Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menakar Kembali Jalan Ziarah Menuju Lapeo: Tradisi yang Bertahan, Iman yang Dipertanyakan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 536
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banyak orang datang karena ingin merasakan kedekatan dengan figur yang dianggap memiliki jejak kesalehan. Cerita tentang kehidupan para ulama, kisah-kisah yang beredar dari mulut ke mulut, serta kenangan tentang kesederhanaan hidup mereka membentuk suasana spiritual yang terus hidup dalam ingatan masyarakat.

Praktik seperti ini sering disebut sebagai agama yang hidup dalam keseharian. Ia tidak hanya berada dalam teks atau institusi, tetapi juga dalam kebiasaan sosial masyarakat. Ziarah, doa bersama di rumah guru atau kiai, serta tradisi lisan yang terus diwariskan adalah bagian dari cara masyarakat memaknai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Namun di balik kelanggengan tradisi itu, ada sisi lain yang juga perlu diperhatikan. Tidak jarang ritual keagamaan berjalan sebagai kebiasaan yang diulang tanpa banyak refleksi. Orang datang, membaca doa, lalu pulang. Perjalanan spiritual yang seharusnya menjadi ruang perenungan kadang berhenti sebagai kegiatan rutin.

Hal ini semakin terasa ketika melihat kehidupan sosial di sekitar ruang-ruang religius tersebut. Kawasan yang dikenal sebagai pusat spiritual tidak selalu memperlihatkan kehidupan sosial yang selaras dengan nilai-nilai religius yang dirayakan dalam ritual. Konflik sosial, kesenjangan ekonomi, dan berbagai persoalan lain tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di sinilah muncul sesuatu yang bisa disebut sebagai disparitas iman. Dalam kajian Sosiologi, kesenjangan tidak selalu berkaitan dengan ekonomi. Ada juga jarak antara ritual keagamaan yang ramai dengan praktik moral dalam kehidupan sosial..

Sebagian persoalan ini juga berkaitan dengan cara institusi keagamaan bekerja. Banyak ruang keagamaan berfungsi dengan baik sebagai tempat ritual, tetapi belum selalu berhasil menjadi ruang pembentukan etika sosial. Agama hadir dalam simbol dan perayaan, tetapi pengaruhnya terhadap perilaku sosial tidak selalu terasa kuat.

Jika kondisi ini terus berlangsung, ziarah berisiko kehilangan makna yang lebih dalam. Ia tetap ramai, tetap menjadi agenda tahunan, tetapi berhenti sebagai perjalanan simbolik.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Istiqlal Luncurkan Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa pada Peringatan Nuzulul Qur’an

    Masjid Istiqlal Luncurkan Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa pada Peringatan Nuzulul Qur’an

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Masjid Istiqlal akan meluncurkan program Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa dalam rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang mengusung tema “Jembatan Harmoni Peradaban.” Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, sebagai bagian dari rangkaian acara yang digelar bersama Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama serta Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Program […]

  • MOTIVATAWA Resmi Diluncurkan: Platform Edutainment Profesional Indonesia Hadir untuk Negeri

    MOTIVATAWA Resmi Diluncurkan: Platform Edutainment Profesional Indonesia Hadir untuk Negeri

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MOTIVATAWA, sebuah platform edutainment profesional pertama di Indonesia, resmi melakukan soft launching di Jakarta, Minggu (23/11/2025). kegiatan ini  dimulai pukul 16.00 WIB dan dibuka langsung oleh CEO MOTIVATAWA, Platform Edutainment. Mengusung konsep perpaduan edukasi dan hiburan, MOTIVATAWA hadir sebagai wadah baru bagi masyarakat Indonesia untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. “Kami ingin menghadirkan proses belajar […]

  • Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Oleh: Budiman Salamun – (Kader PMII Cabang Ambon) Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Ambon menjadi problem mendasar yang membentuk “frame” buruk terhadap citra organisasi, mengapa demikian! karena Pelantikan PC PMII Ambon didasari oleh pengungkungan AD/ART PMII atau dengan kata lain, Pelantikan PC PMII AMBON merupakan hasil pemerkosaan Konstitusi dan Peraturan organisasi. […]

  • Habis Gelap Ada yang Belum Terang: Kartini, Emansipasi dan Ilusi Kolonial

    Habis Gelap Ada yang Belum Terang: Kartini, Emansipasi dan Ilusi Kolonial

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    “Ibu Kita Kartini, putri sejati, wanita yang mulia dan harum namanya.” Begitulah yang terpatri di benak para anak-anak sekolah.  Lagunya kerap didendangkan, hari lahirnya ditetapkan sebagai emansipasi wanita dan kiprahnya dijadikan patokan gerakan perempuan di Indonesia.  Setiap tanggal 21 April, Kartini dan narasi tentangnya dilantangkan kembali. Kalau anda hidup dan sudah bisa memahami situasi pada masa orde […]

  • Negara Hukum atau Negara Kuasa? Menguji Integritas Penegakan Hukum Indonesia

    Negara Hukum atau Negara Kuasa? Menguji Integritas Penegakan Hukum Indonesia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Zulkifli
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sebelum Indonesia mengenal sistem hukum kolonial Belanda, masyarakat Nusantara telah hidup dengan tatanan hukum sendiri, yakni hukum adat. Nilai-nilai ini tumbuh dari kearifan lokal dan mengakar kuat dalam kehidupan sosial. Salah satu komunitas yang hingga kini masih menjaga hukum adat adalah Suku Kajang di Kabupaten Bulukumba. Mereka bahkan mendapat pengakuan internasional; The Washington Post menempatkan […]

  • Bareskrim Polri Tangkap Dua Tersangka Jaringan Narkoba Ko Erwin di Tangerang

    Bareskrim Polri Tangkap Dua Tersangka Jaringan Narkoba Ko Erwin di Tangerang

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap dua tersangka yang diduga terkait jaringan narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Keduanya berinisial Charles Bernando dan Arfan Yulias Lauw. Kedua tersangka ditangkap di kawasan Teluk Naga, Tangerang, Banten, pada Sabtu (28/2/2026). Penangkapan merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan awal terhadap tersangka Erwin Iskandar. Direktur Tindak Pidana Narkoba […]

expand_less