Viral! Turis Italia Sebut Diancam Dibunuh Setelah Rekam Dugaan Praktik Wisata Hiu Paus di Gorontalo
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 207
- print Cetak

Unggahan turis asal Italia yang menetap di Australia, Agnese Fontana, di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku mendapat ancaman pembunuhan setelah merekam dugaan praktik wisata hiu paus (whale shark tourism) yang dinilainya tidak etis di Gorontalo. Tangkapan layar/Instagram @aagnesefontana.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia menilai persoalan konservasi dan ekonomi masyarakat bukanlah isu yang dapat dipandang secara hitam-putih. Karena itu, ia menyarankan agar penyelesaiannya ditempuh melalui komunikasi dengan para pengelola wisata.
“Masalah seperti ini tidak pernah hitam-putih. Bukankah pendekatan yang lebih baik adalah dengan berbicara kepada pihak pengelolanya dan memulai dialog tentang bagaimana mereka bisa mengubah praktik pariwisata tersebut agar lebih ramah bagi hiu maupun wisatawan?”
Akun tersebut juga mengaku pernah melihat pendekatan serupa diterapkan dalam upaya mengubah praktik perburuan hiu di daerah lain. Menurutnya, dialog yang konstruktif lebih berpotensi menghasilkan perubahan dibanding sekadar meluapkan kekecewaan melalui media sosial.
“Menurut saya, percakapan yang konstruktif dan sikap penuh pertimbangan akan jauh lebih bermanfaat daripada sekadar meluapkan kekesalan dan mengunggahnya di media sosial demi mengejar views.”
Mengaku Diminta Menghapus Rekaman
Dalam unggahannya, Agnese juga mengaku sempat merekam aktivitas wisata tersebut sebagai dokumentasi. Namun, ia mengatakan diminta menghapus seluruh rekaman yang telah diambil.
“Ketika kami mulai merekam apa yang terjadi, kami diminta menghapus semuanya. Di akhir kegiatan, mereka mengancam akan membunuh saya karena saya tidak melakukannya,” tulisnya.
Pengakuan tersebut memicu beragam reaksi warganet, terutama terkait keamanan wisatawan dan praktik wisata berbasis satwa liar di Indonesia.
Agnese menilai praktik pemberian makan kepada hiu paus bukan sekadar aktivitas wisata, tetapi dapat berdampak terhadap perilaku alami satwa tersebut.
Menurutnya, hiu paus merupakan satwa migrasi yang secara alami berpindah-pindah mengikuti ketersediaan sumber makanan. Pemberian makan secara rutin, katanya, membuat hiu paus terbiasa menetap di satu lokasi dan bergantung pada manusia.
- Penulis: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar