Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Nuzulul Qur’an: Masjid Istiqlal Jadi Jembatan Peradaban

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 266
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, Jakarta-Masjid Istiqlal kembali menjadi panggung kebersamaan dan refleksi kebangsaan dalam peringatan Nuzulul Qur’an yang dipadati puluhan ribu jamaah. Di tengah gemuruh kota, momentum suci ini diposisikan sebagai ruang di mana nilai-nilai Al-Qur’an dipahami bukan hanya sebagai ajaran spiritual, tetapi juga sebagai ruh yang merekatkan keberagaman dan memperkuat peradaban bangsa.

H. Mas’ud Halimin, Ketua Panitia Nuzulul Qur’an Masjid Istiqlal sekaligus Wakil Kepala Bidang Peribadatan menjelaskan alasan tema yang diusung: “Alasan kami mengambil tema Nuzulul Qur’an ‘Jembatan Peradaban Harmoni’ karena kami meyakini bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan peradaban, tradisi dan budaya”. Ia menambahkan, “Kita berharap nilai-nilai Al Qur’an bisa menjadi semangat dan ruh yang bisa menjadikan Indonesia sebagai negara peradaban yang besar”. Dari panggung itu pula panitia meluncurkan program besar wakaf mushaf Iluminasi Tionghoa, target 100.000 mushaf yang menurutnya telah menerima 3.200 mushaf untuk dibagikan ke seluruh pelosok negeri.

Salah satu momen paling emotif adalah keterlibatan lintas komunitas, termasuk kolaborasi dengan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia). Ketua Umum organisasi tersebut, Dr. H. Serian Wijatno, menggarisbawahi makna lintas kebudayaan: “Peringatan Nuzulul Qur’an malam ini memperlihatkan bahwa Al Qur’an mampu melewati batas-batas perbedaan dan menjadi jembatan peradaban harmoni lintas kebudayaan, termasuk kebudayaan muslim Tionghoa dan Nusantara”. Ia menegaskan bahwa Masjid Istiqlal menjadi wujud nyata jembatan tersebut.

Sementara itu, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama RI, mengajak jamaah merenungkan sejarah dan dinamika penyebaran Islam: “Nuzulul Qur’an mengingatkan kita bahwa salah satu agama yang paling cepat berkembang di dunia adalah Islam, itu karena Al Qur’an”. Ia menambahkan bahwa ikatan budaya Tionghoa dengan Nusantara telah lama ada dan menjadi bagian dari warna bangsa. 09/03/2026.

Peringatan ini juga menampilkan seni lukis pasir yang mengisahkan relasi budaya Tionghoa dan Nusantara — sebuah karya visual yang memberi ruang tafakur, hikmah, dan refleksi tentang bagaimana kebudayaan dan agama dapat bersinergi membangun persatuan. Hadir pula para pejabat, antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ketua KPU RI, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat mewakili Wakil Gubernur DKI, serta Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta (mewakili Gubernur DKI). Kehadiran mereka memperkuat pesan kebangsaan acara ini.

Di pelataran Masjid Istiqlal, jamaah tampak antusias; banyak yang berswafoto memegang mushaf Iluminasi Tionghoa sebagai simbol harapan bersama. Nuzulul Qur’an kali ini bukan sekadar peringatan ritual—ia menjadi deklarasi bahwa wacana keagamaan dapat menjadi jembatan peradaban yang merangkul seluruh lapisan bangsa.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khutbah Jumat : Ampunan Allah Tak Terbatas

    Khutbah Jumat : Ampunan Allah Tak Terbatas

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Di tengah kehidupan yang sering membuat manusia terjatuh dalam kesalahan, ada satu hal yang tak pernah berubah: luasnya ampunan Allah. Betapapun jauh langkah kita menyimpang, betapapun sering kita mengulang dosa yang sama, pintu rahmat itu tetap terbuka—tidak pernah dikunci, tidak pernah habis. Manusia adalah tempatnya lupa dan salah. Ia berjalan dengan keterbatasan, tersandung oleh hawa […]

  • Bukan Menafikan Zakat, Ini Makna Strategis Seruan Menag soal Ekonomi Umat

    Bukan Menafikan Zakat, Ini Makna Strategis Seruan Menag soal Ekonomi Umat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pernyataan Menteri Agama yang menyerukan agar pembangunan ekonomi umat tidak semata bertumpu pada zakat terus menjadi perbincangan publik. Sebagian pihak menilai seruan tersebut berpotensi menggeser posisi zakat sebagai rukun Islam. Namun, menurut Dr. Ahmad Shaleh Amin, M.A., pandangan demikian lahir dari pembacaan yang tidak utuh terhadap konteks yang disampaikan. Dr. Ahmad menegaskan bahwa […]

  • Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Misbahuddin Yamin
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Program Transmigrasi Patriot yang digagas Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara dengan mengirim mahasiswa dari tujuh kampus elite seperti UI, UGM, ITB, IPB, ITS, Unpad, dan Undip ke Mamuju, secara sekilas tampak progresif. Narasi yang dibangun adalah kolaborasi, sinergi, dan pembangunan ekonomi inklusif. Namun, jika dibaca secara lebih jernih dan struktural, kebijakan ini menyimpan persoalan […]

  • Perempuan Berhenti Bekerja: Pengorbanan atau Investasi?

    Perempuan Berhenti Bekerja: Pengorbanan atau Investasi?

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Di tengah semakin banyak perempuan yang memilih berhenti bekerja setelah menikah atau memiliki anak, muncul pertanyaan yang sering kali memicu perdebatan: apakah keputusan tersebut merupakan sebuah pengorbanan atau justru investasi? Bagi saya, jawabannya bergantung pada alasan dan cara perempuan memaknai keputusan itu. Berhenti bekerja bukanlah tanda menyerah, bukan pula bukti bahwa perempuan kehilangan kemampuan. Sebaliknya, […]

  • Demokrasi dan Distribusi Keadilan

    Demokrasi dan Distribusi Keadilan

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Siti Sara Malase
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Penulis : Siti Sara Malase Demokrasi merupakan salah satu sistem pemerintahan yang paling banyak diadopsi di dunia modern. Sejak akhir Perang Dingin, demokrasi menjadi standar legitimasi politik bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Secara konseptual, demokrasi didefinisikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Namun, dalam praktiknya, demokrasi kerap mengalami penyempitan makna dengan direduksi […]

  • Adjustment Langit

    Adjustment Langit

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Ramadhan sering disebut sebagai bulan penuh berkah. Namun, jika dilihat dari perspektif akuntansi, Ramadhan sebenarnya adalah bulan audit spiritual sekaligus periode “adjustment” besar-besaran dalam laporan keuangan langit. Kalau di perusahaan ada jurnal penyesuaian di akhir periode akuntansi, maka Ramadhan itu seperti closing sementara bagi buku besar amal manusia. Bayangkan saja, selama sebelas bulan sebelumnya kita […]

expand_less