Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pra Konbes dan Munas Alim Ulama 2026 Bahas I’adatun Nazhar, NU Susun Pedoman Peninjauan Ulang Keputusan Bahtsul Masail

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 252
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Mekanisme I’adatun Nazhar atau peninjauan ulang terhadap keputusan-keputusan Bahtsul Masail menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam Webinar Pra Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2026 yang digelar pada Ahad, 14 Juni 2026.

Dalam pengantarnya, anggota Komisi Maudhu’iyah sekaligus pengurus LBM PBNU, KH Abdullah Aniq Nawawi, menjelaskan bahwa pembahasan mengenai I’adatun Nazhar berangkat dari ketentuan dalam Peraturan Perkumpulan (Perkum) Nomor 7 Tahun 2024 yang membuka ruang peninjauan ulang terhadap hasil-hasil keputusan Bahtsul Masail yang telah ditetapkan dalam forum Munas maupun Muktamar.

Menurutnya, ketentuan tersebut menunjukkan keterbukaan tradisi intelektual Nahdlatul Ulama dalam merespons perkembangan zaman. Namun demikian, diperlukan pedoman metodologis yang jelas agar proses peninjauan ulang tidak menimbulkan subjektivitas maupun perbedaan standar dalam lingkungan organisasi.

“Tanpa metodologi yang jelas dan disepakati bersama, proses peninjauan ulang berpotensi melahirkan perbedaan standar dan subjektivitas di lingkungan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

wakil Koordinator Komisi Maudhu’iyah Konbes dan Munas Alim Ulama, KH Hasan Nuri Hidayatullah, menjelaskan bahwa pada Munas Alim Ulama mendatang akan dibahas tiga tema utama, yakni keputusan dan kebijakan organisasi, isu-isu keagamaan, serta persoalan internal yang berkaitan dengan I’adatun Nazhar.

Ia menerangkan bahwa Perkum Nomor 7 Tahun 2024 mengatur kemungkinan peninjauan ulang keputusan Bahtsul Masail apabila ditemukan ketidaktepatan dalam memahami nash, ketidaktepatan memahami dalil atau realitas yang menjadi dasar hukum, perubahan realitas sosial, maupun munculnya illat baru akibat perubahan konteks.

“I’adatun Nazhar bukan upaya menyalahkan ulama terdahulu, melainkan bentuk tanggung jawab ilmiah agar keputusan yang dihasilkan tetap relevan dengan perkembangan realitas,” katanya.

KH Hasan juga mencontohkan sejumlah kasus yang pernah mengalami peninjauan ulang dalam tradisi Bahtsul Masail, di antaranya persoalan penyembelihan dam haji dan perubahan pandangan terhadap penggunaan dasi yang pada masa kolonial pernah dianggap sebagai bentuk tasyabbuh dengan penjajah.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siapa Pengganti Khamenei Jika Ia Benar-Benar Gugur?

    Siapa Pengganti Khamenei Jika Ia Benar-Benar Gugur?

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 235
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan Ayatollah Ali Khamenei kembali mencuat di tengah isu keamanan dan ketegangan kawasan. Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, Khamenei memegang otoritas tertinggi dalam sistem Republik Islam, melampaui presiden dan parlemen. Jika ia wafat atau tidak lagi mampu menjalankan tugas, mekanisme konstitusional Iran telah mengatur proses suksesi tersebut. […]

  • Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sorotan tajam datang dari Ketua Departemen Organisasi PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), I Dewa Gede Ginada Darma Putra, terkait kisruh pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Gorontalo. Dalam pernyataan kerasnya, Ginada menyebut kondisi tata kelola sawit saat ini bukan hanya bermasalah, tapi masuk dalam level krisis akut dan berlapis. Berangkat dari berbagai dokumen, […]

  • Saham PIPA dan MINA Anjlok Usai Bareskrim Ungkap Dugaan Pidana Pasar Modal

    Saham PIPA dan MINA Anjlok Usai Bareskrim Ungkap Dugaan Pidana Pasar Modal

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Perdagangan saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dibuka melemah tajam pada Rabu (4/2/2026), menyusul mencuatnya sentimen negatif terkait pengungkapan dugaan tindak pidana pasar modal oleh Bareskrim Polri. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.15 WIB, saham PIPA tercatat merosot 31 poin atau sekitar 14,62 […]

  • Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

    Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Gobel Group dalam usianya yang hampir 70 tahun meneguhkan pengabdiannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk petani dan nelayan Indonesia. Perusahaan ini terus tumbuh kuat dan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem ekonomi negara ini. Komitmen terhadap sektor pertanian ini telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan sejak generasi pendiri. Sejarah mencatat pada tahun […]

  • PETI Molalahu Mulolo: Banyak yang Tahu, Tambang Terus Mengoyak (Bagian 1)

    PETI Molalahu Mulolo: Banyak yang Tahu, Tambang Terus Mengoyak (Bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Akhirnya Rapat Dengar Pendapat soal Pertambangan Emas Tanpa Izin terlaksana. Akhirnya. Kata itu layak diulang karena rapat tersebut sempat tertunda selama sepekan. Undangan RDP 14 Juli 2026 sudah beredar. Sehari sebelumnya bergeser dari jam 09.00 pagi menjadi pukul 13.00 siang. Lalu tiba-tiba dibatalkan. Ada sidang paripurna, begitu alasan yang disampaikan Aleg asal Molalahu Mulolo, Rusli […]

  • Laporan Langit

    Laporan Langit

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan audit tahunan yang paling jujur: audit hati. Bedanya dengan audit laporan keuangan, auditor Ramadhan tidak bisa diajak negosiasi, tidak bisa diundang buka puasa bersama, dan tidak mengenal istilah “koreksi minor”. Ia langsung tembus ke niat. Dalam bahasa akuntansi, Ramadhan mengajarkan kita satu sistem pencatatan paling canggih: double entry dunia–akhirat. Dalam akuntansi modern, […]

expand_less