswa di berbagai daerah mengalami keracunan akibat menu MBG yang banyak menggunakan makanan olahan (Ultra Processed Food/UPF). Hingga 23 Desember 2025, korban keracunan tercatat mencapai lebih dari […]

  • Bulan Ramadhan, Bulan Penghematan atau Pemborosan?

    Bulan Ramadhan, Bulan Penghematan atau Pemborosan?

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Secara matematis, living cost pada bulan Ramadhan berkurang 30-50% lantaran seharian tidak berurusan dengan meja makan. Faktanya berkata lain, pengeluaran justru berlipat-lipat.  Lihat saja, meja makan saat berbuka penuh sesak dengan berbagai menu. Ada nasi dan lauknya. Lauknya ada yang berkuah, goreng dan bakar. Belum lagi sayurnya. Tak sampai di situ. Ada bubur ayam dan […]

  • Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 426
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pakar analisis media sosial sekaligus Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, menilai platform digital saat ini sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi usia pengguna tanpa harus bergantung pada verifikasi identitas seperti KTP. Hal tersebut disampaikan Fahmi merespons rencana pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang akan menerapkan pembatasan akses anak di bawah […]

  • Mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 Gelar Penanaman Mangrove di Desa Pajukukang

    Mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 Gelar Penanaman Mangrove di Desa Pajukukang

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 112
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM–MAROS–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Penanaman Mangrove di kawasan pesisir Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8). Kegiatan ini merupakan bentuk aksi nyata mahasiswa dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan mangrove. Penanaman dilaksanakan melalui sinergi dengan […]

  • IAI Gorontalo Desak Hentikan Pembongkaran Cagar Budaya Rumah Tinggi, Ingatkan Ancaman Pidana

    IAI Gorontalo Desak Hentikan Pembongkaran Cagar Budaya Rumah Tinggi, Ingatkan Ancaman Pidana

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 506
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Gorontalo mendesak seluruh pihak untuk segera menghentikan segala bentuk pembongkaran dan perusakan terhadap bangunan bersejarah “Rumah Tinggi” atau bekas Kantor dan Rumah Dinas Kepala Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) di Kota Gorontalo. Desakan tersebut disampaikan melalui Pernyataan Sikap Nomor 081/PS/IAI-GTO/VI/2026 yang diterbitkan pada 18 Juni 2026 sebagai respons […]

  • Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

    Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, umat Islam di Indonesia mulai menanti kepastian datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Momen ini memiliki arti penting karena menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa sekaligus awal perayaan hari kemenangan yang penuh makna spiritual dan sosial. Antusiasme masyarakat biasanya meningkat seiring mendekatnya akhir […]

expand_less