Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 543
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Qadi Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdul Rasyid Kamaru, menyampaikan pengajian mendalam mengenai kitab Al-Barzanji dalam rangkaian majelis rutin di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo. Pada pertemuan ketujuh ini, beliau masih memfokuskan pembahasan pada bagian mukadimah (ibtidā’ul imlā’) sebelum memasuki bab inti.

Dalam pengajiannya, KH. Abdul Rasyid menegaskan bahwa Kitab Al-Barzanji karya Sayyid Ja’far al-Barzanji (1128 H/1716 M), bukan sekadar kitab puji-pujian atau bacaan seremonial, melainkan karya ilmiah-keagamaan yang disusun dengan kehati-hatian tinggi untuk menjaga keotentikan sejarah hidup Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam.

Kitab ini ditulis oleh Syekh Ja‘far bin Hasan Al-Barzanji dengan metodologi yang matang agar riwayat Nabi tidak tercampur dengan kekeliruan, baik yang disengaja maupun tidak.

Menurut beliau, pemilihan kata ibtidā’ dalam mukadimah Al-Barzanji bukan tanpa maksud. Istilah tersebut mencerminkan sikap tawadhu‘, kehati-hatian, dan permohonan ridha Allah sebelum menuliskan sejarah Rasulullah. Hal ini menunjukkan adab keilmuan yang tinggi, sebagaimana tradisi ulama Ahlussunnah wal Jama‘ah dalam menjaga kesucian ilmu.

Riwayat Nabi Harus Dijaga dari Kekeliruan

Kiai Rasyid mengibaratkan penulisan riwayat Rasulullah seperti penyusunan daftar riwayat hidup (DRH) dalam dunia modern. Jika riwayat hidup manusia biasa saja harus ditulis secara akurat, maka penulisan sejarah Nabi jauh lebih wajib dijaga dari kesalahan.

Karena itu, para ulama salaf selalu menutup karya-karya mereka dengan permohonan ampun kepada Allah, sebagai bentuk kerendahan hati jika terdapat kekhilafan dalam penulisan. Sikap ini, menurutnya, adalah bagian dari akhlak ilmiah yang mulai jarang diperhatikan di masa kini.

Beliau juga menegaskan bahwa Rasulullah tidak boleh diukur dengan standar manusia biasa. Walaupun Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam adalah manusia, beliau bukan manusia pada umumnya. Seluruh akhlak, tutur kata, perilaku, hingga cara hidup beliau merupakan teladan sempurna (uswatun ḥasanah), sebagaimana ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an:

“Wa innaka la‘alā khuluqin ‘aẓīm.”
(QS. Al-Qalam: 4)

Bahasa, Adab, dan Akhlak dalam Tradisi Keilmuan

Dalam kesempatan tersebut, KH. Abdul Rasyid juga mengulas keindahan bahasa Arab serta kaidah nahwu dan balaghah yang terkandung dalam Al-Barzanji. Ia mengingatkan bahwa pemahaman teks keagamaan tidak boleh serampangan, sebab satu kata dalam bahasa Arab bisa memiliki banyak makna.

Beliau mengaitkan hal ini dengan tradisi orang tua Gorontalo tempo dulu yang sangat menjaga adab dalam menyebut nama Rasulullah, termasuk kehati-hatian menuliskan lafaz-lafaz suci. Menurutnya, tradisi tersebut bukan budaya kosong, melainkan warisan akhlak Islam yang mencerminkan kecintaan mendalam kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam.

Al-Barzanji sebagai Media Dakwah dan Penyejuk Hati

Kiai Abdul Rasyid menegaskan bahwa pembacaan Al-Barzanji tidak boleh dipahami sebagai ritual tanpa makna. Kitab ini adalah media dakwah, sarana menumbuhkan cinta kepada Rasulullah, serta penyejuk hati umat. Kisah-kisah Nabi yang disampaikan dengan jujur dan penuh ketulusan mampu melembutkan hati dan memperbaiki akhlak.

Ia juga mengingatkan bahwa para ulama menulis manaqib dan sirah Nabi bukan untuk kepentingan duniawi, melainkan semata-mata mengharap ridha Allah dan syafaat Rasulullah.

Menutup pengajiannya, KH. Abdul Rasyid Kamaru mengajak jamaah untuk terus menjaga tradisi keilmuan, adab, dan akhlak dalam mempelajari sejarah Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam. Ia berharap, waktu yang tersisa sebelum pergantian tahun dapat dimanfaatkan untuk muhasabah diri dan memperdalam ilmu agama.

“Jika dalam penyampaian ini terdapat kekurangan, mohon kiranya ditutupi dan dimaafkan,” tutup beliau diakhir pengajian menjelang Salat Jumat pada 2021‘.

Pengajian ini menjadi pengingat bahwa mencintai Rasulullah bukan hanya dengan shalawat, tetapi juga dengan menjaga keaslian ajaran, adab, dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

KLIK DUKUNGAN TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

Embed HTML not available.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Tambrauw Tegas Tolak PSN Sawit, Dinilai Abaikan Hak Masyarakat Adat

    DPRD Tambrauw Tegas Tolak PSN Sawit, Dinilai Abaikan Hak Masyarakat Adat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 335
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, secara tegas menolak kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui investasi perkebunan kelapa sawit di wilayah Tanah Papua. Penolakan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tambrauw, Frengky F. Gifelem, kepada wartawan di Sorong, Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan bahwa baik secara pribadi maupun […]

  • Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua Dirilis untuk Publik

    Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua Dirilis untuk Publik

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 323
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Upaya baru dalam pelestarian alam di Indonesia bagian timur lahir dengan selesainya identifikasi Important Bird and Biodiversity Areas (IBAs) di wilayah Papua. Melalui kerja sama antara Burung Indonesia dan berbagai mitra strategis, data ini kini dapat diakses oleh publik sebagai alat bantu utama dalam menentukan daerah prioritas pelestarian keanekaragaman hayati di Papua dengan menggunakan […]

  • Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Ketua Majelis Pembina Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang juga menjabat sebagai Bupati Gorontalo Utara, membuka secara resmi Perkemahan Tingkat Kwartir Ranting di Kecamatan Sumalata, Minggu (10/8/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Gerakan Pramuka. Dalam sambutannya, Thariq menyebut perkemahan menjadi wadah pendidikan, rekreasi, dan permainan. “Ketiga […]

  • PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 243
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kekhawatiran tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terkait kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mulai dirasakan di berbagai daerah. Isu pengurangan belanja pegawai memicu kecemasan akan nasib ribuan tenaga PPPK, termasuk di Kota Gorontalo. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, akhirnya buka suara pada Senin, 30 Maret 2026. Ia menegaskan […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Lailatul Ijtima’, Gus Aniq Tekankan Kolaborasi sebagai Kunci Peradaban

    PWNU Gorontalo Gelar Lailatul Ijtima’, Gus Aniq Tekankan Kolaborasi sebagai Kunci Peradaban

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 365
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ dengan menghadirkan Wakil Ketua Umum PBNU KH. Zulfa Musthofa, Ahad (19/4/2025). Katib Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdullah Aniq Nawawi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lailatul Ijtima’ bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi mencerminkan hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang harus membangun peradaban secara kolektif. Kegiatan […]

  • Dunia Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker

    Dunia Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia hiburan Tanah Air kembali diselimuti kabar duka. Penyanyi pop Indonesia, Vidi Aldiano, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.33 WIB setelah berjuang melawan Kanker Ginjal yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir. Kabar wafatnya pelantun lagu Nuansa Bening itu pertama kali diketahui publik melalui unggahan di media sosial oleh sahabatnya, Deddy Corbuzier. […]

expand_less