Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

  • account_circle Fadhil Hadju
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 244
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indonesia terlalu besar untuk didiskusikan, diurus, dan diperhatikan. Tapi bukannya mustahil. Bangsa yang lahir dari rahim para pemikir ini harus kita diskusikan, harus kita urus, dan harus kita perhatikan. Farid Gaban, Dhandy Laksono, dan kawan-kawan merupakan salah satu orang-orang yang getol menyuarakan persoalan ke-Indonesia-an. Ada beragam cara mereka bersuara. Melalui film dokumenter, dan buku. Salah satunya, Reset Indonesia. Buku kecil yang membahas hal-hal besar.

Sebagai warga negara yang baik, saya dan mungkin juga anda, pasti pernah berpikir tentang nasib bangsa ini. Nasib kita, anak, dan cucu nanti ke depannya. Meski banyak yang bersuara kegelapan di masa depan, namun para penulis ini memberikan secercah harapan, bahwa yang perlu dilakukan adalah mereset negeri yang kaya ini.

Dari perjalanan selama beberapa tahun mengelilingi Indonesia, mereka berbagi ke dalam buku ini. Tentu dalam hati kecil, saya iri dengan mereka yang punya kesempatan itu. Tapi saya juga merasa lega, dengan adanya buku ini, saya tidak perlu keluar dari daerah saya ini—Provinsi Gorontalo—untuk melihat kondisi realitas di lapangan. Banyak hal yang saya dan anda yang punya keinginan untuk membaca buku ini akan dapatkan dari buku ini. Namun perlu saya garis bawahi, bahwa buku ini sama sekali bukan ajakan untuk makar. Mari saya urai sedikit.

Secara garis besar, buku ini dibagi dalam enam bab. Bab pertama membahas perihal kebijakan-kebijakan ekonomi. Kebijakan ekonomi versi pemerintah tentu penuh harapan akan berdampak ke semua masyarakat. Namun kenyataan di lapangan bersuara lain. Salah satu yang dibahas yaitu langkah negara untuk menutupi utang yang kian membengkak.

Pada bab dua diangkat judul “Ada Dunia Lain”. Pembahasan dalam bab ini sangat menarik menurut saya. Farid Gaban, dkk (2025) mengambil contoh kasus lokal, kemudian menggunakan analisis sosial yang membedah kebijakan yang seringkali terlihat sulit, namun dalam penyelesaiannya harusnya bisa sederhana. Salah satunya yang menarik perhatian saya yaitu perihal Universal Basic Income. Secara sederhana, yang saya tangkap dari pembahasan ini yaitu; Universal Basic Income (UBI), adalah hak bagi setiap warga negara.

  • Penulis: Fadhil Hadju

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Pelajaran Menerima Kritik dari Rasulullah

    Ramadan dan Pelajaran Menerima Kritik dari Rasulullah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Ramadan sering dipahami sebagai bulan peningkatan ibadah. Namun sejatinya, Ramadan juga merupakan momentum untuk memperbaiki akhlak dan cara kita menyikapi kehidupan. Salah satu pelajaran penting yang sering terlupakan adalah bagaimana bersikap terhadap kritik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan keputusan yang terasa kurang tepat. Baik itu keputusan atasan di kantor, pimpinan organisasi, maupun keputusan dalam […]

  • Gorontalo Kawal Keberlanjutan Hiu Paus Lewat Program LAUTRA

    Gorontalo Kawal Keberlanjutan Hiu Paus Lewat Program LAUTRA

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk implementasi Program Oceans for Prosperity Project – Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA), Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melaksanakan kegiatan monitoring habitat Hiu Paus (Rhincodon typus) di Kawasan Konservasi Wilayah Perairan Teluk Gorontalo pada tahun 2025, Kamis, 3/7/2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program LAUTRA Komponen 1, yang berfokus pada pengembangan […]

  • PPPK Paruh Waktu di Kota Gorontalo Dapat THR 100 Persen, Wali Kota Adhan: Sudah Saya Tanda Tangani

    PPPK Paruh Waktu di Kota Gorontalo Dapat THR 100 Persen, Wali Kota Adhan: Sudah Saya Tanda Tangani

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 377
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Kabar baik datang bagi tenaga PPPK paruh waktu (PPPK PW) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea memastikan bahwa para tenaga PPPK paruh waktu akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh atau 100 persen. Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Adhan usai melantik pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo […]

  • Mekanisme Pengangkatan Kapolri Digugat ke MK, Pemohon Soroti Ketiadaan Batas Masa Jabatan

    Mekanisme Pengangkatan Kapolri Digugat ke MK, Pemohon Soroti Ketiadaan Batas Masa Jabatan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Konstitusionalitas mekanisme pengangkatan dan pemberhentian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kembali diuji di Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini, permohonan diajukan oleh seorang warga negara sekaligus mahasiswa, Tri Prasetio Putra Mumpuni. Dalam Sidang Pemeriksaan Pendahuluan Perkara Nomor 77/PUU-XXIV/2026 yang dipimpin Ketua MK Suhartoyo di Ruang Sidang Pleno Gedung 1 MK, Senin (2/3/2026), Pemohon […]

  • Masjid di Tengah Gemerlap Kota: Disertasi Fahdiana Yuniasih Membaca Ulang Peran Ruang Ibadah di Jantung Jakarta

    Masjid di Tengah Gemerlap Kota: Disertasi Fahdiana Yuniasih Membaca Ulang Peran Ruang Ibadah di Jantung Jakarta

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    nulondalo.com — Di antara gedung-gedung tinggi, pusat bisnis, dan derasnya arus kapital perkotaan, ruang ibadah kerap dipandang sebagai bagian kecil dari pembangunan kota modern. Namun sebuah penelitian doktoral di Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia menghadirkan sudut pandang berbeda: masjid bukan sekadar ruang yang bertahan di tengah tekanan modernitas, melainkan aktor yang ikut membentuk wajah […]

  • Butuhkah Peningkatan SDM di Gorontalo?

    Butuhkah Peningkatan SDM di Gorontalo?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi isu yang sangat krusial untuk didiskusikan, apalagi peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi program unggulan Gubernur Provinsi Gorontalo dengan dalih meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan provinsi Gorontalo, yang menjadi pertanyaannya adalah apakah dengan peningkatan Sumber Daya Manusia yang akan dilakukan melalui program pemberian beasiswa terhadap putra daerah untuk melanjutkan pendidikan ke luar […]

expand_less