Dari Safe House hingga Nominee: Wajah Baru Skema Korupsi Terungkap
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak

Ilustrasi yang menggambarkan skema korupsi modern yang terstruktur dan berlapis, mulai dari perencanaan, perantara, hingga penyamaran aliran dana melalui rekening nominee dan penyimpanan di safe house, dengan keterlibatan jejaring pelaku dari lingkaran kekuasaan. (Sumber Gambar IA Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap perkembangan terbaru pola tindak pidana korupsi yang kini semakin kompleks dan terorganisir.
Tidak lagi dilakukan secara sederhana, praktik korupsi kini melibatkan berbagai lapisan aktor dengan skema berlapis, mulai dari penggunaan safe house hingga pemanfaatan nominee sebagai penyamaran aliran dana.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa lembaganya menemukan pola baru yang menunjukkan korupsi telah berkembang menjadi sebuah “ekosistem kecil” yang saling terhubung.
Dalam sistem ini, setiap individu memiliki peran masing-masing, mulai dari perencana, pelaksana, hingga penyimpan dan pengaman dana hasil kejahatan.
“Korupsi tidak lagi berdiri sendiri. Ada yang mengatur, menjalankan, menyimpan, bahkan menyamarkan aliran uang. Ini menunjukkan adanya pola yang sistematis dan terstruktur,” ujar Budi di Jakarta, dikutip Jumat (24/4/2026).
Salah satu temuan mencolok adalah penggunaan safe house sebagai lokasi penyimpanan uang hasil korupsi. Tempat ini digunakan untuk menghindari pelacakan aparat penegak hukum.
Selain itu, KPK juga menemukan praktik pencatutan nama pihak lain sebagai nominee, yakni individu yang dipinjam identitasnya untuk membuka rekening penampungan dana ilegal.
Dalam beberapa kasus, nominee bahkan berasal dari kalangan yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan praktik korupsi, seperti pramusaji atau pekerja biasa. Hal ini dilakukan untuk mengaburkan jejak transaksi dan mempersulit proses penelusuran.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar