Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
  • visibility 617
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap tahun, menjelang Idulfitri, Indonesia bergerak seperti satu tubuh besar. Jalan-jalan penuh kendaraan, terminal sesak, bandara padat. Orang-orang pulang ke kampung halaman membawa rindu yang sudah lama tertunda. Mudik menjadi ritual yang hampir sakral dalam kehidupan sosial kita.

Negara pun terus memperbaiki dirinya untuk menyambut arus besar itu. Jalan tol dibangun semakin panjang, pelabuhan diperluas, transportasi dipercepat. Secara teknis, perjalanan mudik hari ini jauh lebih mudah dibanding dua atau tiga dekade lalu. Waktu tempuh lebih singkat, pilihan moda transportasi semakin banyak, dan akses ke desa-desa semakin terbuka..

Tetapi di tengah semua kemajuan itu, ada pertanyaan sederhana yang jarang diajukan secara serius: apakah desa-desa kita benar-benar menjadi lebih ramah? Apakah perjalanan yang semakin cepat itu membuat silaturahmi menjadi lebih hangat?

Kemajuan infrastruktur memang penting. Dalam perspektif ekonomi pembangunan, jalan yang baik membuka akses pasar, memperlancar distribusi barang, dan mempercepat mobilitas tenaga kerja. Desa yang dulu terisolasi kini terhubung dengan kota. Produk lokal lebih mudah dijual, wisatawan lebih mudah datang.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (2)

  • Muh yusuf

    Saya teringat dengan sebuah istilah yang mungkin relevan dengan keadaan saat ini, bahwa semakin sebuah peradaban bergerak maju yang ditandai dengan pembangunan yang massif; gedung gedung tinggi dan sebagainya, maka semakin rendah pula kadar kemanusiaan yang akan di hasilkan.
    Fenomena yang di gambarkan penulis memang nyata dan real adanya. Lebaran semakin hari telah jauh bergeser dari semangat azalinya. Bahkan pada taraf yang lebih mengenaskan, ketimbang untuk saling bersilaturahim secara langsung, tidak sedikit orang yang melakukannya dengan via online saja seperti zoom meeting, whatsapp grup dan sejenisnya.
    Pada intinya urgensi silaturahim dewasa ini semakin mengalami “Dekadensi yang bersifat tontologis”, semakin jauh tercerabut dari khittahnya.
    Tabik

    Balas24 Maret 2026 11:17
  • Kamal

    Makasih insight tambahannya kakak Yusuf..

    Balas30 Maret 2026 14:51

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMII Barru Soroti Fasilitas RSUD Lapatarai, Pertanyakan Kesesuaian Penghargaan Pelayanan Kesehatan

    PMII Barru Soroti Fasilitas RSUD Lapatarai, Pertanyakan Kesesuaian Penghargaan Pelayanan Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle Mukhamad Akbar
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, BARRU – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Barru menyoroti kondisi sejumlah fasilitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lapatarai Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Sorotan tersebut muncul menyusul keluhan pasien terkait fasilitas tempat tidur, ketersediaan air di toilet, hingga keterbatasan inkubator. Persoalan tersebut menjadi perhatian PMII setelah Pemerintah Kabupaten Barru meraih Penghargaan Terbaik […]

  • Komunitas Barber Gorontalo Menggelar Cukur Rambut, Jalan Kepedulian untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera Play Button photo_camera 4

    Komunitas Barber Gorontalo Menggelar Cukur Rambut, Jalan Kepedulian untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 285
    • 0Komentar

    nulondalo.com — Di tengah hiruk pikuk aktivitas kota, kepedulian sosial kembali menemukan jalannya melalui aksi sederhana namun penuh makna. Komunitas Barber Gorontalo menunjukkan empati dan solidaritas mereka dengan menggelar kegiatan Barber Amal Peduli Bencana Aceh dan Sumatera, Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di area parkiran Toko Aisyah Mart, Kota Gorontalo, dan mendapat sambutan […]

  • Silaturahmi Kapolres Maros dan Kajari Maros Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum di Kabupaten Maros

    Silaturahmi Kapolres Maros dan Kajari Maros Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum di Kabupaten Maros

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS – Komitmen memperkuat sinergitas antar Aparat Penegak Hukum (APH) terus dibangun di Kabupaten Maros. Melalui silaturahmi yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Polres Maros dan Kejaksaan Negeri Maros menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan koordinasi dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui […]

  • GERAK Laporkan Dugaan Monopoli dan Korupsi Alkes Rp50,9 M di Dinkes Boalemo ke Kejaksaan Agung

    GERAK Laporkan Dugaan Monopoli dan Korupsi Alkes Rp50,9 M di Dinkes Boalemo ke Kejaksaan Agung

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Provinsi Gorontalo, yang dikomandoi oleh Abdul Wahidin Tutuna, resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dan monopoli dalam proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp50,9 miliar di Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo ke Kejaksaan Agung RI, Selasa (15 /7/2025). Laporan tersebut disampaikan langsung di Jakarta, dengan […]

  • Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

    Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Di tanah Bugis, ada selembar kain yang tidak sekadar kain. Ia adalah cerita tentang kesabaran, ketelitian, dan peradaban yang panjang. Kain itu dikenal dengan nama Lipa’ Sa’be. Di balik setiap helai benang sutra itu, ada tangan-tangan perempuan Bugis yang bekerja dengan ketelitian dan kesabaran. Mereka duduk berjam-jam di depan alat tenun, menggerakkan benang demi benang […]

  • Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,Maros – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ribuan warga di kawasan pesisir kini harus bertahan dengan menggunakan air sumur tadah hujan yang keruh bahkan terasa asin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa. Selama lebih […]

expand_less