Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tambang Diduga Ilegal di Maros Masih Beroperasi, PERJOSI Tantang Ketegasan Aparat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 265
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS — Aktivitas tambang yang diduga ilegal di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali menuai sorotan publik. Hingga Senin (25/05/2026), sejumlah titik tambang di wilayah Kecamatan Mandai dan Moncongloe disebut masih terus beroperasi meski mendapat keluhan warga terkait dugaan kerusakan lingkungan dan dampak terhadap keselamatan masyarakat sekitar.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pengerukan tanah masih terlihat berlangsung di beberapa titik di wilayah Pattontongan, Kecamatan Mandai. Dari data dan informasi yang dihimpun awak media, salah satu lokasi yang berada di sekitar Perumahan Rachita dikelola berinisial HDR.

Lokasi tambang pattontongan.

Selain itu, terdapat pula titik lain yang disebut beroperasi dengan modus pemerataan lahan.

Salah seorang pengelola lapangan yang enggan disebutkan identitasnya mengakui bahwa lokasi tambang di dekat kawasan perumahan tersebut disebut milik HDR.

“Kalau yang dekat perumahan itu memang milik HDR,” ujarnya singkat saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, di wilayah Moncongloe, dua titik aktivitas tambang lainnya juga disebut masih aktif beroperasi. Salah satu titik berada di belakang Kantor Kecamatan Moncongloe.

Sedangkan titik lainnya disebut dikelola oleh seorang oknum kepala dusun berinisial DP bersama ABS.

Menanggapi informasi tersebut, Kasat Reskrim Polres Maros, Ridwan, saat dikonfirmasi awak media hanya memberikan tanggapan singkat.

“Baik Pak, kami akan cek,” ujarnya melalui pesan singkat.

Di sisi lain, Wakil Ketua PERJOSI Maros, Irwandi, menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas tambang yang diduga merusak lingkungan di Kabupaten Maros.

“Kami akan terus memantau dan turun langsung ke lapangan terkait aktivitas tambang di Pattontongan dan Moncongloe. Kami menantang Polda Sulsel dan Polres Maros untuk benar-benar turun menindak para terduga pelaku perusakan lingkungan,” tegasnya.

Lokasi tambang Moncongloe.

Irwandi juga menyoroti lemahnya penindakan terhadap aktivitas tambang yang disebut kerap berhenti sementara ketika menjadi sorotan, namun kembali beroperasi setelah situasi mereda.

“Kami tidak ingin tambang hari ini berhenti, lalu besok kembali berjalan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah komitmen dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum,” tambahnya.

Menurut PERJOSI, aktivitas tambang tanpa pengawasan ketat berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, infrastruktur, hingga keselamatan warga di sekitar lokasi tambang.

Hingga berita ini diterbitkan, sejumlah aktivitas tambang di beberapa titik tersebut disebut masih berlangsung dan belum ada tindakan penertiban yang terlihat di lapangan. (Tim)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Amerika Serikat Enggan Menandatangani UNCLOS? Ini Alasan Strategisnya

    Mengapa Amerika Serikat Enggan Menandatangani UNCLOS? Ini Alasan Strategisnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 314
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Amerika Serikat hingga kini belum menandatangani United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS), meskipun konvensi tersebut telah menjadi rezim hukum internasional utama yang mengatur tata kelola laut global. Keputusan ini didorong oleh sejumlah pertimbangan strategis, ekonomi, dan politik luar negeri. Salah satu alasan utama penolakan Amerika Serikat terhadap UNCLOS adalah […]

  • How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

    How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Pramono Pido
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Jakarta and Singapore exemplify urban centers at the forefront of climate change adaptation. Rising sea levels, increased rainfall, and rapid urbanization are reshaping urban operations across Southeast Asia. In response, governments are advancing the concept of the “smart city,” emphasizing data-driven governance, predictive systems, and digital infrastructure to enhance urban safety and resilience. Despite technological […]

  • Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

    Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Di tanah Bugis, ada selembar kain yang tidak sekadar kain. Ia adalah cerita tentang kesabaran, ketelitian, dan peradaban yang panjang. Kain itu dikenal dengan nama Lipa’ Sa’be. Di balik setiap helai benang sutra itu, ada tangan-tangan perempuan Bugis yang bekerja dengan ketelitian dan kesabaran. Mereka duduk berjam-jam di depan alat tenun, menggerakkan benang demi benang […]

  • Jangan Biarkan Mimpi Anak Kehabisan Tenaga di Garis Akhir

    Jangan Biarkan Mimpi Anak Kehabisan Tenaga di Garis Akhir

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Namun, ada satu pertanyaan penting yang sering kali terlambat dipikirkan, yaitu: kapan sebenarnya kita harus mulai merencanakan kuliah anak? Sebagian besar keluarga baru mulai memikirkan jurusan, universitas, hingga biaya pendidikan ketika anak sudah duduk di bangku SMA. Padahal, pada fase tersebut waktu untuk mempersiapkan semuanya […]

  • Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Tradisi Tenggeyamo diketahui ada sejak zaman kesultanan Gorontalo dan hingga kini masih digelar setiap tahun. Sebelum penetapan, biasanya agenda diawali dengan ceramah tentang asal-muasal bulan Ramadan sambil menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah dalam menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal. Gelaran Tanggeyamo biasanya dilakukan di rumah adat atau di rumah dinas kepala daerah di Gorontalo. […]

  • Akbar Ramadhan Tegaskan Siap Kawal Pengisian Jabatan Kosong di Desa Majannang

    Akbar Ramadhan Tegaskan Siap Kawal Pengisian Jabatan Kosong di Desa Majannang

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Anggota Karang Taruna Desa Majannang, Akbar Ramadhan, menyampaikan komitmennya untuk mengawal proses pengisian sejumlah jabatan yang saat ini masih kosong di Desa Majannang. Menurutnya, kekosongan beberapa posisi penting di desa harus segera mendapat perhatian serius demi menjaga stabilitas pelayanan dan jalannya pemerintahan desa. Adapun posisi yang menjadi sorotan di antaranya jabatan Kepala […]

expand_less