Viral! Turis Italia Sebut Diancam Dibunuh Setelah Rekam Dugaan Praktik Wisata Hiu Paus di Gorontalo
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 158
- print Cetak

Unggahan turis asal Italia yang menetap di Australia, Agnese Fontana, di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku mendapat ancaman pembunuhan setelah merekam dugaan praktik wisata hiu paus (whale shark tourism) yang dinilainya tidak etis di Gorontalo. Tangkapan layar/Instagram @aagnesefontana.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com, Gorontalo – Unggahan seorang turis asal Italia yang menetap di Australia, Agnese Fontana, viral di media sosial setelah mengaku mendapat ancaman pembunuhan usai merekam dugaan praktik wisata hiu paus (whale shark tourism) yang dinilainya tidak etis di Gorontalo.
Melalui akun Instagram pribadinya, Agnese menceritakan pengalaman yang dialaminya saat berkunjung ke Gorontalo. Ia mengaku awalnya datang dengan harapan dapat mengikuti wisata hiu paus yang dikelola secara bertanggung jawab terhadap satwa liar.
Namun, setibanya di lokasi, ia mengaku justru menyaksikan hiu paus diberi makan secara langsung (hand-feeding) hanya beberapa meter dari bibir pantai. Menurutnya, hiu paus sengaja dipertahankan berada di lokasi dengan pemberian pakan agar wisatawan dapat berinteraksi dan berfoto.
“Saya pergi ke Gorontalo di Sulawesi dengan berpikir akan mengalami tur hiu paus yang setidaknya cukup etis. Saya tidak terlalu mempertanyakannya saat itu karena saya belum melihat informasi mengenai hal ini secara online,” tulis Agnese.
Unggahan Jadi Sorotan Warganet
Hingga Kamis, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 800 pengguna Instagram dan memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian mendukung langkah Agnese karena dinilai meningkatkan kesadaran tentang perlindungan satwa liar. Namun, tidak sedikit pula yang berpendapat persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan melalui dialog dengan para pengelola wisata.
Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari akun Instagram @gjmgeorgi.
“Saya paham maksud Anda; menurut saya, mengeksploitasi hewan untuk tujuan apa pun itu salah. Namun, apakah mengunggahnya di Instagram benar-benar membantu? Bukankah itu hanya sekadar demi mendapatkan views bagi Anda?”
Menurut akun tersebut, meski unggahan Agnese dapat meningkatkan kesadaran wisatawan mengenai praktik wisata yang dianggap tidak etis, dampaknya juga berpotensi memengaruhi mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.
- Penulis: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar