Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 571
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Qadi Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdul Rasyid Kamaru, menyampaikan pengajian mendalam mengenai kitab Al-Barzanji dalam rangkaian majelis rutin di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo. Pada pertemuan ketujuh ini, beliau masih memfokuskan pembahasan pada bagian mukadimah (ibtidā’ul imlā’) sebelum memasuki bab inti.

Dalam pengajiannya, KH. Abdul Rasyid menegaskan bahwa Kitab Al-Barzanji karya Sayyid Ja’far al-Barzanji (1128 H/1716 M), bukan sekadar kitab puji-pujian atau bacaan seremonial, melainkan karya ilmiah-keagamaan yang disusun dengan kehati-hatian tinggi untuk menjaga keotentikan sejarah hidup Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam.

Kitab ini ditulis oleh Syekh Ja‘far bin Hasan Al-Barzanji dengan metodologi yang matang agar riwayat Nabi tidak tercampur dengan kekeliruan, baik yang disengaja maupun tidak.

Menurut beliau, pemilihan kata ibtidā’ dalam mukadimah Al-Barzanji bukan tanpa maksud. Istilah tersebut mencerminkan sikap tawadhu‘, kehati-hatian, dan permohonan ridha Allah sebelum menuliskan sejarah Rasulullah. Hal ini menunjukkan adab keilmuan yang tinggi, sebagaimana tradisi ulama Ahlussunnah wal Jama‘ah dalam menjaga kesucian ilmu.

Riwayat Nabi Harus Dijaga dari Kekeliruan

Kiai Rasyid mengibaratkan penulisan riwayat Rasulullah seperti penyusunan daftar riwayat hidup (DRH) dalam dunia modern. Jika riwayat hidup manusia biasa saja harus ditulis secara akurat, maka penulisan sejarah Nabi jauh lebih wajib dijaga dari kesalahan.

Karena itu, para ulama salaf selalu menutup karya-karya mereka dengan permohonan ampun kepada Allah, sebagai bentuk kerendahan hati jika terdapat kekhilafan dalam penulisan. Sikap ini, menurutnya, adalah bagian dari akhlak ilmiah yang mulai jarang diperhatikan di masa kini.

Beliau juga menegaskan bahwa Rasulullah tidak boleh diukur dengan standar manusia biasa. Walaupun Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam adalah manusia, beliau bukan manusia pada umumnya. Seluruh akhlak, tutur kata, perilaku, hingga cara hidup beliau merupakan teladan sempurna (uswatun ḥasanah), sebagaimana ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an:

“Wa innaka la‘alā khuluqin ‘aẓīm.”
(QS. Al-Qalam: 4)

Bahasa, Adab, dan Akhlak dalam Tradisi Keilmuan

Dalam kesempatan tersebut, KH. Abdul Rasyid juga mengulas keindahan bahasa Arab serta kaidah nahwu dan balaghah yang terkandung dalam Al-Barzanji. Ia mengingatkan bahwa pemahaman teks keagamaan tidak boleh serampangan, sebab satu kata dalam bahasa Arab bisa memiliki banyak makna.

Beliau mengaitkan hal ini dengan tradisi orang tua Gorontalo tempo dulu yang sangat menjaga adab dalam menyebut nama Rasulullah, termasuk kehati-hatian menuliskan lafaz-lafaz suci. Menurutnya, tradisi tersebut bukan budaya kosong, melainkan warisan akhlak Islam yang mencerminkan kecintaan mendalam kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam.

Al-Barzanji sebagai Media Dakwah dan Penyejuk Hati

Kiai Abdul Rasyid menegaskan bahwa pembacaan Al-Barzanji tidak boleh dipahami sebagai ritual tanpa makna. Kitab ini adalah media dakwah, sarana menumbuhkan cinta kepada Rasulullah, serta penyejuk hati umat. Kisah-kisah Nabi yang disampaikan dengan jujur dan penuh ketulusan mampu melembutkan hati dan memperbaiki akhlak.

Ia juga mengingatkan bahwa para ulama menulis manaqib dan sirah Nabi bukan untuk kepentingan duniawi, melainkan semata-mata mengharap ridha Allah dan syafaat Rasulullah.

Menutup pengajiannya, KH. Abdul Rasyid Kamaru mengajak jamaah untuk terus menjaga tradisi keilmuan, adab, dan akhlak dalam mempelajari sejarah Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam. Ia berharap, waktu yang tersisa sebelum pergantian tahun dapat dimanfaatkan untuk muhasabah diri dan memperdalam ilmu agama.

“Jika dalam penyampaian ini terdapat kekurangan, mohon kiranya ditutupi dan dimaafkan,” tutup beliau diakhir pengajian menjelang Salat Jumat pada 2021‘.

Pengajian ini menjadi pengingat bahwa mencintai Rasulullah bukan hanya dengan shalawat, tetapi juga dengan menjaga keaslian ajaran, adab, dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

KLIK DUKUNGAN TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

Embed HTML not available.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

    Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Indonesia terlalu besar untuk didiskusikan, diurus, dan diperhatikan. Tapi bukannya mustahil. Bangsa yang lahir dari rahim para pemikir ini harus kita diskusikan, harus kita urus, dan harus kita perhatikan. Farid Gaban, Dhandy Laksono, dan kawan-kawan merupakan salah satu orang-orang yang getol menyuarakan persoalan ke-Indonesia-an. Ada beragam cara mereka bersuara. Melalui film dokumenter, dan buku. Salah […]

  • Tambang Diduga Ilegal di Moncongloe Beroperasi Terang-Terangan, PERJOSI Desak APH Bertindak

    Tambang Diduga Ilegal di Moncongloe Beroperasi Terang-Terangan, PERJOSI Desak APH Bertindak

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Aktivitas pertambangan yang diduga tidak mengantongi izin kembali menjadi sorotan di Kabupaten Maros. Kali ini, lokasi tambang yang berada di wilayah Bonto Bunga, Kecamatan Moncongloe, Sulawesi Selatan, terpantau masih beroperasi secara leluasa dengan melibatkan alat berat dan armada pengangkut material. Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan pada Rabu (3/6/2026), sejumlah ekskavator dan […]

  • Akuntan Bukan Penjaga Angka, tetapi Penjaga Risiko

    Akuntan Bukan Penjaga Angka, tetapi Penjaga Risiko

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Ketika mendengar kata akuntan, banyak orang masih membayangkan seseorang yang sibuk menghitung angka, menyusun laporan keuangan, atau memastikan setiap transaksi tercatat dengan benar. Pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak lagi cukup untuk menggambarkan peran akuntan di tengah dunia bisnis yang semakin kompleks. Hari ini, akuntan bukan sekadar penjaga angka. Akuntan adalah penjaga risiko. Angka […]

  • Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Hari Asyura tahun ini jatuh pada 5 Juli 2025, bertepatan dengan 10 Muharram 1447 H, menurut kalender Hijriah. Hari ini merupakan momen penting dalam kalender Islam yang diperingati oleh seluruh umat Muslim, meski dengan cara dan pemaknaan yang berbeda antara Syiah dan Sunni. Makna Asyura bagi Muslim Syiah Bagi umat Syiah, Asyura adalah puncak dari […]

  • Dua Bocah SD Salurkan Donasi, Jamil: Anak Sekecil Itu Memang Sangat Menggetarkan Batin

    Dua Bocah SD Salurkan Donasi, Jamil: Anak Sekecil Itu Memang Sangat Menggetarkan Batin

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Tepat pada Senin, 1 Desember 2025 pukul 10 pagi WIB, di sebuah posko penggalangan donasi bencana alam yang terjadi di Sumbar, Sumut dan Aceh yang berlokasi di kantor PB PMII, Dua anak berseragam SD datang membawa pesan moral. Dengan tangan mungil yang belum mengenal rumitnya dunia Mereka menyerahkan uang lima ribu rupiah. Nilai […]

  • Donasi Bencana Sumatera Terkumpul Rp400 Juta, Pemkot Gorontalo Akan Antar Langsung Bantuan

    Donasi Bencana Sumatera Terkumpul Rp400 Juta, Pemkot Gorontalo Akan Antar Langsung Bantuan

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Penggalangan dana bantuan kemanusiaan yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo bagi korban bencana alam di Sumatera terus berlangsung. Hingga saat ini, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar Rp400 juta. Data tersebut terungkap dalam rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang digelar di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Jumat (19/12/2025). Pelaksana tugas […]

expand_less