Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Nasi Kuning

  • account_circle Fadhil Hadju
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 228
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wanita cantik itu mondar mandir bak setrika. Kakinya terus menjinjit, menghasilkan suara decitan lembut saat bersentuhan lantai, dan dengan indah melewati tetamu. Tak lupa satu lengannya menjulur ke bawah, terdengar suara tabik lembut menyembul dari kedua bibirnya. Wanita itu pacarku, Nia. Disusunnya sepuluh piring putih di hadapanku. Piring itu motifnya bunga-bunga. Duduk manis mereka di atas tikar plastik, menemani suguhan olahan ikan, sayur, dan tidak lupa nasi kuning. Para tamu bapak dan ibu berpakaian muslim duduk melingkari yang disuguhkan Nia. Mereka khusyuk memanjatkan doa-doa yang dipimpin ustad. Tradisi mongaruwa ini diadakan di rumahnya Nia. Ayahnya meninggal dunia beberapa hari lalu. Para tamu yang hadir ikut memanjatkan doa kepada mayat agar selamat di alam kubur.

“Laa ilaha ilallah. Laa ilaaha ilallah..” lantun ustad memimpin doa. Aku iseng menghitungnya, jumlah terlantunkan sekitar seratus kali. Semakin mendekati seratus, semakin cepat dilafalkan, ucapannya juga semakin pendek, dan tambah kencang juga kepala ustad menggeleng-geleng. Aku pun ikut tenggelam dengan bacaan itu.

Asap mengepul dari polutube. Menyesakan napasku yang diterpa dari tadi. Ustad menaburkan sesuatu di atas bara. Semakin mengepul asapnya disertai wangi dupa memenuhi ruangan. Doa-doa terus dilanjutkan. Adat ini kental di masyarakat desa. Terasa janggal jika tidak dilaksanakan. Bahkan jadi buah bibir. Tak ubahnya di desa, di perkotaan pun masih melaksanakan kebiasaan saat ada yang meninggal itu. Adat yang sejak dulu dilakukan sangat sulit terlepas dari masyarakatnya. Begitupun dengan keluarga Nia. Ini sudah hari ke tujuh doa arwah ayahnya.

“Mari, silakan makan. Ada nasi kuning juga kalau ada yang mau”. Nia menyodorkan nasi kuning yang disendok ke piring itu padaku. Aku terkesimah menyentuh tangan lembutnya. Wangi nasi kuning mengalahkan apa pun bagiku. Sedari awal pacaran aku sudah mengajaknya ke berbagai warung penjual nasi kuning. Dia tahu persis itu makanan favoritku.

“Makasih,,” kuterima sepiring nasi kuning. Yang bisa mengalahkan wanginya nasi kuning bagiku adalah ikang goreng. Apalagi kalau garo rica. Olahan itu sedari tadi mencuri perhatianku. Kusendok tiga penggal ikan goreng garo rica menemani nasi kuning. Menurutku, laksa ikan dan nasi kuning hanya pembuka, ditambah ikan goreng dengan rica, jadi sempurna rasanya beradu di mulut. Tetamu yang lain ikut menyantap hidangan tuan rumah di senja jelang magrib itu.

Aku menyapu pandangan ke depan, kemudian di samping. Kutengok orang-orang di sebelahku sambil mengunyah makanan. Seorang pria tua juga ikut menyendok nasi kuning, ia melempar senyum dibalik kumis putihnya padaku, mungkin ia ingin saling sapa sesama pecinta nasi kuning. Lengannya tak berhenti di nasi kuning, ia mengambil berbagai lauk berpadu di satu piring. Setelah menyendok makanan, ia lekas beranjak ke teras rumah. Tak lupa, diselipkannya pisang di kantong kemeja batiknya. Bersama bapak-bapak lainnya, ia menyantap makanan itu. Tapi, ada satu pria yang sedari tadi buatku penasaran. Posisi tempatnya duduk dari awal doa sampai selesai tak pernah berubah. Seperti sedang bertapa. Saat berdoa, ia juga ikut. Tapi tiba waktunya makan, ia lekas pergi tanpa berkata apa pun kepada pemilik hajat.

“Sayang, tadi itu siapa ya?” tanyaku ke Nia selepas makan. Kami duduk bersama bapak-bapak di teras rumah. Mereka duduk bercerita, bersenda gurau.

  • Penulis: Fadhil Hadju

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 Gelar Penanaman Mangrove di Desa Pajukukang

    Mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 Gelar Penanaman Mangrove di Desa Pajukukang

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 42
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM–MAROS–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Penanaman Mangrove di kawasan pesisir Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8). Kegiatan ini merupakan bentuk aksi nyata mahasiswa dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan mangrove. Penanaman dilaksanakan melalui sinergi dengan […]

  • Gubernur Gorontalo: Islamic Centre Dorong Pertumbuhan Wilayah dan Kurangi Kepadatan Kota

    Gubernur Gorontalo: Islamic Centre Dorong Pertumbuhan Wilayah dan Kurangi Kepadatan Kota

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Nulondalo.com –  Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan pembangunan Gorontalo Islamic Centre bertujuan mendorong pertumbuhan berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, sosial budaya, hingga kemasyarakatan. Gusnar mengatakan, pembangunan berskala besar tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan ruang wilayah Kota Gorontalo agar tidak semakin padat. “Yang terpenting dalam pembangunan ini adalah pengembangan wilayah agar bisa tumbuh lebih […]

  • Audit Amal Tahunan

    Audit Amal Tahunan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang seperti auditor independen yang tak bisa diajak kompromi. Ia mengetuk pintu hati tanpa surat tugas, tanpa SP2D, dan tanpa fee audit. Tahu-tahu kita sudah duduk di kursi pemeriksaan batin, sambil membuka “laporan keuangan amal” selama setahun terakhir. Bedanya dengan audit biasa, kali ini yang diperiksa bukan neraca perusahaan, melainkan neraca dosa dan […]

  • Tokoh Moral Itu Telah Pergi

    Tokoh Moral Itu Telah Pergi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Pagi 31 Januari 2026, saat saya sedang mengikuti sertifikasi dai yang diselenggarakan PB DDI di Hotel UIN Alauddin Makassar, kabar duka itu datang tiba-tiba: Bapak Salim S. Mengga mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit di Makassar. Informasi itu saya baca lewat grup WhatsApp. Kaget, saya terdiam sejenak, menundukkan kepala, lalu membacakan […]

  • Adhan Dambea Bongkar Manajemen RSAS, Terungkap Pembayaran ke Pihak Ketiga Pernah Tertunda Hingga Setahun

    Adhan Dambea Bongkar Manajemen RSAS, Terungkap Pembayaran ke Pihak Ketiga Pernah Tertunda Hingga Setahun

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Persoalan tata kelola di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) kembali terungkap. Sebelum pemerintahan Adhan Dambea dan Indra Gobel memimpin Kota Gorontalo, rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut disebut menghadapi berbagai masalah, mulai dari pelayanan, ketersediaan alat kesehatan, hingga pengelolaan keuangan. Fakta terbaru mencuat dalam rapat evaluasi dan silaturahmi antara Wali Kota Gorontalo dengan […]

  • Hari Tani 2025: Defisit Jalan Perkebunan

    Hari Tani 2025: Defisit Jalan Perkebunan

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Apriyanto Rajak
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Hari tani nasional selalu diperingati 24 September setiap tahun. Sebuah momentum tepat untuk merefleksikan sejauh mana petani memperoleh kesejahteraan. Selama ini bertani dianggap sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan, sehingga jangan heran mengapa anak muda kurang tertarik dengan profesi ini dan umumnya lebih didominasi oleh orang tua. Menurut data sensus pertanian 2023 menyebutkan generasi X memiliki […]

expand_less