Breaking News
light_mode
Trending Tags

Nasi Kuning

  • account_circle Fadhil Hadju
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 176
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wanita cantik itu mondar mandir bak setrika. Kakinya terus menjinjit, menghasilkan suara decitan lembut saat bersentuhan lantai, dan dengan indah melewati tetamu. Tak lupa satu lengannya menjulur ke bawah, terdengar suara tabik lembut menyembul dari kedua bibirnya. Wanita itu pacarku, Nia. Disusunnya sepuluh piring putih di hadapanku. Piring itu motifnya bunga-bunga. Duduk manis mereka di atas tikar plastik, menemani suguhan olahan ikan, sayur, dan tidak lupa nasi kuning. Para tamu bapak dan ibu berpakaian muslim duduk melingkari yang disuguhkan Nia. Mereka khusyuk memanjatkan doa-doa yang dipimpin ustad. Tradisi mongaruwa ini diadakan di rumahnya Nia. Ayahnya meninggal dunia beberapa hari lalu. Para tamu yang hadir ikut memanjatkan doa kepada mayat agar selamat di alam kubur.

“Laa ilaha ilallah. Laa ilaaha ilallah..” lantun ustad memimpin doa. Aku iseng menghitungnya, jumlah terlantunkan sekitar seratus kali. Semakin mendekati seratus, semakin cepat dilafalkan, ucapannya juga semakin pendek, dan tambah kencang juga kepala ustad menggeleng-geleng. Aku pun ikut tenggelam dengan bacaan itu.

Asap mengepul dari polutube. Menyesakan napasku yang diterpa dari tadi. Ustad menaburkan sesuatu di atas bara. Semakin mengepul asapnya disertai wangi dupa memenuhi ruangan. Doa-doa terus dilanjutkan. Adat ini kental di masyarakat desa. Terasa janggal jika tidak dilaksanakan. Bahkan jadi buah bibir. Tak ubahnya di desa, di perkotaan pun masih melaksanakan kebiasaan saat ada yang meninggal itu. Adat yang sejak dulu dilakukan sangat sulit terlepas dari masyarakatnya. Begitupun dengan keluarga Nia. Ini sudah hari ke tujuh doa arwah ayahnya.

“Mari, silakan makan. Ada nasi kuning juga kalau ada yang mau”. Nia menyodorkan nasi kuning yang disendok ke piring itu padaku. Aku terkesimah menyentuh tangan lembutnya. Wangi nasi kuning mengalahkan apa pun bagiku. Sedari awal pacaran aku sudah mengajaknya ke berbagai warung penjual nasi kuning. Dia tahu persis itu makanan favoritku.

“Makasih,,” kuterima sepiring nasi kuning. Yang bisa mengalahkan wanginya nasi kuning bagiku adalah ikang goreng. Apalagi kalau garo rica. Olahan itu sedari tadi mencuri perhatianku. Kusendok tiga penggal ikan goreng garo rica menemani nasi kuning. Menurutku, laksa ikan dan nasi kuning hanya pembuka, ditambah ikan goreng dengan rica, jadi sempurna rasanya beradu di mulut. Tetamu yang lain ikut menyantap hidangan tuan rumah di senja jelang magrib itu.

Aku menyapu pandangan ke depan, kemudian di samping. Kutengok orang-orang di sebelahku sambil mengunyah makanan. Seorang pria tua juga ikut menyendok nasi kuning, ia melempar senyum dibalik kumis putihnya padaku, mungkin ia ingin saling sapa sesama pecinta nasi kuning. Lengannya tak berhenti di nasi kuning, ia mengambil berbagai lauk berpadu di satu piring. Setelah menyendok makanan, ia lekas beranjak ke teras rumah. Tak lupa, diselipkannya pisang di kantong kemeja batiknya. Bersama bapak-bapak lainnya, ia menyantap makanan itu. Tapi, ada satu pria yang sedari tadi buatku penasaran. Posisi tempatnya duduk dari awal doa sampai selesai tak pernah berubah. Seperti sedang bertapa. Saat berdoa, ia juga ikut. Tapi tiba waktunya makan, ia lekas pergi tanpa berkata apa pun kepada pemilik hajat.

“Sayang, tadi itu siapa ya?” tanyaku ke Nia selepas makan. Kami duduk bersama bapak-bapak di teras rumah. Mereka duduk bercerita, bersenda gurau.

  • Penulis: Fadhil Hadju

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sang Imam Favorit di Musim Ramadhan

    Sang Imam Favorit di Musim Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Paci Haru tak muda lagi. Penglihatannya sudah mulai kabur (ma pula-pulawuwolo). Volume suaranya tak sekencang dulu (malo poyo’o). Meski usianya sudah sepuh, perannya di Masjid kampung itu setara dengan profesor emeritus di kampus terkenal. Paci Haru selalu berada di depan, memimpin jamaah masjid lintas generasi. Meski hanya alumni TPA Mokadamu, Dia dikukuhkan menjadi imam sejak […]

  • PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 185
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kekhawatiran tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terkait kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mulai dirasakan di berbagai daerah. Isu pengurangan belanja pegawai memicu kecemasan akan nasib ribuan tenaga PPPK, termasuk di Kota Gorontalo. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, akhirnya buka suara pada Senin, 30 Maret 2026. Ia menegaskan […]

  • Gorontalo Targetkan 155 Titik Dapur MBG

    Gorontalo Targetkan 155 Titik Dapur MBG

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan pembangunan 155 titik Sentra Produksi Pangan dan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Target tersebut dibahas dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan MBG yang dibuka Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan, Kamis (4/9/2025). Sofian menyampaikan, hingga saat ini baru 15 titik yang beroperasi dan akan bertambah […]

  • Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

    Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Kerusakan terumbu karang menjadi ancaman nyata bagi ekosistem laut, Salah satunya di dasar laut yang berada di Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Barrier Reef (karang penghalang) yang berada disana sudah menjadi patahan karang mati yang kehilangan fungsinya sebagai rumah bagi ribuan biota laut. Kerusakan ini akibat aktivitas manusia, pencemaran, dan perubahan […]

  • PT. STM di Halmahera Tentang Akan Digugat ke Disnaker dan Pengadilan 

    PT. STM di Halmahera Tentang Akan Digugat ke Disnaker dan Pengadilan 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Perisilisihan Hubungan Industrial (PHI) yang mana terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakuan oleh PT. Sinar Terang Mandiri (PT. STM) kepada Karyawan-nya. Sekretaris Serikat Buruh Garda Nusantara (SBGN) Provinsi Maluku Utara, Sofyan Abubakar mengatakan bahwa Perundingan Bipartit dinyatakan Gagal dikarenakan tidak ada kesepahaman. Pria yang biasa disapa Black Panther itu dengan tegas akan mengawal hingga […]

  • Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Tauhid sering kita bayangkan sebagai urusan langit: satu Tuhan, selesai. Padahal dalam sejarah, Tauhid justru harus berbuah sebagai sikap sosial di bumi, sikap menolak tunduk pada apa pun selain Tuhan. Begitu kalimat lā ilāha illā Allāh diucapkan dengan sungguh-sungguh, seharusnya runtuh pula semua klaim ketuhanan palsu: raja, pasar, modal, dan imperium. Berguru pada Tauhid ala […]

expand_less