Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketua Umum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Wafat, Nahdliyin Berduka

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 174
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Fatayat NU. Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Hj Margaret Aliyatul Maimunah binti KH Faruq, wafat pada Ahad (1/3/2026) pukul 08.25 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Fatmawati, Jakarta.

Kabar berpulangnya almarhumah disampaikan langsung oleh suaminya, KH Abdullah Masud, yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Tangerang Selatan. Pihak keluarga memohon doa dari seluruh masyarakat agar segala amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT dan diampuni segala khilafnya.

Dilansir dari nu.or.id, Jenazah disemayamkan di RS Fatmawati hingga pukul 11.00 WIB. Selanjutnya, jenazah dibawa ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk dishalatkan usai salat zuhur sebelum diberangkatkan ke Jombang, Jawa Timur. Almarhumah direncanakan dimakamkan di Kompleks Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi warga Nahdliyin, khususnya kader Fatayat NU di seluruh Indonesia. Semasa hidupnya, Margaret dikenal sebagai pemimpin perempuan yang tegas, hangat, dan responsif. Ia dikenal tidak pernah menunda pekerjaan organisasi serta cepat merespons dinamika yang berkembang di tengah kader dan masyarakat.

Di bawah kepemimpinannya periode 2022–2027, Fatayat NU memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas peran dalam merespons isu-isu perempuan dan sosial kemasyarakatan. Ia memastikan organisasi tetap relevan dan kokoh menghadapi tantangan zaman.

Margaret terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PP Fatayat NU dalam Kongres XVI Fatayat NU yang digelar 15–17 Juli 2022 di Jakabaring Sport City, Palembang. Saat itu, Ketua Umum periode sebelumnya, Anggia Ermarini, menyebut sosok Margaret sangat dekat dengan kader hingga ke daerah dan dikenal aktif mengawal program organisasi.

Lahir di Jombang pada 11 Mei 1978, Margaret merupakan putri kedua pasangan KH Mohammad Faruq dan Hj Lilik Chodijah Aziz Bisri. Ia menempuh pendidikan di Pesantren Denanyar Jombang sejak tingkat SLTP hingga SLTA, kemudian melanjutkan studi S1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya serta pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dengan fokus Kajian Wanita pada 2009.

Sejak muda, ia aktif berorganisasi, mulai dari IPPNU, PMII, hingga kemudian berkiprah di Fatayat NU. Ia pernah menjabat Sekretaris Umum dan Ketua Umum PP IPPNU, Wakil Koordinator Bidang Ekonomi PP Fatayat NU, serta Sekretaris Umum PP Fatayat NU sebelum akhirnya dipercaya memimpin organisasi tersebut.

Kepeduliannya terhadap isu perempuan dan anak juga tercermin dari kiprahnya sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia periode 2017–2022. Ia juga aktif dalam penelitian bersama Women Research Institute (WRI), dengan fokus pada isu perempuan pesantren, pekerja migran, perempuan dengan HIV, hingga kebijakan perlindungan tenaga kerja perempuan.

Kepergian Margaret Aliyatul Maimunah menjadi kehilangan besar bagi Nahdlatul Ulama dan gerakan perempuan Indonesia. Dedikasi dan pengabdiannya dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak akan terus dikenang oleh para kader dan masyarakat luas.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Maros Musnahkan 359 Gram Narkoba, Selamatkan 7.000 Warga dari Ancaman Penyalahgunaan

    Polres Maros Musnahkan 359 Gram Narkoba, Selamatkan 7.000 Warga dari Ancaman Penyalahgunaan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Polres Maros memusnahkan barang bukti (BB) narkoba hasil pengungkapan Satres Narkoba selama tiga bulan terakhir. Pemusnahan dipimpin langsung Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, di halaman Mapolres Maros, Jumat (5/12/2025). Total BB yang dimusnahkan mencapai 359 gram dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp500 juta. Polisi menyebut jumlah tersebut setara dengan penyelamatan sedikitnya 7.000 […]

  • Jika Ahmadiyah Mengakui Nabi Muhammad SAW, Maka Saya Ahmadiyah

    Jika Ahmadiyah Mengakui Nabi Muhammad SAW, Maka Saya Ahmadiyah

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Kira-kira pertama kali saya mendengar nama Ahmadiyah, itu sekitar tahun 1994 ketika masih duduk di bangku Madrasah Aliyah Limboto. Salah seorang guru saya menjelaskan tentang teologi pemikiran Islam. Guru  saya lulusan IAIN Alauddin Makassar jurusan aqidah filsafat. Disela-sela ia menjelaskan  tentang pemikiran Islam, ia menyentil soal Ahmadiyah , selain Mu’tazilah, Khawarij, Murji’ah, Syi’ah dan Sunni.  […]

  • Pesawat ATR 42 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Basarnas Lakukan Pencarian

    Pesawat ATR 42 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Basarnas Lakukan Pencarian

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan hilangnya kontak (loss contact) pesawat udara jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut dioperasikan oleh IAT selaku pemegang AOC 034, dan sedang melakukan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Rapat Syuriyah–Tanfidziyah, Bahas Polemik di Tubuh PBNU 24 detik Play Button photo_camera 6

    PWNU Gorontalo Gelar Rapat Syuriyah–Tanfidziyah, Bahas Polemik di Tubuh PBNU

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo menggelar Rapat Syuriyah dan Tanfidziyah diperluas dengan menghadirkan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Gorontalo. Pertemuan ini berlangsung pada Ahad, 30 November 2025, bertempat di Kantor PWNU Gorontalo Jalan Samratulangi, Kota Gorontalo. Rapat tertutup tersebut digelar untuk membahas dinamika dan polemik yang tengah terjadi […]

  • Etika Lingkungan Diabaikan Karma Ekologi Menerjang

    Etika Lingkungan Diabaikan Karma Ekologi Menerjang

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Hatim Badu Pakuna, S.Ag., M.Ag.
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Setiap pekan, perjalanan pulang kampung terasa istimewa. Hanya sekitar 70 Km dari pusat kota Gorontalo, ke arah barat, persisnya di wilayah Tolangohula. Membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam dengan kecepatan rata-rata 40 km per jam. Jalanan berliku, dengan sensasi turunan dan tanjakan, melewati puluhan desa berkembang memberi kenikmatan tersendiri dalam berkendara. Suami yang memegang kendali, […]

  • Waspada Macet! Ini Titik Rawan Kemacetan di Maros Saat Libur Nataru

    Waspada Macet! Ini Titik Rawan Kemacetan di Maros Saat Libur Nataru

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Maros mengungkap sejumlah titik rawan kemacetan selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan selama masa libur akhir tahun. Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, Muhammad Darwis, mengatakan bahwa kepadatan arus lalu lintas umumnya terjadi di […]

expand_less