Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Viral! Turis Italia Sebut Diancam Dibunuh Setelah Rekam Dugaan Praktik Wisata Hiu Paus di Gorontalo

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 954
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia menilai persoalan konservasi dan ekonomi masyarakat bukanlah isu yang dapat dipandang secara hitam-putih. Karena itu, ia menyarankan agar penyelesaiannya ditempuh melalui komunikasi dengan para pengelola wisata.

“Masalah seperti ini tidak pernah hitam-putih. Bukankah pendekatan yang lebih baik adalah dengan berbicara kepada pihak pengelolanya dan memulai dialog tentang bagaimana mereka bisa mengubah praktik pariwisata tersebut agar lebih ramah bagi hiu maupun wisatawan?”

Akun tersebut juga mengaku pernah melihat pendekatan serupa diterapkan dalam upaya mengubah praktik perburuan hiu di daerah lain. Menurutnya, dialog yang konstruktif lebih berpotensi menghasilkan perubahan dibanding sekadar meluapkan kekecewaan melalui media sosial.

“Menurut saya, percakapan yang konstruktif dan sikap penuh pertimbangan akan jauh lebih bermanfaat daripada sekadar meluapkan kekesalan dan mengunggahnya di media sosial demi mengejar views.”

Mengaku Diminta Menghapus Rekaman

Dalam unggahannya, Agnese juga mengaku sempat merekam aktivitas wisata tersebut sebagai dokumentasi. Namun, ia mengatakan diminta menghapus seluruh rekaman yang telah diambil.

“Ketika kami mulai merekam apa yang terjadi, kami diminta menghapus semuanya. Di akhir kegiatan, mereka mengancam akan membunuh saya karena saya tidak melakukannya,” tulisnya.

Pengakuan tersebut memicu beragam reaksi warganet, terutama terkait keamanan wisatawan dan praktik wisata berbasis satwa liar di Indonesia.

Agnese menilai praktik pemberian makan kepada hiu paus bukan sekadar aktivitas wisata, tetapi dapat berdampak terhadap perilaku alami satwa tersebut.

Menurutnya, hiu paus merupakan satwa migrasi yang secara alami berpindah-pindah mengikuti ketersediaan sumber makanan. Pemberian makan secara rutin, katanya, membuat hiu paus terbiasa menetap di satu lokasi dan bergantung pada manusia.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jurnal Penutup

    Jurnal Penutup

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Masalahnya, kita seringkali lebih rajin membuat jurnal umum daripada jurnal penutup. Tiap hari kita catat dosa dengan rapi: marah pagi, gibah siang, iri sore, dan mungkin sedikit riya di malam hari. Semua tercatat, bahkan tanpa perlu software akuntansi. Ironisnya, kita jarang sekali melakukan closing. Seolah-olah kita ini perusahaan yang tidak pernah tutup buku, padahal umur […]

  • Pangkas Birokrasi, Bupati Sofyan Puhi Limpahkan Kewenangan ke Camat

    Pangkas Birokrasi, Bupati Sofyan Puhi Limpahkan Kewenangan ke Camat

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 360
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengambil langkah tegas dalam upaya memangkas rantai birokrasi dengan melimpahkan sebagian kewenangan Bupati kepada para Camat. Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) yang digelar di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Selasa (13/1/2026). Bupati Sofyan menegaskan, pelimpahan kewenangan ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan publik sekaligus menghadirkan pemerintahan […]

  • Ramai Dikritik, Ini Penjelasan KPK soal Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas

    Ramai Dikritik, Ini Penjelasan KPK soal Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 419
    • 0Komentar

    “Dalam sejarah KPK, tidak pernah ada pengistimewaan seseorang seperti ini, terlebih tanpa alasan khusus seperti kebutuhan perawatan kesehatan,” ujar Lakso. Ia menambahkan, kebijakan tersebut berpotensi mencederai prinsip equality before the law, terlebih status tersangka Yaqut telah dinyatakan sah setelah KPK memenangkan gugatan praperadilan. Menurut Lakso, status penahanan menjadi krusial untuk mencegah potensi intervensi dalam penanganan […]

  • DPP Geninusa Gelar Buka Puasa Bersama, Pembina Febrina Tekankan Pentingnya Nalar Kritis Generasi Muda

    DPP Geninusa Gelar Buka Puasa Bersama, Pembina Febrina Tekankan Pentingnya Nalar Kritis Generasi Muda

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Nulondalo – Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA), menggelar buka puasa bersama dan berbagi takjil dengan ibu Febrina sebagai salah satu dewan pembina Geninusa di kediamannya, Jakarta Selatan, Jum’at 07 Maret 2025. Sebagai salah satu dewan pembina Geninusa, ibu Febrina juga memberikan pesan sebagai dorongan kepada pengurus DPP Geninusa. Harapannya geninusa harus tetap […]

  • Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 354
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meresmikan revitalisasi fasilitas pendidikan di SMK Negeri 4 Gorontalo Utara dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Gorontalo Utara, Rabu (21/1/2025). Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman […]

  • Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui

    Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 537
    • 2Komentar

    Namun hubungan sosial tidak selalu bergerak mengikuti logika pembangunan fisik. Jalan bisa diperlebar, tetapi kedekatan antar manusia tidak otomatis ikut melebar. Justru dalam banyak kasus, percepatan hidup modern membuat interaksi sosial semakin tipis. Mudik, yang dahulu identik dengan tinggal berhari-hari di kampung, kini sering berubah menjadi kunjungan singkat. Orang datang, bersalaman, makan bersama, lalu segera […]

expand_less