Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

  • account_circle Tri Gunawan Sidiki
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 1.134
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat petani plasma desa binaan di wilayah barat Kabupaten Pohuwato bukan sekadar ekspresi kekecewaan, melainkan cermin dari kesabaran panjang yang mulai mencapai batasnya. Di tengah ketidakpastian yang telah berlangsung hampir satu dekade, masyarakat tetap memilih jalan yang bermartabat untuk menyuarakan haknya. Ini adalah bentuk kedewasaan sosial yang patut diapresiasi, sekaligus sinyal kuat bahwa persoalan ini tidak bisa lagi diabaikan.

Persoalan pembagian plasma yang hingga hari ini belum menemukan titik terang merupakan masalah serius yang menyentuh langsung kehidupan ribuan masyarakat. Sejak awal, kehadiran perusahaan seperti PT IGL dan PT BTL diharapkan mampu membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pola kemitraan. Skema plasma, yang menjadi bagian penting dalam sistem perkebunan, dirancang sebagai jembatan antara kepentingan investasi dan keadilan sosial. Namun dalam praktiknya, harapan tersebut justru berubah menjadi kekecewaan yang berkepanjangan.

Kurang lebih satu dekade masyarakat menanti realisasi janji tersebut. Waktu yang tidak singkat untuk sebuah komitmen yang seharusnya memiliki kejelasan arah dan implementasi. Dalam rentang waktu itu, masyarakat terus bersabar, menaruh kepercayaan, dan berharap bahwa perusahaan akan memenuhi kewajibannya. Namun hingga kini, janji itu belum juga terealisasi.

Ironisnya, di tengah ketidakjelasan terkait hak petani plasma, aktivitas perusahaan tetap berjalan normal. Produksi bahan baku industri wood pellet terus berlangsung, disuplai ke PT Biomasa Jaya Abadi, bahkan menembus pasar ekspor hingga ke Jepang. Artinya, secara bisnis perusahaan tetap memperoleh keuntungan dan menunjukkan keberlanjutan operasional. Di sisi lain, masyarakat yang seharusnya menjadi bagian dari ekosistem tersebut justru belum merasakan manfaat yang sepadan.

  • Penulis: Tri Gunawan Sidiki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Boalemo Apresiasi Pemprov Gorontalo Gelontorkan Program Pro-rakyat

    Boalemo Apresiasi Pemprov Gorontalo Gelontorkan Program Pro-rakyat

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Kabupaten Boalemo Lahmuddin Hambali memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie yang dinilai berhasil melanjutkan program-program prorakyat yang telah dirintis sejak masa kepemimpinan Gubernur Gorontalo sebelumnya. Hal ini disampaikan Lahmuddin saat mendampingi Wakil Gubernur Gorontalo dalam agenda penyerahan bantuan sosial di tiga kecamatan di […]

  • Supremasi Sipil: Sebuah Refleksi Tentang Realitas dan Harapan

    Supremasi Sipil: Sebuah Refleksi Tentang Realitas dan Harapan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Di banyak tempat, kita sering mendengar narasi tentang supremasi sipil, sebuah konsep di mana masyarakat sipil—atau masyarakat yang bebas dari pengaruh langsung negara atau militer—dianggap sebagai entitas yang memegang kendali atas jalannya pemerintahan. Idealnya, masyarakat sipil adalah ruang di luar struktur formal negara, tempat kebebasan berkembang dan hak-hak individu dihargai. Namun, bagaimana jika kenyataannya tidak […]

  • Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

    Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, umat Islam di Indonesia mulai menanti kepastian datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Momen ini memiliki arti penting karena menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa sekaligus awal perayaan hari kemenangan yang penuh makna spiritual dan sosial. Antusiasme masyarakat biasanya meningkat seiring mendekatnya akhir […]

  • Metode Tahfidz As’adiyah Disorot Nasional, Tradisi “Maddarasa Patappulo” Dinilai Konsisten Lahirkan Hafidz Berkualitas

    Metode Tahfidz As’adiyah Disorot Nasional, Tradisi “Maddarasa Patappulo” Dinilai Konsisten Lahirkan Hafidz Berkualitas

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 563
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Metode tahfidz yang dikembangkan di lingkungan Pondok Pesantren As’adiyah kembali mendapat sorotan publik nasional. Dalam sebuah program TV nasional yang tayang baru-baru ini, pendekatan khas As’adiyah dalam menghafal Al-Qur’an disebut sebagai salah satu metode yang konsisten melahirkan para hafidz berkualitas, dengan kekuatan pada tradisi, disiplin, dan kesinambungan sanad keilmuan. Metode Tahfidz As’adiyah bertumpu […]

  • BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Wilayah, Banjir hingga Angin Kencang Dominasi Kejadian

    BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Wilayah, Banjir hingga Angin Kencang Dominasi Kejadian

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    nulondalo.com , Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dalam periode Kamis (5/2) hingga Jumat (6/2) pukul 07.00 WIB. Mayoritas peristiwa dipicu oleh cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, hujan lebat, serta angin kencang. Di Provinsi Jawa Timur, […]

  • Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Oleh : Mukari – (Dosen Sosiologi Fisipol Undar) Perdebatan sengit tentang kredibilitas ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mewarnai ruang publik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun beberapa klarifikasi resmi telah diberikan, masalah ini terus muncul, terutama melalui media sosial dan jaringan komunikasi alternatif. Fenomena ini menunjukkan bahwa tuduhan tersebut telah menjadi bagian dari pertarungan […]

expand_less