Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketua Umum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Wafat, Nahdliyin Berduka

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 197
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Fatayat NU. Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Hj Margaret Aliyatul Maimunah binti KH Faruq, wafat pada Ahad (1/3/2026) pukul 08.25 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Fatmawati, Jakarta.

Kabar berpulangnya almarhumah disampaikan langsung oleh suaminya, KH Abdullah Masud, yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Tangerang Selatan. Pihak keluarga memohon doa dari seluruh masyarakat agar segala amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT dan diampuni segala khilafnya.

Dilansir dari nu.or.id, Jenazah disemayamkan di RS Fatmawati hingga pukul 11.00 WIB. Selanjutnya, jenazah dibawa ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk dishalatkan usai salat zuhur sebelum diberangkatkan ke Jombang, Jawa Timur. Almarhumah direncanakan dimakamkan di Kompleks Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi warga Nahdliyin, khususnya kader Fatayat NU di seluruh Indonesia. Semasa hidupnya, Margaret dikenal sebagai pemimpin perempuan yang tegas, hangat, dan responsif. Ia dikenal tidak pernah menunda pekerjaan organisasi serta cepat merespons dinamika yang berkembang di tengah kader dan masyarakat.

Di bawah kepemimpinannya periode 2022–2027, Fatayat NU memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas peran dalam merespons isu-isu perempuan dan sosial kemasyarakatan. Ia memastikan organisasi tetap relevan dan kokoh menghadapi tantangan zaman.

Margaret terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PP Fatayat NU dalam Kongres XVI Fatayat NU yang digelar 15–17 Juli 2022 di Jakabaring Sport City, Palembang. Saat itu, Ketua Umum periode sebelumnya, Anggia Ermarini, menyebut sosok Margaret sangat dekat dengan kader hingga ke daerah dan dikenal aktif mengawal program organisasi.

Lahir di Jombang pada 11 Mei 1978, Margaret merupakan putri kedua pasangan KH Mohammad Faruq dan Hj Lilik Chodijah Aziz Bisri. Ia menempuh pendidikan di Pesantren Denanyar Jombang sejak tingkat SLTP hingga SLTA, kemudian melanjutkan studi S1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya serta pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dengan fokus Kajian Wanita pada 2009.

Sejak muda, ia aktif berorganisasi, mulai dari IPPNU, PMII, hingga kemudian berkiprah di Fatayat NU. Ia pernah menjabat Sekretaris Umum dan Ketua Umum PP IPPNU, Wakil Koordinator Bidang Ekonomi PP Fatayat NU, serta Sekretaris Umum PP Fatayat NU sebelum akhirnya dipercaya memimpin organisasi tersebut.

Kepeduliannya terhadap isu perempuan dan anak juga tercermin dari kiprahnya sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia periode 2017–2022. Ia juga aktif dalam penelitian bersama Women Research Institute (WRI), dengan fokus pada isu perempuan pesantren, pekerja migran, perempuan dengan HIV, hingga kebijakan perlindungan tenaga kerja perempuan.

Kepergian Margaret Aliyatul Maimunah menjadi kehilangan besar bagi Nahdlatul Ulama dan gerakan perempuan Indonesia. Dedikasi dan pengabdiannya dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak akan terus dikenang oleh para kader dan masyarakat luas.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Setiap April, memori tentang Kartini akan menyeruak. Ia datang, dikenang, dirayakan, dan diabadikan. Di ruang kelas, anak-anak berseragam menggelar lomba busana adat. Di media sosial, ucapan selamat Hari Kartini berseliweran, disertai kutipan populer dan foto perempuan berkebaya. Sebuah ritual yang terasa akrab, bahkan otomatis. Tapi siapa Kartini yang sebenarnya sedang kita rayakan? Yang pasti bukan […]

  • Ketika Alam Bicara

    Ketika Alam Bicara

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Alam kembali bersuara. Kali ini, ia berteriak lantang lewat banjir bandang dan tanah lonsor yang meluluhlantakkan pemukiman warga di tiga provinsi; Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Bukan hanya rumah dan harta benda yang hanyut dan tertimbun, tetapi juga nyawa manusia yang tak bersalah. Berdasarkan data yang dilansir BNPB,  29 November 2025, total 303 orang […]

  • Khutbah Jumat: Hari Arafah sebagai Madrasah Kemanusiaan dan Peradaban

    Khutbah Jumat: Hari Arafah sebagai Madrasah Kemanusiaan dan Peradaban

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Hari Arafah bukan hanya momentum agung dalam rangkaian ibadah haji, tetapi juga menyimpan pelajaran besar tentang kemanusiaan, persaudaraan, dan pembangunan peradaban. Melalui khutbah Jumat ini, jamaah diajak memahami makna Arafah sebagai ruang muhasabah diri sekaligus refleksi sosial bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai kesetaraan, persatuan, serta pentingnya spiritualitas dalam menjaga keutuhan bangsa menjadi pesan utama […]

  • Sejak Maret, Ada 5 Kebakaran di Kota Gorontalo, Ini Penyebab Terbesarnya

    Sejak Maret, Ada 5 Kebakaran di Kota Gorontalo, Ini Penyebab Terbesarnya

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Angka peristiwa kebakaran di Kota Gorontalo kembali menjadi sorotan. Hingga Maret 2026, tercatat sudah lima kejadian kebakaran yang sebagian besar dipicu oleh faktor kelistrikan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, saat menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Huangobotu, Selasa (24/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas […]

  • Kader PMII Kota Gorontalo Sandri Siap Datangi Instansi Pusat, Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah

    Kader PMII Kota Gorontalo Sandri Siap Datangi Instansi Pusat, Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Aroma ketidakadilan dan lemahnya penegakan hukum di daerah tampaknya akan segera mendapat perhatian serius di tingkat pusat. Dalam waktu dekat, Sandri, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Gorontalo yang dikenal vokal dan konsisten mengawal isu publik, akan bertolak ke Jakarta untuk mendatangi sejumlah lembaga strategis negara. Langkah tersebut, menurut Sandri, adalah bentuk komitmen nyata […]

  • Post Stoicism: Antara Dikotomi Kendali dan Empati

    Post Stoicism: Antara Dikotomi Kendali dan Empati

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Ada satu hal yang terus bergaung dalam kepala saya belakangan ini: bahwa hidup ini, pada akhirnya, hanyalah sebuah permainan antara apa yang bisa kita kendalikan dan apa yang tidak. Saya menemukannya pertama kali dalam ajaran Stoikisme—tepatnya dalam gagasan dichotomy of control. Tapi kemudian, saya merasa ada sesuatu yang kurang. Ada lubang kecil dalam kebijaksanaan besar ini, […]

expand_less