Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Antara BBM, Subsidi, dan Amanat Anggaran: Membaca Akuntabilitas APBN dari Kasus Defisit 2026

  • account_circle Haairunnisah
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 327
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Defisit APBN 2026 yang diproyeksikan mendekati 2,9% dari PDB sering dianggap masih berada dalam batas aman. Secara aturan, angka tersebut memang belum melampaui ambang batas 3%. Namun, memandang kondisi fiskal hanya dari batas angka adalah cara berpikir yang terlalu sempit. Di balik kesan “aman” itu, tersimpan persoalan yang lebih serius: tekanan fiskal yang bersifat struktural, terutama akibat kenaikan harga energi global dan besarnya beban subsidi energi.

Situasi ini menempatkan pemerintah dalam dilema yang berulang: mempertahankan subsidi demi menjaga daya beli masyarakat, atau menyesuaikan harga energi dengan risiko sosial yang tidak kecil. Masalahnya, pilihan tersebut bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga menyangkut akuntabilitas anggaran. Pertanyaannya sederhana, tetapi krusial: apakah kebijakan yang diambil benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, efisien, dan adil?

Dalam kerangka akuntansi pemerintahan, akuntabilitas publik tidak berhenti pada kepatuhan terhadap aturan formal. Pemerintah memang dapat memenuhi akuntabilitas secara administratif, menjaga defisit di bawah batas, menyusun laporan keuangan, dan mengikuti prosedur yang berlaku. Namun, akuntabilitas yang sesungguhnya menuntut lebih dari itu. Ia menuntut transparansi yang bermakna, yakni kemampuan menjelaskan alasan kebijakan, mengungkap risiko yang dihadapi, serta menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.

Di sinilah terlihat adanya kesenjangan antara akuntabilitas formal dan akuntabilitas substantif. Secara formal, APBN tampak terkendali. Defisit masih berada dalam batas, dan pemerintah dapat menjelaskan bahwa tekanan berasal dari faktor eksternal seperti kenaikan harga energi global. Akan tetapi, secara substantif, struktur anggaran menunjukkan ketergantungan yang tinggi terhadap subsidi energi. Ketika harga global naik, belanja negara ikut melonjak. Ini menandakan bahwa APBN belum cukup tangguh menghadapi guncangan eksternal.

Dari sudut pandang value for money, kebijakan subsidi energi berbasis komoditas juga menimbulkan persoalan. Secara ekonomi, kebijakan ini menyedot anggaran dalam jumlah besar. Dari sisi efisiensi, subsidi tidak tepat sasaran karena dinikmati oleh semua kelompok, termasuk mereka yang sebenarnya tidak membutuhkan. Dari sisi efektivitas, tujuan perlindungan sosial menjadi tidak optimal karena distribusi manfaat tidak merata. Dalam konteks ini, subsidi energi justru berpotensi melemahkan prinsip keadilan dalam pengelolaan keuangan negara.

  • Penulis: Haairunnisah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Sulsel Serahkan SK Redistribusi PPPK, 66 Pegawai Kembali Bertugas di Daerah Asal

    Kemenag Sulsel Serahkan SK Redistribusi PPPK, 66 Pegawai Kembali Bertugas di Daerah Asal

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) redistribusi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Selasa (5/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan ini merupakan bagian dari upaya penataan dan optimalisasi sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama. Sebanyak 66 PPPK dari berbagai kabupaten […]

  • Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Wahiyudin Mamonto
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Setiap kali Agustus tiba, saya selalu berpikir: kemerdekaan itu sebenarnya milik siapa? Bendera dikibarkan, lomba panjat pinang digelar, pidato-pidato disiapkan. Tapi di balik semua kemeriahan itu, ada pertanyaan yang jarang benar-benar dijawab tuntas—apakah setiap warga negara, tanpa memandang apa yang ia yakini, benar-benar sudah merdeka untuk beribadah dan hidup sesuai keyakinannya? Kalau bicara soal aturan, […]

  • Arti ‘Merdeka’ dalam Bingkai Hakikat yang Sesungguhnya

    Arti ‘Merdeka’ dalam Bingkai Hakikat yang Sesungguhnya

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Setiap menjelang hari kemerdekaan Indonesia, di media sosial khusunya tulisan dan ungkapan yang mempersepsikan kata “Merdeka” cukup banyak dan beragam. Komentar tergantung siapa yang memposting. Komentar-komentar tersebut mengelitik adrenalin literasi saya untuk membahasnya dalam bentuk tulisan sederhana ini. Kata “Merdeka” sebenarnya terlahir dari rahim pergulatan bangsa dalam konteks perjuangan melawan penjajah. Dalam konteks sejarah nasional […]

  • Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tri Gunawan Sidiki
    • visibility 1.178
    • 0Komentar

    Aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat petani plasma desa binaan di wilayah barat Kabupaten Pohuwato bukan sekadar ekspresi kekecewaan, melainkan cermin dari kesabaran panjang yang mulai mencapai batasnya. Di tengah ketidakpastian yang telah berlangsung hampir satu dekade, masyarakat tetap memilih jalan yang bermartabat untuk menyuarakan haknya. Ini adalah bentuk kedewasaan sosial yang patut diapresiasi, sekaligus […]

  • Konfercab Tetapkan Kepemimpinan Baru PCNU Barru

    Konfercab Tetapkan Kepemimpinan Baru PCNU Barru

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Multazam
    • visibility 150
    • 0Komentar

    nulondalo.com, BARRU – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Barru resmi menetapkan kepengurusan baru untuk masa khidmat berikutnya dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kabupaten Barru yang digelar pada Jumat, 19 Juni 2026, di Gedung Haji dan Umroh Barru. Dalam forum permusyawaratan tertinggi tingkat cabang tersebut, H. Syamsul Bahri Amin terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Kabupaten […]

  • Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Ketua Majelis Pembina Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang juga menjabat sebagai Bupati Gorontalo Utara, membuka secara resmi Perkemahan Tingkat Kwartir Ranting di Kecamatan Sumalata, Minggu (10/8/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Gerakan Pramuka. Dalam sambutannya, Thariq menyebut perkemahan menjadi wadah pendidikan, rekreasi, dan permainan. “Ketiga […]

expand_less