Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Karhutla Kalimantan Membara, Sakti dari Maros Desak Negara Perkuat Perlindungan Hutan dan Usut Tuntas Penyebab Kebakaran

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • visibility 166
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.Com, MAROS — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah Kalimantan menjadi perhatian publik, termasuk dari Sulawesi Selatan. Bukan semata karena luas wilayah yang terdampak, tetapi juga karena ancamannya terhadap lingkungan, satwa, masyarakat, kesehatan, dan kualitas udara.

Sakti, seorang warga asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, turut menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan penyebab kebakaran ditelusuri secara menyeluruh dan apabila ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran hukum, aparat penegak hukum (APH) diminta menindak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalimantan bukan sekadar hamparan hutan di peta. Di sana ada kehidupan, ada satwa, ada masyarakat, dan ada udara yang kita hirup bersama. Ketika hutan terbakar, jangan hanya menghitung berapa hektare yang hangus. Kita juga harus menghitung berapa banyak kehidupan yang kehilangan habitat dan berapa banyak masyarakat yang terdampak asap,” ujar Sakti.

Data Terbaru: Ribuan Hotspot dan Puluhan Ribu Hektare Terdampak

Kondisi karhutla di Kalimantan memang menunjukkan situasi yang perlu mendapat perhatian serius. Kementerian Kehutanan pada 20 Agustus 2026 melaporkan peningkatan signifikan hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pada 19 Agustus 2026, tercatat 518 hotspot berkepercayaan tinggi di tiga provinsi tersebut. Rinciannya, Kalimantan Barat 259 titik, Kalimantan Tengah 242 titik, dan Kalimantan Selatan 17 titik.

Secara kumulatif pada periode 17–19 Agustus 2026, terdeteksi 750 hotspot berkepercayaan tinggi, terdiri atas 367 titik di Kalimantan Barat, 343 titik di Kalimantan Tengah, dan 40 titik di Kalimantan Selatan. Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot bukan otomatis berarti jumlah kejadian kebakaran karena satu kejadian dapat terdeteksi sebagai beberapa titik panas dan tetap memerlukan verifikasi lapangan.

Sementara itu, BPBD Kalimantan Barat mencatat luas karhutla di provinsi tersebut telah mencapai 38.310,86 hektare sejak Januari hingga Agustus 2026. Kabupaten Ketapang menjadi salah satu wilayah dengan luasan terbesar, yakni sekitar 12.443 hektare, disusul Kubu Raya sekitar 8.614 hektare dan Mempawah sekitar 6.144 hektare.

Di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, BPBD juga mencatat 298 kejadian karhutla dengan luas sekitar 261,41 hektare selama periode 1 Juni hingga 19 Agustus 2026.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla bukan sekadar isu yang beredar di media sosial. Di lapangan, pemerintah daerah dan petugas memang menghadapi kejadian kebakaran yang berulang.

Pemerintah Sudah Bergerak, Tetapi Pencegahan dan Penegakan Hukum Harus Berjalan Bersamaan

Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pemerintah daerah, relawan, pelaku usaha dan masyarakat telah melakukan operasi terpadu.

Kementerian Kehutanan menyebut terdapat sekitar 12.880 personel gabungan yang terlibat dalam operasi pengendalian karhutla di Kalimantan. Pemerintah juga menjalankan patroli, pemadaman darat, pendinginan, pemantauan hotspot hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Namun, bagi Sakti, langkah pemadaman tidak boleh menjadi satu-satunya jawaban.

Menurutnya, negara harus hadir secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, perlindungan kawasan hutan dan lahan gambut, pengawasan aktivitas pembukaan lahan, hingga penegakan hukum apabila hasil penyelidikan menemukan adanya pelanggaran.

“Kami mengapresiasi petugas yang sudah turun melakukan pemadaman. Tetapi negara tidak boleh datang hanya ketika api sudah membesar. Negara harus hadir sebelum api muncul, menjaga kawasan yang dilindungi, memperkuat pengawasan, dan memastikan setiap dugaan pelanggaran diperiksa secara profesional,” kata Sakti.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak terburu-buru menuding pihak tertentu sebagai pelaku pembakaran sebelum adanya hasil penyelidikan resmi.

Menurutnya, apabila terdapat dugaan pembakaran yang disengaja, APH harus melakukan penyelidikan berbasis bukti dan mengumumkan hasilnya secara transparan kepada publik.

“Kalau memang ditemukan unsur pidana, proses hukum harus berjalan. Tetapi jangan pula seseorang atau kelompok langsung dituduh sebagai pelaku hanya berdasarkan dugaan. Kita serahkan pembuktian kepada aparat penegak hukum melalui penyelidikan yang profesional dan transparan,” tegasnya.

Hutan Bukan Sekedar Angka Statistik

Persoalan karhutla juga tidak berhenti pada angka luas lahan terbakar. Kebakaran dapat mengancam ekosistem, habitat satwa, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak, serta kualitas udara.

BMKG sebelumnya mengingatkan bahwa musim kemarau 2026 menjadi periode yang perlu diwaspadai. Hingga 29 Juli 2026, BMKG mendeteksi 5.019 hotspot dan memprediksi risiko karhutla meningkat pada periode puncak kemarau, khususnya di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. BMKG juga menyebut kondisi El Niño kuat berpotensi memperkuat kondisi kering selama musim kemarau.

Pada 21 Agustus, Kementerian Kehutanan melaporkan hotspot nasional turun dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik pada 20 Agustus atau berkurang sekitar 56,2 persen. Meski demikian, pemerintah mengingatkan kewaspadaan tetap diperlukan karena sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau dan kondisi asap dapat berubah mengikuti arah angin serta kondisi atmosfer.

Karena itu, Sakti menilai penanganan karhutla harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika pemberitaan dan perhatian publik sedang tinggi.

“Pray for Kalimantan jangan berhenti sebagai tagar. Doa penting, kepedulian penting, tetapi perlindungan hutan, pencegahan kebakaran, penanganan masyarakat terdampak dan penegakan hukum juga harus berjalan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat pengawasan kawasan rawan kebakaran, terutama wilayah gambut, serta memastikan setiap laporan masyarakat terkait kebakaran ditindaklanjuti.

“Hutan yang terbakar hari ini bukan hanya kehilangan pohon. Kita kehilangan bagian dari ekosistem yang membutuhkan waktu sangat panjang untuk pulih. Karena itu, sudah saatnya perlindungan alam ditempatkan sebagai kepentingan negara dan kepentingan generasi mendatang,” pungkas Sakti.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan IV, 39 Warga Majannang menerima photo_camera 2

    Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan IV, 39 Warga Majannang menerima

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 169
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Pemerintah Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 di Kantor Desa Majannang, kamis (18/12/2025). Penyaluran ini mencakup periode Oktober, November, dan Desember. Sebanyak 39 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tunai dengan total Rp900 ribu per orang, masing-masing Rp300 ribu per bulan […]

  • Perkuat Metodologi Riset di UCR, Prof. Muhamad Ali Tekankan Menulis sebagai Akhlak Akademik

    Perkuat Metodologi Riset di UCR, Prof. Muhamad Ali Tekankan Menulis sebagai Akhlak Akademik

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana akademik yang intens mewarnai kegiatan mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) di University of California, Riverside. Pada Kamis (2/4/2026), para mahasiswa mengikuti bimbingan akademik mendalam terkait penulisan tesis dan disertasi. Kegiatan yang berlangsung di ruang INTN 2009, CHASS Interdisciplinary Building ini menghadirkan Muhamad Ali sebagai pembimbing utama. Dalam sesi tersebut, ia […]

  • HUT-77, Garuda Online Travel Fair Tawarkan Diskon Tiket

    HUT-77, Garuda Online Travel Fair Tawarkan Diskon Tiket

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 266
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, Gorontalo – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menggandeng Bank Mandiri sebagai bank partner kembali menggelar Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) pertama di tahun 2026 dengan menghadirkan 140 ribu kursi untuk penerbangan domestik dan internasional diskon hingga 65%. Ajang penjualan tiket harga terbaik berbasis digital tersebut dapat diakses oleh masyarakat  mulai 29 Januari s.d […]

  • Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

    Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Ada satu kebiasaan intelektual yang menarik dari Abdurrahman Wahid ketika membaca peristiwa politik. Ia tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu hanya dari apa yang tampak di permukaan. Dalam tulisannya “Iran yang Tidak Saya Lihat”, Gus Dur justru memulai dari sebuah pengakuan yang sederhana: ia tidak berada di Iran, tidak menyaksikan langsung gejolak yang sedang berlangsung di sana. […]

  • 31 Kontingen Rampungkan Registrasi, PPSN VI Kian Semarak

    31 Kontingen Rampungkan Registrasi, PPSN VI Kian Semarak

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Nulondalo, Malang – Suasana Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” Bululawang, Kabupaten Malang, kian semarak menjelang pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI. Hingga Rabu (30/9/2026) pukul 15.19 WIB, sebanyak 31 kontingen putra dan putri telah menyelesaikan proses registrasi ulang. Jumlah tersebut terdiri atas 30 kontingen tingkat provinsi dan satu kontingen tuan rumah dari Pondok Pesantren […]

  • Istri Sah Hi. Sadik Jafar Noch Somasi Direktur PT. HIPMEN Atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum

    Istri Sah Hi. Sadik Jafar Noch Somasi Direktur PT. HIPMEN Atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Jaia Basra, Istri sah Hi. Sadik Jafar Noch melalui kuasa hukumnya, melayangkan Somasi/Peringatan terhadap Direktur dan Wakil Direktur PT. HALMAHERA INDONESIA PULAU MALUKU SELATAN (PT. HIPMEN) yang beralamat di Jl. Mesjid Ar-Raiyah RT.000/RW.000, Kampung Makian, Kec. Bacan Selatan, Kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara. Somasi tertanggal 3 Juli 2025 dilayangkan atas dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) […]

expand_less