Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Diskusi Nasional Soroti ‘Paradoks Prabowo’ dan Arah Ekonomi-Politik Bangsa

  • account_circle Risman Lutfi
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 203
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, JAKARTA – Sejumlah organisasi masyarakat sipil dan lembaga kepemudaan menggelar Diskusi Nasional bertajuk “Paradoks Indonesia, Paradoks Prabowo: Kemana Arah Ekonomi-Politik Bangsa?” yang berlokasi di Sekretariat PB PMII, Jl. Salemba Tengah, Jakarta Pusat pada Jum’at, 12 Juni 2026.

Acara yang dibuka dengan pembacaan Puisi oleh dua orang KOPRI PMII Ciputat terselenggara atas kolaborasi lintas lembaga, yaitu Terra Justicia Indonesia (TJI), Indomassive, Gas Gus Indonesia, dan Lembaga Pengembangan Pertanian PB PMII. Diskusi dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari berbagai perwakilan organisasi dan kader PMII.

Turut Hadir Ketua Umum PB PMII M. Shofiyulloh Cokro dan Sekretaris Jenderal PB PMII Ahmad Syahrul Fadhil berserta beberapa jajaran BPH PB PMII.

Diskusi ini membedah secara kritis arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai bertolak belakang dengan retorika kebangsaan yang sering digaungkannya. Berangkat dari pola pembacaan kritis terhadap buku “Paradoks Indonesia dan Solusinya” (2022) yang ditulis oleh Presiden Prabowo.

Jika sebelumnya publik membaca “Paradoks Jokowi” lewat formula ‘apa yang dikatakan, maka yang terjadi sebaliknya’, diskusi ini menguliti “Paradoks Prabowo” dengan pisau analisis yang lebih tajam: apa yang ia tuduhkan, maka itu pula yang ia lakukan.

“Prabowo kerap menyoroti bagaimana kekayaan alam dan SDM Indonesia dikuasai segelintir orang, serta bagaimana demokrasi dibegal oleh kekuatan modal oligarki. Namun saat berkuasa, kenyataannya justru memperlihatkan ironi besar dengan memberikan gelar kehormatan negara dan garansi atas proyek oligarki,” ujar Abdul Haris Nepe selaku moderator.

Sementara para narasumber menyoroti sejumlah ironi kebijakan.

Menurut Hilful Fudhul Wasekjen Bid. Ekonomi dan Investasi, Pemerintahan Presiden Prabowo tidak komunikatif.

“Di masa SBY ketika BBM naik Presiden mengumumkan di TV Nasional, tapi di era Presiden Prabowo saat ini tidak ada. Tiba-tiba harga BBM naik,” ungkapnya.

Ia menilai, di satu sisi Prabowo mengakui oligarki merusak distribusi keadilan, namun di sisi lain ia merangkul para figur tersebut dalam jabatan strategis, memberikan status Proyek Strategis Nasional (PSN) pada bisnis mereka, hingga menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama.

Ketua Umum PB PMII dan Sekjen pada agenda diskusi publik.

Lebih lanjut, Direktur Keuangan dan Perbankan PB PMII Farhan Nugraha menyoroti krisis multi dimensi Presiden Prabowo yang membebani ruang fiskal dan iklim pasar.

“Program prioritas seperti MBG, KDMP, hanya akan menambah beban fiskal kita di tengah melemahnya nilai tukar Rupiah dan utang negara yang jatuh tempo,” paparnya.

Selain itu, Peneliti Indomassive Hamzah Sidik mengatakan, muncul gejala demokrasi tanpa oposisi, pelibatan militer (TNI-Polri) di ruang sipil, serta pelabelan “antek asing” bagi suara-suara rakyat yang kritis memperjuangkan haknya.

“Hal ini sangat mengkawatirkan demokrasi kita. Dampak turunan lainnya adalah perampasan ruang hidup masyarakat adat, kerusakan lingkungan, hingga deforestasi skala besar,” tegasnya.

Dalam pembahasan yang mendalam, forum menggarisbawahi kekhawatiran atas hasrat politik Prabowo yang dinilai ingin membawa Indonesia meniru model Kapitalisme Negara (State Capitalism) seperti Tiongkok.

Sistem ini dinilai berbahaya karena secara politik mengarah pada sistem Totalitarianisme. Sistem ini sangat bertentangan dengan prinsip demokrasi yang diamanatkan Pancasila dan UUD 1945, khususnya Pasal 33 yang menekankan pada “Ekonomi Konstitusi” demi kemakmuran rakyat, bukan kapitalisme yang dikontrol elite penguasa.

Diskusi ditutup dengan pernyataan sikap dan penandatanganan petisi oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PB PMII sebagai bentuk respon tegas atas situasi bangsa dan negara saat ini.

“Saya rasa sekalian kita secara simbolis tanda tangan, biar lebih meneguhkan hati kita, menguatkan perjuangan kita, saya sampaikan bahwasannya kita pada saat ini, pada malam hari ini benar-benar insyaf dan sadar kita merespon situasi nasional karena melihat bangsa kita ini sedang tidak baik-baik saja. Saya sepakat dengan apa yang didiskusikan tadi bahwa kondisi negara yang tidak baik-baik saja justru membutuhkan PMII untuk hadir mengawal secara kritis bangsa dan negara kita kedepannya,” tutup M. Shofiyulloh Cokro Ketua Umum PB PMII.

  • Penulis: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kas Langit

    Kas Langit

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Ramadhan itu unik. Ia seperti auditor independen yang datang tanpa diundang, memeriksa laporan keuangan batin kita. Bedanya, auditor ini tidak membawa kertas kerja, tapi membawa pahala. Ia tidak bertanya soal aset lancar, tetapi soal amal lancar. Dan yang paling penting, ia tidak bisa “diajak negosiasi”. Sebagai orang akuntansi, saya sering merenung: mengapa kita begitu teliti […]

  • Dari Gedung IP-DDI, PMII Maros Tetapkan Alif Al Isra sebagai Ketua Umum

    Dari Gedung IP-DDI, PMII Maros Tetapkan Alif Al Isra sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Maros sukses digelar di Gedung IP-DDI Maros, Sabtu, 25 Januari 2026. Forum tertinggi organisasi di tingkat cabang ini berlangsung khidmat, dinamis, dan penuh semangat kaderisasi. Dalam forum tersebut, M. Alif Al Isra resmi terpilih sebagai Ketua Umum PMII Cabang Maros periode 2026–2027, […]

  • I’tikaf: Kontemplasi dan Reorientasi Diri

    I’tikaf: Kontemplasi dan Reorientasi Diri

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Dr. Hj. Misnawaty S. Nuna
    • visibility 411
    • 0Komentar

    DI Tengah Kebisingan Dunia, di era modern yang serba cepat ini, manusia sering kali terjebak dalam labirin rutinitas yang melelahkan. Tekanan pekerjaan, tuntutan sosial, dan paparan informasi digital yang tak henti-hentinya membuat jiwa sering kali kehilangan jangkar spiritualnya. Kehidupan dunia yang hiruk-pikuk ini, jika tidak diimbangi dengan waktu untuk berhenti sejenak, akan menggiring seseorang pada […]

  • Upacara HUT ke-81 RI Tingkat Kecamatan Bontoa Berlangsung Khidmat Dan Gembira

    Upacara HUT ke-81 RI Tingkat Kecamatan Bontoa Berlangsung Khidmat Dan Gembira

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com–Bontoa, 17 Agustus 2026– Camat Bontoa Muh Maudu S.Hut M.Sp memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Bontoa pada Minggu pagi Di lapangan Mannan talawe Kecamatan Bontoa. Upacara diikuti Forkopimcam, ASN,Kepala Desa/Kelurahan TNI-Polri, Instansi-instansi terkait se kecamatan Bontoa,Ormas,OKP,Kepala-kepala Sekolah Se kecamatan Bontoa,Guru-guru ,Lembaga adat Kekaraengan Bontoa,Mahasiswa,pelajar dan semua elemen Masyarakat Kecamatan Bontoa. Petugas […]

  • Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka Desak Pertamina Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Harga Solar di SPBU Mananggu

    Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka Desak Pertamina Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Harga Solar di SPBU Mananggu

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 495
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka (AGMM) Provinsi Gorontalo menggelar audiensi dengan pihak Pertamina Patra Niaga Gorontalo dan perwakilan PT Arba selaku pengelola SPBU Mananggu pada Kamis (11/06/2026) di kantor Pertamina Patra Niaga Kota Gorontalo. Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan penjualan BBM jenis solar subsidi yang melebihi Harga Eceran Tertinggi […]

  • Titel Haji; Sejarah tentang Kemuliaan dan Perlawanan

    Titel Haji; Sejarah tentang Kemuliaan dan Perlawanan

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Di antara sekian ibadah yang dilakukan oleh umat Islam, hanya naik haji ke Baitullah yang mendapatkan titel. Gelarnya melekat seumur hidup. Segera setelah seseorang pulang dari berhaji di Tanah Suci, masyarakat pun menyematkan titel mulia itu di depan namanya—Haji Fulan atau Hajjah Fulanah. Gelar ini bukan sekadar sebutan, tetapi simbol dari suatu perjalanan agung, kedalaman […]

expand_less