Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menakar Kembali Jalan Ziarah Menuju Lapeo: Tradisi yang Bertahan, Iman yang Dipertanyakan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 534
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pasca Eid al-Fitr, saya mendapati satu pemandangan yang hampir selalu berulang setiap tahun, orang-orang bergerak menuju tempat-tempat ziarah. Ada yang datang bersama keluarga, ada yang berombongan dengan tetangga, ada pula yang menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk singgah sebentar, membaca doa, lalu pulang. Salah satu titik yang paling ramai adalah kawasan Masjid Nuruttaubah Imam Lapeo. Tempat ini sejak lama dikenal sebagai ruang spiritual masyarakat Mandar, dan belakangan juga kerap disebut sebagai kawasan wisata religi.

Dari pengamatan itu muncul satu perasaan yang agak janggal. Ketika tidak ikut berziarah, ada semacam rasa bersalah yang sulit dijelaskan. Bukan karena ada kewajiban agama yang secara tegas memerintahkannya, tetapi karena kebiasaan sosial yang sudah mengakar. Seolah-olah setelah Lebaran, ziarah adalah bagian dari ritme kehidupan yang seharusnya dijalani.

Dari situ saya mulai melihat ziarah bukan hanya sebagai praktik ibadah, tetapi juga sebagai peristiwa sosial yang menarik untuk dibaca. Di sekitar Lapeo, kita melihat sebuah fenomena yang tampak sederhana tetapi menyimpan banyak lapisan makna: bagaimana sebuah tradisi lama tetap hidup di tengah kehidupan masyarakat yang berubah begitu cepat.

Banyak hal di sekitar kita sudah berubah. Cara orang bekerja, berkomunikasi, bahkan memahami agama ikut dipengaruhi oleh teknologi dan arus informasi yang bergerak sangat cepat. Namun praktik ziarah tetap berjalan seperti dulu. Orang datang, membaca doa, memohon keselamatan, lalu pulang dengan harapan hidup terasa lebih ringan.

Di situ terlihat satu ciri khas masyarakat Mandar. Spiritualitas mereka tidak hanya dibentuk oleh ajaran formal agama, tetapi juga oleh ingatan kolektif tentang tokoh-tokoh yang pernah hidup di tengah masyarakat. Ziarah ke makam ulama seperti Muhammad Tahir Imam Lapeo tidak sekadar menjadi ritual doa bagi yang telah wafat. Ia juga menjadi cara masyarakat menjaga hubungan simbolik dengan masa lalu.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Damkar Sempat Terhambat Parkiran Motor Warga Saat Kebakaran di Kompleks Asrama Haji

    Mobil Damkar Sempat Terhambat Parkiran Motor Warga Saat Kebakaran di Kompleks Asrama Haji

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Proses pemadaman kebakaran rumah di Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo pada Minggu (15/3/2026) dini hari sempat mengalami kendala. Mobil pemadam kebakaran milik BPBD Kota Gorontalo dilaporkan kesulitan menuju titik api karena akses jalan dipenuhi kendaraan milik warga. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Perumahan Wahana Ceria yang berada di kawasan kompleks Asrama […]

  • Mahasiswa, Demonstrasi dan Kesantunan

    Mahasiswa, Demonstrasi dan Kesantunan

    • calendar_month Minggu, 4 Sep 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Menarik memang mengelaborasi gerakan mahasiswa sebagai agen of change atau sebagai agen of control. Sudah menjadi tradisi yang terwariskan sejak zaman pra kemerdekaan hingga saat ini, bahwa mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok elit pelajar akan selalu garang ketika berhadapan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak populis. Pada momen-momen tertentu, pemandangan yang sudah lazim akan terlihat di setiap kantor pemerintah, […]

  • Dianggap Lalai Atasi Pencemaran Sungai, IMCI Layangkan Peringatan Darurat ke Bupati dan DLH Kabupaten Cirebon

    Dianggap Lalai Atasi Pencemaran Sungai, IMCI Layangkan Peringatan Darurat ke Bupati dan DLH Kabupaten Cirebon

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Ikatan Mahasiswa Cirebon Indonesia (IMCI) melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten Cirebon, khususnya Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag. dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), atas kegagalan bertahun-tahun dalam mengatasi pencemaran limbah industri batu alam di aliran sungai yang berhulu di Dukupuntang dan dikenal luas sebagai Sungai Jamblang. Sekretaris Umum IMCI, Barri Niko, menegaskan bahwa pencemaran […]

  • Koalisi Desak Presiden Hentikan Proyek Jalan 135 Km di Merauke, Diduga Langgar AMDAL dan HAM

    Koalisi Desak Presiden Hentikan Proyek Jalan 135 Km di Merauke, Diduga Langgar AMDAL dan HAM

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 494
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua mendesak Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertahanan untuk segera menghentikan pembangunan jalan akses sepanjang 135 kilometer di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Desakan ini disampaikan menyusul dugaan bahwa proyek sarana prasarana ketahanan pangan tersebut dijalankan tanpa memenuhi ketentuan lingkungan hidup serta berpotensi melanggar hak masyarakat […]

  • Menakar Efisiensi APBN: Tantangan Menjaga Akuntabilitas di Balik Penghematan Anggaran

    Menakar Efisiensi APBN: Tantangan Menjaga Akuntabilitas di Balik Penghematan Anggaran

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Ai Dila Umul Hidayah
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Klaim efisiensi dalam APBN 2026 yang mencapai Rp204,4 triliun sekilas terdengar meyakinkan. Di tengah tekanan fiskal dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, penghematan dalam jumlah besar tentu dianggap sebagai langkah rasional. Namun, di balik angka tersebut, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah efisiensi ini benar-benar mencerminkan akuntabilitas, atau justru hanya menjadi ukuran keberhasilan yang terlalu […]

  • Zero Terorisme di Indonesia, Densus 88 Amankan 51 Tersangka Sepanjang 2025

    Zero Terorisme di Indonesia, Densus 88 Amankan 51 Tersangka Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mencatat telah mengamankan 51 tersangka kasus tindak pidana terorisme sepanjang tahun 2025. Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers rilis akhir tahun Polri di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025). “Kami mencatat sepanjang 2025, jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 51 orang,” ujar Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono, saat memaparkan […]

expand_less