Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menakar Kembali Jalan Ziarah Menuju Lapeo: Tradisi yang Bertahan, Iman yang Dipertanyakan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 377
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banyak orang datang karena ingin merasakan kedekatan dengan figur yang dianggap memiliki jejak kesalehan. Cerita tentang kehidupan para ulama, kisah-kisah yang beredar dari mulut ke mulut, serta kenangan tentang kesederhanaan hidup mereka membentuk suasana spiritual yang terus hidup dalam ingatan masyarakat.

Praktik seperti ini sering disebut sebagai agama yang hidup dalam keseharian. Ia tidak hanya berada dalam teks atau institusi, tetapi juga dalam kebiasaan sosial masyarakat. Ziarah, doa bersama di rumah guru atau kiai, serta tradisi lisan yang terus diwariskan adalah bagian dari cara masyarakat memaknai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Namun di balik kelanggengan tradisi itu, ada sisi lain yang juga perlu diperhatikan. Tidak jarang ritual keagamaan berjalan sebagai kebiasaan yang diulang tanpa banyak refleksi. Orang datang, membaca doa, lalu pulang. Perjalanan spiritual yang seharusnya menjadi ruang perenungan kadang berhenti sebagai kegiatan rutin.

Hal ini semakin terasa ketika melihat kehidupan sosial di sekitar ruang-ruang religius tersebut. Kawasan yang dikenal sebagai pusat spiritual tidak selalu memperlihatkan kehidupan sosial yang selaras dengan nilai-nilai religius yang dirayakan dalam ritual. Konflik sosial, kesenjangan ekonomi, dan berbagai persoalan lain tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di sinilah muncul sesuatu yang bisa disebut sebagai disparitas iman. Dalam kajian Sosiologi, kesenjangan tidak selalu berkaitan dengan ekonomi. Ada juga jarak antara ritual keagamaan yang ramai dengan praktik moral dalam kehidupan sosial..

Sebagian persoalan ini juga berkaitan dengan cara institusi keagamaan bekerja. Banyak ruang keagamaan berfungsi dengan baik sebagai tempat ritual, tetapi belum selalu berhasil menjadi ruang pembentukan etika sosial. Agama hadir dalam simbol dan perayaan, tetapi pengaruhnya terhadap perilaku sosial tidak selalu terasa kuat.

Jika kondisi ini terus berlangsung, ziarah berisiko kehilangan makna yang lebih dalam. Ia tetap ramai, tetap menjadi agenda tahunan, tetapi berhenti sebagai perjalanan simbolik.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Post Stoicism: Antara Dikotomi Kendali dan Empati

    Post Stoicism: Antara Dikotomi Kendali dan Empati

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Ada satu hal yang terus bergaung dalam kepala saya belakangan ini: bahwa hidup ini, pada akhirnya, hanyalah sebuah permainan antara apa yang bisa kita kendalikan dan apa yang tidak. Saya menemukannya pertama kali dalam ajaran Stoikisme—tepatnya dalam gagasan dichotomy of control. Tapi kemudian, saya merasa ada sesuatu yang kurang. Ada lubang kecil dalam kebijaksanaan besar ini, […]

  • Pandji Dilaporkan soal “Mens Rea”, DPR: Negara Demokrasi Tak Boleh Antikritik

    Pandji Dilaporkan soal “Mens Rea”, DPR: Negara Demokrasi Tak Boleh Antikritik

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah merespons pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya terkait materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea. Menurutnya, kritik yang disampaikan melalui medium seni dan komedi merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi dan tidak semestinya langsung dibawa ke ranah hukum. “Kritik yang disampaikan melalui Mens Rea adalah […]

  • Cegah Perkawinan Anak, Wagub Gorontalo Dorong Generasi Sehat dan Bebas Stunting

    Cegah Perkawinan Anak, Wagub Gorontalo Dorong Generasi Sehat dan Bebas Stunting

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Upaya menekan angka stunting di Provinsi Gorontalo tidak bisa dilepaskan dari persoalan perkawinan anak. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan Perkawinan Anak dan Penurunan Stunting yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo, Kamis (18/12/2025). Dalam sambutannya, […]

  • Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Oleh: Budiman Salamun – (Kader PMII Cabang Ambon) Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Ambon menjadi problem mendasar yang membentuk “frame” buruk terhadap citra organisasi, mengapa demikian! karena Pelantikan PC PMII Ambon didasari oleh pengungkungan AD/ART PMII atau dengan kata lain, Pelantikan PC PMII AMBON merupakan hasil pemerkosaan Konstitusi dan Peraturan organisasi. […]

  • DPW GENINUSA Jawa Tengah Resmi Dilantik dan Rekerwil Bahas Pengembangan Santriprenuer

    DPW GENINUSA Jawa Tengah Resmi Dilantik dan Rekerwil Bahas Pengembangan Santriprenuer

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Dewan pimpinan Daerah Gerakan Santriprenuer Nusantara Jawa Tengah (DPW-GENINUSA Jateng) masa khidmat 2025-2030 melaksanakan pelantikan dan rapat kerja wilayah/rakerwil yang berlokasi di aula kantor DPD RI Jawa Tengah, jalan imam bonjol kota Semarang, 23 Juni 2025. Sejumlah 38 pengurus sesuai SK DPP GENINUSA pengurus jawa tengah dilantik mengambil sumpah janji jabatan. dalam kesempatan ini ketua […]

  • Dikejar Polisi, Pemotor Asal Brebes Tewas Usai Tabrak Tiang dan Pagar di Gang Sempit

    Dikejar Polisi, Pemotor Asal Brebes Tewas Usai Tabrak Tiang dan Pagar di Gang Sempit

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    “Ada tiga motor yang melaju kencang di gang sempit, salah satunya motor polisi. Satu motor kemudian menabrak tiang dan pagar hingga sekarat,” ungkap Agus. Informasi yang beredar menyebutkan, anggota polisi yang terlibat dalam pengejaran tersebut bernama Rudi. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap dari pihak berwenang. Kasus kecelakaan ini kini […]

expand_less