Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
  • visibility 620
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di titik inilah kita melihat ironi kecil dari zaman modern. Kita memiliki lebih banyak tempat rekreasi, lebih banyak jalan untuk bepergian, tetapi tidak selalu memiliki lebih banyak waktu untuk benar-benar bersama.

Lebaran sebenarnya menawarkan sesuatu yang berbeda. Ia bukan sekadar hari raya yang dirayakan setahun sekali, melainkan momentum sosial yang langka. Pada hari itu, orang-orang yang lama terpisah kembali duduk di ruang yang sama. Mereka saling memaafkan, membuka percakapan lama, dan mencoba merawat kembali hubungan yang mungkin renggang.

Namun makna Idulfitri tidak berhenti pada ritual saling bersalaman. Dalam tradisi Islam, kata fitri merujuk pada keadaan kembali kepada kesucian atau fitrah. Artinya, yang diharapkan berubah bukan hanya suasana perayaan, tetapi juga sikap hidup manusia setelah menjalani Ramadan.

Pertanyaan yang patut diajukan setiap tahun sebenarnya sederhana: setelah semua perjalanan mudik itu, apa yang benar-benar berubah dalam diri kita?

Apakah kita menjadi lebih sabar, lebih peduli kepada orang lain, atau lebih mampu melihat kehidupan dengan jernih? Ataukah lebaran hanya menjadi jeda singkat sebelum kita kembali menjalani rutinitas yang sama seperti sebelumnya?
Infrastruktur boleh terus berkembang. Jalan tol akan semakin panjang, destinasi wisata akan semakin banyak, dan perjalanan mudik mungkin akan semakin cepat dari tahun ke tahun. Tetapi makna lebaran pada akhirnya tidak ditentukan oleh semua itu.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (2)

  • Muh yusuf

    Saya teringat dengan sebuah istilah yang mungkin relevan dengan keadaan saat ini, bahwa semakin sebuah peradaban bergerak maju yang ditandai dengan pembangunan yang massif; gedung gedung tinggi dan sebagainya, maka semakin rendah pula kadar kemanusiaan yang akan di hasilkan.
    Fenomena yang di gambarkan penulis memang nyata dan real adanya. Lebaran semakin hari telah jauh bergeser dari semangat azalinya. Bahkan pada taraf yang lebih mengenaskan, ketimbang untuk saling bersilaturahim secara langsung, tidak sedikit orang yang melakukannya dengan via online saja seperti zoom meeting, whatsapp grup dan sejenisnya.
    Pada intinya urgensi silaturahim dewasa ini semakin mengalami “Dekadensi yang bersifat tontologis”, semakin jauh tercerabut dari khittahnya.
    Tabik

    Balas24 Maret 2026 11:17
  • Kamal

    Makasih insight tambahannya kakak Yusuf..

    Balas30 Maret 2026 14:51

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Bocah SD Salurkan Donasi, Jamil: Anak Sekecil Itu Memang Sangat Menggetarkan Batin

    Dua Bocah SD Salurkan Donasi, Jamil: Anak Sekecil Itu Memang Sangat Menggetarkan Batin

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Tepat pada Senin, 1 Desember 2025 pukul 10 pagi WIB, di sebuah posko penggalangan donasi bencana alam yang terjadi di Sumbar, Sumut dan Aceh yang berlokasi di kantor PB PMII, Dua anak berseragam SD datang membawa pesan moral. Dengan tangan mungil yang belum mengenal rumitnya dunia Mereka menyerahkan uang lima ribu rupiah. Nilai […]

  • Saat Ketemu Putra Mahkota Abu Dhabi di UEA, Puan Sampaikan Gagasan tentang Perempuan

    Saat Ketemu Putra Mahkota Abu Dhabi di UEA, Puan Sampaikan Gagasan tentang Perempuan

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani bersama Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Dalam pertemuan tersebut, Puan menyuarakan gagasan tentang perempuan. Dilansir dari palementari, Selasa (18/5/2025), Pertemuan tersebut digelar di Sea Palace Abu Dhabi, UEA, 15 Februari […]

  • Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

    Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Kedua, masalah kemiskinan (poverty). Bank Dunia (2025) mendefinisikan kemiskinan sebagai bentuk kehilangan kesejahteraan multidimensi seperti ketidakmampuan untuk memenuhi standar hidup dasar yakni makanan, pakaian, dan perumahan serta minimnya akses ke pendidikan, kesehatan, dan partisipasi dalam masyarakat. Data BPS (2025) pun menjelaskan jumlah penduduk miskin di Indonesia  sebesar 23,36 juta orang. Adapun wilayah dengan persentase penduduk […]

  • Masa Depan Partai Islam di Serambi Madinah oleh Dr. Funco Tanipu

    Masa Depan Partai Islam di Serambi Madinah oleh Dr. Funco Tanipu

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Partai-partai Islam di Indonesia rata-rata mengambil gambar Bulan sebagai lambang partainya masing-masing. Selain bulan, ada juga bintang sebagai bagian dari lambang partai. Selain partai, ada beberapa ormas yang menggunakan bulan sebagai lambang organisasi, seperti HMI, GP Ansor, dll. Bulan dan bintang memiliki makna keberanian, ketinggian, keteguhan, dan kekuatan politik yang menjamin tegaknya syariat Islam. Selain […]

  • Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat yang sering dikenal dengan nama RA Kartini sebagai salah satu perempuan Indonesia asal jepara-jawa tengah, pejuang emansipasi perempuan itu selalu diperingati setiap tahun, tepatnya pada tanggal 21 April, tahun kelahirannya 1879. Dalam catatan sejarah, kartini menggores tinta perlawanan atas penjajahan yang dialami bangsa Indonesia. Doktrin Perjuangannya mengangkat martabat perempuan sebagai […]

  • Cegah Praktik Mafia Peradilan di Maluku Utara, HAM & Associates Laporkan Hakim Nakal Ke KY dan MA RI

    Cegah Praktik Mafia Peradilan di Maluku Utara, HAM & Associates Laporkan Hakim Nakal Ke KY dan MA RI

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Kantor Hukum HAM & Associates secara resmi laporkan oknum Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanana yang mengeluarkan Putusan Perdata Nomor 3/Pdt.G/2024/PN.Snn ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) RI, atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Laporan tertanggal 29 April 2025 tersebut dilayangkan pada hari, Jum’at (16/05/2025), dengan harapan agar oknum Hakim […]

expand_less