Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Nuzulul Qur’an: Masjid Istiqlal Jadi Jembatan Peradaban

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 203
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, Jakarta-Masjid Istiqlal kembali menjadi panggung kebersamaan dan refleksi kebangsaan dalam peringatan Nuzulul Qur’an yang dipadati puluhan ribu jamaah. Di tengah gemuruh kota, momentum suci ini diposisikan sebagai ruang di mana nilai-nilai Al-Qur’an dipahami bukan hanya sebagai ajaran spiritual, tetapi juga sebagai ruh yang merekatkan keberagaman dan memperkuat peradaban bangsa.

H. Mas’ud Halimin, Ketua Panitia Nuzulul Qur’an Masjid Istiqlal sekaligus Wakil Kepala Bidang Peribadatan menjelaskan alasan tema yang diusung: “Alasan kami mengambil tema Nuzulul Qur’an ‘Jembatan Peradaban Harmoni’ karena kami meyakini bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan peradaban, tradisi dan budaya”. Ia menambahkan, “Kita berharap nilai-nilai Al Qur’an bisa menjadi semangat dan ruh yang bisa menjadikan Indonesia sebagai negara peradaban yang besar”. Dari panggung itu pula panitia meluncurkan program besar wakaf mushaf Iluminasi Tionghoa, target 100.000 mushaf yang menurutnya telah menerima 3.200 mushaf untuk dibagikan ke seluruh pelosok negeri.

Salah satu momen paling emotif adalah keterlibatan lintas komunitas, termasuk kolaborasi dengan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia). Ketua Umum organisasi tersebut, Dr. H. Serian Wijatno, menggarisbawahi makna lintas kebudayaan: “Peringatan Nuzulul Qur’an malam ini memperlihatkan bahwa Al Qur’an mampu melewati batas-batas perbedaan dan menjadi jembatan peradaban harmoni lintas kebudayaan, termasuk kebudayaan muslim Tionghoa dan Nusantara”. Ia menegaskan bahwa Masjid Istiqlal menjadi wujud nyata jembatan tersebut.

Sementara itu, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama RI, mengajak jamaah merenungkan sejarah dan dinamika penyebaran Islam: “Nuzulul Qur’an mengingatkan kita bahwa salah satu agama yang paling cepat berkembang di dunia adalah Islam, itu karena Al Qur’an”. Ia menambahkan bahwa ikatan budaya Tionghoa dengan Nusantara telah lama ada dan menjadi bagian dari warna bangsa. 09/03/2026.

Peringatan ini juga menampilkan seni lukis pasir yang mengisahkan relasi budaya Tionghoa dan Nusantara — sebuah karya visual yang memberi ruang tafakur, hikmah, dan refleksi tentang bagaimana kebudayaan dan agama dapat bersinergi membangun persatuan. Hadir pula para pejabat, antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ketua KPU RI, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat mewakili Wakil Gubernur DKI, serta Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta (mewakili Gubernur DKI). Kehadiran mereka memperkuat pesan kebangsaan acara ini.

Di pelataran Masjid Istiqlal, jamaah tampak antusias; banyak yang berswafoto memegang mushaf Iluminasi Tionghoa sebagai simbol harapan bersama. Nuzulul Qur’an kali ini bukan sekadar peringatan ritual—ia menjadi deklarasi bahwa wacana keagamaan dapat menjadi jembatan peradaban yang merangkul seluruh lapisan bangsa.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

    Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Kita sedang terbiasa menilai tanpa benar-benar memahami. Dunia dibaca dari permukaan, sementara fondasinya diabaikan. Kita bicara tentang kemajuan China tanpa menyentuh Marxism-nya, dan mengomentari Iran tanpa mengerti Syiah-nya. Di situlah letak masalahnya: pengetahuan tidak lagi dipakai untuk membongkar, tapi sekadar untuk ikut berbicara, itulah mengapa kebenaran sering kalah cepat dari hal yang sekadar menarik. Di […]

  • Menakar Kembali Jalan Ziarah Menuju Lapeo: Tradisi yang Bertahan, Iman yang Dipertanyakan

    Menakar Kembali Jalan Ziarah Menuju Lapeo: Tradisi yang Bertahan, Iman yang Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Pasca Eid al-Fitr, saya mendapati satu pemandangan yang hampir selalu berulang setiap tahun, orang-orang bergerak menuju tempat-tempat ziarah. Ada yang datang bersama keluarga, ada yang berombongan dengan tetangga, ada pula yang menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk singgah sebentar, membaca doa, lalu pulang. Salah satu titik yang paling ramai adalah kawasan Masjid Nuruttaubah Imam Lapeo. […]

  • Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Tempuh Jalur Ekstrem Evakuasi Korban ATR 42-500

    Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Tempuh Jalur Ekstrem Evakuasi Korban ATR 42-500

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS-PANGKEP — Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menempuh jalur ekstrem yang selama ini hanya digunakan oleh warga setempat. Hal itu disampaikan Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam) XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Abi Kusnianto, saat ditemui di lokasi PoskoAJU, Desa […]

  • Bantuan UEP dan PK Bukan untuk Dikonsumsi

    Bantuan UEP dan PK Bukan untuk Dikonsumsi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan pentingnya pemanfaatan bantuan sosial secara produktif, bukan konsumtif. Hal ini disampaikannya saat menyerahkan bantuan bahan pokok dalam program BLP3G di dua kecamatan di Kabupaten Boalemo, Rabu (2/7/2025). Selain program BLP3G, Idah menjelaskan bahwa Dinas Sosial Provinsi Gorontalo juga memiliki berbagai skema bantuan lainnya, salah satunya adalah Usaha […]

  • Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, Polres Maros Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Maccopa Kab Maros

    Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, Polres Maros Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Maccopa Kab Maros

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Nulondalo.com.Maros- Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Maros menggelar kegiatan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Maccopa, Jalan Poros Maros-Makassar, Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya dan diikuti Wakapolres Maros Kompol Ahmad Rosma, para pejabat utama Polres Maros, para […]

  • Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

    Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Di antara beragam kuliner Nusantara yang menggoda selera, Lalampa menjadi salah satu kue tradisional khas Gorontalo yang patut diperkenalkan lebih luas. Kue ini merupakan simbol kekayaan kuliner pesisir Sulawesi, terutama dari masyarakat Gorontalo yang kaya akan rempah dan hasil laut. Sekilas, Lalampa terlihat seperti lemper dari Jawa. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan keunikan […]

expand_less