Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Perjalanan Spiritual Nabi

  • account_circle Ilham Sopu
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 433
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kita kini berada di penghujung bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, sebuah bulan yang dimuliakan dan sarat dengan pesan persiapan ruhani. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rajab adalah bulan menanam, Sya‘ban bulan menyiram dan memelihara, sementara Ramadhan adalah bulan memetik hasil. Maka, akhir Rajab seharusnya menjadi ruang muhasabah: sejauh mana benih-benih kebaikan telah kita tanam, dan apakah ia cukup kuat untuk dirawat hingga Ramadhan tiba.

Di bulan Rajab pula terjadi salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam, yakni Isra dan Mi‘raj Nabi Muhammad saw. Sebuah perjalanan spiritual yang melampaui batas nalar manusia, karena yang menjadi penggeraknya adalah Tuhan sendiri. Nabi diperjalankan pada suatu malam untuk diperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya, sebagai penguatan batin di tengah tekanan dan ujian berat yang beliau alami.

Perjalanan ini terdiri dari dua dimensi: perjalanan horizontal (Isra), dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, dan perjalanan vertikal (Mi‘raj), dari Masjidil Aqsha menuju Sidrat al-Muntaha di langit ketujuh. Dua perjalanan ini bukan semata perpindahan ruang, tetapi simbol penyempurnaan spiritual: membumi dalam realitas sosial dan melangit dalam kedekatan transendental dengan Tuhan.

Sebelum peristiwa agung ini, Nabi mengalami fase kehidupan yang amat berat. Di tengah intimidasi kaum Quraisy, beliau kehilangan dua penopang utama perjuangannya: Abu Thalib, paman sekaligus pelindung, dan Khadijah ra., istri tercinta yang menjadi sumber kekuatan moral. Tahun itu dikenang sebagai ‘ām al-ḥuzni, tahun duka cita. Dalam kondisi batin yang terluka inilah, Isra dan Mi‘raj hadir sebagai bentuk pemanggilan ilahi sekaligus penghiburan Tuhan kepada hamba-Nya.

Dalam perjalanan tersebut, Nabi berdialog dengan Malaikat Jibril, menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Tuhan di bumi dan di langit, serta dipertemukan dengan para nabi terdahulu. Nabi shalat bersama mereka, berdialog, dan menyimak kisah perjuangan masing-masing dalam menyampaikan risalah. Pengalaman ini dapat dibaca sebagai penguatan misi kerasulan, bahkan sebagai pembelajaran sosial dan historis yang memperkaya kesiapan Nabi dalam memimpin umatnya.

Puncak dari perjalanan spiritual ini adalah ketika Nabi mencapai Sidrat al-Muntaha, sebuah titik yang bahkan Malaikat Jibril tidak mampu melampauinya. Muhammad Asad, sebagaimana dikutip Nurcholish Madjid, menerjemahkan Sidrat al-Muntaha sebagai “lote tree of the farthest limit”, pohon teratai pada batas paling jauh. Secara simbolik, Sidrat al-Muntaha adalah lambang puncak kesadaran dan kemantapan batin tertinggi yang dapat dicapai manusia pilihan, batas akhir pengetahuan makhluk sebelum memasuki wilayah rahasia Tuhan.

Sesudah Isra dan Mi‘raj, Nabi tampil dengan keteguhan iman dan ketenangan batin yang semakin kokoh. Perjalanan spiritual tersebut menjadi sumber energi moral dalam menghadapi fase-fase perjuangan berikutnya, hingga hijrah ke Yatsrib (Madinah) dan terbukanya lembaran baru kemenangan demi kemenangan.

Di penghujung bulan Rajab ini, Isra dan Mi‘raj mengajarkan kepada kita bahwa perjalanan menuju Tuhan selalu diawali dengan kejujuran membaca luka, kesabaran menghadapi ujian, dan kesiapan membersihkan batin. Rajab mengajak kita menanam kesadaran, Sya‘ban merawatnya dengan konsistensi, dan Ramadhan memanen buahnya dalam bentuk ketakwaan.

Maka, sebelum Rajab benar-benar berlalu, marilah kita bertanya pada diri sendiri: benih apa yang telah kita tanam, dan sejauh mana kita siap melanjutkan perjalanan spiritual itu menuju bulan suci Ramadhan.

(Bumi Pambusuang, Januari 2026)



DUKUNG TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

  • Penulis: Ilham Sopu
  • Editor: Ilham Sopu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Tanah Bugis ke Kairo: Tudang Sipulung Merawat Persaudaraan Diaspora Indonesia

    Dari Tanah Bugis ke Kairo: Tudang Sipulung Merawat Persaudaraan Diaspora Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KAIRO, NULONDALO.COM – Jauh dari tanah air, kerinduan terhadap kampung halaman sering kali hadir melalui hal-hal sederhana. Mulai dari percakapan dengan sesama perantau, cerita tentang keluarga, ingatan pada tradisi, hingga kebiasaan berkumpul yang diwariskan dari generasi ke generasi. Suasana itulah yang terasa dalam Silaturahmi Tudang Sipulung yang mempertemukan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), Fakultas […]

  • Festival JAGAT 2026: Belajar Ekologi Lewat Permainan, dari Pesantren untuk Bumi

    Festival JAGAT 2026: Belajar Ekologi Lewat Permainan, dari Pesantren untuk Bumi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, JOMBANG — Krisis ekologi di Indonesia semakin menuntut hadirnya kesadaran lingkungan yang tidak hanya berhenti pada kampanye dan slogan. Pendidikan ekologis perlu dikemas dengan pendekatan yang dekat, praktis, dan menyenangkan, terutama ketika menyasar anak-anak, remaja, santri, hingga masyarakat luas. Semangat itulah yang dibawa dalam rangkaian Festival JAGAT (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) […]

  • Idul Adha: Antara Pengorbanan, Air Mata, dan Harapan Ampunan  Allah

    Idul Adha: Antara Pengorbanan, Air Mata, dan Harapan Ampunan Allah

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Hari raya Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum agung untuk meneguhkan iman, membersihkan hati, serta merenungi makna pengorbanan dan ketaatan yang diwariskan Nabi Ibrahim alaihissalam dan Nabi Ismail alaihissalam. Di tengah gemuruh dunia yang sering melalaikan manusia dari Tuhannya, Idul Adha hadir mengingatkan kita bahwa kehidupan sejati bukan tentang siapa yang paling kaya […]

  • Menakar Potensi dan Ancaman Kerusakan Wilayah Pesisir Bone Bolango

    Menakar Potensi dan Ancaman Kerusakan Wilayah Pesisir Bone Bolango

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Iwan Miu
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, dihuni oleh ribuan desa pesisir yang tersebar dari barat hingga timur nusantara. Desa-desa pesisir tidak hanya berperan sebagai penyangga ekologi, tetapi juga merupakan lumbung sumber daya alam, terutama di sektor kelautan dan perikanan. Namun, di balik potensi besar tersebut, desa pesisir menghadapi berbagai tantangan […]

  • Abu Madhura; Muadzin Yang Semula Mengejek Azan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #26)

    Abu Madhura; Muadzin Yang Semula Mengejek Azan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #26)

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Pada edisi sebelumnya, saya menulis Abdullah ibn Umm Maktum sebagai partner muadzin Bilal ibn Rabah. Keduanya adalah muadzin yang ditunjuk Nabi untuk pelaksanaan salat di Madinah. Dari sekitar Masjid Nabawi, suara azan mereka menjadi penanda waktu bagi kehidupan kaum Muslim di kota itu. Pasca peristiwa Fathul Makkah, Nabi Kembali ke Mekkah dan membangun Mekkah dengan […]

  • Akademisi Unusia: Olahraga Harus Jadi Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

    Akademisi Unusia: Olahraga Harus Jadi Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, menegaskan bahwa olahraga harus diposisikan sebagai investasi strategis dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora), 27 Februari 2026, di Jakarta. Forum tersebut […]

expand_less