Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
  • visibility 179
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dunia kembali berselimut duka. Sosok besar yang selama ini menjadi simbol perdamaian dan toleransi lintas agama, Paus Fransiskus, telah berpulang. Kabar wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini menggema hingga ke seluruh penjuru dunia, meninggalkan jejak haru di hati banyak orang—termasuk Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

Dalam pernyataannya kepada media, Nasaruddin menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian Paus Fransiskus. “Kita kehilangan figur penting dalam perjuangan kemanusiaan dan dialog antariman,” ujarnya.21/04/2025

Bagi Nasaruddin, Paus Fransiskus bukan sekadar pemuka agama Katolik. Ia adalah simbol spiritualitas universal, jembatan antara iman dan kemanusiaan.

Dua Tokoh, Satu Misi: Merawat Perdamaian Dunia

Nasaruddin Umar dan Paus Fransiskus mungkin berasal dari dua dunia keimanan yang berbeda—Islam dan Katolik—tapi semangat keduanya seirama: menjadikan agama sebagai sarana pemersatu, bukan pemecah. Di tengah dunia yang kerap terpecah oleh isu-isu keagamaan, mereka berdua justru menampilkan wajah agama yang penuh kasih, inklusif, dan merangkul semua.

Banyak yang menyebut mereka sebagai “Bapak Semua Agama.” Julukan ini bukan tanpa alasan. Nasaruddin, dengan kiprahnya sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, dikenal sebagai tokoh Islam moderat yang konsisten membangun dialog lintas agama. Ia kerap menggandeng pemuka agama lain dalam berbagai forum nasional maupun internasional. Begitu pula Paus Fransiskus, yang dalam kepemimpinannya aktif menjalin hubungan hangat dengan pemimpin umat Muslim, Yahudi, Hindu, Buddha, dan kepercayaan lainnya.

Pertemuan keduanya beberapa tahun silam menjadi momen bersejarah. Dalam berbagai kesempatan, mereka tampak akrab, penuh kehangatan, saling menghargai perbedaan, dan bersatu dalam semangat cinta kasih. Dalam kenangannya yang dibagikan kepada Tempo, Nasaruddin menyebut Paus Fransiskus sebagai “sahabat spiritual yang tulus.” Ia menambahkan, “Kami berdua percaya bahwa iman tidak seharusnya membuat kita terpisah, melainkan justru mempertemukan kita dalam kemanusiaan.”

Kiprah Nyata di Jalur Perdamaian

Apa yang membuat kedua tokoh ini begitu dihormati bukan hanya karena kata-kata mereka, tetapi juga aksi nyata yang mereka tunjukkan. Paus Fransiskus dikenal dengan gaya kepemimpinan yang rendah hati, sederhana, dan dekat dengan rakyat kecil. Ia berani bersuara lantang melawan ketidakadilan, kemiskinan, perubahan iklim, hingga kekerasan atas nama agama.

Di sisi lain, Nasaruddin Umar juga tak kalah progresif. Ia menggagas berbagai gerakan moderasi beragama di Indonesia—mulai dari program lintas iman di Masjid Istiqlal, hingga diplomasi antaragama ke berbagai negara. Di bawah kepemimpinannya, Istiqlal tidak hanya menjadi pusat ibadah, tapi juga simbol persaudaraan lintas iman. Ia bahkan membuka ruang dialog dan kegiatan bersama dengan gereja, vihara, dan tempat ibadah lainnya.

Kolaborasi antara keduanya menciptakan harapan baru bagi masa depan dunia yang penuh toleransi. Ketika banyak pihak sibuk menyoroti perbedaan, mereka justru memperkuat persamaan: bahwa pada dasarnya, semua agama mengajarkan cinta, kasih sayang, dan perdamaian.

Warisan yang Tak Terlupakan

Kematian memang memisahkan secara fisik, namun warisan nilai-nilai kebaikan akan terus hidup. Nasaruddin menyatakan, “Jasa Paus Fransiskus tidak bisa dilupakan. Ia adalah mercusuar moral di zaman yang sering kali kehilangan arah.”

Di tengah suasana berkabung ini, semangat yang ditinggalkan Paus Fransiskus justru semakin membara. Ia menginspirasi generasi pemimpin agama—seperti Nasaruddin Umar—untuk terus menyalakan obor perdamaian. Dunia membutuhkan lebih banyak figur seperti mereka: yang tidak hanya berbicara tentang iman, tapi juga mempraktikkannya dalam bentuk cinta dan aksi nyata.

Kini, tongkat estafet moral itu berada di tangan para penerusnya. Dan Nasaruddin adalah salah satu di antara sedikit tokoh yang layak menyandang peran tersebut. Dalam lanskap global yang makin kompleks dan terpolarisasi, ia bisa menjadi suara penyeimbang—mengingatkan kita bahwa iman sejati adalah ketika kita mampu mencintai sesama, apa pun latar belakangnya.

Kepergian Paus Fransiskus memang menyisakan duka. Namun ia juga mewariskan semangat. Bersama tokoh seperti Nasaruddin Umar, dunia masih punya harapan. Harapan bahwa agama akan tetap menjadi cahaya yang menerangi jalan, bukan bara yang membakar jembatan. Dan dalam cahaya itulah, kita bisa mengenang mereka sebagai Bapak Semua Agama—yang telah menunjukkan bagaimana cinta dan iman bisa menyatu dalam damai.

  • Penulis: Suaib Pr
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMII Barru Soroti Dugaan PHK Sepihak 38 Buruh PT Layar Perkasa Nusantara, Dikonfirmasi Media Perusahaan Bungkam

    PMII Barru Soroti Dugaan PHK Sepihak 38 Buruh PT Layar Perkasa Nusantara, Dikonfirmasi Media Perusahaan Bungkam

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, BARRU – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Barru menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 38 pekerja oleh PT Layar Perkasa Nusantara yang beroperasi di Desa Batupute, Kabupaten Barru. Informasi tersebut diperoleh PC PMII Barru berdasarkan keterangan serikat buruh dalam forum pertemuan dan dialog yang membahas kondisi […]

  • DPR Setujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI

    DPR Setujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 358
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi XI DPR RI secara resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Penetapan tersebut diambil melalui rapat internal Komisi XI yang digelar usai pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Senin (26/1/2026). Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada kesepakatan seluruh […]

  • Video Pembuangan Miras ke Laut Viral, Oknum Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara Diperiksa Propam

    Video Pembuangan Miras ke Laut Viral, Oknum Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara Diperiksa Propam

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polres Ternate, Maluku Utara, melakukan pemeriksaan internal terhadap seorang oknum anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara setelah video aksi pembuangan minuman keras (miras) ke laut di kawasan Pelabuhan Dufa-Dufa viral di media sosial. Kasi Humas Polres Ternate, IPDA Sudirjo, membenarkan bahwa Satuan Profesi dan Pengamanan (Propam) saat ini sedang mendalami kasus tersebut untuk memastikan […]

  • Idul Fitr: Ketika Kapal-kapal Bersiap Kembali

    Idul Fitr: Ketika Kapal-kapal Bersiap Kembali

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Terhitung 1 Syawal 2022/1 Mei 2022, kita berpisah dengan Ramadan dan menyambut hari baru. Hari ini kita berlebaran. Kumandang takbir yang agung bersahut-sahutan. Ada perasaan haru kembali ke fitr (suci); namun ada perasaan tidak kuat menahan kepergian Ramadan yang berlalu begitu cepat. Sebab Ramadan, bagaimana pun juga, adalah bulan yang agung. Farid Essack, seorang sarjana kenamaan Afrika […]

  • Jalan Poros Moncongloe–BTP Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara

    Jalan Poros Moncongloe–BTP Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 241
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Kondisi Jalan Poros Moncongloe–BTP mengalami kerusakan parah dan memicu keluhan warga. Kerusakan tersebut berada tepat di sekitar Kantor Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, atau persis di depan SPBU 7490517. Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan utama dipenuhi lubang-lubang dalam yang menganga lebar. Saat hujan deras mengguyur, lubang tersebut tertutup genangan air […]

  • Pemprov Gorontalo Berikan Diskon Tiket Nataru, Angkutan Udara Turun hingga 13 Persen

    Pemprov Gorontalo Berikan Diskon Tiket Nataru, Angkutan Udara Turun hingga 13 Persen

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan keringanan biaya perjalanan bagi masyarakat yang akan melakukan mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, usai memimpin apel gelar pasukan sekaligus pembukaan Posko Terpadu Angkutan Udara periode Nataru di Bandara Djalaludin Gorontalo, Kamis (18/12/2025). Idah menjelaskan, pemerintah telah […]

expand_less