Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Diskusi Nasional Soroti ‘Paradoks Prabowo’ dan Arah Ekonomi-Politik Bangsa

  • account_circle Risman Lutfi
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 154
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, JAKARTA – Sejumlah organisasi masyarakat sipil dan lembaga kepemudaan menggelar Diskusi Nasional bertajuk “Paradoks Indonesia, Paradoks Prabowo: Kemana Arah Ekonomi-Politik Bangsa?” yang berlokasi di Sekretariat PB PMII, Jl. Salemba Tengah, Jakarta Pusat pada Jum’at, 12 Juni 2026.

Acara yang dibuka dengan pembacaan Puisi oleh dua orang KOPRI PMII Ciputat terselenggara atas kolaborasi lintas lembaga, yaitu Terra Justicia Indonesia (TJI), Indomassive, Gas Gus Indonesia, dan Lembaga Pengembangan Pertanian PB PMII. Diskusi dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari berbagai perwakilan organisasi dan kader PMII.

Turut Hadir Ketua Umum PB PMII M. Shofiyulloh Cokro dan Sekretaris Jenderal PB PMII Ahmad Syahrul Fadhil berserta beberapa jajaran BPH PB PMII.

Diskusi ini membedah secara kritis arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai bertolak belakang dengan retorika kebangsaan yang sering digaungkannya. Berangkat dari pola pembacaan kritis terhadap buku “Paradoks Indonesia dan Solusinya” (2022) yang ditulis oleh Presiden Prabowo.

Jika sebelumnya publik membaca “Paradoks Jokowi” lewat formula ‘apa yang dikatakan, maka yang terjadi sebaliknya’, diskusi ini menguliti “Paradoks Prabowo” dengan pisau analisis yang lebih tajam: apa yang ia tuduhkan, maka itu pula yang ia lakukan.

“Prabowo kerap menyoroti bagaimana kekayaan alam dan SDM Indonesia dikuasai segelintir orang, serta bagaimana demokrasi dibegal oleh kekuatan modal oligarki. Namun saat berkuasa, kenyataannya justru memperlihatkan ironi besar dengan memberikan gelar kehormatan negara dan garansi atas proyek oligarki,” ujar Abdul Haris Nepe selaku moderator.

Sementara para narasumber menyoroti sejumlah ironi kebijakan.

Menurut Hilful Fudhul Wasekjen Bid. Ekonomi dan Investasi, Pemerintahan Presiden Prabowo tidak komunikatif.

“Di masa SBY ketika BBM naik Presiden mengumumkan di TV Nasional, tapi di era Presiden Prabowo saat ini tidak ada. Tiba-tiba harga BBM naik,” ungkapnya.

Ia menilai, di satu sisi Prabowo mengakui oligarki merusak distribusi keadilan, namun di sisi lain ia merangkul para figur tersebut dalam jabatan strategis, memberikan status Proyek Strategis Nasional (PSN) pada bisnis mereka, hingga menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama.

Ketua Umum PB PMII dan Sekjen pada agenda diskusi publik.

Lebih lanjut, Direktur Keuangan dan Perbankan PB PMII Farhan Nugraha menyoroti krisis multi dimensi Presiden Prabowo yang membebani ruang fiskal dan iklim pasar.

“Program prioritas seperti MBG, KDMP, hanya akan menambah beban fiskal kita di tengah melemahnya nilai tukar Rupiah dan utang negara yang jatuh tempo,” paparnya.

Selain itu, Peneliti Indomassive Hamzah Sidik mengatakan, muncul gejala demokrasi tanpa oposisi, pelibatan militer (TNI-Polri) di ruang sipil, serta pelabelan “antek asing” bagi suara-suara rakyat yang kritis memperjuangkan haknya.

“Hal ini sangat mengkawatirkan demokrasi kita. Dampak turunan lainnya adalah perampasan ruang hidup masyarakat adat, kerusakan lingkungan, hingga deforestasi skala besar,” tegasnya.

Dalam pembahasan yang mendalam, forum menggarisbawahi kekhawatiran atas hasrat politik Prabowo yang dinilai ingin membawa Indonesia meniru model Kapitalisme Negara (State Capitalism) seperti Tiongkok.

Sistem ini dinilai berbahaya karena secara politik mengarah pada sistem Totalitarianisme. Sistem ini sangat bertentangan dengan prinsip demokrasi yang diamanatkan Pancasila dan UUD 1945, khususnya Pasal 33 yang menekankan pada “Ekonomi Konstitusi” demi kemakmuran rakyat, bukan kapitalisme yang dikontrol elite penguasa.

Diskusi ditutup dengan pernyataan sikap dan penandatanganan petisi oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PB PMII sebagai bentuk respon tegas atas situasi bangsa dan negara saat ini.

“Saya rasa sekalian kita secara simbolis tanda tangan, biar lebih meneguhkan hati kita, menguatkan perjuangan kita, saya sampaikan bahwasannya kita pada saat ini, pada malam hari ini benar-benar insyaf dan sadar kita merespon situasi nasional karena melihat bangsa kita ini sedang tidak baik-baik saja. Saya sepakat dengan apa yang didiskusikan tadi bahwa kondisi negara yang tidak baik-baik saja justru membutuhkan PMII untuk hadir mengawal secara kritis bangsa dan negara kita kedepannya,” tutup M. Shofiyulloh Cokro Ketua Umum PB PMII.

  • Penulis: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungan ke Maros, Mendes PDTT Serahkan Penghargaan Tokoh Peduli Desa kepada 8 Bupati

    Kunjungan ke Maros, Mendes PDTT Serahkan Penghargaan Tokoh Peduli Desa kepada 8 Bupati

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 236
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Komitmen pemerintah daerah dalam membangun dan memberdayakan desa kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Sebanyak delapan bupati, termasuk Bupati Maros Chaidir Syam, menerima penghargaan Tokoh Peduli Desa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT), Yandri Susanto, pada kegiatan Saba Desa […]

  • Eks Kapolres Bima Kota Dipecat Tidak Hormat, KKEP Nyatakan Terbukti Terlibat Narkoba dan Pelanggaran Berat

    Eks Kapolres Bima Kota Dipecat Tidak Hormat, KKEP Nyatakan Terbukti Terlibat Narkoba dan Pelanggaran Berat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap eks Kapolres Bima Kota AKBP DPK resmi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Putusan tersebut dibacakan dalam sidang etik yang digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Kamis (19/2/2026). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa sidang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga […]

  • Ayam Masih Mendominasi Populasi Ternak di Indonesia, Tembus 3,92 Miliar Ekor

    Ayam Masih Mendominasi Populasi Ternak di Indonesia, Tembus 3,92 Miliar Ekor

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Indonesia tercatat memiliki populasi hewan ternak yang sangat besar pada 2025. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ayam menjadi jenis ternak yang paling mendominasi dengan jumlah mencapai 3,92 miliar ekor. Berdasarkan publikasi yang dirilis melalui platform IndonesiaBaik.id, populasi ayam tersebut mencakup ayam bukan ras (buras) atau ayam kampung, ayam ras pedaging, […]

  • Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Oleh : Riskiyawan Hasan Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Maluku Utara disuguhi berbagai “klarifikasi” yang disampaikan Gubernur Maluku Utara melalui podcast, media nasional da berbagai saluran digital lainnya. Sekilas, langkah itu terlihat seperti usaha untuk memperbaiki pandangan publik. Namun jika dilihat dalam perspektif komunikasi politik, situasi ini lebih tepat dipahami munculnya apa yang kemudian disebut […]

  • Panja AMDK Mulai Bekerja, Industri Air Minum Diminta Siap-Siap Diawasi Ketat

    Panja AMDK Mulai Bekerja, Industri Air Minum Diminta Siap-Siap Diawasi Ketat

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 355
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi VII DPR RI resmi membentuk Panitia Kerja (Panja) Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) untuk menindaklanjuti berbagai laporan dan temuan terkait pelanggaran perizinan serta praktik usaha yang tidak sesuai aturan di sektor AMDK. Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, menegaskan pembentukan Panja bertujuan memberikan rekomendasi dan solusi atas persoalan industri […]

  • Rudal Iran, Solidaritas Islam, dan Mazhab Kemanusiaan

    Rudal Iran, Solidaritas Islam, dan Mazhab Kemanusiaan

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Di berbagai lini masa dan ruang diskusi publik, kita menyaksikan pemandangan yang tak biasa: dukungan terhadap Iran meluas. Respons terhadap penyerangan Iran ke Israel datang dari berbagai arah yang memiliki simpati dan empati yang sama atas penderitaan masyarakat Palestina di Gaza. Dukungan ini melintasi batas identitas, keyakinan, dan geopolitik. Hari-hari ini kita menyaksikan bahwa rudal-rudal […]

expand_less