Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

  • account_circle Dr. Mahmud Suyuti
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 267
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konferensi Wilayah ke-16 Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan menjadi ajang penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Dari 22 pemilik suara PC kabupaten/kota se-Sulsel, pertarungan berlangsung ketat antara dua kandidat utama: Ridwan Yusuf dan Salman. Dalam suasana penuh dinamika, Ridwan akhirnya terpilih sebagai Ketua GP Ansor Sulsel periode 2026–2030 dengan perolehan 12 suara, unggul tipis dari Salman yang meraih 10 suara.

Salman: Pekerja Keras yang Konsisten

Salman, Ketua PC Ansor Pinrang dua periode, dikenal sebagai pekerja keras, pengusaha muda sukses, sekaligus pemilik beberapa dapur MBG. Ia juga menjabat Ketua KNPI Pinrang, pernah menjadi Komandan Banser, serta Wakil Ketua Ansor Enrekang. Kredibilitas dan loyalitasnya terhadap kader Ansor tidak diragukan, konsistensinya terstruktur hingga ke akar rumput.

Saya menyaksikan sendiri bagaimana Salman bukan hanya mendengar arahan senior, tetapi juga siap turun langsung ke lapangan menghadapi medan berat. Ia berdiri di barisan terdepan, memastikan kader bekerja disiplin dan terukur. Dukungan penuh juga datang dari sang istri, Andi Fitriani Bakri Salman, Ketua Bawaslu Pinrang, yang menuliskan sendiri pernyataan kesediaan suaminya maju sebagai calon ketua.

Di anak tangga Asrama Haji Sudiang, tempat Konferwil berlangsung, saya menyaksikan langsung bagaimana sang istri menuliskan pernyataan kesediaan suaminya untuk maju sebagai calon Ketua GP Ansor Sulsel. Mama Zahrah, sapaan akrab istrinya, menulis sendiri dengan pulpen, lalu berjalan berkeliling mencari Salman di tengah kerumunan peserta Konferwil untuk meminta tanda tangan pada pernyataan tersebut, setelah dibubuhi cap materai Rp10.000.

Dari peristiwa itu, saya menilai bahwa Salman lebih menaruh perhatian pada kerja-kerja lapangan dibanding urusan administrasi. Sebagai steering committee yang ditugaskan mengawal Konferwil, saya memeriksa berkas pengajuan calon atas nama Salman. Hasilnya, berkas tersebut memang tidak tertata rapi secara administrasi. Berbeda dengan rivalnya, Ridwan.

Sesaat setelah diumumkan kesempatan mendaftar, tim Ridwan langsung maju pertama kali dengan berkas lengkap yang sudah tersusun rapi dalam map. Sementara tim Salman, proses penyetoran berkas berlangsung agak lama.

Steering committee memberi waktu 30 menit untuk pengumpulan dokumen, namun tim Salman baru menyerahkan berkas pada menit ke-33. Itu pun berkas yang disodorkan belum lengkap, sehingga kami memberikan toleransi waktu tambahan sekitar 3–5 menit untuk segera melengkapi.

Ridwan Yusuf: Pekerja Praktis dengan Visi Terstruktur

Saat penyampaian visi-misi, Ridwan Yusuf, akrab disapa Ridho, tampil berapi-api  dengan catatan konsep di tangannya. Strategi pengembangan Ansor yang ia paparkan membuat peserta terbius oleh orasinya.

Berbeda dengan Salman yang berbicara tanpa catatan, Ridho menunjukkan gaya konseptor yang sistematis. Inilah bedanya kader pekerja keras (Salman) degan kader pekerja praktis (Ridho).

Sosok Salman mirip dengan almarhum Muhammad Tonang, Ketua Ansor sebelum Rusdi Idrus. Keduanya identik dengan karakter yang selalu mengutamakan kerja nyata di lapangan. Sementara Ridho lebih menonjol sebagai seorang konseptor.

Karakternya identik dengan pendekatan saya dalam membangun Ansor, yakni berfokus pada kerja-kerja praktis yang diawali dengan pemetaan dan perencanaan matang di atas kertas. Setelah konsep tersebut terstruktur dengan baik, barulah dieksekusi melalui kerja lapangan.

Ridho, sebelumnya menjabat Ketua PC Ansor Bantaeng dan sehari-hari berprofesi sebagai guru ASN di Diknas Gowa. Pendekatannya dalam memimpin Ansor cenderung top-down, berbasis struktural, dengan metode pendampingan dan mentoring.

Model pengkaderannya berbasis kompetensi, fokus pada problem solving nyata di kalangan kader. Tugas awal Ridho adalah merangkul tim rivalnya agar masuk dalam struktur kepengurusan dengan pendekatan win-win solution. Kader potensial dari kubu Salman harus direkrut secara terstruktur, dan itu bisa dibicarakan secara non formal melalui forum warung kopi, agar suasananya lebih cair dan terbuka.

Sebagai pendidik, Ridho perlu menempatkan mantan rival pada posisi sesuai keahlian mereka agar merasa dihargai dan mampu memberi kontribusi nyata. Hindari jabatan “mati”, berikan jabatan fungsional dengan otoritas kerja nyata. Dengan begitu, pekerja praktis dan pekerja keras dapat bersinergi membangun Ansor Sulsel ke depan.

Singkatnya, pekerja praktis idealnya diposisikan pada jabatan sekretaris, sementara pekerja keras pada jabatan dedikasi. Sinergi keduanya akan memperkuat reputasi Ansor Sulsel. Wallahul muwaffiq Ila Aqwamit Thariq.

Penulis : Dewan Senior GP Ansor Sulsel

  • Penulis: Dr. Mahmud Suyuti
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muh. Akbar
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki cerita rakyat yang cukup terkenal. Cerita rakyat ini termuat dalam salah satu episode dalam sureq La Galigo. Cerita rakyat tersebut dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan dengan sebutan Meong Palo Karellae, kisah yang mengandung nilai moral, kesabaran, keikhlasan, dan penghormatan. Meong Palo Karellae mengisahkan seekor kucing belang tiga yang menemani Sangiangseri (Dewi […]

  • Upaya Membungkam Suara Kritis? Wakil KontraS Disiram Air Keras di Jakarta

    Upaya Membungkam Suara Kritis? Wakil KontraS Disiram Air Keras di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 420
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Rabu malam, yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuhnya, termasuk tangan, muka, dada, dan bagian mata. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar mencapai 24%. Kronologi Kejadian […]

  • Camat Bontoa Kukuhkan 25 Anggota Paskibraka Kecamatan Bontoa Tahun 2026

    Camat Bontoa Kukuhkan 25 Anggota Paskibraka Kecamatan Bontoa Tahun 2026

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Bontoa — Camat Bontoa, Muh. Maudu, S.Hut., M.Si., secara resmi mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, pada 16 Agustus 2026. Prosesi pengukuhan berlangsung di Aula Kantor Camat Bontoa. Sebanyak 25 pelajar putra dan putri terbaik dari SMA/MA se-Kecamatan Bontoa dikukuhkan setelah melalui proses seleksi dan pelatihan intensif selama […]

  • 793 Sapi untuk Kesejahteraan Warga Gorontalo

    793 Sapi untuk Kesejahteraan Warga Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo menyerahkan bantuan sapi kepada masyarakat Kabupaten Gorontalo. Kegembiraan masyarakat terlihat saat menerima bantuan sapi dari Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Kamis (23/10/2025). Gubernur Gorontalo menyerahkan bantuan ternak sapi di tiga kecamatan, yaitu Limboto Barat, Limboto, dan Telaga Biru. Total ada sebanyak 793 ekor sapi akan disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo sebagai bagian […]

  • Membaca Sastra agar Tidak Kehilangan Kemampuan melihat nuansa dan kehilangan Rasa

    Membaca Sastra agar Tidak Kehilangan Kemampuan melihat nuansa dan kehilangan Rasa

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Belakangan ini saya semakin memahami mengapa Gus Dur begitu dekat dengan dunia sastra. Padahal beliau adalah seorang ulama dengan dasar keilmuan agama yang sangat kuat, seorang pemikir Islam, sekaligus tokoh bangsa yang sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk mengurus persoalan umat dan negara. Namun di tengah kesibukan membaca kitab, berdiskusi tentang agama, dan terlibat dalam berbagai […]

  • Pemprov Gorontalo Berikan Diskon Tiket Nataru, Angkutan Udara Turun hingga 13 Persen

    Pemprov Gorontalo Berikan Diskon Tiket Nataru, Angkutan Udara Turun hingga 13 Persen

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan keringanan biaya perjalanan bagi masyarakat yang akan melakukan mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, usai memimpin apel gelar pasukan sekaligus pembukaan Posko Terpadu Angkutan Udara periode Nataru di Bandara Djalaludin Gorontalo, Kamis (18/12/2025). Idah menjelaskan, pemerintah telah […]

expand_less