Breaking News
light_mode
Trending Tags

Asyiknya Sensus Burung Air di Danau Limboto

  • account_circle Moloneo Az
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 168
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.com  – Ratusan individu burung air residen (penetap) dan jenis migran (pendatang) di Danau Limboto tercatat dalam pengamatan dan sensus burung-air Asia (Asian Waterbird Census) pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Jenis burung-burung tersebut antara lain blekok sawah (Ardeola speciosa), kuntul kecil (Egretta garzetta), kuntul kerbau (Bubulcus ibis), cangak merah (Ardea purpurea), gagang bayam (Himantopus himantopus), kirik-kirik laut (Merops philippinus), layang-layang batu (Hirundo tahitica), perkutut (Geopelia striata), tekukur (Spilopelia chinensis), kicuit batu (Motacilla cinerea), dederuk merah (Streptopelia tranquebarica), cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), Dara laut (Sterna sp), kerakbasi (Acrocephalus), cerek kalung kecil (Charadrius dubius), cerek tilil (Charadrius alexandrinus), Tikusan alis-putih (Poliolimnas cinereus) dan dua jenis burung masih belum teridentifikasi.

“Pengamatan dan sensus burung dimulai pukul 06.00 Wita di tepi Danau Limboto,” kata Iwan Hunowu, pegiat lingkungan di Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA), Sabtu (7/2/2026).

Dalam penghitungan burung-air ini sejumlah pengamat menggunakan peralatan khusus, yaitu teropong (binocular), spotting scope, dan buku panduan lapangan.

Sensus burung air di Gorontalo secara rutin dilaksanakan BIOTA yang berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) simpul Gorontalo, dan program studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Dalam penghitungan burung ini Iwan Hunowu tidak sendirian, ia bersama 80 orang dari lembaga kolaborator ditambah mahasiswa Fakutas Hukum dan Fakultas Farmasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ketua Prodi Konservasi Hutan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo.

Mereka mengamati burung dan mencocokkan dengan gambar di buku panduan lapangan, upaya ini tidak serta merta dapat mengidentifikasi bagi pengamat pemula. Mereka dibantu para pengamat burung yang berpengalaman.

Dalam sensus burung air asia ini, BIOTA juga memanfaatkan untuk melakukan edukasi pentingnya lahan basah bagi kehidupan kepada para mahasiswa.

Penghitungan burung air sangat mudah dilakukan, bahkan banyak dari peserta merasakan penasaran dan menyenangkan. Salah satu alasannya adalah burung air sangat mudah dijumpai dan dapat ditemukan di berbagai jenis lahan basah, seperti sungai, danau, atau sawah. Burung-burung ini memesona dan memegang peranan penting dalam fungsi ekosistem.

“Sejak awal abad ke-20, telah disadari bahwa burung-burung ini hanya dapat dilestarikan dan dikelola secara berkelanjutan melalui kolaborasi internasional,” kata Ragil Satriyo Gumilang, Koordinator AWC Indonesia yang juga Ketua Sekretariat Kemitraan Nasional Konservasi Burung Bermigrasi dan Habitatnya (KNKBBH).

Ragil menjelaskan burung air telah memikat para pengamat burung amatir dan relatif mudah untuk dihitung. Hal ini menjadikan burung ini ideal untuk dilakukan pemantauan jangka panjang, karena relatif efisien biayanya untuk disurvei dari tahun ke tahun, terutama karena dilakukan melalui jaringan sukarelawan.

Sejak 1967 puluhan ribu orang di seluruh dunia mengunjungi lahan basah setiap tahun untuk mengambil bagian dalam Sensus Burung Air Internasional (Internatyional Waterbird Census).

Pada bulan Januari dan Februari banyak spesies burung air yang berkumpul dalam jumlah besar di lahan basah. Ini memberikan meruakan peluang bagus bagi para pengamat burung untuk memantau jumlah, tren, dan perubahan distribusi populasi burung air, serta mengidentifikasi lokasi-lokasi penting.

Sejak tahun 1967, selama 60 tahun terakhir Sensus Burung Air Internasional telah berkembang menjadi salah satu program pemantauan keanekaragaman hayati  terbesar dan paling lama dilaksanakan di dunia. Salah satunya dilaksanakan di Danau Limboto, Gorontalo.

  • Penulis: Moloneo Az

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Misbahuddin Yamin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Program Transmigrasi Patriot yang digagas Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara dengan mengirim mahasiswa dari tujuh kampus elite seperti UI, UGM, ITB, IPB, ITS, Unpad, dan Undip ke Mamuju, secara sekilas tampak progresif. Narasi yang dibangun adalah kolaborasi, sinergi, dan pembangunan ekonomi inklusif. Namun, jika dibaca secara lebih jernih dan struktural, kebijakan ini menyimpan persoalan […]

  • OJK Dorong UMKM Gorontalo Manfaatkan Crowdfunding di Pekan Ekonomi Syariah

    OJK Dorong UMKM Gorontalo Manfaatkan Crowdfunding di Pekan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui narasumbernya, Abdul Rahmat, mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gorontalo agar mulai memanfaatkan skema crowdfunding sebagai alternatif pendanaan di luar sektor perbankan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan crowdfunding yang menjadi salah satu rangkaian Pekan Ekonomi Syariah (PES) yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo, […]

  • Yang Barangkali Luput dalam Perbincangan soal Sadaka

    Yang Barangkali Luput dalam Perbincangan soal Sadaka

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 1.352
    • 1Komentar

    Alasan mengapa sadaka ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat Gorontalo beberapa hari ini sederhana: memberatkan. Perbincangan ini juga bukan barang baru. Sebelumnya, jika jeli membaca timeline Facebook, Anda akan menemukan berbagai postingan yang membeberkan keluh-kesah warga soal praktik ini. Masa iya misalnya, kita yang sedang berduka, lalu harus memberi sejumlah uang pada para elit, pembesar, pemangku […]

  • Dua Bocah SD Salurkan Donasi, Jamil: Anak Sekecil Itu Memang Sangat Menggetarkan Batin

    Dua Bocah SD Salurkan Donasi, Jamil: Anak Sekecil Itu Memang Sangat Menggetarkan Batin

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Tepat pada Senin, 1 Desember 2025 pukul 10 pagi WIB, di sebuah posko penggalangan donasi bencana alam yang terjadi di Sumbar, Sumut dan Aceh yang berlokasi di kantor PB PMII, Dua anak berseragam SD datang membawa pesan moral. Dengan tangan mungil yang belum mengenal rumitnya dunia Mereka menyerahkan uang lima ribu rupiah. Nilai […]

  • Pendidikan Kunci Utama untuk Memutus Rantai Kemiskinan

    Pendidikan Kunci Utama untuk Memutus Rantai Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Akses terhadap pendidikan adalah hak mendasar dan kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Namun di Gorontalo, tantangan anak putus sekolah masih nyata. Faktor sosial-ekonomi keluarga menjadi penyebab utama anak putus sekolah. Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi pendidikan semata, tetapi juga harus menyentuh aspek kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan sosial. Hal […]

  • Tak Tunggu Air Naik: Camat Maros Baru, KSB, dan Relawan Bergerak Cepat Pantau Wilayah Rawan

    Tak Tunggu Air Naik: Camat Maros Baru, KSB, dan Relawan Bergerak Cepat Pantau Wilayah Rawan

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Kecamatan Maros Baru resmi menetapkan status Siaga 1 Banjir menyusul meningkatnya intensitas hujan dan naiknya debit air di sejumlah titik rawan. Menyikapi kondisi tersebut, Camat Maros Baru menunjukkan respons cepat dengan turun langsung ke lapangan melakukan patroli dan pemantauan wilayah, bersama unsur relawan dan masyarakat. Patroli tersebut melibatkan Ketua Kampung Siaga Bencana […]

expand_less