Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dandhy Laksono: Indonesia Sedang Mengalami Krisis Ekstraksi dan Kemunduran Demokrasi

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 313
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com –  Jurnalis dokumenter dan pendiri Watchdoc, Dandhy Laksono, menilai Indonesia tengah menghadapi persoalan serius berupa eksploitasi sumber daya alam yang masif, kemunduran demokrasi, hingga dominasi oligarki dalam politik nasional.

Hal itu disampaikan Dandhy dalam podcast Islamitalk #5 yang tayang di kanal Islami.co pada Jumat (22/5/2026). Dalam perbincangan tersebut, Dandhy banyak membahas perjalanan produksi film-film dokumenter kritis seperti Sexy Killers, Dirty Vote, hingga film terbarunya Pesta Babi.

Menurut Dandhy, persoalan utama Indonesia saat ini terletak pada model ekonomi ekstraktif yang terus diwariskan tanpa evaluasi serius dari generasi ke generasi.

“Negara kita ini hanya ngeruk aja, simple. Karena semua biaya politik juga dari kegiatan ngeruk-ngeruk,” ujarnya.

Ia menyebut sumber utama pembiayaan politik nasional selama ini berasal dari sektor ekstraktif seperti sawit, batu bara, dan kini nikel. Karena itu, menurutnya, relasi antara politik dan bisnis sumber daya alam menjadi sangat kuat.

Dandhy menilai situasi tersebut membuat kerusakan lingkungan terus berulang di berbagai daerah tanpa adanya pelajaran berarti dari pengalaman sebelumnya.

“Setelah Sumatra dihancurkan, Kalimantan dihancurkan, pola yang sama diterapkan di Sulawesi sampai Papua. Tidak ada lesson learned,” katanya.

Dalam percakapan itu, Dandhy juga menyoroti perjalanan panjang Watchdoc yang ia dirikan bersama rekannya sejak 2009. Ia mengaku mendirikan platform independen tersebut karena merasa ruang kebebasan media arus utama semakin sempit akibat kuatnya pengaruh modal dan politik.

“Media makin dikuasai oleh modal yang irisan politiknya makin tebal,” ujarnya.

Film pertama yang diproduksi Watchdoc adalah dokumenter tentang pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib berjudul Kiri Hijau Kanan Merah. Film itu dibuat sebagai upaya melawan narasi negatif terhadap Munir setelah kematiannya.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aleg DPRD Gorontalo Protes Kegiatan Wajib Kemenag, Soroti Risiko Keselamatan Guru

    Aleg DPRD Gorontalo Protes Kegiatan Wajib Kemenag, Soroti Risiko Keselamatan Guru

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 1.324
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Komisi IV, Muhammad Dzikyan, S.Pd.I, melayangkan protes keras terhadap kebijakan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo yang kembali mewajibkan kehadiran guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan seremonial, menyusul pelaksanaan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag awal Januari lalu. Protes tersebut muncul setelah Kanwil Kemenag kembali mengedarkan undangan kegiatan […]

  • Siapa Mengototkan Tambang Ormas? Yeni Wahid Sebut Peran Menteri

    Siapa Mengototkan Tambang Ormas? Yeni Wahid Sebut Peran Menteri

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polemik izin pengelolaan tambang bagi organisasi kemasyarakatan keagamaan kembali memanas. Kali ini datang dari pernyataan terbuka Zanuba Arifah Chafso Wahid atau Yeni Wahid, putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid. Di hadapan ribuan jamaah Haul Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang, Yeni mengungkap adanya peran seorang menteri yang disebut paling ngotot mendorong pemberian konsesi […]

  • Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo

    Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Valdi Pontoh
    • visibility 127
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII yang akan berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada 24 Juni 2026. Kepastian jadwal tersebut diperoleh setelah panitia pusat, panitia provinsi, dan panitia kabupaten menggelar rapat koordinasi bersama pada Kamis (11/6/2026). Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menjelaskan bahwa rangkaian PENAS […]

  • JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Siap Perkuat Gerakan Sosial dan Ekonomi Umat

    JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Siap Perkuat Gerakan Sosial dan Ekonomi Umat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Wilayah Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) Provinsi Gorontalo resmi dilantik pada Selasa, 28 April 2026. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Darul Madinah Gorontalo dan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi di kawasan timur Indonesia. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum JKSN, Asep Saifuddin Chalim, didampingi Sekretaris Jenderal JKSN, […]

  • Wali Kota Gorontalo Siapkan Perda LGBT, Adhan Dambea: Tidak Ada Ruang untuk LGBT

    Wali Kota Gorontalo Siapkan Perda LGBT, Adhan Dambea: Tidak Ada Ruang untuk LGBT

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Adhan Dambea menyatakan Pemerintah Kota Gorontalo berencana menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga visi Kota Gorontalo sebagai daerah religius. Pernyataan itu disampaikan Adhan saat berbincang dengan awak media di halaman Kantor Wali Kota Gorontalo pada Rabu malam, […]

  • Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Dugaan kasus yang menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, terus menguat. Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) meminta Bupati dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak tinggal diam. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, menegaskan bahwa dugaan yang mencuat, khususnya terkait praktik judi online (judol), harus segera ditindaklanjuti secara serius. “Ini […]

expand_less