Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Perjalanan Spiritual Nabi

  • account_circle Ilham Sopu
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 336
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kita kini berada di penghujung bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, sebuah bulan yang dimuliakan dan sarat dengan pesan persiapan ruhani. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rajab adalah bulan menanam, Sya‘ban bulan menyiram dan memelihara, sementara Ramadhan adalah bulan memetik hasil. Maka, akhir Rajab seharusnya menjadi ruang muhasabah: sejauh mana benih-benih kebaikan telah kita tanam, dan apakah ia cukup kuat untuk dirawat hingga Ramadhan tiba.

Di bulan Rajab pula terjadi salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam, yakni Isra dan Mi‘raj Nabi Muhammad saw. Sebuah perjalanan spiritual yang melampaui batas nalar manusia, karena yang menjadi penggeraknya adalah Tuhan sendiri. Nabi diperjalankan pada suatu malam untuk diperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya, sebagai penguatan batin di tengah tekanan dan ujian berat yang beliau alami.

Perjalanan ini terdiri dari dua dimensi: perjalanan horizontal (Isra), dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, dan perjalanan vertikal (Mi‘raj), dari Masjidil Aqsha menuju Sidrat al-Muntaha di langit ketujuh. Dua perjalanan ini bukan semata perpindahan ruang, tetapi simbol penyempurnaan spiritual: membumi dalam realitas sosial dan melangit dalam kedekatan transendental dengan Tuhan.

Sebelum peristiwa agung ini, Nabi mengalami fase kehidupan yang amat berat. Di tengah intimidasi kaum Quraisy, beliau kehilangan dua penopang utama perjuangannya: Abu Thalib, paman sekaligus pelindung, dan Khadijah ra., istri tercinta yang menjadi sumber kekuatan moral. Tahun itu dikenang sebagai ‘ām al-ḥuzni, tahun duka cita. Dalam kondisi batin yang terluka inilah, Isra dan Mi‘raj hadir sebagai bentuk pemanggilan ilahi sekaligus penghiburan Tuhan kepada hamba-Nya.

Dalam perjalanan tersebut, Nabi berdialog dengan Malaikat Jibril, menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Tuhan di bumi dan di langit, serta dipertemukan dengan para nabi terdahulu. Nabi shalat bersama mereka, berdialog, dan menyimak kisah perjuangan masing-masing dalam menyampaikan risalah. Pengalaman ini dapat dibaca sebagai penguatan misi kerasulan, bahkan sebagai pembelajaran sosial dan historis yang memperkaya kesiapan Nabi dalam memimpin umatnya.

Puncak dari perjalanan spiritual ini adalah ketika Nabi mencapai Sidrat al-Muntaha, sebuah titik yang bahkan Malaikat Jibril tidak mampu melampauinya. Muhammad Asad, sebagaimana dikutip Nurcholish Madjid, menerjemahkan Sidrat al-Muntaha sebagai “lote tree of the farthest limit”, pohon teratai pada batas paling jauh. Secara simbolik, Sidrat al-Muntaha adalah lambang puncak kesadaran dan kemantapan batin tertinggi yang dapat dicapai manusia pilihan, batas akhir pengetahuan makhluk sebelum memasuki wilayah rahasia Tuhan.

Sesudah Isra dan Mi‘raj, Nabi tampil dengan keteguhan iman dan ketenangan batin yang semakin kokoh. Perjalanan spiritual tersebut menjadi sumber energi moral dalam menghadapi fase-fase perjuangan berikutnya, hingga hijrah ke Yatsrib (Madinah) dan terbukanya lembaran baru kemenangan demi kemenangan.

Di penghujung bulan Rajab ini, Isra dan Mi‘raj mengajarkan kepada kita bahwa perjalanan menuju Tuhan selalu diawali dengan kejujuran membaca luka, kesabaran menghadapi ujian, dan kesiapan membersihkan batin. Rajab mengajak kita menanam kesadaran, Sya‘ban merawatnya dengan konsistensi, dan Ramadhan memanen buahnya dalam bentuk ketakwaan.

Maka, sebelum Rajab benar-benar berlalu, marilah kita bertanya pada diri sendiri: benih apa yang telah kita tanam, dan sejauh mana kita siap melanjutkan perjalanan spiritual itu menuju bulan suci Ramadhan.

(Bumi Pambusuang, Januari 2026)



DUKUNG TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

  • Penulis: Ilham Sopu
  • Editor: Ilham Sopu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Pengangguran agaknya dijadikan media Reproduksi Ketimpangan, alih alih fokus pada Transformasi yang menyentuh Struktur. Belakangan ini, pembicaraan soal pengangguran kembali ramai. Ada yang menyebut anak muda sekarang terlalu pemilih, terlalu banyak gengsi, atau tidak tahan proses. Di sisi lain, generasi muda merasa hidup mereka memang sedang tidak baik-baik saja: biaya hidup naik, lapangan kerja makin […]

  • Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meresmikan revitalisasi fasilitas pendidikan di SMK Negeri 4 Gorontalo Utara dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Gorontalo Utara, Rabu (21/1/2025). Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman […]

  • Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr. Hj. Ida Fauziyah menyampaikan, bahwa PKB terus berkomitmen menjadi partai yang solid demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Hal tersebut disampaikan pada agenda konsolidasi kader PKB se-Gorontalo bertempat di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Sabtu (15/2/2025), kemarin. “Dalam pertemuan yang penting ini, saya ingin menyampaikan bahwa Gus Ketum […]

  • Pengelolaan APBD Gorontalo Prioritaskan Agro-maritim

    Pengelolaan APBD Gorontalo Prioritaskan Agro-maritim

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memastikan pelaksanaan APBD 2025 saat ini akan bergerak dinamis. Selain disusun sebelum pelantikan dirinya bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, kondisi fiskal mengalami efisiensi yang membutuhkan penyesuaian di berbagai jenis belanja. “Pengelolaan anggaran tahun ini akan berlangsung dinamis dan penuh penyesuaian. Namun kita tetap optimis untuk mencapai target-target pembangunan secara […]

  • BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Wilayah, Banjir hingga Angin Kencang Dominasi Kejadian

    BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Wilayah, Banjir hingga Angin Kencang Dominasi Kejadian

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    nulondalo.com , Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dalam periode Kamis (5/2) hingga Jumat (6/2) pukul 07.00 WIB. Mayoritas peristiwa dipicu oleh cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, hujan lebat, serta angin kencang. Di Provinsi Jawa Timur, […]

  • Akuntansi Utang Pemerintahan : Antara Kebutuhan Pembangunan dan Resiko Fiskal

    Akuntansi Utang Pemerintahan : Antara Kebutuhan Pembangunan dan Resiko Fiskal

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Hilda Anggraeni
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Utang pemerintah kerap menjadi pisau bermata dua dalam tata kelola keuangan negara. Di satu sisi, pembiayaan melalui utang merupakan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, akumulasi utang yang tidak terkendali berpotensi mengguncang stabilitas fiskal dan membebani generasi mendatang. Dalam konteks inilah, akuntansi utang pemerintahan memegang peran sentral—tidak sekadar […]

expand_less