Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Asyiknya Sensus Burung Air di Danau Limboto

  • account_circle Moloneo Az
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 262
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.com  – Ratusan individu burung air residen (penetap) dan jenis migran (pendatang) di Danau Limboto tercatat dalam pengamatan dan sensus burung-air Asia (Asian Waterbird Census) pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Jenis burung-burung tersebut antara lain blekok sawah (Ardeola speciosa), kuntul kecil (Egretta garzetta), kuntul kerbau (Bubulcus ibis), cangak merah (Ardea purpurea), gagang bayam (Himantopus himantopus), kirik-kirik laut (Merops philippinus), layang-layang batu (Hirundo tahitica), perkutut (Geopelia striata), tekukur (Spilopelia chinensis), kicuit batu (Motacilla cinerea), dederuk merah (Streptopelia tranquebarica), cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), Dara laut (Sterna sp), kerakbasi (Acrocephalus), cerek kalung kecil (Charadrius dubius), cerek tilil (Charadrius alexandrinus), Tikusan alis-putih (Poliolimnas cinereus) dan dua jenis burung masih belum teridentifikasi.

“Pengamatan dan sensus burung dimulai pukul 06.00 Wita di tepi Danau Limboto,” kata Iwan Hunowu, pegiat lingkungan di Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA), Sabtu (7/2/2026).

Dalam penghitungan burung-air ini sejumlah pengamat menggunakan peralatan khusus, yaitu teropong (binocular), spotting scope, dan buku panduan lapangan.

Sensus burung air di Gorontalo secara rutin dilaksanakan BIOTA yang berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) simpul Gorontalo, dan program studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Dalam penghitungan burung ini Iwan Hunowu tidak sendirian, ia bersama 80 orang dari lembaga kolaborator ditambah mahasiswa Fakutas Hukum dan Fakultas Farmasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ketua Prodi Konservasi Hutan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo.

Mereka mengamati burung dan mencocokkan dengan gambar di buku panduan lapangan, upaya ini tidak serta merta dapat mengidentifikasi bagi pengamat pemula. Mereka dibantu para pengamat burung yang berpengalaman.

Dalam sensus burung air asia ini, BIOTA juga memanfaatkan untuk melakukan edukasi pentingnya lahan basah bagi kehidupan kepada para mahasiswa.

Penghitungan burung air sangat mudah dilakukan, bahkan banyak dari peserta merasakan penasaran dan menyenangkan. Salah satu alasannya adalah burung air sangat mudah dijumpai dan dapat ditemukan di berbagai jenis lahan basah, seperti sungai, danau, atau sawah. Burung-burung ini memesona dan memegang peranan penting dalam fungsi ekosistem.

“Sejak awal abad ke-20, telah disadari bahwa burung-burung ini hanya dapat dilestarikan dan dikelola secara berkelanjutan melalui kolaborasi internasional,” kata Ragil Satriyo Gumilang, Koordinator AWC Indonesia yang juga Ketua Sekretariat Kemitraan Nasional Konservasi Burung Bermigrasi dan Habitatnya (KNKBBH).

Ragil menjelaskan burung air telah memikat para pengamat burung amatir dan relatif mudah untuk dihitung. Hal ini menjadikan burung ini ideal untuk dilakukan pemantauan jangka panjang, karena relatif efisien biayanya untuk disurvei dari tahun ke tahun, terutama karena dilakukan melalui jaringan sukarelawan.

Sejak 1967 puluhan ribu orang di seluruh dunia mengunjungi lahan basah setiap tahun untuk mengambil bagian dalam Sensus Burung Air Internasional (Internatyional Waterbird Census).

Pada bulan Januari dan Februari banyak spesies burung air yang berkumpul dalam jumlah besar di lahan basah. Ini memberikan meruakan peluang bagus bagi para pengamat burung untuk memantau jumlah, tren, dan perubahan distribusi populasi burung air, serta mengidentifikasi lokasi-lokasi penting.

Sejak tahun 1967, selama 60 tahun terakhir Sensus Burung Air Internasional telah berkembang menjadi salah satu program pemantauan keanekaragaman hayati  terbesar dan paling lama dilaksanakan di dunia. Salah satunya dilaksanakan di Danau Limboto, Gorontalo.

  • Penulis: Moloneo Az

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awan yang tak Kunjung Hujan

    Awan yang tak Kunjung Hujan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Hakiki
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Di surgaloka yang selalu cerah, Raqib dan Atid sudah lama bosan. “Sudah berabad-abad kita mencatat amal manusia,” kata Raqib sambil mengusap jenggotnya yang putih. “Tapi akhir-akhir ini… awan di bawah sana makin tebal. Aneh, tidak juga hujan.” Atid mengangguk. Matanya yang tajam menembus lapisan awan tebal yang menyelimuti Jakarta. “Kita turun saja. Lihat sendiri. Siapa […]

  • Komisi V DPR Soroti Kelaikudaraan Pesawat IAT yang Hilang Kontak di Maros

    Komisi V DPR Soroti Kelaikudaraan Pesawat IAT yang Hilang Kontak di Maros

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi V DPR RI menyoroti hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Sorotan tersebut terutama berkaitan dengan pengawasan kelaikudaraan pesawat, khususnya armada yang telah beroperasi dalam jangka waktu panjang. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, meminta Kementerian Perhubungan […]

  • DPRD Tambrauw Tegas Tolak PSN Sawit, Dinilai Abaikan Hak Masyarakat Adat

    DPRD Tambrauw Tegas Tolak PSN Sawit, Dinilai Abaikan Hak Masyarakat Adat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 368
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, secara tegas menolak kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui investasi perkebunan kelapa sawit di wilayah Tanah Papua. Penolakan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tambrauw, Frengky F. Gifelem, kepada wartawan di Sorong, Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan bahwa baik secara pribadi maupun […]

  • Baleg DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Beri Kepastian Hukum dan Perlindungan Ruang Hidup

    Baleg DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Beri Kepastian Hukum dan Perlindungan Ruang Hidup

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Valdi Pontoh
    • visibility 186
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Daniel Johan, menegaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat harus mampu memberikan jaminan ruang hidup, perlindungan hukum, serta memperkuat hak ekonomi masyarakat adat di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Daniel saat mengikuti pendalaman materi dalam Kunjungan Kerja Baleg DPR RI di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, […]

  • UU Pers Tak Diskriminatif, MK Sebut Penulis Lepas Punya Payung Hukum Lain

    UU Pers Tak Diskriminatif, MK Sebut Penulis Lepas Punya Payung Hukum Lain

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) tidak bersifat diskriminatif meskipun perlindungan hukum dalam Pasal 8 hanya secara limitatif ditujukan kepada wartawan. Menurut MK, penulis lepas, kolumnis, dan kontributor nonwartawan tetap memiliki payung hukum lain di luar UU Pers. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua MK Saldi Isra […]

  • Hak Interpelasi DPRD : Jalan Terang dalam Polemik BSG

    Hak Interpelasi DPRD : Jalan Terang dalam Polemik BSG

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Bayangkan anda adalah masyarakat Gorontalo. Hari ini anda membaca berita hangat yang informasinya ‘begini’, keesokan harinya ‘begitu’. Hari ini anda memahami informasi resmi dari pemangku kebijakan, tiba – tiba besoknya informasi tersebut diklarifikasi oleh mereka sendiri pula. Inilah realita masyarakat Gorontalo, terkekang dalam polemik Bank SulutGo (BSG) yang kebijakannya berpusar disitu saja yang membuat masyarakatnya […]

expand_less